Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Penyamaran ep48.


__ADS_3

"Siapa juga yang mengotori pikiran


mereka."Shane tak habis pikir dengan istrinya


yang ingin tau rasanya making love."Kalau


kau lupa rasanya aku akan membantu mu


mengingat kembali."Shane mengerlingkan


matanya sambil menarik tangan Yuri.


"Kau mau apa?."menatap Shane dengan mata


yang membola."Ada anak kecil disini."melirik


kearah Naira dan Rachel.


"Tidak ada anak kecil disini, mereka sudah


dewasa."jawab Shane tidak mau kalah.


"Oppa... eonni... setidaknya hargai aku yang


jomlo ini."seru Naira memajukan bibirnya.


Ucapan Naira justru memicu ledak tawa dari


ketiganya.hanya Naira saja yang belum


merasakan nikmatnya surga dunia itu.


"Sayang pergilah kekantor mu ".usir Yuri pada


shane.yuri ingin berbicara sebagai sesama


wanita.


"Sayang kenapa malah mengusirku".seru


Shane tidak suka.


"Kau lihat ini jam berapa?". menunjukkan jam


yang ada dipergelangan tangannya."sayang


bilang ada meeting kan?".Yuri mengingatkan


shane, akhirnya Shane beranjak dari


duduknya karena memang ada meeting pagi ini.


Sementara di ruangannya Jimin tiba-tiba


uring-uringan karna sejak tadi Rachel tidak


membalas pesannya.


"Natan apa masih ada meeting setelah


ini?."tanya Jimin setelah susah payah fokus


dengan meeting sekaligus makan siang di


hotel red garden miliknya.


"Sepertinya tidak ada tuan."seru Natan setelah


mencek ulang jadwal Jimin di layar iPad.


"Kalau begitu kita ke cafe tempat kerja


istriku". perintahnya pada Natan."sebelum itu


kita mampir ke toko pakaian dulu."Jimin


sudah menyusun rencana di otak kotornya.


"Untuk apa tuan?."tanya Natan bingung bukan


karena tuannya ingin ke cafe tempat istrinya


bekerja tapi bingung untuk apa Jimin


meminta pergi ke toko pakaian.


"Kamu mau mengumpulkan wartawan di cafe


itu lagi dan membuat tempat itu dipenuhi


lautan manusia?."mengingat kejadian waktu


itu, kedatangan Jimin ke cafe membuat


keramaian layaknya seperti konser BTS saja.🤭🤭🤭


Setelah berganti dengan pakaian yang lebih


santai lengkap dengan topi dan masker


berwarna hitam, membuat penampilan Jimin


dan Natan tidak dapat dikenali.


"Kenapa kau seperti perampok."ejek Jimin


tertawa geli melihat penampilan Natan


menggunakan pakaian serba hitam.


"is...tuan ini,dia yang menyuruh ku pakai baju


ini."kesal Natan tapi hanya dalam hati."Tuan


juga seperti sedang melayat ."ejek Natan tak


kalah sadis dan membuat dia mendapat

__ADS_1


tatapan maut dari Jimin.


"Berani sekali kau mengejekku."Jimin


menendang pantat natan.kesal karena


outfitnya disamakan seperti orang yang


hendak kerumah duka."Ayo cepat."Jimin


berjalan menyenggol bahu Natan yang masih mengusap pantatnya yang sakit.


Begitu mobil mereka berhenti keduanya


keluar dan memasuki cafe dan tidak satu


orangpun yang mengenali mereka itu artinya


penyamaran mereka sempurna.


"Selamat siang, ingin pesan apa?."tanya


Rachel ketika kedua pria bermasker itu


duduk disudut cafe.


Keduanya saling melirik dan menunjuk apa


yang ingin mereka pesan tanpa


mengeluarkan suara.rachel mengerutkan


keningnya sambil mencatat semua


pesanan keduanya dan berlalu."Apa mereka berdua bisu?."batinnya.


"Apa wajahku sangat buruk sampai-sampai


istri ku itu tidak mengenaliku."kesal Jimin


melihat Rachel bersikap biasa saja.


"ck...tuan anda sedang pakai


masker,topi,jaket."Natan menunjuk semua


yang disebutkannya ditubuh Jimin."Mana


mungkin nona muda mengenali saya dan


anda."jawab Natan geli dengan ucapan tuanya itu.


"Manusia jenius seperti anda ternyata bisa bodoh juga."Natan


mengulum senyumnya.


"Kau menertawakan ku?."sentak Jimin melihat


Natan menutup mulutnya."Seminggu ini jam


membuat Natan ciut. bagaimana tidak ciut


selama seminggu dia tidak bisa bertempur


diatas ranjang bersama para


wanitanya.melihat reaksi Natan ketakutan


Jimin tertawa penuh kemenangan.


Begitu Rachel membawa pesanan mereka


Jimin langsung melancarkan aksinya."Boleh


tolong antara saya ketoilet soalnya ini kali


pertama saya kesini."Jimin mengubah


suaranya agar Rachel tidak mengenalinya.


"Baik,mari saya tunjukkan toilet pria."tanpa


rasa curiga Rachel menunduk dan


melangkah di ikuti Jimin berjalan mengikuti


dari belakang.


Beruntung sekali toilet nampak sepi tidak ada


orang yang lalu lalang.dengan cepat Jimin


menarik tangan Rachel dan membawanya


kesudut tembok.


"Jangan kurang ajar."bentak Rachel dan


berusaha berontak kaget dengan ulah pria


yang membuat dirinya terhimpit.


"Siapa suruh tidak membalas pesanku."Jimin


membuka topi dan masker yang


dikenakan."satu lagi,kenapa mengabaikan


panggilan ku tadi pagi?.menutup mulut


Rachel dengan jarinya ketika melihat Rachel


hendak berbicara.


"Anu__sa__."ucapannya terhenti ketika


sesuatu yang basah dan lembut menyentuh

__ADS_1


bibirnya.jimin mengulum bibir bawah Rachel


dengan lembut, Rachel yang terkejut dengan


serangan Jimin yang tiba-tiba membuat


matanya membulat sempurna.


"Gara-gara ulahmu aku harus menyamar


seperti ini."serunya sambil memperlihatkan


baju yang dia kenakan.jimin kurang nyaman dan tidak terbiasa dengan apa yang dia pakai saat ini.


Rachel melihat Jimin dari atas kepala sampai


kebawah.rachel tidak tertawa malah dia


terlihat senang melihat penampilan baru dari


seorang Kim Jimin Adalberto yang selalu


berpakaian rapi, mahal dan modis sedangkan


yang berdiri dihadapannya saat ini adalah pria


yang sama tapi dengan gaya yang


sederhana.


"Kenapa diam,kau sedang


mengejekku?."tanya Jimin melihat Rachel


yang terus memandanginya."kenapa diam


saja."Jimin mengulangi pertanyaannya.rachel


hanya menggeleng tanpa mengalihkan


pandangannya.


"Tuan sangat tampan."ucapannya tanpa


sadar.sungguh dia tidak menyangka jika Jimin sangat tampan walau hanya mengenakan busana yang sederhana.


"Kau memanggilku tuan lagi."Jimin menjitak


kepala Rachel pelan dan itu berhasil


membuat Rachel tersadar."Benarkah aku tampan mengenakan baju seperti ini?."tanya Jimin dan mendapat anggukan dari Rachel."Kalau begitu aku akan selalu


berpakaian seperti ini saja."seru jimin seraya


tersenyum bangga karena wanitanya memuji


ketampanannya.


"Bukan seperti itu maksudnya."ucap


Rachel berbisik.Ada rasa takut jika seseorang melihat mereka.


"Bicara yang jelas,kau mau seperti apa?."Jimin menggoda Rachel


dengan senyuman mautnya.melihat


senyuman Jimin yang begitu menggoda


membuat jantung Rachel dalam kondisi kritis


dan nyaris tidak berdetak.


"Sayang kenapa kemari?, cepat pergi nanti


ada orang yang lihat."Rachel yang tersadar


mereka ada dimana langsung mendorong


tubuh Mengalihkan pembicaraan.Rasanya tidak kuat melihat senyuman manis Jimin yang selalu membuatnya tidak aman.


"Baiklah tapi ini!."Jimin menunjuk


bibirnya.Dengan cepat Rachel


menggelengkan kepalanya.bagaimana bisa


dia berciuman ditempat umum seperti ini."Dasar siotak kotor."cibir Rachel dalam hati.


"Kalau tidak mau aku akan menculik


mu."ancam Jimin berbisik ditelinga Rachel dan tidak ada pilihan.


Tanpa menunggu lama Rachel mencium bibir


Jimin niat hati hanya kecupan namun apalah


daya Jimin sudah memegang tengkuk


lehernya dan membuat kecupan berubah


menjadi ciuman yang menuntut.


"Nanti ku jemput."seru Jimin setelah


melepaskan pagutannya dan mengusap


bibir wanitanya yang bengkak akibat


ulahnya.Berjalan melewati Rachel agar tidak


ada yang curiga.tanpa mereka sadari


sepasang mata tidak berkedip sedikitpun


melihat aksi mereka mulai dari awal sampai


keduanya meninggalkan tempat.

__ADS_1


__ADS_2