
Mereka berlalu meninggalkan Nicky dan
Rachel yang masih asik bercerita Rachel
sesekali menutup mulutnya menahan
tawa.nicky selalu bisa menghiburnya walau
tadinya hatinya begitu sedih.
Jimin yang sudah duduk tidak jauh dari
Rachel melihat wanitanya tertawa lepas
bersama pria lain membuat hatinya tidak
tenang."Denganku saja kau tidak pernah
seperti itu."geramnya dan menghempaskan
tangan jeslin dengan kasar.
"Sayang."jeslin begitu terkejut melihat sorot
mata Jimin namun bukan padanya
melainkan pada Rachel."mereka pasangan
yang serasi."ucapannya langsung mendapat
tatapan tajam dari Jimin yang tidak suka
melihat kedekatan Rachel dan Nicky.
Hingga tiba waktunya acara lempar
bunga,dimana kedua mempelai bersiap
membelakangi para tamu untuk
melemparkan bunga kepada para pria dan
wanita yang belum menikah.
Rachel tidak mau bergabung walau Naira dan
Nicky berusaha membujuknya namun Rachel
selalu memberi alasan perutnya tidak
nyaman karena datang bulan.
"Siap-siap".
Suara Shane dan Yuri memberi komando
semua fokus kemana bunga itu akan jatuh
dan berusaha merebutnya.naira dan Nicky
juga turut berkumpul.
"Satu..dua...tiga..."
begitu Bungan dilempar ke atas Nicky dengan
gerakan cepat melompat dan mendapatkan
bunga kedua mempelai."Nyusul.. nyusul...
nyusul."sorakan dan tepuk tangan para tamu
bergema.keberuntungan hari ini semakin
membuat Nicky yakin menyatakan cintanya.
Dengan langkah yakin Nicky menghampiri
Rachel yang masih saling bertatapan dengan
Jimin walau mereka tidak mengerti arti
tatapan satu sama lain namun ada kerinduan
yang tersirat didalamnya.
"Rachel maukah kamu jadi kekasihku
satu-satunya."Nicky berjongkok didepan
Rachel dengan bunga ditangannya hasil dari
perjuangannya tadi.
"Terima... terima.."
Shane,Yuri dan Naira berteriak bahagia.rachel
tertegun tak percaya Nicky akan memberikan
kejutan seperti ini,dia juga belum siap
dengan status yang belum ada kejelasannya.
"Oppa saya___."dia terdiam tidak bisa
melanjutkan kata-katanya.tidak mungkin dia
mengatakan kalau dia sudah menikah
dengan pria arogan pemilik perusahaan Kim
yang kini menatapnya tajam
terdiamnya Rachel membuat Nicky
berdiri dan menatap Rachel dengan intens.
"Apa kau menolak oppa?."sungguh dia tidak
menyangka wanita yang sangat disukainya
ternyata tidak memiliki perasaan apapun
padanya.
"Saya minta maaf."Rachel menunduk rasanya
tidak tega melukai hati pria yang selalu baik
padanya tapi dia juga tida bisa membohongi
hatinya.
__ADS_1
"Saya benar-benar lebih nyaman menjadi adik
oppa daripada jadi kekasih
oppa."menggenggam tangan nicky.dia tidak
ingin membuat pria baik itu terluka ketika tau
tentang dirinya yang sebenarnya."oppa akan
menemukan wanita yang jauh lebih baik dari
saya."
Jimin yang melihat dari kejauhan sudah tidak
bisa menahan emosinya."Natan bawa istriku
menjauh dari pria brengsek itu."mengepalkan
tangannya.
"Baik tuan."Natan segera memutar otaknya
bagaimana mana caranya agar istri tuannya
itu bisa dia bawa pergi.
"Sayang mau kemana?aku ikut."jeslin
mengikuti Jimin yang tiba-tiba berdiri dan
meninggalkan tempat duduknya.
"Apa kau juga mau ikut ketoilet
pria?."memberikan tatapan tidak suka pada
jeslin.
"Tap___".
"Apa kau tidak punya kegiatan yang lain
kecuali menempel denganku seperti seekor
nyamuk?."Jimin memberi ucapan
menohok.dan pergi meninggalkan jeslin
dengan beribu pertanyaan dalam hatinya.
Natan berhasil membawa Rachel keluar
dengan membujuk seorang anak kecil
mendatangi Rachel untuk menunjukkan arah
toilet.tapi karena anak itu berlari membuat
Rachel kehilangan dari pantauannya.
"Adik kecil."Rachel mencari sepanjang lorong
menuju toilet dia juga lupa menanyakan
nama anak itu.
prov☘️☘️☘️☘️
entah darimana datangnya seorang anak
perempuan menghampirinya yang sedang
memberi pengertian pada Nicky tentang
penolakan pernyataan cinta Nicky padanya.
"Eomma kamu dimana sayang?."tanya Rachel
gemas mengelus kepalanya.
"Eomma tadi bilang ketoilet sebentar tapi
belum kembali juga."serunya dengan gaya
bicaranya yang khas membuat Rachel
menggendong tubuh kecilnya.
"Sebentar oppa saya antar anak ini bertemu
ibunya."
"Saya temani."seru Nicky
"Aaaa...tidak usah."jawab Rachel dan
membawa menuju arah toilet berada namun
ditengah perjalanan anak itu minta
diturunkan dan langsung berlari membuat
Rachel kehilangan arah anak itu.
Back ☘️☘️☘️☘️
Rachel terus mengedarkan pandangannya
mencari setiap lorong namun hasilnya nihil
dan memutuskan untuk memberitahukan
kepada pihak hotel.
ketika hendak kembali tiba-tiba mulutnya
dibekap tangan seseorang dan membawanya
kesebuah ruangan gelap.
"Siapa kamu?, lepaskan saya."Rachel
memberontak sekuat tenaganya tapi pria itu
semakin menghimpit Tubuh kecilnya dan
menyudutkannya di dinding tembok.
merasa tenaganya kalah dengan tenaga pria
itu membuat Rachel panik dan berteriak
__ADS_1
sekuatnya berharap seseorang akan
menyelamatkan dengan gerakan cepat pria
itu membungkam mulut Rachel dengan
ciuman.
"hhhmmmpp".
Sekuat tenaga dia memukul dada pria itu agar
ciuman mereka terlepas tapi pria itu tidak
merasakan sakit sama sekali.tidak hilang
akal Rachel lalu menggigit bibir pria itu.
"Auw...."melepaskan ciumannya."dasar
idiot."bukanya marah bibirnya digigit pria itu
malah tertawa kecil.
"Tuan!.suara dan panggilan khas itu sangat
dikenalinya.
"Bagus kau masih mengingatku dengan
baik".Jimin mengelus pipi
Rachel dengan lembut dan melabuhkan
ciuman yang memabukkan dibibir Rachel
yang selalu menjadi candunya.
Rachel tidak tinggal diam dia membalas
setiap lu**m*tan membuka mulutnya
memberikan akses kepada lidah Jimin untuk
masuk kedalamnya, suara ciuman terdengar
indah ditelinga mereka.lidah keduanya saling
membelit dan saling bertukar saliva.semua
kerinduan Jimin tumpahkan dengan ciuman
yang semakin menuntut.
Begitu ciuman mereka terlepas Jimin
mengambil ponselnya dan langsung
menghubungi seseorang.
"Natan amankan wilayah ini saya akan
membawa istri saya keluar dari tempat
ini."setelah selesai berbicara Jimin langsung
menarik tangan Rachel.
"Tuan mau bawa saya kemana?."tanya Rachel
bingung.
"Kamu harus saya hukum."menyentuh bibir
Rachel dengan ibu jarinya dan kembali
menarik tangan Rachel keluar dari ruangan
dengan langkah cepat.
"Tapi tas saya masih ada disana."menunjuk
tempat acara resepsi pernikahan."saya juga
belum pamit,bagai mana kalau yang lain
mencari saya?."semua alasan Rachel
jabarkan supaya Jimin melepaskannya
namun Jimin tidak perduli sama sekali dan
terus berjalan menuju area parkir.
sepanjang jalan yang mereka lalui nampak
sunyi tidak ada satu orangpun yang
melaluinya hingga mereka masuk kedalam
mobil dengan wajah Rachel yang terlihat
kesal.
"Bagaimana?."tanya Jimin pada Natan
memastikan tidak ada satupun yang melihat
mereka.
"Samua aman tuan anda tidak perlu
khawatir."jawab Natan yakin.
"Bawa semua barang-barang istri saya yang
tertinggal didalam."
"Satu lagi kau urus nyamuk itu."
Natan mengerutkan keningnya mencoba
menebak siapa yang dimaksud Jimin.
"Maksud anda nona jeslin."memastikan
tebakannya.
"Apa kau mau aku menyebutmu s
nyamuk?."seru Jimin dengan sikap datar.
"Baik tuan saya akan mengurus nona
__ADS_1
jeslin".jawab Natan membungkuk kearah
Jimin dan Rachel.