Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep56.


__ADS_3

Jimin berlari begitu melihat sebuah mobil


memasuki gerbang rumahnya.Tanpa


menunggu para bodyguard keluar dari dalam


mobil Jimin sudah lebih dulu membuka pintu


mobil dan menggendong tubuh istrinya yang


masih dalam keadaan pingsan.


Begitu sampai dikamar Jimin membaringkan


tubuh Rachel keatas ranjang dengan


hati-hati.


"Apa yang terjadi?."Michael tiba dikamar Jimin


tepat waktu sebelum Jimin hilang kewarasan


karena sifat molor waktu sepupunya itu.


Jimin langsung menoleh sumber suara yang


cukup hapal ditelinga."Bagus kau datang


cepat hampir saja aku ingin memotong habis


senjata andalan mu itu". tersenyum miring


pada Michael yang sudah berdiri


dihadapannya."Cepat periksa keadaan istri


ku."sentak Jimin yang melihat Michael hanya


memandangi Rachel.


"Is kau ini,aku sedang memeriksanya."


"Kau bukan sedang memeriksa istri


ku,kau hanya memandanginya."kesal Jimin.


Michael mengeluarkan stetoskop dan


memulai memeriksa Rachel seperti


keinginan sepupu arogannya itu.Tapi begitu


Michael mulai meletakkan stetoskop di dada


Rachel tangannya sudah ditepis dengan


kasar.


"Jangan kurang ajar Michael".memberi sorot


tajam pada michael.ya Jimin begitu marah


melihat Michael menyentuh miliknya walau


lebih tepatnya Michael ingin memeriksa


keadaan Rachel dan bukan menyentuhnya.


"Kalau begitu kau saja yang


periksa."melemparkan alat stetoskop kearah


Jimin.Michael geram dengan sifat protektif


berlebihan Jimin pada wanitanya."Bagai mana


bisa memeriksa pasien kalau dia tidak


menyentuhnya,dasar aneh."cibirnya dalam hati.


"Begini saja."Jimin mengambil ujung


stetoskop dan meletakkannya di dada


Rachel."Ayo lakukan tugasmu tanpa harus

__ADS_1


menyentuh tubuh wanitaku."meletakkan tepat didada Rachel.


"ck..ck aku kasihan padanya mendapatkan


pria sepertimu."ucap Michael sinis."Coba


saja waktu itu aku ya____."


"Michael."Jimin memotong ucapan Michael


dan menghunus tatapan tajam kearah


Michael."Hentikan omong kosong mu kalau


kau tidak ingin cepat ke surga".


Michael dengan kasar menarik alat stetoskop


dan meletakkannya kedalam kedua


telinganya lalu memulai memeriksa Rachel


seperti keinginan jimin.ya Jimin yang akan


meletakkan ketubuh Rachel sesuai arahan


Michael dimana akan diletakkan.


"Yasudah letakkan alatnya disitu".tunjuk


Michael."Aku bilang disitu kenapa kau malah


meletakkannya kearah yang salah".baru awal


mereka sudah ribut dan saling menyalahkan.


Pada akhirnya pemeriksaanpun selesai


dengan segala drama antara kedua sepupu


itu.Dimana Michael yang hampir habis


kesabaran karena letak alat periksa tidak


tepat.Begitu juga dengan Jimin yang tidak


alat yang dipegangnya.


"Sepertinya dia tidak makan, karena itu badan


sangat lemah."Michael sibuk mencoret


kertas menulis sesuatu sambil berbicara.


"Berani sekali dia membiarkan istri ku


kelaparan."geram Jimin."Natan biarkan


wanita itu mati dirumah sakit tanpa


perawatan."


Natan yang dari tadi sudah tiba dikamar Jimin


dan menyaksikan pertengkaran kedua pria itu


namun itu sudah menjadi rahasia umum jika


keduanya bertemu maka akan ada perang


dunia entah yang keberapa. setelah


melakukan membicarakan sesuatu hal


penting dengan para bodyguard yang


dibentuknya khusus untuk melindungi


Rachel kedepannya.


"Kau dengar tidak?."seru Jimin karena Natan


tidak merespon ucapannya dan hanya diam


seperti patung Pancoran.

__ADS_1


"Tuan rasanya tidak mungkin jika nona muda


tidak diberi makan, bukankah wanita itu


sahabat nona muda sendiri? akan lebih baik


jika bertanya langsung saat nona muda


sudah sadar."jelas Natan panjang lebar.


"is kau ini."melayangkan pukulan kearah


Natan meski Jimin tau betul jarak antara


dirinya dan asisten pribadinya berjarak


beberapa meter.


Melihat kelakuan keduanya membuat Michael


tertawa dan sudah pasti kedua pria


dihadapannya menatapnya dengan


tajam.namun Michael tidak takut sedikitpun


dan semakin membuatnya tidak bisa


menahan tawanya.


"Michael...tuan Michael". ucap keduanya


bersamaan.


"Sudah selesai". menyerahkan selembar


kertas pada Jimin."Siapkan kamar untukku".


Michael berbicara dengan


santainya.Melewati dua pria yang masih


menatapnya dengan tajam.


"Untuk apa kau tidur disini?apa apartemen


mu lagi kebanjiran?."ledek Jimin pada


sepupu laknatnya itu.


"Apa kau buta?."Michael mengarahkan


pandangannya kearah infus yang tergantung


didekat Rachel."Atau kau juga ingin


mencabutnya sendiri?."sindir Michael dengan


terkekeh puas melihat raut wajah kesal. Michael menjulurkan lidahnya kearah Jimin rasanya sangat puas bisa membalas Jimin tanpa perlawanan.


"Kau".tunjuk Jimin dengan jari telunjuknya


kearah Michael namun bukanya takut


Michael malah dengan sengaja memukul jari


telunjuk Jimin dan alhasil perbuatannya itu


membuat Jimin semakin kesal.Begitulah bila


mereka sudah bertemu akan ada


percekcokan yang tidak penting. siapa saja


yang melihatnya ketakutan akan ada adu otot


antara keduanya tapi hal itu tidak pernah


terjadi.


Keduanya bisa seperti dua sepupu yang


saling menyayangi dan kadang juga seperti


musuh bebuyutan yang tidak kenal kata

__ADS_1


damai.


__ADS_2