
Begitu mobil berhenti Jimin bergegas
keluar.Melewati para bodyguard yang
membungkuk menyambut kepulangan
jimin.Bahkan Jimin sudah berteriak
memanggil nama istrinya begitu pintu
dibuka.
"Rachel... Rachel.."teriak Jimin dengan keras.
Semua penghuni rumah berlari menuju suara
yang bergema memenuhi seluruh isi
rumah.Untuk pertama kalinya para maid dan
bodyguard melihat tuanya mengeluarkan
suara yang begitu keras dan terdengar penuh
amarah memanggil nama istrinya.
Ajumma sampai berlari dari arah dapur
bersama Rachel yang kebetulan sedang
bersamanya."Kenapa dengan tuan."batinya
saat melihat penampilan jimin yang
acak-acakan.
"Ajumma mana wanita idiot itu?."tanya Jimin
dengan rahang yang sudah mengeras
menahan emosi yang sudah tidak bisa
dibendungnya."Ajumma."bentak Jimin karena
orang yang ditanya hanya melihat dirinya.
"no..na ada disini."jawab ajumma terbata-bata
lalu menggeser badannya karena Rachel kini
berdiri dengan menunduk tepat di
belakangnya mencoba bersembunyi dari rasa
takut melihat ekspresi kemarahan Jimin.
Jimin melangkah menghampiri Rachel lalu
menyentak dan menarik tangan Rachel
menyeretnya dengan paksa tanpa
mengeluarkan sepatah katapun.
Rachel yang tidak merasa melakukan
kesalahan juga ikut ketakutan yang dia tau
tadi pagi Jimin masih baik-baik saja.melihat
amarah di wajah Jimin membuat dirinya juga
tidak mau membantah dan mengikuti
langkah Jimin dengan susah payah.
"Ada apa ini ribut-ribut?."tanya mommy alin
__ADS_1
dan Deddy Albert melihat para maid dan
bodyguard kini telah berkumpul dengan
ketakutan.Deddy Albert dan mommy alin
langsung turun mendengar suara teriakan
dari lantai bawah.
"Son what happened?."tanya Deddy Albert
yang baru tadi pagi tiba dikorea. bingung
dengan putranya yang menyeret Rachel
dengan kondisi putranya kini yang seperti
habis dikeroyok sekecamatan.
Mommy alin juga merasa heran melihat
penampilan putranya."Sudah mom bilang
wanita asing ini tidak pantas untukmu."seru
mommy alin dengan memandang Rachel
dengan sinis dan penuh kebencian.
"Lebih baik mom diam dan jangan ikut
campur urusan Jimin."Jimin menatap tajam
kearah mommynya tanpa melepaskan Rachel
dari genggaman tangannya.
"Son jaga bicaramu.dia itu mommy
mu."sentak Ded Albert yang tidak suka
"Sebaiknya Deddy ingatkan pada mommy
agar tidak melakukan hal bodoh lagi."seru
Jimin sambil memandang momnya dengan
senyum menakutkan."Natan bawa Michael
kesini cepat". Teriak Jimin pada Natan
sambil berjalan.Jimin menarik Rachel
melewati mom dan dednya menuju lift.
"Natan ada apa dengan Jimin". Deddy Albert
beralih bertanya pada asisten pribadi
putranya.
"Maaf tuan besar sepertinya ini hanya salah
faham saja."jawab Natan yang tidak ingin
menjelaskan panjang lebar tentang apa yang
terjadi saat ini."Saya masih ada urusan
dengan para bodyguard,saya permisi tuan
dan nyonya besar". Natan membungkuk dan
meninggalkan mom dan ded Jimin karena
ingin mengintrogasi para bodyguard.
__ADS_1
Begitu sampai didalam kamar Jimin langsung
menghempaskan Rachel keatas tempat
tidur.Rachel yang sudah ketakutan tidak bisa
menahan air matanya yang sudah menetes
membasahi pipinya.
"Diam disitu."bentak Jimin sambil bertolak
pinggang.
"Tuan, dokter Michael sudah sampai."salah
satu maid mempersilahkan Michael masuk
kedalam kamar Jimin.
"Ada apa lagi?."tanya Michael berjalan santai
kearah jimin.tapi begitu melihat tatapan
maut dan raut wajah sepupunya itu tampak
menyeramkan membuat Michael juga ikut
bergidik ngeri.
"Kau".tunjuk Jimin pada sepupunya
itu."keluarkan benda sialan itu dari tubuh
istriku".perintahnya tanpa basa-basi.
Michael yang baru saja tiba dan tidak tau
permasalahan antara suami-istri itu bingung
dengan benda yang disebut Jimin.
"Apa kau tuli."kesal Jimin melihat Michael
hanya seperti orang kebingungan tanpa
melakukan apa yang diperintahkannya.
"Man...ya jelas aku bingung kau belum
menjelaskan benda yang kau maksud."jawab
Michael juga ikut kesal.
Natan melihat kedua sepupu itu yang terkenal
selalu tidak akan bisa damai dalam segala
hal langsung menghampiri Michael dan
membawanya kesudut kamar untuk
menjelaskan benda yang dimaksudkan
tuanya itu.
Bukanya segera melakukan tugasnya setelah
mendengar penjelasan Natan, Michael malah
tertawa terbahak-bahak.Bagaimana tidak?
ternyata wanita yang sedang duduk
tertunduk diatas tempat tidur saat ini sudah
berani menentang sepupunya itu walau
__ADS_1
secara tidak langsung.