Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
bertemu Naira ep21


__ADS_3

Rachel mendorong troli yang berisi penuh


dengan hati -hati,sesekali bercerita dengan


ajuman yang berjalan


disampingnya,menebarkan pandanganya


untuk melihat pengumuman lowongan


pekerjaan.


ia merasa menangkap selulit tubuh


seseorang yang sangat ia kenali.


"apa itu Naira?."gumamnya karena tidak


merasa yakin dengan apa yang ia lihat.


"apa nona muda berbicara sesuatu?."ajuma


yang sayup-sayup mendengar tapi tidak jelas


bisikan Rachel.


"ya..itu Naira..tidak salah lagi."ia cukup yakin


setelah tanpa sadar wanita yang ia sebut


mengarahkan tubuhnya berbicara dengan


seorang pria yang ada dibelakangnya.


"anda melihat siapa nona?."tanya ajuma


semakin bingung dengan Rachel yang seolah


terus berbicara tapi ajuma tidak tahu arah


pembicaraannya.


"ajuma kekasir sendirian tidak apa-apa


kan?,saya ada sedikit keperluan."Rachel


menunjuk kearah Naira.


"memangnya ada keperluan apa nona


kesana?."ajuma bertanya tapi Rachel sudah


berlari kecil kearah yang ia tunjuk tanpa


menjawab pertanyaan ajuma.


"Naira...Naira..Naira..."Rachel berusaha


mengeluarkan suaranya dengan keras tanpa


perduli dengan pengunjung lain yang


menolah kearah sumber suara.sementara


yang dipanggil menoleh sumber suara yang


menyebut namanya.


"Rachel."seru Naira dengan kaget dan berjalan


kearah Rachel.


"kau masih ada dinegara ini ternyata."suara


Rachel terdengar ngos-ngosan karena


mengejar Naira.


"Rachel,kok kamu bisa ada di sini."tannya


Naira bingung,sebab jarak antara tempat

__ADS_1


Meraka yang dulu ketempat ini memakan


waktu tiga jam.


"kenapa,kau takut karna aku masih hidup dan


baik-baik saja,setelah kelakuanmu yang


membuat masalah lalu aku yang harus


menanggungnya."menatap Naira dengan


tatapan tidak suka.


"Rachel,aku tidak bermaksud


begitu."mencoba menjelaskan.


"terus maksud kamu apa hah...?,supaya aku


ditiduri tuan Lee untuk melunasi hutang yang


tidak aku gunakan sama sekali."Rachel sudah


kesal dan menampar naira.ajuma yang


melihat dari jauh buru-buru membayar


belanjanya dan berjalan cepat kearah Rachel


yang sudah terduduk dilantai dengan tangis


yang sudah pecah.


"nona muda,anda baik-baik saja."memapah


Rachel supaya berdiri,dan menatap tajam


kearah Naira.


"nona muda?."tanya Naira heran,mengapa


"ya,,dia nona muda kami.anda siapa berani


sekali membuat masalah."dua orang pria


berjas hitam menghampiri Naira dengan


tatapan membunuh.ajuma memang meminta


pengawal mengikuti Mereka Karena Rachel


ikut bersamanya demi keamanan.


"tapi saya dan Rachel adalah sahabat."Naira


menjelaskan dengan nada yang takut karena


dua pria itu sudah menahan kedua


tangannya.


"sahabat kau bilang?,sahabat macam


apa?.Rachel sudah habis kesabaran melihat


Naira yang masih mengandalkan kata


sahabat.


"kau membuatku membayar hutangmu,kau


tau apa yang kualami,aku kerja siang dan malam seperti orang


gila,aku hanya tidur selama 3jam,aku hanya


bisa makan mie instan setiap hari hanya


untuk membayar hutangmu.bahkan aku juga


rela menjadi istri bohongan agar bisa

__ADS_1


melunasi hutangmu itu,aku bahkan tidak tau


siapa pria yang aku nikahi, setiap hari aku


juga harus menghadapi pria itu yang seperti


manusia es dari kutub Utara,terus kau masih


bilang kita sahabat."Rachel sudah tidak kuat


memendam kekesalannya yang ia tumpuk


selama ini.


"Rachel,ayo kita bicara baik-baik,kita duduk


dulu,aku juga gak mau seperti ini."memohon


agar rachel mau mendengarnya dan


menyuruh kedua pria itu melepaskannya.


Rachel yang memang memiliki hati baik


memandang ajuma supaya pria itu


melepaskan naira.ajuma yang awalnya tidak


setuju merubah pendiriannya yang melihat


Rachel sudah memohon.


Meraka akhirnya duduk disebuah kursi


dengan ditemani ajuma dan juga pengawal


yang mengawasi mereka.


"Rachel percayalah,aku juga tidak ada niatan


buat ninggalin kamu,kalau aku tetap bekerja


di minimarket itu,mau sampai kapan hutang


pada tuan Lee bisa aku lunasi."


"lalu kenapa kau tidak kembali,aku rela


membayar sebagian hutangmu itu tanpa kau


minta."Rachel menyela ucapan Naira yang


menurutnya tidak logis.


"aku tidak ingin membebani."


"tapi kau melakukanya."sela Rachel.


seolah tidak terima dengan pernyataan Naira.


"sebenarnya aku juga tidak terpikir ingin lari,tapi waktu aku mau kembali aku melihat


pekerjaan dengan gaji lebih besar dari gaji di


minimarket itu.dan hari itu juga harus


langsung bekerja,aku tidak pikir panjang,aku


langsung pulang kekos dan memberesi


barangku."mengingat kembali kejadian waktu


itu.


"apa kau tidak berpikir sedikitpun


tentangku,kau sudah kuanggap seperti


saudara,kisah kita tiba di negara ini juga


sama."

__ADS_1


__ADS_2