Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Hukuman ep39.


__ADS_3

Mereka berlalu meninggalkan Nicky dan


Rachel yang masih asik bercerita Rachel


sesekali menutup mulutnya menahan


tawa.nicky selalu bisa menghiburnya walau


tadinya hatinya begitu sedih.


Jimin yang sudah duduk tidak jauh dari


Rachel melihat wanitanya tertawa lepas


bersama pria lain membuat hatinya tidak


tenang."Denganku saja kau tidak pernah


seperti itu."geramnya dan menghempaskan


tangan jeslin dengan kasar.


"Sayang."jeslin begitu terkejut melihat sorot


mata Jimin namun bukan padanya


melainkan pada Rachel."mereka pasangan


yang serasi."ucapannya langsung mendapat


tatapan tajam dari Jimin yang tidak suka


melihat kedekatan Rachel dan Nicky.


Hingga tiba waktunya acara lempar


bunga,dimana kedua mempelai bersiap


membelakangi para tamu untuk


melemparkan bunga kepada para pria dan


wanita yang belum menikah.


Rachel tidak mau bergabung walau Naira dan


Nicky berusaha membujuknya namun Rachel


selalu memberi alasan perutnya tidak


nyaman karena datang bulan.


"Siap-siap".


Suara Shane dan Yuri memberi komando


semua fokus kemana bunga itu akan jatuh


dan berusaha merebutnya.naira dan Nicky


juga turut berkumpul.


"Satu..dua...tiga..."


begitu Bungan dilempar ke atas Nicky dengan


gerakan cepat melompat dan mendapatkan


bunga kedua mempelai."Nyusul.. nyusul...


nyusul."sorakan dan tepuk tangan para tamu


bergema.keberuntungan hari ini semakin


membuat Nicky yakin menyatakan cintanya.


Dengan langkah yakin Nicky menghampiri


Rachel yang masih saling bertatapan dengan


Jimin walau mereka tidak mengerti arti


tatapan satu sama lain namun ada kerinduan


yang tersirat didalamnya.


"Rachel maukah kamu jadi kekasihku


satu-satunya."Nicky berjongkok didepan


Rachel dengan bunga ditangannya hasil dari


perjuangannya tadi.


"Terima... terima.."


Shane,Yuri dan Naira berteriak bahagia.rachel


tertegun tak percaya Nicky akan memberikan


kejutan seperti ini,dia juga belum siap


dengan status yang belum ada kejelasannya.


"Oppa saya___."dia terdiam tidak bisa


melanjutkan kata-katanya.tidak mungkin dia


mengatakan kalau dia sudah menikah


dengan pria arogan pemilik perusahaan Kim


yang kini menatapnya tajam


terdiamnya Rachel membuat Nicky


berdiri dan menatap Rachel dengan intens.


"Apa kau menolak oppa?."sungguh dia tidak


menyangka wanita yang sangat disukainya


ternyata tidak memiliki perasaan apapun


padanya.


"Saya minta maaf."Rachel menunduk rasanya


tidak tega melukai hati pria yang selalu baik


padanya tapi dia juga tida bisa membohongi


hatinya.

__ADS_1


"Saya benar-benar lebih nyaman menjadi adik


oppa daripada jadi kekasih


oppa."menggenggam tangan nicky.dia tidak


ingin membuat pria baik itu terluka ketika tau


tentang dirinya yang sebenarnya."oppa akan


menemukan wanita yang jauh lebih baik dari


saya."


Jimin yang melihat dari kejauhan sudah tidak


bisa menahan emosinya."Natan bawa istriku


menjauh dari pria brengsek itu."mengepalkan


tangannya.


"Baik tuan."Natan segera memutar otaknya


bagaimana mana caranya agar istri tuannya


itu bisa dia bawa pergi.


"Sayang mau kemana?aku ikut."jeslin


mengikuti Jimin yang tiba-tiba berdiri dan


meninggalkan tempat duduknya.


"Apa kau juga mau ikut ketoilet


pria?."memberikan tatapan tidak suka pada


jeslin.


"Tap___".


"Apa kau tidak punya kegiatan yang lain


kecuali menempel denganku seperti seekor


nyamuk?."Jimin memberi ucapan


menohok.dan pergi meninggalkan jeslin


dengan beribu pertanyaan dalam hatinya.


Natan berhasil membawa Rachel keluar


dengan membujuk seorang anak kecil


mendatangi Rachel untuk menunjukkan arah


toilet.tapi karena anak itu berlari membuat


Rachel kehilangan dari pantauannya.


"Adik kecil."Rachel mencari sepanjang lorong


menuju toilet dia juga lupa menanyakan


nama anak itu.


prov☘️☘️☘️☘️


entah darimana datangnya seorang anak


perempuan menghampirinya yang sedang


memberi pengertian pada Nicky tentang


penolakan pernyataan cinta Nicky padanya.


"Eomma kamu dimana sayang?."tanya Rachel


gemas mengelus kepalanya.


"Eomma tadi bilang ketoilet sebentar tapi


belum kembali juga."serunya dengan gaya


bicaranya yang khas membuat Rachel


menggendong tubuh kecilnya.


"Sebentar oppa saya antar anak ini bertemu


ibunya."


"Saya temani."seru Nicky


"Aaaa...tidak usah."jawab Rachel dan


membawa menuju arah toilet berada namun


ditengah perjalanan anak itu minta


diturunkan dan langsung berlari membuat


Rachel kehilangan arah anak itu.


Back ☘️☘️☘️☘️


Rachel terus mengedarkan pandangannya


mencari setiap lorong namun hasilnya nihil


dan memutuskan untuk memberitahukan


kepada pihak hotel.


ketika hendak kembali tiba-tiba mulutnya


dibekap tangan seseorang dan membawanya


kesebuah ruangan gelap.


"Siapa kamu?, lepaskan saya."Rachel


memberontak sekuat tenaganya tapi pria itu


semakin menghimpit Tubuh kecilnya dan


menyudutkannya di dinding tembok.


merasa tenaganya kalah dengan tenaga pria


itu membuat Rachel panik dan berteriak

__ADS_1


sekuatnya berharap seseorang akan


menyelamatkan dengan gerakan cepat pria


itu membungkam mulut Rachel dengan


ciuman.


"hhhmmmpp".


Sekuat tenaga dia memukul dada pria itu agar


ciuman mereka terlepas tapi pria itu tidak


merasakan sakit sama sekali.tidak hilang


akal Rachel lalu menggigit bibir pria itu.


"Auw...."melepaskan ciumannya."dasar


idiot."bukanya marah bibirnya digigit pria itu


malah tertawa kecil.


"Tuan!.suara dan panggilan khas itu sangat


dikenalinya.


"Bagus kau masih mengingatku dengan


baik".Jimin mengelus pipi


Rachel dengan lembut dan melabuhkan


ciuman yang memabukkan dibibir Rachel


yang selalu menjadi candunya.


Rachel tidak tinggal diam dia membalas


setiap lu**m*tan membuka mulutnya


memberikan akses kepada lidah Jimin untuk


masuk kedalamnya, suara ciuman terdengar


indah ditelinga mereka.lidah keduanya saling


membelit dan saling bertukar saliva.semua


kerinduan Jimin tumpahkan dengan ciuman


yang semakin menuntut.


Begitu ciuman mereka terlepas Jimin


mengambil ponselnya dan langsung


menghubungi seseorang.


"Natan amankan wilayah ini saya akan


membawa istri saya keluar dari tempat


ini."setelah selesai berbicara Jimin langsung


menarik tangan Rachel.


"Tuan mau bawa saya kemana?."tanya Rachel


bingung.


"Kamu harus saya hukum."menyentuh bibir


Rachel dengan ibu jarinya dan kembali


menarik tangan Rachel keluar dari ruangan


dengan langkah cepat.


"Tapi tas saya masih ada disana."menunjuk


tempat acara resepsi pernikahan."saya juga


belum pamit,bagai mana kalau yang lain


mencari saya?."semua alasan Rachel


jabarkan supaya Jimin melepaskannya


namun Jimin tidak perduli sama sekali dan


terus berjalan menuju area parkir.


sepanjang jalan yang mereka lalui nampak


sunyi tidak ada satu orangpun yang


melaluinya hingga mereka masuk kedalam


mobil dengan wajah Rachel yang terlihat


kesal.


"Bagaimana?."tanya Jimin pada Natan


memastikan tidak ada satupun yang melihat


mereka.


"Samua aman tuan anda tidak perlu


khawatir."jawab Natan yakin.


"Bawa semua barang-barang istri saya yang


tertinggal didalam."


"Satu lagi kau urus nyamuk itu."


Natan mengerutkan keningnya mencoba


menebak siapa yang dimaksud Jimin.


"Maksud anda nona jeslin."memastikan


tebakannya.


"Apa kau mau aku menyebutmu s


nyamuk?."seru Jimin dengan sikap datar.


"Baik tuan saya akan mengurus nona

__ADS_1


jeslin".jawab Natan membungkuk kearah


Jimin dan Rachel.


__ADS_2