Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep59.


__ADS_3

Hari ini semua pekerjaan Jimin berjalan


lancar.selama dikantor dia juga tidak lupa


memantau kegiatan Rachel melalui layar


ponselnya yang sudah tersambung dengan


cctv didalam kamar mereka.


Para bodyguard dan mata-mata yang


diperintahkan juga turut memberikan hasil


laporan mereka setiap jamnya,bahkan


ajumma juga selalu menghubunginya


mengenai makanan yang Rachel ingin


dibuatkan.Mendengar hasil laporan tentang


wanitanya membuat hatinya lebih tenang


karena tidak ada hal-hal yang perlu


dicemaskan.


"Tuan besok teman nona muda sudah bisa


pulang kerumah."Natan yang baru masuk


keruangan Jimin dan menyerahkan beberapa


berkas untuk ditandatangani.


"Bagus".jawab Jimin acuh sambil


memandangi berkas yang dibawa Natan."Kau


ingat hari ini saya ingin bertemu dengan


wanita itu?".ucap Jimin menghentikan


aktivitas sebentar dan mengalihkan


pandangannya pada Natan.


"Semua sudah saya atur tuan."balas Natan.


"Bagus,kau bisa lanjutkan pekerjaan


mu."Jimin memberikan berkas yang sudah


selesai ditandatangani kembali kepada


Natan.


Sebelum melanjutkan pekerjaannya kembali


Jimin teringat pada Rachel istrinya."Sedang


apa dia?."seru Jimin bergegas membuka


layar ponsel miliknya.Senyum Jimin


mengembang seketika melihat Rachel yang


sedang duduk santai, ntah apa yang ada


didalam otak Jimin saat ini yang sedang


sibuk mengusap-usap ponsel dan sesekali


tertawa ntah apa yang lucu menurutnya.


"Kau selalu saja menggoda ku."gumamnya tak


henti tertawa.jika ada yang melihat kelakuan


seorang Kim Jimin Adalberto barnett yang


menciumi ponselnya fix pasti sudah tersebar


di seluruh negri ini bahwa anak konglomerat

__ADS_1


dan bangsawan itu sudah gila."Haiss awas


saja kau nanti."jimin mengacak-acak


rambutnya setelah menyadari kelakuannya


anehnya sendiri.


Tidak ingin membuang waktu Jimin kembali


melakukan pekerjaannya.sebab sore ini dia


akan kerumah sakit untuk menanyakan


beberapa hal pada Naira sahabat dari istrinya


itu.


*


*


Sore hari kini tiba Jimin bersama Natan


berjalanan di koridor rumah sakit menuju


kamar Naira lengkap dengan baju,topi dan


kaca mata hitam untuk penyamaran agar


tidak mengundang kehebohan.Para


bodyguard juga ikut memakai baju biasa dan


itu semua atas perintah dari Jimin sendiri.


Begitu pintu kamar dibuka Naira terlihat tidak


sendiri karena Yuri dan Shane yang juga


rekan bisnisnya terlihat sedang asik


berbincang-bincang.


"Tuan Jimin".seru Shane kaget begitu Jimin


diruangan."Silahkan duduk."Shane dan Yuri


membungkuk sembari menyodorkan kursi


kepada Jimin.


Jimin duduk dengan melipat kedua


tangannya di dada.sikap dinginnya selalu


membuat orang yang ada disekitarnya


merasa seperti terancam terutama Naira.


"Kau sudah baikan?."suara Jimin membuat


Naira terkesiap sebab dari tadi dia merasa


ada keanehan dengan kedatangan suami


kontrak sahabatnya itu.


Naira hanya mengangguk menanggapi


pertanyaan pria didepanya saat ini.Walau


ketampanan yang dimiliki Jimin bisa


membuat semua wanita ketar-ketir namun


rasa itu berubah dengan rasa takut yang


dirasakan Naira.


Bukan hanya Naira yang merasakan hal itu,


Shane dan yuri juga merasa ada sesuatu


yang membuat pria tampan dan arogan itu

__ADS_1


sampai datang menemui Naira. Karena tidak


mungkin orang sepenting Jimin datang


menemui wanita yang tidak penting seperti


Naira.sepasang suami istri itu juga ikut


menatap tajam pada Naira yang mengira


kalau Naira sudah membuat masalah baru


lagi sepeninggalan mereka untuk berbulan


madu.


"Apa kau membuat masalah lagi?."tanya Yuri


penuh emosi, mengingat cerita Rachel kala


itu.


"Tidak eonni."jawab Naira sambil


menggelengkan kepalanya.naira memang


tidak merasa melakukan


kesalahan atau masalah pada


siapapun.


Yuri menatap Naira sambil mengerutkan


keningnya mencari kebenaran dari ucapan


Naira.


"Jangan takut saya hanya ingin menanyakan


kenapa kau bisa terluka dan kenapa istri saya


bisa jatuh pingsan?."suara Jimin


memecahkan ketegangan yang ada.


"Jawab jujur Naira,kalau kau buat masalah


dengan berbohong eonni tidak akan


memaafkan mu."ancam Yuri pada Naira.Karena Yuri tau sifat ceroboh Naira bisa


menimbulkan masalah baru.


"waktu diapartem Naira mual dan kepalanya


pusing,saya langsung memanggil


penjaga."Naira dengan susah payah menelan


ludahnya karena sorot mata tertuju


padanya."Saya berusaha menggendongnya


untuk cari tempat sembunyi tapi Gucci


didepan Rachel jatuh dan saya terkena


pecahan Gucci saat melindungi tubuh Rachel


agar tidak terluka.rachel malah pingsan


melihat darah ditangan saya."Naira


menceritakannya secara detail tanpa ada


kebohongan sedikitpun.


"Berarti kau dan istri ku tidak dilukai


siapapun?."tanya Jimin kembali memastikan


kalau mommynya tidak terlibat dengan luka


ditubuh Naira dan penyebab istrinya pingsan.

__ADS_1


"Tidak tuan,kami hanya dikurung


diapartemen."


__ADS_2