
"Hoek...hoekk..hoekk"
"Rachel kau tidak apa-apa?."Tanya Yuri dan
Naira terdengar panik mendengar Rachel
muntah didalam toilet di sebuah restoran.
Ya, sekarang mereka bertiga sedang berada
disebuah restoran seafood terkenal di daerah
Gangnam.Setalah puas memanjakan diri
disebuah salon kecantikan dan berbelanja
ini-itu Yuri dan Naira atau lebih tepatnya
Naira yang lebih banyak mengutarakan
keinginannya dengan alasan balas dendam
karena Rachel tidak mengudang mereka
dalam acara ulangtahun pernikahan Rachel.
"Kau baik-baik saja?."Tanya Yuri kembali
setelah Rachel keluar dari dalam toilet.
"네 괜찮아 (ne gweanchahna \=ya tidak
apa-apa)."Jawab Rachel dengan
lemah.Mukanya yang tadinya ceria dan
bersemangat sepanjang kebersamaan
mereka berubah drastis setibanya hidangan
yang mereka pesan terhidang di meja.
"Mukamu pucat sekali, apa kau sakit?."Tanya
Naira yang merasa tidak enak hati karena
sudah menguras uang sahabatnya."Tadi kau
baik-baik saja,tapi begitu melihat makanan
yang kita pesan kau langsung
berubah!."Gumam Naira memicingkan kedua
matanya, berpikir apa yang terjadi pada
Rachel.
"Ya.. eonni juga pikir begitu."Seru Yuri yang
juga merasa aneh dengan perubahan
Rachel."Bukankah seafood makanan
favorit-mu terutama kepiting saos black
paper?."Lanjut Yuri.
"Eonni tolong jangan sebut tentang kepiting
__ADS_1
atau makanan seafood lainya."Ucap Rachel
sambil menutup rapat mulutnya dengan
kedua tangan.Rasa mual dari dalam perutnya
langsung bereaksi begitu Yuri menyebut
salah satu makanan seafood yang menjadi
kesukaannya.
Namun hari ini semua berbeda, saat melihat
pesanan Yuri yang memesan keping saos
tiram perut Rachel langsung bergejolak.Ada
rasa geli dan juga merasa jijik melihat
makanan yang Yuri pesan.
"Aneh."Ucap Naira dan Yuri bersamaan sambil
melihat Rachel dengan tatapan penuh
bingung.Biasanya Rachel akan bersemangat
begitu melihat seafood dengan beragam cara
memasaknya.
"Sudah, lebih baik kau dan eonni habiskan
makanan tadi sementara aku akan cari
tempat duduk lain."
sendiri dan hanya memesan es jeruk untuk
menetralisir rasa mual diperutnya.Sedangkan
Yuri dan Naira harus berjuang menghabiskan
makanan yang terlanjur mereka pesan untuk
porsi tiga orang.
Rasa mual Rachel juga berlanjut sampai
kekediaman Jimin dimana ajumma sedang
menyiapkan makan malam dengan menu
udang lobster.Saat Rachel tidak sengaja
melihatnya ketika mengambil minuman
sontak memuntahkan semua isi perutnya di
wastafel.
"Nona muda kenapa?,anda sakit?."Tanya
ajumma dengan panik.
"Ajumma tolong singkirkan lobster itu dari
hadapanku."Ucap Rachel dengan
__ADS_1
lemah.Mengeluarkan isi perutnya begitu
menguras tenaganya."Aku tidak ingin
melihatnya."Sambung Rachel berjalan
dengan gontai dan di bantu ajumma setelah
menyingkirkan lobster sesuai dengan
keinginan Rachel.
"Apa perlu saya hubungi dokter
Michael?."Tanya ajumma penuh
khawatir.Tidak biasanya Rachel mual hanya
karena melihat lobster saja.Sedangkan
makanan itu sudah sering dilihatnya dimasak
ajumma bahkan Rachel juga menyukainya.
"Tidak perlu ajumma."jawab Rachel yang
sudah tiba di dalam kamarnya."Aku istirahat
saja."Rachel membaringkan tubuhnya di atas
ranjang.Rasa cepat lelah dan kantuknya
akhir-akhir ini memang sering menghampiri
tubuhnya.
"Apa tuan Jimin sudah tau nona seperti
ini?."Tanya Ajumma kembali.Setidaknya
Jimin lebih bisa membujuk Rachel untuk
memeriksa keadaannya.
Rachel menggeleng pelan,dia juga baru hari
ini mengalaminya."Mungkin ini karena
kecapean saja ajumma,jadi tidak perlu
beritahu padanya."jawab Rachel,sebab
memang betul mata kuliahnya sangat padat
ditambah banyak tugas kuliahnya yang harus
selesai tepat waktu.
"Nona istirahat dulu, kalau perlu sesuatu
hubungi ajumma saja tidak perlu turun
kelantai bawah."
"아줌마 고마워 (ajumma gomawo \=terimakasih
ajumma)."Balas Rachel lalu menutup
matanya, mengistirahatkan matanya karena
__ADS_1
memang sudah mengantuk kelelahan
seharian berjalan dengan Yuri dan Naira.