
"Tuan..auw..sayang..."begitu Rachel salah
memanggilnya Jimin akan mendaratkan
gigitan kecil dilehernya.rachel selalu saja
merasa sangat malu bila Jimin
memperlihatkan tubuh polosnya yang kekar dengan deretan roti sobek terukir indah diperutnya dan tidak ketinggalan benda keramat yang mampu membuat Rachel panas dingin.
"Jangan ditutup!dan biasakanlah untuk
melihatnya karena kedepannya kau akan
lebih sering bertemu dengannya."jimin
menarik kedua tangan Rachel dan
membawanya melingkar di lehernya.
Jimin kini bisa melihat tubuh polos istrinya
dengan leluasa tanpa penghalang apapun
yang menempel ditubuh mulus istrinya.
Melihat kemolekan tubuh istrinya membuat
Jimin menelan Silvan seperti orang yang
haus berat.
Tanpa banyak bicara Jimin memulai aksi
hukuman pada istrinya,kembali mencium
bibir merah muda Rachel yang selalu
menggoda dan membuat Jimin bergairah,
setelah puas menghujami Rachel dengan
ciuman lalu turun ke leher istrinya
meninggalkan bekas gigitan kecil setiap inci
dileher jenjang wanitanya.
Tangan Jimin bergerak menuju dada,
mengusap dan meremas di kedua gundukan
yang sangat menantang,tidak ketinggalan
Jimin juga memberikan hisapan dan gigitan
kecil disekitarnya.
"Auhhh sayang.."
rancau Rachel menikmati setiap gigitan
didaerah gundukan yang sudah menegang
sejak tadi.
Merasa wanitanya siap Jimin memulai
penyatuan mereka.memposisikan benda
keramatnya yang sudah mengencang ke
dalam inti istrinya.
rachel tidak sadar ketika benda keramat Jimin
sudah amblas tak tersisa memasukinya.
"Auhhh... sayang."suara panggilan itu semakin
lancar keluar dari mulut Rachel yang awalnya
terdengar kaku kini terdengar merdu
ditelinga Jimin.
"Lebih keras lagi."seru Jimin disela-sela
gerakan tubuhnya.
Suara Des**Han dan kata sayang semakin
keras saat Jimin mempercepat tempo
permainan penyatuan mereka.membuat
suasana didalam kamar semakin panas
dengan keringat yang membanjir tubuh
keduanya.
Suara Des*Han dan erangan dari mulut
keduanya terdengar saling bersahutan,saling
berpacu mengejar kenikmatan yang sudah
tidak mereka rasakan lebih dari dua Minggu.
Entah sudah berapa kali Jimin merasakan
pelepasan dan tidak pernah ada kata lelah
dan bosan mereguk kenikmatan,tubuh
Rachel selalu membuat gairahnya tidak
terkendali.
Rachel yang sudah kewalahan menerima
__ADS_1
Hujaman dan hentakan dari Jimin
membuatnya tidak bertenaga untuk
mengimbangi atau sekedar membalasnya
kini tubuhnya hanya bisa pasrah dengan
semua pergerakan Jimin.
Melihat Rachel yang kelelahan akibat ulahnya
Jimin menyudahi aksinya setelah pelepasan
yang entah sudah beberapa kalinya.
"Aku akan melepaskan mu tapi jangan harap
hukuman mu sudah berakhir".
membisikkannya ditelinga wanitanya yang
kini terkulai lemas.jimin mengecup kening
Rachel lalu berbaring memeluk Rachel
dengan senyum yang mengembang di
bibirnya.
Sedangkan Rachel yang belum tertidur hanya
bisa merutuki keganasan Jimin yang tidak
membiarkan tubuhnya istirahat walau hanya
sebentar."Hukuman macam apa ini?lebih baik
aku bekerja di cafe dua puluh empat
jam."gumamnya karena sekarang dia
benar-benar tidak bisa berjalan, jangankan
berjalan sekedar bangkit saja tubuhnya tidak
mampu melakukannya.
Tanpa menunggu lama Rachel tertidur di
pelukan jimin.membiarkan tubuh polosnya
hanya ditutupi selimut berharap tubuhnya
dapat kembali pulih esok pagi.
*
*
Sementara ditempat lain mommy alin sudah
uring-uringan karena ponsel Jimin tidak bisa
memprotes tindakan putranya yang dengan
sengaja meninggalkan jeslin di pesta.
Jeslin yang diantar Natan pulang kerumah
Jimin tanpa mau menjawab pertanyaan dari
jeslin yang ingin tau Jimin ada dimana?
membuat jeslin mengadukan perlakuan
Jimin pada mommy alin.
Alih-alih mereka berdua ingin meminta
penjelasan ternyata Jimin tidak pulang
kerumahnya bahkan pak'choi juga mengikuti
jejak Natan dengan menutup rapat
keberadaan Jimin dan Rachel.
Dengan berurai air mata jeslin memulai
dramanya.natan dan pak'choi yang melihat
hanya tertunduk walau mommy alin sangat
marah dengan aksi diam kedua kepercayaan
putranya tetap tidak mau membuka suara.
*
*
Bunyi suara kruyuk-kyuruk yang berasal dari
perut Rachel membangunkannya dari tidur
lelapnya.dia mengucek matanya yang masih
terasa berat untuk dibuka dengan sempurna.
Menoleh kearah sebelah dimana Jimin masih
tertidur pulas dengan tangan melingkar di
atas perut Rachel.
Rachel tersenyum dan menyusuri wajah
tampan jimin dengan hati-hati agar Jimin
tidak terusik.
__ADS_1
"Kenapa wajahmu bisa setampan ini?."Rachel
menyentuh dan mengusap bibir Jimin
dengan lembut.sialnya saat jari tangannya
memasuki area rahang Jimin langsung
menangkapnya dan membawa tangan
Rachel kebibirnya kemudian mengecup
tangan Rachel.
"Apa sudah puas melihat
ketampananku?."dengan senyuman
menggoda,Jimin ternyata hanya pura-pura
tidur.
"Tuan .. maaf saya pikir anda masih tidur."
"Kau memanggilku tuan lagi,apa hukumnya
masih kurang?."menindih tubuh Rachel.
"Maksud saya sayang."Rachel langsung
meralat ucapannya takut pada ancaman pria
itu.jimin yang mendengar panggilan sayang
dari mulut wanitanya tersenyum penuh
kemenangan.
"Sayang jam berapa ini?perutku sangat
lapar."Rachel memegang perutnya yang
terasa kosong sejak dari pesta tadi malam
dia tidak memakan apapun.
Jimin langsung mengambil ponselnya dan
mengetik sesuatu.
"Mandilah habis itu kita makan."Jimin
mencium kening dan membelai rambut
wanitanya.rachel yang dapat perlakuan
manis dari jimin menjadi salah tingkah.
"Ayo kita mandi sama saja."ucap Jimin yang
langsung menggendong Rachel ala bridal
style.
"Saya mandi sendiri saja sayang."berusaha
menolak Jimin sabab pikiran kotornya sudah
membayangkan kesatu arah.
"Kita hanya akan mandi saja." seolah sudah
bisa menebak isi otak Rachel.
Benar saja mereka hanya melakukan ritual
mandi tanpa ada drama yang dia buat
Jimin.Selesai mandi dan menggunakan
handuk Rachel baru teringat kalau bajunya
tidak ada,tidak mungkin juga memakai gaun
yang sudah disobek Jimin tadi malam.
"Sayang saya tidak punya baju ganti."sambil
menunjuk gaun yang teronggok dilantai dan
sudah tidak berbentuk lagi.
"Pakai kemeja ku dulu nanti sore Natan akan
membawanya."menunjuk lemari yang ada
disudut kamar.
"Tapi sayang pakaian dalam ku juga tidak
ada.".ucap Rachel dengan nada pelan,
rasanya sangat malu mengungkapkannya
pada Jimin.
"Kau tidak membutuhkannya."dengan
senyuman dan kerlingan mata untuk
menggoda wanitanya yang kini terlihat
sangat malu.
Dengan langkah cepat Rachel bergegas
mengambil salah satu kemeja milik Jimin
dan memakainya.jimin gemas melihat
kemejanya yang melekat ditubuh mungil
__ADS_1
istrinya.