Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Hukuman pert2 ep41.


__ADS_3

"Tuan..auw..sayang..."begitu Rachel salah


memanggilnya Jimin akan mendaratkan


gigitan kecil dilehernya.rachel selalu saja


merasa sangat malu bila Jimin


memperlihatkan tubuh polosnya yang kekar dengan deretan roti sobek terukir indah diperutnya dan tidak ketinggalan benda keramat yang mampu membuat Rachel panas dingin.


"Jangan ditutup!dan biasakanlah untuk


melihatnya karena kedepannya kau akan


lebih sering bertemu dengannya."jimin


menarik kedua tangan Rachel dan


membawanya melingkar di lehernya.


Jimin kini bisa melihat tubuh polos istrinya


dengan leluasa tanpa penghalang apapun


yang menempel ditubuh mulus istrinya.


Melihat kemolekan tubuh istrinya membuat


Jimin menelan Silvan seperti orang yang


haus berat.


Tanpa banyak bicara Jimin memulai aksi


hukuman pada istrinya,kembali mencium


bibir merah muda Rachel yang selalu


menggoda dan membuat Jimin bergairah,


setelah puas menghujami Rachel dengan


ciuman lalu turun ke leher istrinya


meninggalkan bekas gigitan kecil setiap inci


dileher jenjang wanitanya.


Tangan Jimin bergerak menuju dada,


mengusap dan meremas di kedua gundukan


yang sangat menantang,tidak ketinggalan


Jimin juga memberikan hisapan dan gigitan


kecil disekitarnya.


"Auhhh sayang.."


rancau Rachel menikmati setiap gigitan


didaerah gundukan yang sudah menegang


sejak tadi.


Merasa wanitanya siap Jimin memulai


penyatuan mereka.memposisikan benda


keramatnya yang sudah mengencang ke


dalam inti istrinya.


rachel tidak sadar ketika benda keramat Jimin


sudah amblas tak tersisa memasukinya.


"Auhhh... sayang."suara panggilan itu semakin


lancar keluar dari mulut Rachel yang awalnya


terdengar kaku kini terdengar merdu


ditelinga Jimin.


"Lebih keras lagi."seru Jimin disela-sela


gerakan tubuhnya.


Suara Des**Han dan kata sayang semakin


keras saat Jimin mempercepat tempo


permainan penyatuan mereka.membuat


suasana didalam kamar semakin panas


dengan keringat yang membanjir tubuh


keduanya.


Suara Des*Han dan erangan dari mulut


keduanya terdengar saling bersahutan,saling


berpacu mengejar kenikmatan yang sudah


tidak mereka rasakan lebih dari dua Minggu.


Entah sudah berapa kali Jimin merasakan


pelepasan dan tidak pernah ada kata lelah


dan bosan mereguk kenikmatan,tubuh


Rachel selalu membuat gairahnya tidak


terkendali.


Rachel yang sudah kewalahan menerima

__ADS_1


Hujaman dan hentakan dari Jimin


membuatnya tidak bertenaga untuk


mengimbangi atau sekedar membalasnya


kini tubuhnya hanya bisa pasrah dengan


semua pergerakan Jimin.


Melihat Rachel yang kelelahan akibat ulahnya


Jimin menyudahi aksinya setelah pelepasan


yang entah sudah beberapa kalinya.


"Aku akan melepaskan mu tapi jangan harap


hukuman mu sudah berakhir".


membisikkannya ditelinga wanitanya yang


kini terkulai lemas.jimin mengecup kening


Rachel lalu berbaring memeluk Rachel


dengan senyum yang mengembang di


bibirnya.


Sedangkan Rachel yang belum tertidur hanya


bisa merutuki keganasan Jimin yang tidak


membiarkan tubuhnya istirahat walau hanya


sebentar."Hukuman macam apa ini?lebih baik


aku bekerja di cafe dua puluh empat


jam."gumamnya karena sekarang dia


benar-benar tidak bisa berjalan, jangankan


berjalan sekedar bangkit saja tubuhnya tidak


mampu melakukannya.


Tanpa menunggu lama Rachel tertidur di


pelukan jimin.membiarkan tubuh polosnya


hanya ditutupi selimut berharap tubuhnya


dapat kembali pulih esok pagi.


*


*


Sementara ditempat lain mommy alin sudah


uring-uringan karena ponsel Jimin tidak bisa


memprotes tindakan putranya yang dengan


sengaja meninggalkan jeslin di pesta.


Jeslin yang diantar Natan pulang kerumah


Jimin tanpa mau menjawab pertanyaan dari


jeslin yang ingin tau Jimin ada dimana?


membuat jeslin mengadukan perlakuan


Jimin pada mommy alin.


Alih-alih mereka berdua ingin meminta


penjelasan ternyata Jimin tidak pulang


kerumahnya bahkan pak'choi juga mengikuti


jejak Natan dengan menutup rapat


keberadaan Jimin dan Rachel.


Dengan berurai air mata jeslin memulai


dramanya.natan dan pak'choi yang melihat


hanya tertunduk walau mommy alin sangat


marah dengan aksi diam kedua kepercayaan


putranya tetap tidak mau membuka suara.


*


*


Bunyi suara kruyuk-kyuruk yang berasal dari


perut Rachel membangunkannya dari tidur


lelapnya.dia mengucek matanya yang masih


terasa berat untuk dibuka dengan sempurna.


Menoleh kearah sebelah dimana Jimin masih


tertidur pulas dengan tangan melingkar di


atas perut Rachel.


Rachel tersenyum dan menyusuri wajah


tampan jimin dengan hati-hati agar Jimin


tidak terusik.

__ADS_1


"Kenapa wajahmu bisa setampan ini?."Rachel


menyentuh dan mengusap bibir Jimin


dengan lembut.sialnya saat jari tangannya


memasuki area rahang Jimin langsung


menangkapnya dan membawa tangan


Rachel kebibirnya kemudian mengecup


tangan Rachel.


"Apa sudah puas melihat


ketampananku?."dengan senyuman


menggoda,Jimin ternyata hanya pura-pura


tidur.


"Tuan .. maaf saya pikir anda masih tidur."


"Kau memanggilku tuan lagi,apa hukumnya


masih kurang?."menindih tubuh Rachel.


"Maksud saya sayang."Rachel langsung


meralat ucapannya takut pada ancaman pria


itu.jimin yang mendengar panggilan sayang


dari mulut wanitanya tersenyum penuh


kemenangan.


"Sayang jam berapa ini?perutku sangat


lapar."Rachel memegang perutnya yang


terasa kosong sejak dari pesta tadi malam


dia tidak memakan apapun.


Jimin langsung mengambil ponselnya dan


mengetik sesuatu.


"Mandilah habis itu kita makan."Jimin


mencium kening dan membelai rambut


wanitanya.rachel yang dapat perlakuan


manis dari jimin menjadi salah tingkah.


"Ayo kita mandi sama saja."ucap Jimin yang


langsung menggendong Rachel ala bridal


style.


"Saya mandi sendiri saja sayang."berusaha


menolak Jimin sabab pikiran kotornya sudah


membayangkan kesatu arah.


"Kita hanya akan mandi saja." seolah sudah


bisa menebak isi otak Rachel.


Benar saja mereka hanya melakukan ritual


mandi tanpa ada drama yang dia buat


Jimin.Selesai mandi dan menggunakan


handuk Rachel baru teringat kalau bajunya


tidak ada,tidak mungkin juga memakai gaun


yang sudah disobek Jimin tadi malam.


"Sayang saya tidak punya baju ganti."sambil


menunjuk gaun yang teronggok dilantai dan


sudah tidak berbentuk lagi.


"Pakai kemeja ku dulu nanti sore Natan akan


membawanya."menunjuk lemari yang ada


disudut kamar.


"Tapi sayang pakaian dalam ku juga tidak


ada.".ucap Rachel dengan nada pelan,


rasanya sangat malu mengungkapkannya


pada Jimin.


"Kau tidak membutuhkannya."dengan


senyuman dan kerlingan mata untuk


menggoda wanitanya yang kini terlihat


sangat malu.


Dengan langkah cepat Rachel bergegas


mengambil salah satu kemeja milik Jimin


dan memakainya.jimin gemas melihat


kemejanya yang melekat ditubuh mungil

__ADS_1


istrinya.


__ADS_2