
Rachel membuka matanya perlahan,tidur wanita hamil itu terusik akibat usapan dan ciuman yang dirasakan di bagian perutnya.
"Sayang kau baru pulang?."Tanya Rachel dengan suara serak khas bangun tidur.Melihat Jimin mengangguk Rachel bangun dan duduk bersandar di headboard dengan bantuan Jimin suaminya.
"미안 (Mian \=maaf),aku mengganggu tidurmu chagia."Ucap Jimin, merasa bersalah karena telah membuat Rachel terbangun.
"괜찮아요 (gwaenchannayo \= tidak apa-apa)."Rachel tersenyum lalu menarik Jimin duduk tepat disampingnya."Kau sudah makan?."Tanya Rachel kembali dan Jimin menjawabnya dengan mengangguk."Kenapa pulang semalam ini?."
"Ada pekerjaan yang harus diselesaikan."Bohong Jimin,tidak mungkin dia mengatakan semuanya pada rachel.Bisa ditenggelamkan dia bila Rachel tau siasat Jimin yang sebenarnya yang tidak ingin mengundang artis idolanya dengan alasan cemburu.
"Apa anakku menyusahkan mu hari ini chagia?."Jimin mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Sayang dia juga anakku."Rachel memajukan bibirnya,tidak terima jika Jimin mengatakan anak dalam perutnya hanya anak Jimin seorang sedangkan yang mengandung adalah Rachel.
"Anak kita."Kekeh jimin meralat ucapannya,mengusap perut Rachel lalu keduanya beradu pandang dan menyatukan kening mereka lalu tertawa bersama."난 둘 다 사랑 (nan Dul da sarang \= aku mencintai kalian berdua)." Bisik Jimin, memeluk dan mengecup kening Rachel tanpa menghentikan usapannya diperut wanitanya.
__ADS_1
"또한 우리 (tto Han uri \= kami juga."Balas Rachel dengan mencium pipi Jimin dengan lembut.
"Wahhh .semakin hari kau semakin pintar memuji dan merayuku chagia."Goda Jimin menatap manik bola mata Rachel yang selalu membawa keteduhan.
"Is..kau ini."Rachel merasa sangat malu dan langsung melayangkan pukulan tepat di paha Jimin.
"Auhh...."Lenguh Jimin merasakan pahanya seperti kram.
" 아기 괜찮아요? (Agi gweanchanayo \=kau baik-baik saja?)." Rachel memegangi paha suaminya itu,Panik melihat Jimin kesakitan dan itu bukan candaan terlihat jelas dari wajah Jimin yang memerah menahan sakit dipahanya."Sayang apa perlu kupanggil mom dan Deddy?."Tanya Rachel mencoba berdiri untuk menemui kedua orang tua Jimin.Rachel mencemaskan keadaan Jimin yang tidak seperti biasanya.
Sementara dilantai bawah, Michael yang baru tiba dirumah Jimin dan dilayani ajumma dengan hidangan makan malam yang dimintanya.Michael melupakan makan siangnya karena permintaan Natan untuk melihat kondisi Jimin yang sedang latihan dance.
"아아...너무 맛있어 , 아줌마 고마워요."(aa...neomu masisseo,ajumma gomawoyo \=aahh...lezat sekali, ajumma Trimakasih)."Seru Michael mengembangkan senyumnya,mengusap perutnya yang sudah terisi dengan makanan buatan ajumma.
"네 (ne \= ya)."Balas ajumma."Tuan mau menginap atau pulang?."Tanya ajumma pada Michael yang terlihat kekenyangan.
__ADS_1
"Sepertinya aku akan menginap ajumma."Michael juga malas menyetir mobil dalam keadaan perut yang sudah kenyang.Kini yang dia butuhkan hanya tempat untuk tidur karena matanya sudah sangat mengantuk.
"Baik,saya akan bereskan kamar anda dulu."
Ajumma memerintahkan maid lainya untuk membersikan kamar untuk Michael.
Setelah ajumma mengatakan kamar untuknya sudah bersih, Michael bergegas menuju kamar,matanya sudah sangat mengantuk dan ingin segera tidur.
"Sayang jangan membuatku khawatir."Rachel masih cemas dengan keadaan Jimin suaminya .
"정말 ,난 괜찮아 (jeongmal,nan gweanchanna \=sungguh,aku tidak apa-apa)."Jimin meyakinkan Rachel dengan mengerakkan kedua kakinya diatas ranjang mereka.
"오오 ,,,너는 나를 놀래 켰다 (oo...neo neun nareul nolrae kyeossda \= oo...kau menakutiku)."Rachel mengusap dadanya,kini ia merasa lega setelah melihat Jimin menggerakkan kakinya tanpa mengeluh sakit.
"당신의 남편은 강하다 (dangsineui nampyeoneun gang hada \= suamimu ini kuat)."Jimin membusungkan dadanya sembari menepuknya,Menunjukkan sisi arogan.
__ADS_1
"Ck..kau ini".Gemes Rachel, menarik sudut bibirnya keatas,tak habis pikir dengan sikap Jimin yang tidak berubah walau sebentar lagi akan menjadi seorang Deddy.