
Hari ini Rachel menjaga ketat pergerakan
Naira takut sahabatnya itu keceplosan
berbicara dengan Yuri dan membongkar
semua rahasia yang bisa membahayakan
dirinya.
Sampai jam kerja berakhir baru Rachel bisa
merasa lega.
"Ingat ya jangan sampai kamu keceplosan
sama eonni Yuri."Rachel dengan tegas
mengingatkan Naira sebelum dia pergi ke
tempat supir suruhan Jimin menunggu.
"Ya".Naira menjawab dengan malas.siapa
yang tidak malas hari ini Rachel membuat
dia seperti tahanan karena kemanapun dia
pergi Rachel akan mengikutinya bahkan
Sampai toilet.
Setelah mengultimatum Naira Rachel masuk
ke dalam mobil yang biasa mengantarnya
pulang kerumah.
"Selamat sore nona muda".
"Natan..."kaget karena yang menjemputnya
ternyata
Natan asisten Jimin bukan supir yang
biasanya menjemput."Kenapa kamu yang
jemput?,memang supir yang biasa jemput
saya kemana?."
"saya hanya diperintahkan tuan muda".
Natan menunduk dan langsung
menjalankan mobilnya.
"Natan ini bukan jalan kerumah."Rachel
tersadar melihat jalan yang berlawanan
dengan jalan menuju kerumah.
"Saya memang tidak akan membawa anda
kerumah."memberikan jawaban santai dan
tetap fokus menyetir.
"Lalu kemana? dan ini tempat apa?."Rachel
melihat bangunan yang menjulang tinggi nan
megah di depan matanya.
"Ini kantor tuan nona."jawab Natan sambil
membukakan pintu mobil.rachel keluar dan
melihat bangunan sangat takjub.
Natan lalu mempersilakan Rachel untuk
mengikuti dia sampai keruangan Jimin
"tok..tok..tok."
"Masuk."suara seseorang dari dalam ruangan
mempersilahkan masuk.
"Tuan nona muda sudah saya bawa sesuai
perintah tuan."
Natan menyuruh Rachel masuk setelah dapat
anggukan dari Jimin.
Begitu Rachel masuk dia disuguhkan pemandangan ruangan yang sangat estetik,bersih dan rapi.
"Kenapa masih berdiri.."suara Jimin
memecahkan lamunanya
"Kemari".Jimin menepuk kedua pahanya.
"Tuan ini kantor."Rachel sungguh tidak habis
pikir dengan tingkat kemesuman pria itu
yang seolah tidak mengenal tempat dan
situasi.
"Cepatlah saya tidak suka dibantah."jimin
menatap Rachel seakan tidak suka dengan
alasan yang selalu Rachel buat.
Tanpa mau ribut yang membuat dirinya jatuh
__ADS_1
pada hukuman yang tidak masuk akal dari
Jimin sama seperti kejadian malam
itu.rachel duduk di paha Jimin tanpa
membuat pergerakan.
Jimin mengulurkan tangannya memeluk
Rachel dan mencium aroma strawberry
tubuh wanitanya yang selalu membuat
hasratnya bergelora.
"Kenapa tuan menyuruh Natan membawa
saya kesini."tanya Rachel untuk mengalihkan
pandangan Jimin yang membuat jantungnya
tidak aman karena sekarang Jimin membuat
tubuh Rachel menghadap kearahnya dan
jadilah Rachel duduk dipangkuan Jimin
dengan berhadapan muka dengan Jimin.
"Saya merasa tubuh mu ini semakin kurus
saja apa kau tidak suka menu makanan yang
ajumma buatkan atau apa perlu saya
bawakan koki dari negara kamu?."tanya Jimin
tanpa menjawab pertanyaan yang di ajukan
Rachel yang memang memperhatikan tubuh
wanitanya itu nampak lebih kurus
dibandingkan dengan waktu Rachel baru
pertama datang kerumahnya.
rachel hanya diam tidak mungkin dia
mengatakan itu efek samping dari alat
kontrasepsi yang dia gunakan bukanya takut
Jimin akan marah tapi lebih tepatnya dia
belum tau perasaan Jimin padanya dan dia
juga tidak mungkin melanggar aturan yang
sudah dibuat mommy Jimin.
"Akhir-akhir ini banyak kerja mungkin karena
"Kalau begitu berhenti saja."Jimin menyusuri
wajah Rachel dengan tatapannya dan
mencium kedua tangan wanitanya."Atau jadi
pemiliknya saja."ucap jimin dengan menatap
Rachel.
"Saya senang melakukannya tuan."Rachel
menarik tangannya dari bibir Jimin
jantungnya semakin berdetak dengan
kencang.rachel memang sudah mencintai
Jimin tapi sebisa mungkin dia meredamnya
sungguh dia tidak ingin hatinya terluka saat
nanti jeslin kembali dan bersatu lagi dengan
Jimin dan akhirnya dia akan patah hati.
Akhirnya pembicaraan mereka berakhir
dengan segala kemesuman Jimin yang
hampir membuat adegan panas
diruangannya beruntung Natan datang dan
menggagalkan aksinya Jimin berujung pada
Natan yang mendapat hukuman potong gaji
karena hasratnya tidak dapat dituntaskan.
Dengan pasrah Natan akhirnya membiarkan
gajinya dipotong.selama perjalanan Jimin
selalu menarik Rachel mendekat ke tubuhnya
tidak boleh ada jarak walau hanya satu
inci.rachel menutup wajahnya dengan
telapak tangan merasa sangat malu pada
natan karena ulah pria itu.
Memasuki rumah,Jimin juga tidak bisa jauh dari wanitanya dia bahkan meletakkan tangannya di pinggang Rachel sambil berjalan.
"Mommy."ucap keduanya bersamaan dan
langsung menepis tautan tangan Jimin di
__ADS_1
pinggangnya saat melihat mommy alin yang
duduk bersama dan bercerita sambil tertawa
bahagia dengan seorang wanita yang sangat
cantik.
"Jeslin."seru Jimin tak percaya melihat wanita
yang meninggalkannya kini ada dirumahnya.
"Jeslin?."gumam Rachel dalam hati."Dia
wanita yang tuan cintai?,wahhh cantik
sekali."kagumnya yang hanya terucap dalam
hati karena sekarang dia sibuk memandang
dan memuji kecantikan yang sempurna dari
wanita yang bernama jeslin.
"Jimin, Rachel kalian baru pulang."
Mommy langsung menoleh begitu
mendengar suara Rachel dan jimin.mommy
berjalan kearah Rachel sementara wanita
cantik itu berlari dan berhambur ke pelukan
Jimin.
"Sayang aku merindukanmu."memeluk Jimin
dan mencium kedua pipi Jimin dengan
mesra. sedangkan Jimin tidak mengatakan
apapun dan juga tidak membalas pelukan
jeslin.jimin bahkan menahan sesuatu terlihat
dari rahangnya yang mengeras dengan
tangan terkepal tatapan matanya begitu
menakutkan.
"Maaf aku begitu egois dengan hubungan
kita."jeslin meletakkan kepalanya di dada
bidang jimin mengelus dada pria yang
sangat dirindukannya dengan gerakan
sensual.
Jimin semakin mengeluarkan aura dinginnya
setelah melihat Rachel yang nampak bahagia
dengan pertemuan keduanya."Apa wanita
idiot ini tidak merasa cemburu sedikitpun
pada ku."tatapannya tertuju pada Rachel yang
malah sibuk dengan berpelukan dengan
mommynya.
"Rachel kenalin ini jeslin."mommy alin
memperkenalkan wanita cantik itu setelah
melepas pelukannya dari tubuh jimin.rachel
menatap jeslin dengan tatapan kagum
dengan kecantikan dan kemolekan tubuh
wanita itu.
"Hai.. Rachel senang bertemu
denganmu."jeslin terlebih dulu mengulurkan
tangannya pada Rachel.selain cantik dia juga
sangat ramah dan langsung menyalami
Rachel dan memeluknya.
"Justru saya yang sangat senang bisa
bertemu dengan wanita secantik
eonni."jawab Rachel jujur entah mengapa dia
sangat senang akhirnya dia bisa melihat
seperti apa wanita yang Jimin cintai.
"pantas saja tuan muda tidak mau menikah,
pacarnya cantik begini siapa juga yang mau
nolak cewek secantik dan seseksi
begini."batinya.
Jeslin juga ingin agar mereka berdua bisa jadi
sahabat baik mendengar penuturan jeslin
tentu saja Rachel dengan senang hati
menerimanya, siapa yang tidak mau memiliki
__ADS_1
sahabat secantik dan terkenal seperti jeslin.