
Dua tahun telah berlalu,Jimin menjalani
hari-harinya dengan gila kerja,ya Jimin sudah
tidak mau memikirkan wanita karna baginya
hanya akan membuat masalah dan sakit hati
baru pada dirinya sendiri.
tok..tok ...masuk sahut Jimin tanpa menoleh
kearah pintu.
tuan meeting 10menit lagi akan dimulai.
hmmm...Natan apa semua berkasnya sudah
beres semua saya tidak mau ada kendala
diproyek ini.
sudah tuan,anda tidak perlu hawatir..
ya..itulah alasan aku memilihmu jawab Jimin
datar dan beranjak pergi bersama Natan
sekretarisnya itu.
sampai ditempat yang sudah ditentukan
merekapun melakukan meeting dengan
lancar tanpa kendala,sesuai dengan apa
yang Jimin ucapakan kalau Natan memang
orang kepercayaannya dan juga Natan pula
yang tau hari -hari Jimin yang selama ini
dijalani Jimin dengan menyibukkan diri
dengan pekerjaannya
"tuan jimin,apa tidak ingin mencari pengganti
nona jeslin"? tanya Natan hati-hati karna dia
tau Jimin sensitif dengan pertanyaanya.tapi
tetap memaksakan karna paksaan dari
nyonya besarnya yaitu mommy Jimin.
"aku tidak mau menjawabnya,karna kau pasti
tau jawabannya Natan"ucap Jimin tanpa
menoleh sedikitpun kearah Natan dan fokus
pada ponsel yang ia mainkan sejak masuk
kemobil.
"apa mommy yang memaksamu buat ajuin
pertanyaan konyol mu itu"menatap intens
kearah Natan yang mulai panik kalo Jimin
tiba -tiba marah dan menatap tajam seperti
ingin menelannya hidup-hidup
__ADS_1
"nyonya besar hanya ingin melihat anda
memiliki sebuah keluarga,dan mungkin
nyonya besar pengen punya cucu tuan"
lama-lama kamu kok mirip mommy
ya..Natan..malas menanggapi ocehan Natan
yang dianggapnya tidak ada mutunya.
"fokus pada proyek ini kalo ada sedikit
masalah saja kamu saya gantung"ucap Jimin
tegas.
"baik tuan...Natan memilih tidak lagi mau
membahas yang disuruh mommy nya Jimin
karna Natan lebih takut kepada Jimin
daripada nyonya besarnya.
Sampai dirumah Jimin disambut dengan
wajah sang mommy dan beberapa pengawal
di Mension mereka.
"malam tuan jimin" sahut para pengawal
menundukkan kepala.jimin berlalu tanpa
menanggapinya.
"sayang apa kamutu selalu harus pulang
penting".mommy merasa kasian melihat
putranya yang selalu pergi dipagi hari dan
pulang dimalam hari setiap harinya.
"mom i'm fine is ok...Jimin suka" berusaha
menenangkan sang mommy.
"sayang izinkan mommy yang Carikan calon
istri buat kamu.mommy tau kamu pasti
menolak tapi please dengerin dan ngertiin
mommy sekali ini.
"kenapa mommy gak ikut Deddy keingris aja
sih mom"
"gimana mommy mo ikut Deddy kalo
kamunya masih kacau begini" sahut mommy
"kacau bagaiman Jimin masih hidup dan
baik-baik aja mom"memperlihatkan tubuhnya
yang masih tampan dan kekar.
"ya..kamu memang masih baik secara tubuh
tapi hati kamutu yang gak baik jim"ucap sang
__ADS_1
mommy yang gak mau kalah.
"apa mommy pikir Jimin gila gitu.mom Jimin
capek Jimin mau istirahat ok.berlalu menuju
lif menuju kamar tidurnya.karna berdebat
dengan sang mommy akan jauh lebih
menguras tenaga dan emosinya ketimban
bekerja Samapi malam.
"mommy akan pastikan jeslin akan pulang
kenegara ini dan meminta untuk kembali
padamu"
mommy Jimin punya renca yang dia sendiri
buat tanpa sepengetahuan suami atau lebih
tepatnya Deddy Jimin tidak tau sama sekali
apa yang akan direncanakan istrinya..dan kali
"ini tidak boleh gagal lagi"..
selesai mandi dan mengganti pakaiannya
dengan piyama tidur.
jimin perpikir tentang usulan mommynya.dia
juga ingin membahagiakan mommy.
tiba-tiba ponselnya berdering,Jimin melihat
bahwa Deddynyalah yang menghubunginya.
"hai Ded..sahut Jimin
"hai son, everything is ok son",tanya sang
Deddy seolah tau apa yang terjadi barusan.
"yes..ucap Jimin pada Deddynya."ohh
ya..gimana keadaan grand ma,ang grand pa
Ded"..tanya Jimin
"sehat".. Sahut sang dedy.kamu kalau gak
setuju pendapat mommy jangan diambil
pusing Jim,tapi pendapat mommy juga gak
salah kan son"
ya..Jimin tau Ded.. is ok..nanti Jimin
pertimbangkan lagi, Deddy jaga kesehatan
karna mommy gak ada disana.
"is ok son..ya sudah istirahatlah kamu pasti
baru pulangkan?.
"ia Ded bay..Jimin menutup teleponnya dan
langsung naik ketempat tidur untuk langsung
__ADS_1
tidur karna Ian memang sangat lelah.