Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Hukuman di apartemen ep40.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Jimin selalu


mendaratkan ciuman sehingga membuat


Rachel kesal sekaligus malu.tangan Jimin


juga tidak bisa diam dan selalu melingkar di


pinggang kecilnya.


"pak'choi antar kami ke apartemen."perintah


Jimin.


"Siap tuan."pak'choi melaju kearah yang Jimin


inginkan.dengan mempercepat laju mobil


agar sampai di apartemen secepatnya.mata


pak'choi sudah dikotori Jimin walau hal


seperti itu sudah biasa dilihatnya.


Hingga akhirnya mobil berhenti di sebuah


apartemen mewah dan pak'choi


membukakan pintu untuk Jimin sambil


membungkuk.


"Cepat keluar."


Rachel keluar dari mobil dengan wajah yang


masih kesal.berjalan mengikuti Jimin


menaiki sebuah lift khusus tanpa banyak


mengajukan pertanyaan.


Hingga sampai di rumah mewah walau tidak


seluas rumah utama tapi Rachel sangat


menyukai mulai dari dekorasi dan segala


pernak-perniknya.


"Cepat masuk."suara Jimin terdengar penuh


penekanan lalu membuka sebuah kamar


yang memiliki ranjang yang berukuran king


size.


Jimin membuka jasnya dan melemparnya ke


arah sofa dengan penuh amarah.


"Kemari,aku akan memberikan hukuman yang


sangat berat untukmu."mengeluarkan


senyum misterius membuat jantung Rachel


semakin tidak tenang.


"Apa kau sangat bahagia menerima


pernyataan cinta pria itu?."tatapannya begitu


tajam membuat Rachel merasa takut.


"Tapi saya tidak tau kalau Nicky oppa___."


"Kau bahkan menyebutnya oppa?."memotong


ucapan Rachel."benar-benar panggilan yang


manis." darahnya seakan mendidih


mendengar wanitanya menyebut pria lain


dengan sebutan oppa sedangan Rachel


menyebut dirinya tuan.


"Ada lagi yang ingin kau ucapkan sebagai


pembelaan".Jimin duduk di sofa melipat


kedua tangan di dada."yaaa siapa tahu


hukuman mu bisa sedikit ringan." menghirup

__ADS_1


udara sebanyak mungkin dan


menghembuskan berlahan mengontrol


emosinya agar tidak melukai wanitanya.


Jimin mengajukan negosiasi pada Rachel


yang masih berdiri tertunduk."Maaf tuan saya


hanya menganggap Nicky oppa sebagai


saudara tidak lebih."jawab Rachel gugup.


"wah...wah..kau menyebutnya oppa


sedangkan aku?."Jimin menarik Rachel


duduk di pangkuannya."t-u-a-n.ya kau


memanggilku tuan."berbisik tepat ditelinga


Rachel.


"Tapi itu permintaan Nicky oppa."dengan


polosnya Rachel menjawab.dia tidak melihat


muka Jimin yang sudah merah menahan


amarahnya.


"Kau ini membuat ku kesal."langsung berdiri


dan membuat Rachel terjatuh


kelantai.dengan cepat Jimin menarik Rachel


berdiri."Mulai detik ini kau tidak boleh


memanggilku dengan sebutan tuan."Jimin


menyentil kening Rachel.


"kau harus memanggilku sayang."


Rachel dengan cepat menganggukkan


kepalanya tanpa pikir panjang."baik


mendapatkan sentilan di keningnya.


"Bicara yang benar".


"sa..ya..ng..". sangat kaku merasa panggilan


itu janggal terucap dari bibirnya.


"Haissss kau ini benar-benar minta


dihukum."Jimin mengangkat tubuh Rachel


dan menghempaskanya ke atas


ranjang."jangan harap kau bisa berjalan


setelah ini."ancam Jimin dan langsung


menindih tubuh Rachel.


"Tuan."


"Sekali lagi kau memanggilku tuan akan


kurung kau dikamar ini selamanya."Bisik


Jimin dengan senyum mengerikan bagi


Rachel.


"Maksud saya sayang."Rachel meralat ucapan


agar Jimin melunak dan benar saja Jimin


seketika tersenyum mendengar dirinya


dipanggil sayang,namun Rachel menahan


Jimin yang sudah mendekat ke wajahnya.


"Kenapa?bukankah hukuman ini pantas kau


dapatkan karena sudah berani membiarkan


si brengsek itu menyentuh mu."jimin


mendaratkan ciuman di setiap tubuh yang

__ADS_1


sudah disentuh Nicky, menghapus jejak


sentuhan Nicky dari tubuh wanitanya.


Lalu tangannya bergerak menuju punggung


Rachel dan langsung merobek gaun yang


dikenakan Rachel dan membuangnya begitu


saja.rachel sangat terkejut melihat kilatan


gairah di wajah Jimin."Bersiaplah hukum mu


akan di mulai."bisik Jimin dengan suara parau.


"Tuan...upss maksud saya sayang hukuman


macam apa ini?."Rachel mencoba menutupi


tubuhnya dengan kedua tangannya."sa___."


Suara Rachel tertahan saat Jimin


mendaratkan bibirnya, Jimin menarik leher


Rachel memperdalam ciumannya dengan


sesapan dan Lum*a*tn yang menuntut.


Tanpa sadar Rachel menikmati ciuman


hangat dari Jimin dan tanpa sadar juga


tangan Rachel naik menyentuh dada bidang


Jimin yang selalu menggoyahkan


keimanannya.


"aaahhh....."suara Rachel membuat gairah


Jimin semakin naik,Rachel yang


bergerak pelan menyusuri tubuhnya semakin


membuatnya menggila.


karena hasratnya yang sudah tinggi membuat


Jimin melepaskan pengait bra yang Rachel


pakai dengan sekali tarikan dan


melemparkannya entah kemana!.


"Emhh.."


Rachel yang kini polos dihadapan Jimin


wajahnya bersemu merah menahan malu


tapi tidak rela melepaskan ciuman Jimin dari


bibirnya.


Keduanya saling berpagutan dan membuat


ciuman mereka semakin panas ditambah


tubuh mereka yang saling bergesekan satu


sama lain menciptakan hawa panas yang


penuh gairah dari keduanya.


"emph...".


rachel menarik kepala Jimin agar menjauh


saat dirinya merasakan kehabisan napas


kerena terlalu lama berciuman.


"Sayang aku tidak bisa bernapas."ucap Rachel


saat ciuman mereka terlepas dan mengatur


napasnya yang ngos-ngosan.


Jimin tidak tinggal diam dia beraksi dengan


cepat membuka penghalang yang masih


dikenakan Rachel dan melepaskan semua


pakaiannya.

__ADS_1


__ADS_2