Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 115.


__ADS_3

Decak kagum semua undangan terdengar memuji ketampanan dan wibawa Jimin.Hingga Jimin mengakhiri pidatonya semua para tamu bertepuk tangan.Kehebatan Jimin dalam mengelola bisnis sudah tidak perlu diragukan lagi, sekalipun Jimin masih tergolong muda diantara para rekan bisnisnya yang lain.


"Hotel ini saya persembahkan untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya."Suara Jimin terdengar jelas dan membuat para tamu bertanya-tanya siapakah yang Jimin maksud.Selama ini yang mereka tau jeslin lah sebagai kekasihnya.


Bisik-bisik para tamu terdengar juga hingga ke telinga Rachel dan membuat wanita hamil itu tertunduk menahan tangis,rasa sesak didanya begitu menyiksa.


"Nona muda baik-baik saja?."Tanya ajumma,menggenggam tangan Rachel sudah dingin.


"Ajumma aku ingin pulang."Lirih Rachel lemah tanpa menegakkan kepalanya,campur aduk dirasakannya antara marah dan malu menjadi satu."Aku tidak enak badan."


Ajumma tak lantas membawa Rachel pergi, ajumma tau Rachel salah mengerti kan ucapan dari Jimin barusan."Tunggulah sebentar lagi."


"Tap____."


Sebelum Rachel menyelesaikan ucapannya Natan sudah berada dihadapannya sembari menunduk dan berucap."Silahkan nona muda,tuan sudah memanggil Anda berulangkali untuk keatas panggung."


"Apa?."


Rachel malah kaget mendengar ucapan natan,dari tadi wanita hamil itu tidak mendengar apapun kecuali bisik-bisik para tamu yang menyebutkan nama jeslin.


"Chagia Kemarilah."


Seketika Rachel menegakkan kepalanya kearah panggung begitu mendengar Jimin memanggil dengan panggilan khas untuknya."Yang dia maksud itu aku."Tunjuk Rachel pada dirinya sendiri seakan tak percaya.


"Sayang kenapa malah kaget seperti itu."Seru mom alin yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya bersama Dedy Jimin."Pergilah."

__ADS_1


Mom alin menuntun Rachel naik keatas panggung bersama dengan Dedy Jimin."Santai saja jangan tegang."Dedy Jimin mengusap bahu Rachel dengan lembut.


Jimin meraih tangan Rachel begitu sampai didekatnya."Kenapa lama sekali?."Bisiknya.


"Aku tidak mendengar."Balas Rachel tersenyum kikuk.Apalagi saat Jimin merangkul pinggangnya didepan banyak orang."Jangan seperti ini,ada banyak orang disini."Bisik Rachel berbicara dengan merapatkan giginya.


"Untuk pertamakalinya saya memperkenalkan istri saya ke publik nyonya Kim Jimin Adalberto barnett dan buah cinta kami yang sebentar lagi akan lahir.Kami sudah menikah secara hukum dan agama dua tahun yang lalu.Ucap Jimi dengan lugas dihadapan semua para tamu yang hadir dan juga para awak media yang turut meliput.


Mendengar pernyataan Jimin didepan semua orang membuat Rachel terpelongo , matanya mulai berkaca-kaca.Hari ini hari yang sangat bersejarah dalam hidupnya,dia akan dikenal sebagai nyonya besar dari seorang bangsawan dan pengusaha sukses.Hal yang tidak pernah di impikanya bahkan sejak kecil.Hidupnya akan berubah dari yang dulunya hanya pekerja asing menjadi ratu dinegara yang banyak memberikan kesakitan.


"Hotel ini akan saya persembahkan untuk istri saya tercinta.Saya akan membuatnya bahagia Sampai akhir hidup saya."Jimin menyerahkan remot berukuran kecil pada Rachel."Chagia tekan tombolnya."Ucap Jimin menampilkan senyum indahnya.


Tangan Rachel gemetar menerima hadiah yang diluar ekspektasinya.Dia tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang pemilik hotel mewah seperti ini.Tapi cinta Jimin selalu bisa mewujudkan yang tidak mungkin dimilikinya menjadi mungkin.


Begitu tombol ditekan layar itupun terbuka lebar dan menampilkan foto Rachel yang tengah tertidur lengkap dengan mulut yang terbuka dan nama hotel yang kini menjadi miliknya.


"Apa tidak ada fotoku yang lain? sampai kau harus memasang fotoku yang jelek ini."Tertunduk menahan malu.Tentu Rachel malu melihat fotonya Segede gaban terpampang nyata didepan semua orang.Bukan masalah ukuranya tapi masalah pose tidurnya dengan mulut menganga diatas ranjang dan itu sontak mengundang gelak tawa dari para tamu dan juga kedua orang tua Jimin.


"Tapi aku suka yang ini chagia."Jimin terkekeh sembari memandang foto Rachel dilayar."Mengemaskan."


Rachel memutar bola matanya jengah,ia sudah kehabisan kata-kata dan hanya bisa mengumpat Jimin dalam hati.


"JIMRACH Hotel?."Seru Rachel lagi penuh tanya.Membaca nama hotel dilayar yang sudah terbuka.


"Yang artinya Jimin and Rachel."Jawab Jimin mengedipkan sebelah matanya pada Rachel.

__ADS_1


Rachel tertawa geli melihat kelakuan Jimin yang tidak mengenal tempat,bahkan didepan umum Jimin akan selalu menggoda Rachel."Kau ini."


Para tamu undangan bertepuk tangan dan para awak media sibuk mengabadikan setiap momen Antara Rachel dan Jimin yang menjadi tokoh utama dalam acara ini.


Semua para tamu dijamu dengan menu makan siang dari berbagai negara mulai dari Asia Sampai menu Eropa.Semuannya nampak menikmati dengan iringan musik klasik yang menambah suasana siang itu semakin meriah.


"Hai.."Jeslin yang selama ini menghilang tiba-tiba muncul dihadapan Rachel dan Jimin atau lebih tepatnya pertemuan pertamanya dengan Rachel setelah sekian lama."Selamat untuk kehamilan mu."Jeslin mengulurkan tangannya pada Rachel yang nampak canggung.


Rachel melihat pada Jimin yang bersikap dingin dan memasang muka datar.Rachel tidak tahu harus menjawab apa pada jeslin.


"Maafkan kesalahan ku yang lalu,aku benar-benar menyesal."Seru jeslin tertunduk penuh penyesalan."Aku sadar cinta tidak bisa dipaksakan walau sekarang apapun usahaku."Jelas jeslin menunduk.


"Eonni."Rachel memeluk jeslin penuh haru.jauh dalam hatinya tidak menyimpan dendam sama sekali pada wanita yang pernah dikaguminya itu."Aku sudah melupakannya."Jawab Rachel tulus.


Jeslin tersenyum dan memeluk Rachel kembali."Pantas Jimin tergila-gila padamu,ternyata hati mu sangat baik."Puji jeslin dan itu benar adanya."Apa kita masih bisa bersahabat?."Tanya jeslin ragu-ragu.


"Tentu saja."Jawab Rachel dan keduanya pun tertawa bahagia sembari melihat kearah Jimin.


"Jangan memandangiku seperti itu."Jimin berucap dengan datar.


"Sayang kau terlihat lucu."Rachel mencubit pipi Jimin gemas.Jeslin ikut tertawa melihat keduanya Rachel menggoda Jimin dan mbuat pria dingin itu tersenyum.


"Oh..aku hampir lupa,ini."Jeslin membuka tas dan memberikan kartu undangan pada Rachel.Aku akan menikah bulan depan,datanglah."


"Eonni."Mata Rachel membola membaca undangan pernikahan jeslin."우리는 확실히 올 것이다 (uri neun hwak silhi ulgeoida \=Kami pasti datang)."

__ADS_1


__ADS_2