
Sepanjang perjalanan Jimin selalu
mendaratkan ciuman sehingga membuat
Rachel kesal sekaligus malu.tangan Jimin
juga tidak bisa diam dan selalu melingkar di
pinggang kecilnya.
"pak'choi antar kami ke apartemen."perintah
Jimin.
"Siap tuan."pak'choi melaju kearah yang Jimin
inginkan.dengan mempercepat laju mobil
agar sampai di apartemen secepatnya.mata
pak'choi sudah dikotori Jimin walau hal
seperti itu sudah biasa dilihatnya.
Hingga akhirnya mobil berhenti di sebuah
apartemen mewah dan pak'choi
membukakan pintu untuk Jimin sambil
membungkuk.
"Cepat keluar."
Rachel keluar dari mobil dengan wajah yang
masih kesal.berjalan mengikuti Jimin
menaiki sebuah lift khusus tanpa banyak
mengajukan pertanyaan.
Hingga sampai di rumah mewah walau tidak
seluas rumah utama tapi Rachel sangat
menyukai mulai dari dekorasi dan segala
pernak-perniknya.
"Cepat masuk."suara Jimin terdengar penuh
penekanan lalu membuka sebuah kamar
yang memiliki ranjang yang berukuran king
size.
Jimin membuka jasnya dan melemparnya ke
arah sofa dengan penuh amarah.
"Kemari,aku akan memberikan hukuman yang
sangat berat untukmu."mengeluarkan
senyum misterius membuat jantung Rachel
semakin tidak tenang.
"Apa kau sangat bahagia menerima
pernyataan cinta pria itu?."tatapannya begitu
tajam membuat Rachel merasa takut.
"Tapi saya tidak tau kalau Nicky oppa___."
"Kau bahkan menyebutnya oppa?."memotong
ucapan Rachel."benar-benar panggilan yang
manis." darahnya seakan mendidih
mendengar wanitanya menyebut pria lain
dengan sebutan oppa sedangan Rachel
menyebut dirinya tuan.
"Ada lagi yang ingin kau ucapkan sebagai
pembelaan".Jimin duduk di sofa melipat
kedua tangan di dada."yaaa siapa tahu
hukuman mu bisa sedikit ringan." menghirup
__ADS_1
udara sebanyak mungkin dan
menghembuskan berlahan mengontrol
emosinya agar tidak melukai wanitanya.
Jimin mengajukan negosiasi pada Rachel
yang masih berdiri tertunduk."Maaf tuan saya
hanya menganggap Nicky oppa sebagai
saudara tidak lebih."jawab Rachel gugup.
"wah...wah..kau menyebutnya oppa
sedangkan aku?."Jimin menarik Rachel
duduk di pangkuannya."t-u-a-n.ya kau
memanggilku tuan."berbisik tepat ditelinga
Rachel.
"Tapi itu permintaan Nicky oppa."dengan
polosnya Rachel menjawab.dia tidak melihat
muka Jimin yang sudah merah menahan
amarahnya.
"Kau ini membuat ku kesal."langsung berdiri
dan membuat Rachel terjatuh
kelantai.dengan cepat Jimin menarik Rachel
berdiri."Mulai detik ini kau tidak boleh
memanggilku dengan sebutan tuan."Jimin
menyentil kening Rachel.
"kau harus memanggilku sayang."
Rachel dengan cepat menganggukkan
kepalanya tanpa pikir panjang."baik
mendapatkan sentilan di keningnya.
"Bicara yang benar".
"sa..ya..ng..". sangat kaku merasa panggilan
itu janggal terucap dari bibirnya.
"Haissss kau ini benar-benar minta
dihukum."Jimin mengangkat tubuh Rachel
dan menghempaskanya ke atas
ranjang."jangan harap kau bisa berjalan
setelah ini."ancam Jimin dan langsung
menindih tubuh Rachel.
"Tuan."
"Sekali lagi kau memanggilku tuan akan
kurung kau dikamar ini selamanya."Bisik
Jimin dengan senyum mengerikan bagi
Rachel.
"Maksud saya sayang."Rachel meralat ucapan
agar Jimin melunak dan benar saja Jimin
seketika tersenyum mendengar dirinya
dipanggil sayang,namun Rachel menahan
Jimin yang sudah mendekat ke wajahnya.
"Kenapa?bukankah hukuman ini pantas kau
dapatkan karena sudah berani membiarkan
si brengsek itu menyentuh mu."jimin
mendaratkan ciuman di setiap tubuh yang
__ADS_1
sudah disentuh Nicky, menghapus jejak
sentuhan Nicky dari tubuh wanitanya.
Lalu tangannya bergerak menuju punggung
Rachel dan langsung merobek gaun yang
dikenakan Rachel dan membuangnya begitu
saja.rachel sangat terkejut melihat kilatan
gairah di wajah Jimin."Bersiaplah hukum mu
akan di mulai."bisik Jimin dengan suara parau.
"Tuan...upss maksud saya sayang hukuman
macam apa ini?."Rachel mencoba menutupi
tubuhnya dengan kedua tangannya."sa___."
Suara Rachel tertahan saat Jimin
mendaratkan bibirnya, Jimin menarik leher
Rachel memperdalam ciumannya dengan
sesapan dan Lum*a*tn yang menuntut.
Tanpa sadar Rachel menikmati ciuman
hangat dari Jimin dan tanpa sadar juga
tangan Rachel naik menyentuh dada bidang
Jimin yang selalu menggoyahkan
keimanannya.
"aaahhh....."suara Rachel membuat gairah
Jimin semakin naik,Rachel yang
bergerak pelan menyusuri tubuhnya semakin
membuatnya menggila.
karena hasratnya yang sudah tinggi membuat
Jimin melepaskan pengait bra yang Rachel
pakai dengan sekali tarikan dan
melemparkannya entah kemana!.
"Emhh.."
Rachel yang kini polos dihadapan Jimin
wajahnya bersemu merah menahan malu
tapi tidak rela melepaskan ciuman Jimin dari
bibirnya.
Keduanya saling berpagutan dan membuat
ciuman mereka semakin panas ditambah
tubuh mereka yang saling bergesekan satu
sama lain menciptakan hawa panas yang
penuh gairah dari keduanya.
"emph...".
rachel menarik kepala Jimin agar menjauh
saat dirinya merasakan kehabisan napas
kerena terlalu lama berciuman.
"Sayang aku tidak bisa bernapas."ucap Rachel
saat ciuman mereka terlepas dan mengatur
napasnya yang ngos-ngosan.
Jimin tidak tinggal diam dia beraksi dengan
cepat membuka penghalang yang masih
dikenakan Rachel dan melepaskan semua
pakaiannya.
__ADS_1