Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 94.


__ADS_3

Setelah memberangkatkan Jimin kekantor, Rachel masuk kedalam rumah.Melanjutkan obrolan bersama Yuri dan Naira yang sempat terhenti.


Seperti biasa setiap ketiganya dipertemukan,maka akan selalu ada perdebatan kecil Rachel dan Yuri yang berada dalam satu tim sementara Naira adalah biang kerok dalam setiap keributan diantara ketiganya.


*


*


Sementara Jimin sudah kesal dengan tumpukan laporan yang sudah menumpuk diatas mejanya.


"Haissss... ."Teriak Jimin kesal,niat hatinya hari ini ingin bersantai bersama sang istri.Menikmati momen pertama Pemeriksaan kehamilan istrinya.


Malah Rachel menyuruhnya berkerja dengan alasan menghukum jimin atas pertanyaan gilanya pada Dokter kandungan yang memeriksanya.


"Tuan kenapa?."Natan masuk kedalam ruangan Jimin begitu mendengar suara teriakan dari ruangan jimin."Bukanya tadi pagi tuan bilang tidak masuk hari ini?."Tanya Natan bingung melihat Jimin sudah berada diruangannya.


"Periksa semua ini,aku malas."Jawab jimin,mendorong kasar tumpukan berkas kehadapan Natan yang sudah berdiri tepat dihadapan Jimin.


"Baik tuan."Natan memasang muka jengah."Dasar,tadi pagi dia bilang tidak datang dan sekarang malah sudah ada disini."umpatnya dalam hati.


Natan duduk berhadapan dengan Jimin dan memulai pekerjaannya.memeriksa satu persatu berkas yang ada dimeja."Kalau hanya duduk saja tidak melakukan apa-apa,kenapa datang."Kesal Natan, dan itu hanya berani diucapkannya dalam hati.melihat Jimin yang hanya duduk dengan mengangkat kedua kakinya keatas meja sambil bermain ponsel.


"Natan,aku menyuruhmu memeriksa semua berkas ini,bukan mengumpat ku."Melirik Natan dari sudut matanya.Seakan mengetahui isi dalam pikiran Natan yang sesekali menatap nya bermain ponsel.


"Terserah tuan saja."Natan memutar bola matanya malas lalu kembali fokus pada pekerjaannya,membiarkan Jimin sibuk dengan keinginannya sendiri.

__ADS_1


"Memangnya apa hasil pemeriksaan nona muda pagi ini?."Natan membuka suaranya dengan pertanyaan, rugi rasanya bila tidak tau alasan mengapa Jimin kembali kekantor kali ini.


"Tentu saja bibit unggul ku sudah berkembang didalam perut istriku."Jimin meletakkan ponselnya ditas meja.Memukul dadanya menunjukkan sisi arogannya.


"Kalau begitu selamat untuk tuan dan nona muda."Natan menyalami Jimin sebagai ucapan selamat atas kehamilan Rachel."Saya harap anak tuan tidak mirip Deddy-nya."


"Bicara apa kau ini? memang ada yang salah dariku?."Protes Jimin tidak terima dengan bicara asisten pribadinya itu.


"Bukan begitu___."


"Sudah,kerjakan saja pekerjaanmu."Sentak Jimin dan mengambil ponselnya kembali.


"Tok..tok..tok..."


"Mom..."


Jimin langsung berdiri begitu melihat momnya sudah masuk kedalam ruangannya."Ada apa mom kesini?."Tidak biasanya momnya datang keruangannya bila tidak ada hal yang penting.


"Memangnya mom tidak bisa menemui putra mom sendiri?."Mommy alin mencibikkan bibirnya lalu tersenyum pada Jimin.


"Selamat siang nyonya besar."Natan membungkuk pada Mommy alin."Tuan sebaiknya semua berkas ini saya periksa diruang saya saja."Izin Natan,memberikan ruang pada Jimin dan Mommy alin untuk berbicara berdua saja.


Jimin mengangguk,membiarkan Natan membawa semua tumpukan berkas keruangannya sendiri.


"Ada apa mom?."Ulang Jimin kembali, begitu Natan keluar dari ruangannya dan menyisakan Jimin dan Mommy alin saja.

__ADS_1


"Tidak ada yang penting,mom hanya rindu dengan putra mom ini."Mom alin menarik Jimin duduk didekatnya."Sudah lama kita tidak bicara santai.Kau begitu membenci mom sampai-sampai tidak mau menyapa mom mu ini."Ucap Mommy alin dengan wajah sendunya.


"Bukan begitu mom".Jimin menarik kedua


tangan Mommy alin lalu menggenggam-nya.


Bagaimanapun Mommy alin adalah ibu kandungnya.jimin juga tidak ada keinginan menjauh dari momnya tapi Jimin memang menjaga jarak dari Mommy alin karena tidak menganggap Rachel sebagai menantu pilihannya.


"Maaf."Suara Mommy alin terdengar lirih."Mom tidak seharusnya berbuat sekeji itu pada Rachel."Air mata mommy alin sudah menetes membasahi kedua pipinya.


Mengingat perlakuannya pada Rachel membuat Mommy alin merasa sangat bersalah, ditambah sikap Jimin yang begitu dingin padanya semakin membuatnya sadar dengan kesalahannya pada Jimin dan Rachel.


"Mom."Seru Jimin, merangkul momnya."Jimin udah maafin semua perbuatan mom."Jimin mengusap bahu Mommy alin.


Jujur Jimin juga merindukan hal itu,rindu dengan perhatian dan ocehan momnya seperti dulu,meski kadang kala Jimin juga merasa kesal karena perhatian momnya yang berlebihan.


"Mom,aku dan Rachel saling mencintai,Jimin harap mom bisa menghargai semua keputusan Jimin."Jimin berjongkok dihadapan Mommy alin,menatap wajah momnya dengan tatapan memohon.


Mommy alin mengangguk lalu tersenyum menatap putra kesayangannya yang kini sudah dewasa dalam berpikir dan mengambil keputusan."Mom menerima Rachel sebagai menantu mom."


"고마워요 종말 고마워 엄마."(gomawoyo jongmal Gomawo eomma \=Trimakasih.. sungguh Trimakasih mom."Ucap Jimin, gembira mendengar kata-kata yang keluar dari mulut momya.


Jimin menghapus air mata Mommy alin,dan keduanya kembali berpelukan dengan bahagia.


Dedy Albert yang menguping dibalik pintu terlihat mengusap matanya, merasa terharu dengan apa yang dilihatnya hari ini.Kini istri dan anaknya berbaikan."Syukurlah semuanya sudah kembali membaik,sebentar lagi rumah akan semaki ramai."Gumamnya dengan senyuman gembira.Membayangakan cucunya yang akan lahir walau masih menunggu sembilan bulan lagi.

__ADS_1


__ADS_2