Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 61.


__ADS_3

Begitu mobil berhenti Jimin bergegas


keluar.Melewati para bodyguard yang


membungkuk menyambut kepulangan


jimin.Bahkan Jimin sudah berteriak


memanggil nama istrinya begitu pintu


dibuka.


"Rachel... Rachel.."teriak Jimin dengan keras.


Semua penghuni rumah berlari menuju suara


yang bergema memenuhi seluruh isi


rumah.Untuk pertama kalinya para maid dan


bodyguard melihat tuanya mengeluarkan


suara yang begitu keras dan terdengar penuh


amarah memanggil nama istrinya.


Ajumma sampai berlari dari arah dapur


bersama Rachel yang kebetulan sedang


bersamanya."Kenapa dengan tuan."batinya


saat melihat penampilan jimin yang


acak-acakan.


"Ajumma mana wanita idiot itu?."tanya Jimin


dengan rahang yang sudah mengeras


menahan emosi yang sudah tidak bisa


dibendungnya."Ajumma."bentak Jimin karena


orang yang ditanya hanya melihat dirinya.


"no..na ada disini."jawab ajumma terbata-bata


lalu menggeser badannya karena Rachel kini


berdiri dengan menunduk tepat di


belakangnya mencoba bersembunyi dari rasa


takut melihat ekspresi kemarahan Jimin.


Jimin melangkah menghampiri Rachel lalu


menyentak dan menarik tangan Rachel


menyeretnya dengan paksa tanpa


mengeluarkan sepatah katapun.


Rachel yang tidak merasa melakukan


kesalahan juga ikut ketakutan yang dia tau


tadi pagi Jimin masih baik-baik saja.melihat


amarah di wajah Jimin membuat dirinya juga


tidak mau membantah dan mengikuti


langkah Jimin dengan susah payah.


"Ada apa ini ribut-ribut?."tanya mommy alin

__ADS_1


dan Deddy Albert melihat para maid dan


bodyguard kini telah berkumpul dengan


ketakutan.Deddy Albert dan mommy alin


langsung turun mendengar suara teriakan


dari lantai bawah.


"Son what happened?."tanya Deddy Albert


yang baru tadi pagi tiba dikorea. bingung


dengan putranya yang menyeret Rachel


dengan kondisi putranya kini yang seperti


habis dikeroyok sekecamatan.


Mommy alin juga merasa heran melihat


penampilan putranya."Sudah mom bilang


wanita asing ini tidak pantas untukmu."seru


mommy alin dengan memandang Rachel


dengan sinis dan penuh kebencian.


"Lebih baik mom diam dan jangan ikut


campur urusan Jimin."Jimin menatap tajam


kearah mommynya tanpa melepaskan Rachel


dari genggaman tangannya.


"Son jaga bicaramu.dia itu mommy


mu."sentak Ded Albert yang tidak suka


"Sebaiknya Deddy ingatkan pada mommy


agar tidak melakukan hal bodoh lagi."seru


Jimin sambil memandang momnya dengan


senyum menakutkan."Natan bawa Michael


kesini cepat". Teriak Jimin pada Natan


sambil berjalan.Jimin menarik Rachel


melewati mom dan dednya menuju lift.


"Natan ada apa dengan Jimin". Deddy Albert


beralih bertanya pada asisten pribadi


putranya.


"Maaf tuan besar sepertinya ini hanya salah


faham saja."jawab Natan yang tidak ingin


menjelaskan panjang lebar tentang apa yang


terjadi saat ini."Saya masih ada urusan


dengan para bodyguard,saya permisi tuan


dan nyonya besar". Natan membungkuk dan


meninggalkan mom dan ded Jimin karena


ingin mengintrogasi para bodyguard.

__ADS_1


Begitu sampai didalam kamar Jimin langsung


menghempaskan Rachel keatas tempat


tidur.Rachel yang sudah ketakutan tidak bisa


menahan air matanya yang sudah menetes


membasahi pipinya.


"Diam disitu."bentak Jimin sambil bertolak


pinggang.


"Tuan, dokter Michael sudah sampai."salah


satu maid mempersilahkan Michael masuk


kedalam kamar Jimin.


"Ada apa lagi?."tanya Michael berjalan santai


kearah jimin.tapi begitu melihat tatapan


maut dan raut wajah sepupunya itu tampak


menyeramkan membuat Michael juga ikut


bergidik ngeri.


"Kau".tunjuk Jimin pada sepupunya


itu."keluarkan benda sialan itu dari tubuh


istriku".perintahnya tanpa basa-basi.


Michael yang baru saja tiba dan tidak tau


permasalahan antara suami-istri itu bingung


dengan benda yang disebut Jimin.


"Apa kau tuli."kesal Jimin melihat Michael


hanya seperti orang kebingungan tanpa


melakukan apa yang diperintahkannya.


"Man...ya jelas aku bingung kau belum


menjelaskan benda yang kau maksud."jawab


Michael juga ikut kesal.


Natan melihat kedua sepupu itu yang terkenal


selalu tidak akan bisa damai dalam segala


hal langsung menghampiri Michael dan


membawanya kesudut kamar untuk


menjelaskan benda yang dimaksudkan


tuanya itu.


Bukanya segera melakukan tugasnya setelah


mendengar penjelasan Natan, Michael malah


tertawa terbahak-bahak.Bagaimana tidak?


ternyata wanita yang sedang duduk


tertunduk diatas tempat tidur saat ini sudah


berani menentang sepupunya itu walau

__ADS_1


secara tidak langsung.


__ADS_2