Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 89.


__ADS_3

Tanpa menunggu atau bertanya pada istrinya


Jimin langsung menyerang dada istrinya


layaknya seperti orang yang kehausan.Memberi gigitan kecil yang menimbulkan ruam merah disekitar gundukan milik Rachel.


Perlakuan Jimin membuat Rachel


menggelinjang tidak karuan.Hingga Rachel


tanpa sadar sudah menjambak rambut


suaminya dan menekannya lebih dalam


ke dada miliknya.


"Ahhh..sayang."De*s*han Rachel menggema


memenuhi kamar yang berukuran luas itu.


"Chagia..cintaku.."Balas Jimin yang tidak mau


kalah dengan d*s*h*n istrinya.


Setelah puas bermain dengan gundukan


istrinya,kini Jimin beralih pada kedua


paha istrinya lalu membukanya.Membenamkan kepalanya


dikedua paha milik rachel.mengobrak-ambrik


milik wanitanya.


Permainan Jimin didearah intinya


menimbulkan rasa geli dan nikmat


bersamaan."Sayang."Seru Rachel sambil


menekan kepala Jimin kedalam


miliknya.Sesuatu dari dalam tubuhnya


seperti keluar.


Melihat istrinya mendapatkan pelepasan


pertama, dengan segera Jimin


memposisikan miliknya tepat di milik istrinya


"Chagia aku akan memulainya,aku akan


melakukan dengan lembut agar tidak


menyakitinya."Ucap Jimin dengan lembut lalu


memberikan kecupan lembut diperut istrinya.


Rachel hanya mengangguk sambil


tersenyum.Menandakan kalau dia


memberikan izin atas semua yang di


inginkan Jimin.


Begitu mendapat persetujuan,Jimin langsung


menerobos milik istrinya hanya dengan


sekali hentakan."ahhh chagia.. sayang."Ucap


keduanya bersamaan,begitu senjata Jimin

__ADS_1


amblas tak tersisa masuk kedalam inti milik


Rachel.


Jimin memompa tubuh wanitanya dengan


sangat hati-hati.Jimin sadar harus


menyeimbangkan nafsunya dan juga


keberadaan buah cintanya yang kini sedang


tumbuh di perut istrinya.


"Chagia..aku sangat...sangat


mencintaimu."Suara Jimin tersendat-sendat


berbaur dengan suara d*s*h*n Rachel yang


semakin membuatnya gila.


"Ahhh..."Seru keduanya bersamaan dengan


kenikmatan yang sudah mereka gapai di


waktu yang bersamaan pula.


Sambil mengatur napas keduanya saling


berpelukan,Jimin menopang tubuhnya pada


kedua tangannya agar tidak menimpa tubuh


Rachel.Saling berpandangan dan saling


mengukir senyum kebahagiaan.


"Kau bisa meminta apapun padaku."Seru


Jimin sambil mengatur nafas diatas tubuh


mengabulkannya."Lanjut Jimin sembari


mengusap sisa peluh didahi istrinya.


"Benarkah?."


"Hmmm..."Jimin mengangguk sambil


mengukir senyumannya yang khas."Katakan


saja."


"Aku ingin ziarah ke makam kedua orang


tua-ku."Ungkap Rachel yang sudah sangat


merindukan kedua orang tuanya dan juga


negara dan kampung halamannya.


"Baik__."


"Satu lagi."potong Rachel kembali.


"Apa itu?."


"나 배고파 (na baegopa. \=Aku lapar)."Ucap


Rachel begitu mendengar cacing didalam


perutnya berdemo,Maklum walau sering


mengalami mual akhir-akhir ini rasa laparnya

__ADS_1


juga sering menghampiri.


"Kau belum makan?"Tanya Jimin bergegas


turun dari tubuh Rachel lalu membaringkan


tubuhnya disamping."Kita bersihkan


dulu,baru makan."Lanjut jimin,menggendong


Rachel masuk kedalam kamar mandi.


"Chagia kau ingin makan apa biar aku suruh


Ajumma membuatkannya untukmu?."Tanya


Jimin lagi saat mereka selesai mandi


bersama.


"Aku ingin kau yang masak".


"Ck dasar manja".Balas Jimin mencolek


hidung Rachel sambil tersenyum."자


(ayo)."Jimin menarik tangan Rachel menuju


dapur untuk."Kau ingin makan apa


Chagia?."Tanya jimin sambil memakai


celemek dan sudah siap beraksi didapur


rumahnya.


Sesuai dengan keinginan Rachel,jika dia


hanya ingin masakan Jimin.Maka yang


tampak didapur hanya mereka berdua karena


semua para maid sudah kembali ke mes


yang berjarak beberapa meter dari rumah


utama.


"Aku hanya ingin mie goreng instan


saja."Jawab Rachel yang sudah duduk


memandang Jimin dengan berpangku pada


sebelah tangan untuk menopang dagunya.


"Tapi makanan seperti itu tidak sehat untuk


kalian berdua Chagia."


"Sekali ini saja."Rachel sudah mengatupkan


kedua tangannya sebagai permohonan pada


Jimin.Rachel juga bingung kenapa dia


mendadak teringat mie instan.


"Baiklah aku mengalah karena kalian sangat


berharga,tapi lain kali tidak boleh."Jimin


dengan tegas berucap lalu mengacak-acak


rambut Rachel dengan gemes,bersiap untuk

__ADS_1


memasak sesuai dengan keinginan baby dan


istrinya.


__ADS_2