Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Menjaga jarak ep51.


__ADS_3

Bahkan sampai pagi hari saat Jimin


terbangun dari tidurnya Rachel sudah tidak


ada disampingnya.sebenarnya dia ingin


bertanya pada Rachel apa yang membuatnya


diam seribu bahasa tapi setelah Jimin


menyelesaikan pekerjaannya Rachel sudah


tertidur dan Jimin tidak tega


membangunkannya dan berniat akan


bertanya esok paginya tapi nyatanya Rachel


sudah berangkat kerja lebih dulu tanpa


membangunkannya seperti biasa.


"Ajumma jam berapa istriku berangkat?."tanya


Jimin begitu sampai diruang


makan.sedangkan mommynya menatap


Jimin dengan wajah ketidaksukaan pada


sikap Jimin yang sudah berubah dan lebih


memperhatikan Rachel.


"Nona muda berangkat pukul tujuh pagi


tuan,nona bahkan tidak sarapan."terang


ajumma yang juga merasa ada sesuatu yang


terjadi.


"Jim.. sempatkan waktumu melihat keadaan


jeslin."mommynya mencoba mengalihkan


pembicaraan karena telinganya terasa panas


mendengar putranya menghawatirkan


Rachel.


"Mom jeslin tidak kenapa-kenapa,mom liat


sendiri kan!."tidak habis pikir mommynya


selalu memusingkan hal yang tidak


penting."Jimin pergi."beranjak dari duduknya


menghindari perdebatan dengan


mommynya.


Dimobil Jimin menghubungi Rachel namun


tidak diangkat sama sekali bahkan pesan


yang dikirimnya tak satupun dibalas wanita


itu.


"Haiiisss.. idiot kau menguji kesabaran


ku!."membentak foto Rachel yang dipajang


dilayar ponselnya."Natan kita ke cafe."Jimin


ingin memberikan hukuman pada Rachel.


"Tuan kita ada meeting pagi ini."seru Natan


mengingatkan Jimin dengan skedul hari ini.


"Yaaa...tunda saja."geram Jimin "Atau


batalkan sekalian."baginya bertemu dengan


Rachel dan bertanya kenapa wanitanya itu


mendiaminya padahal sebelumnya mereka


baik-baik saja.


"Tidak bisa tuan,kita sudah tiga kali


membatalkan pertemuan ini."tidak mungkin


Natan membatalkan pertemuan yang sudah


beberapa kali Jimin undur dengan alasan

__ADS_1


yang tidak jelas.


"Haaiisss..kau ini."Jimin mengusap kasar


wajahnya.keinginan menemui istrinya dan


menghukum sesuai keinginannya


gagal."Setelah ini aku akan buat perhitungan


dengan mu". ancamnya pada Natan karena


tidak bisa mengabulkan perintahnya.


Mendengar ancaman tuannya Natan hanya


bisa mengucapkan kata maaf dan


pasrah.mengingat Jimin manusia yang tidak


mau disalahkan dalam hal apapun.


Sepanjang hari Jimin menyelesaikan


pekerjaannya dan ingin memberikan kejutan


pada rachel.namun baru ingin memikirkan


cara menghukum wanita itu Natan sudah


lebih dulu datang dan mengatakan mereka


harus berangkat ke pulau Jeju siang ini.mau


tidak mau Jimin akhirnya berangkat ke pulau


Jeju bersama Natan.


*


*


Rachel memasuki rumah dengan wajah


muram.seharian ini dia hanya banyak diam


dan tidak bergairah melakukan pekerjaannya.


"Nona muda."sapa ajumma


membungkuk saat melihat Rachel yang baru


pulang."Kenapa dengan wajah nona


pipi Rachel untuk memastikan apa Rachel


sakit atau tidak.


"Kau sudah pulang."belum sempat menjawab


pertanyaan ajumma sebuah suara


menghentikan pembicaraan


keduanya.mommy alin yang kebetulan baru


sampai dirumah tak lama setelah Rachel


sampai.


"Mommy". Rachel menoleh mommy alin yang


berada dibelakangnya lalu membungkuk.rasa


canggung sebab baru kali ini mereka berdua


saling bertegur sapa sejak Jimin


membawanya ke apartemen.


"Saya mau bicara,ikut saya."seru mommy alin


seperti memerintah melewati Rachel dengan


memasang wajah angkuhnya.kini mommy


alin menggunakan bahasa formal saat


berbicara dengan Rachel sikapnya kini telah


berubah.


"Saya tidak ingin basa-basi."terang mommy


alin begitu mereka duduk diruangan khusus


yang terletak dilantai tiga."Perjanjian


saya tarik dan kamu bisa keluar dari rumah


ini sekarang juga."kata-kata mommy alin

__ADS_1


membuat Rachel tercengang." gak usah takut


kamu tetap dapat bayaran sebesar yang


tertera dalam surat perjanjian itu,dan


masalah tiket dan dokumen kamu Pak'ben


akan mengurusnya,jadi saya harap


secepatnya ku tinggalkan rumah ini". wajah


mommy alin menunjukkan ketidak sukanya


pada Rachel.


mommy alin langsung meninggalkan Rachel


begitu selesai berbicara.


Rasanya sudah saatnya mengusir Rachel dari


rumahnya setelah menunggu saat yang tepat


untuk berbicara dengan Rachel tanpa


jimin.kini waktu itu tiba ketika mommy alin


tau Jimin sedang berada di pulau Jeju untuk


beberapa hari mengurusi proyek hotel yang


sedang ada masalah.


Terang saja kesempatan itu tidak disia-siakan


mommy alin.Dia tidak ingin Rachel menjebak


putranya lebih dalam lagi.


Rachel belum beranjak dari tempat duduknya


tatapannya nampak kosong bahkan


airmatannya seolah tidak bisa keluar sama


sekali.hingga akhirnya dia tersadar suara


ponselnya.


"Nai___."ucapan Rachel terhenti."Bisa aku bisa


tinggal di tempat mu?."ucapannya kembali


setelah menarik napas yang dalam.


"Memang kenapa?,kalian bertengkar?."Naira


mendengar suara Rachel yang berat.Naira


menelepon Rachel untuk menanyakan


kenapa sahabatnya itu seharian ini nampak


murung tapi tidak sempat bertanya karena


kesibukan keduanya.


"Perjanjian ku sudah berakhir".tetes


airmatannya perlahan mulai mengalir."aku


tidak ada hak untuk tinggal lebih lama lagi


disini."Rachel menunduk mengusap


kepalanya sendiri.hatinya belum siap entah


kenapa hatinya begitu berat menerima


kenyataan kalau hari ini akan tiba juga.


"what".


"Datang lah, nanti kita bicara,tidak bagus


bicara melalui ponsel."tutur Naira yang


tiba-tiba memiliki pemikiran yang benar.naira


juga andil dalam masalah yang dihadapi


Rachel karena dirinyalah yang membuat


Rachel masuk dalam situasi ini.


Rachel mematikan ponselnya dan berjalan


menuju kamarnya untuk mengemasi


barang-barangnya.mengabaikan ponselnya

__ADS_1


yang berdering karena sudah tau siapa yang


menghubunginya.


__ADS_2