
Hari ini semua pekerjaan Jimin berjalan
lancar.selama dikantor dia juga tidak lupa
memantau kegiatan Rachel melalui layar
ponselnya yang sudah tersambung dengan
cctv didalam kamar mereka.
Para bodyguard dan mata-mata yang
diperintahkan juga turut memberikan hasil
laporan mereka setiap jamnya,bahkan
ajumma juga selalu menghubunginya
mengenai makanan yang Rachel ingin
dibuatkan.Mendengar hasil laporan tentang
wanitanya membuat hatinya lebih tenang
karena tidak ada hal-hal yang perlu
dicemaskan.
"Tuan besok teman nona muda sudah bisa
pulang kerumah."Natan yang baru masuk
keruangan Jimin dan menyerahkan beberapa
berkas untuk ditandatangani.
"Bagus".jawab Jimin acuh sambil
memandangi berkas yang dibawa Natan."Kau
ingat hari ini saya ingin bertemu dengan
wanita itu?".ucap Jimin menghentikan
aktivitas sebentar dan mengalihkan
pandangannya pada Natan.
"Semua sudah saya atur tuan."balas Natan.
"Bagus,kau bisa lanjutkan pekerjaan
mu."Jimin memberikan berkas yang sudah
selesai ditandatangani kembali kepada
Natan.
Sebelum melanjutkan pekerjaannya kembali
Jimin teringat pada Rachel istrinya."Sedang
apa dia?."seru Jimin bergegas membuka
layar ponsel miliknya.Senyum Jimin
mengembang seketika melihat Rachel yang
sedang duduk santai, ntah apa yang ada
didalam otak Jimin saat ini yang sedang
sibuk mengusap-usap ponsel dan sesekali
tertawa ntah apa yang lucu menurutnya.
"Kau selalu saja menggoda ku."gumamnya tak
henti tertawa.jika ada yang melihat kelakuan
seorang Kim Jimin Adalberto barnett yang
menciumi ponselnya fix pasti sudah tersebar
di seluruh negri ini bahwa anak konglomerat
__ADS_1
dan bangsawan itu sudah gila."Haiss awas
saja kau nanti."jimin mengacak-acak
rambutnya setelah menyadari kelakuannya
anehnya sendiri.
Tidak ingin membuang waktu Jimin kembali
melakukan pekerjaannya.sebab sore ini dia
akan kerumah sakit untuk menanyakan
beberapa hal pada Naira sahabat dari istrinya
itu.
*
*
Sore hari kini tiba Jimin bersama Natan
berjalanan di koridor rumah sakit menuju
kamar Naira lengkap dengan baju,topi dan
kaca mata hitam untuk penyamaran agar
tidak mengundang kehebohan.Para
bodyguard juga ikut memakai baju biasa dan
itu semua atas perintah dari Jimin sendiri.
Begitu pintu kamar dibuka Naira terlihat tidak
sendiri karena Yuri dan Shane yang juga
rekan bisnisnya terlihat sedang asik
berbincang-bincang.
"Tuan Jimin".seru Shane kaget begitu Jimin
diruangan."Silahkan duduk."Shane dan Yuri
membungkuk sembari menyodorkan kursi
kepada Jimin.
Jimin duduk dengan melipat kedua
tangannya di dada.sikap dinginnya selalu
membuat orang yang ada disekitarnya
merasa seperti terancam terutama Naira.
"Kau sudah baikan?."suara Jimin membuat
Naira terkesiap sebab dari tadi dia merasa
ada keanehan dengan kedatangan suami
kontrak sahabatnya itu.
Naira hanya mengangguk menanggapi
pertanyaan pria didepanya saat ini.Walau
ketampanan yang dimiliki Jimin bisa
membuat semua wanita ketar-ketir namun
rasa itu berubah dengan rasa takut yang
dirasakan Naira.
Bukan hanya Naira yang merasakan hal itu,
Shane dan yuri juga merasa ada sesuatu
yang membuat pria tampan dan arogan itu
__ADS_1
sampai datang menemui Naira. Karena tidak
mungkin orang sepenting Jimin datang
menemui wanita yang tidak penting seperti
Naira.sepasang suami istri itu juga ikut
menatap tajam pada Naira yang mengira
kalau Naira sudah membuat masalah baru
lagi sepeninggalan mereka untuk berbulan
madu.
"Apa kau membuat masalah lagi?."tanya Yuri
penuh emosi, mengingat cerita Rachel kala
itu.
"Tidak eonni."jawab Naira sambil
menggelengkan kepalanya.naira memang
tidak merasa melakukan
kesalahan atau masalah pada
siapapun.
Yuri menatap Naira sambil mengerutkan
keningnya mencari kebenaran dari ucapan
Naira.
"Jangan takut saya hanya ingin menanyakan
kenapa kau bisa terluka dan kenapa istri saya
bisa jatuh pingsan?."suara Jimin
memecahkan ketegangan yang ada.
"Jawab jujur Naira,kalau kau buat masalah
dengan berbohong eonni tidak akan
memaafkan mu."ancam Yuri pada Naira.Karena Yuri tau sifat ceroboh Naira bisa
menimbulkan masalah baru.
"waktu diapartem Naira mual dan kepalanya
pusing,saya langsung memanggil
penjaga."Naira dengan susah payah menelan
ludahnya karena sorot mata tertuju
padanya."Saya berusaha menggendongnya
untuk cari tempat sembunyi tapi Gucci
didepan Rachel jatuh dan saya terkena
pecahan Gucci saat melindungi tubuh Rachel
agar tidak terluka.rachel malah pingsan
melihat darah ditangan saya."Naira
menceritakannya secara detail tanpa ada
kebohongan sedikitpun.
"Berarti kau dan istri ku tidak dilukai
siapapun?."tanya Jimin kembali memastikan
kalau mommynya tidak terlibat dengan luka
ditubuh Naira dan penyebab istrinya pingsan.
__ADS_1
"Tidak tuan,kami hanya dikurung
diapartemen."