
Rachel mendorong troli yang berisi penuh
dengan hati -hati,sesekali bercerita dengan
ajuman yang berjalan
disampingnya,menebarkan pandanganya
untuk melihat pengumuman lowongan
pekerjaan.
ia merasa menangkap selulit tubuh
seseorang yang sangat ia kenali.
"apa itu Naira?."gumamnya karena tidak
merasa yakin dengan apa yang ia lihat.
"apa nona muda berbicara sesuatu?."ajuma
yang sayup-sayup mendengar tapi tidak jelas
bisikan Rachel.
"ya..itu Naira..tidak salah lagi."ia cukup yakin
setelah tanpa sadar wanita yang ia sebut
mengarahkan tubuhnya berbicara dengan
seorang pria yang ada dibelakangnya.
"anda melihat siapa nona?."tanya ajuma
semakin bingung dengan Rachel yang seolah
terus berbicara tapi ajuma tidak tahu arah
pembicaraannya.
"ajuma kekasir sendirian tidak apa-apa
kan?,saya ada sedikit keperluan."Rachel
menunjuk kearah Naira.
"memangnya ada keperluan apa nona
kesana?."ajuma bertanya tapi Rachel sudah
berlari kecil kearah yang ia tunjuk tanpa
menjawab pertanyaan ajuma.
"Naira...Naira..Naira..."Rachel berusaha
mengeluarkan suaranya dengan keras tanpa
perduli dengan pengunjung lain yang
menolah kearah sumber suara.sementara
yang dipanggil menoleh sumber suara yang
menyebut namanya.
"Rachel."seru Naira dengan kaget dan berjalan
kearah Rachel.
"kau masih ada dinegara ini ternyata."suara
Rachel terdengar ngos-ngosan karena
mengejar Naira.
"Rachel,kok kamu bisa ada di sini."tannya
Naira bingung,sebab jarak antara tempat
__ADS_1
Meraka yang dulu ketempat ini memakan
waktu tiga jam.
"kenapa,kau takut karna aku masih hidup dan
baik-baik saja,setelah kelakuanmu yang
membuat masalah lalu aku yang harus
menanggungnya."menatap Naira dengan
tatapan tidak suka.
"Rachel,aku tidak bermaksud
begitu."mencoba menjelaskan.
"terus maksud kamu apa hah...?,supaya aku
ditiduri tuan Lee untuk melunasi hutang yang
tidak aku gunakan sama sekali."Rachel sudah
kesal dan menampar naira.ajuma yang
melihat dari jauh buru-buru membayar
belanjanya dan berjalan cepat kearah Rachel
yang sudah terduduk dilantai dengan tangis
yang sudah pecah.
"nona muda,anda baik-baik saja."memapah
Rachel supaya berdiri,dan menatap tajam
kearah Naira.
"nona muda?."tanya Naira heran,mengapa
"ya,,dia nona muda kami.anda siapa berani
sekali membuat masalah."dua orang pria
berjas hitam menghampiri Naira dengan
tatapan membunuh.ajuma memang meminta
pengawal mengikuti Mereka Karena Rachel
ikut bersamanya demi keamanan.
"tapi saya dan Rachel adalah sahabat."Naira
menjelaskan dengan nada yang takut karena
dua pria itu sudah menahan kedua
tangannya.
"sahabat kau bilang?,sahabat macam
apa?.Rachel sudah habis kesabaran melihat
Naira yang masih mengandalkan kata
sahabat.
"kau membuatku membayar hutangmu,kau
tau apa yang kualami,aku kerja siang dan malam seperti orang
gila,aku hanya tidur selama 3jam,aku hanya
bisa makan mie instan setiap hari hanya
untuk membayar hutangmu.bahkan aku juga
rela menjadi istri bohongan agar bisa
__ADS_1
melunasi hutangmu itu,aku bahkan tidak tau
siapa pria yang aku nikahi, setiap hari aku
juga harus menghadapi pria itu yang seperti
manusia es dari kutub Utara,terus kau masih
bilang kita sahabat."Rachel sudah tidak kuat
memendam kekesalannya yang ia tumpuk
selama ini.
"Rachel,ayo kita bicara baik-baik,kita duduk
dulu,aku juga gak mau seperti ini."memohon
agar rachel mau mendengarnya dan
menyuruh kedua pria itu melepaskannya.
Rachel yang memang memiliki hati baik
memandang ajuma supaya pria itu
melepaskan naira.ajuma yang awalnya tidak
setuju merubah pendiriannya yang melihat
Rachel sudah memohon.
Meraka akhirnya duduk disebuah kursi
dengan ditemani ajuma dan juga pengawal
yang mengawasi mereka.
"Rachel percayalah,aku juga tidak ada niatan
buat ninggalin kamu,kalau aku tetap bekerja
di minimarket itu,mau sampai kapan hutang
pada tuan Lee bisa aku lunasi."
"lalu kenapa kau tidak kembali,aku rela
membayar sebagian hutangmu itu tanpa kau
minta."Rachel menyela ucapan Naira yang
menurutnya tidak logis.
"aku tidak ingin membebani."
"tapi kau melakukanya."sela Rachel.
seolah tidak terima dengan pernyataan Naira.
"sebenarnya aku juga tidak terpikir ingin lari,tapi waktu aku mau kembali aku melihat
pekerjaan dengan gaji lebih besar dari gaji di
minimarket itu.dan hari itu juga harus
langsung bekerja,aku tidak pikir panjang,aku
langsung pulang kekos dan memberesi
barangku."mengingat kembali kejadian waktu
itu.
"apa kau tidak berpikir sedikitpun
tentangku,kau sudah kuanggap seperti
saudara,kisah kita tiba di negara ini juga
sama."
__ADS_1