
pernikahan Yuri dan Shane tinggal 3 hari
lagi,para karyawan juga nampak antusias
menyusun barang -barang sovenir
pernikahan dua sejoli itu.shane juga pria
yang sangat baik dan sangat mencintai
Yuri,mereka merupakan pasangan yang
sangat romantis.
"reach,tinggal aku yang belum menikah,aku
mau punya calon suami seperti oppa
Shane."menunjuk kearah sejoli yang tengah
duduk tak jauh dari mereka.
"aku juga maulah punya suami yang
baik."Rachel menghentikan kegiatannya dan
beralih melamun.
"huss..kamu kan udah nikah?."sela Naira
"kamukan tau pernikahanku seperti
apa?.jawab Rachel mengingat status
pernikahan ya.
"hayooo...lagi ngomongin apa?."tanya Shane
yang tiba-tiba datang dengan Yuri
menghampiri mereka.
"reach..kamu tau oppa ada kerja sama bisnis
sama Jimin suami kamu."terang Shane pada
Rachel.
"nggak".jawab Rachel cepat karna ia memang
tidak tahu menahu hal itu.
"memang kenapa oppa?."tanya Rachel
penasaran.
"biasanya Jimin itu orang yang paling susah
di jadikan rekan bisnis,harus lulus
seleksi,apa lagi Shane masih baru di dunia
bisnis."Yuri menjelaskan tentang sikap Jimin
yang arogan dalam dunia bisnis.
"trus...apa hubungannya?."tanya Rachel
kembali bingung.menurut Rachel Jimin
memang manusia yang dingin dan arogan
dalam segala aspek kehidupan.
"mungkin karna kamu."jawab Shane.
"karna aku bagaimana maksud oppa?."Rachel
semakin bingung dengan jawaban Shane.
"ya..kalau oppa Shane macam-macam
kamulah dihukum tiap hari,hukuman yang
sering kamu terima."Naira menjawab dengan
tawa yang sudah meledak,Yuri dan Shane
tidak ketinggalan.
"haaiisss.."Rachel sangat kesal jika ia selalu
diingatkan dengan hukuman yang Jimin
berikan.sepanjang hari ini yang mereka
lakukan hanya bercanda dan membuat
Rachel kesal karena selalu jadi bahan
tertawaan mereka bertiga, sampai tak terasa
hari sudah sore.
seorang pria yang tengah
duduk dalam mobil yang terparkir tak jauh
__ADS_1
dari cafe tersenyum melihat istrinya yang
sedang cemberut akibat ulah tiga manusia
yang didekatnya.
"natan..kenapa semakin hari dia semakin
menarik saja."Natan yang sudah mengerti
arah pembicaraan tuanya hanya menjawab
dengan anggukan saja.
"kenapa kau diam?apa kau tuli?."Jimin kesal
karna Natan tidak merespon ucapannya.
"nona muda memang gadis yang manis dan juga baik hati
tuan."jawab Natan berusaha menenangkan
Jimin.
"berani sekali kau memuji istriku,apa kau mau
aku mengirimmu kekutub Utara tanpa
benang sehelaipun."dengan nada
kesal.dengan cepat Natan menggelengkan
kepalanya."dijawab salah ngak di jawab salah
juga."gumam Natan
"aku mendengarnya."Jimin menjawab
ketus.natan hanya bisa pasrah.
selang beberapa menit kemudian gadis yang
mereka ceritakan datang bersama
pak'choi.jimin selalu menunggu didalam
mobil sementara pak'choi yang akan
menjemput Rachel kedalam cafe bila Jimin
pulang cepat.
"kenapa lama sekali?."setibanya didalam
mobil rachel sudah di suguhkan perntanyaan.
"saya nggak tau kalau tuan yang jemput".jelas
Rachel.
mengembang."apa taunya hanya
menghukum orang..aaahhh menyebalkan
sekali."Rachel berbicara berbisik tapi
naasnya Jimin masih dapat mendengarnya.
"gadis idiot..aku mendengarnya."tersenyum
smirk kearah Rachel.
"maaf tu..an."
Natan yang berada di samping pak'choi
tersenyum melihat ulah dua manusia yang
ada dibelakangnya.
tanpa aba-aba Jimin langsung menarik dagu
Rachel dan mencium dan menggigit.
"tu..an..ada Natan dan pak'choi."Rachel selalu
malu dengan ulah Jimin yang seenaknya
menciumya tanpa melihat tempat.sementara
Jimin memasang muka datarnya seolah
tidak merasa malu.
"pak'choi...Natan..apa kalian melihat
sesuatu?."
"tidak tuan."ucap keduanya serentak.
"mereka juga tidak lihat apa-apa."menarik
pinggul Rachel agar semakin dekat
denganya.rachel yang malu dan risih dengan
posisi yang Jimin inginkan berusaha
__ADS_1
menghindar dengan mengerakkan tubuhnya.
"kalau kamu gak bisa diam,saya hukum kamu
berkeringat malam ini."senyum Jimin
membuat Rachel bergidik ngeri.
selama perjalanan Rachel hanya patuh
dengan adegan-adegan konyol yang
dilakukan pria disebelahnya, ia ngak mau
melakukan lebih bila Jimin tidak
mencintainya begitu pula sebaliknya Jimin
tidak akan melakukan bila Rachel belum
menyatakan cintanya.
(sama-sama nunggu🤭🤭🤭🤭).
sampai dirumah, suasana rumah nampak
berbeda,para maid nampak hilir mudik
mempersiapkan sesuatu.rachel dan Jimin
masuk kedalam rumah yang disambut
pengawal dan maid."selamat sore tuan,nona.
nyonya dan tuan besar sudah menunggu
anda."
"mommy,Deddy ada disini."ucap Rachel tidak
percaya dan heran,sedangkan Jimin hanya
memasang wajah datarnya dan biasa
saja.tak berselang lama mommy alin dan
Deddy Albert menghampiri yang disambut
Rachel dengan pelukan bahagia.
"hai mom,Ded.kok..gak bilang.?tanya Rachel
antusias sementara Jimin hanya menyapa
dan memeluk Deddynya dan langsung
menuju kamar.rachel yang melihat
perubahan Jimin tidak mau ambil pusing
setidaknya Jimin tidak akan berani
menghukumnya macam-macam selama ada
orangtuanya.
"ini supprais sayang...cepatlah mandi kita
akan kedatangan tamu istimewa.doa kita
akan terjawab."
"tamu istimewa?,siapa mom?."tanya Rachel
antusias dalam pikiranya mungkin grand ma
dan grand pa Jimin dari Inggris tapi kenapa
diumpetin.rachel berusaha menebak dalam
hatinya.
"jeslin,tapi jangan beritahu Jimin dulu.ok".
deg....
entah kenapa hati Rachel sakit mendengar
nama wanita itu.wanita yang dia harapkan
dan selalu didoakanya agar datang
secepatnya untuk membebaskanya dari
ikatan dengan jimin.tapi mengapa hari ini
hari yang ia tunggu-tunggu selama beberapa
bulan ini malah membuat hatinya seperti
diremas dan rasanya sakit."kenapa ini?kenapa begitu sakit".Rachel menahan
dadanya dengan tangannya.
"jangan ngelamun,cepat mandi."suara
mommy alin menyadarkannya.rachel
__ADS_1
bergegas kekamar mengikuti Jimin yang
sudah pergi lebih dahulu.