
Pagi ini Rachel dan Jimin berangkat dengan
mobil yang sama dengan alasan kalau supir
yang biasa mengantar Rachel sedang ada
urusan.sepajang perjalanan pula Rachel
tidak di bolehkan duduk disebelah pria itu
melainkan duduk di pangkuan jimin. dengan
segala aktivitas Jimin yang membuat Rachel
melayangkan pukulan ditangan Jimin.
"Sayang kakiku pegal duduk seperti
ini."keluhnya pada jimin.rasanya Rachel ingin
mencuci otak pria itu dengan deterjen
penghilang otak kotor.
"Kalau begitu tidur di pangkuanku saja". seru
Jimin dengan terus melancarkan ciuman di
punggung leher Rachel.
"Malu dilihat Natan dan pak'choi".protes
Rachel kembali.
"Mereka tidak akan lihat".memang benar
mobil super canggih itu tertutupi sebuah
kaca gelap antara kursi depan dengan kursi
tempat mereka duduk."Lagian kalau mereka
lihat juga tidak masalah."
"Ngak masalah?, otak kamu itu yang
masalah."geram Rachel dalam
hatinya."sayang."menutup mulutnya yang
tiba-tiba saja mengeluarkan suara laknat
karena sentuhan Jimin dilehernya.
Jimin tersenyum kemenangan karena
berhasil membuat wanitanya men*d*sah
menikmati sentuhannya."Tidak usah bekerja
bagaimana?."tawaran Jimin langsung ditolak
Rachel dengan gelengan kepala membuat
Jimin tertawa melihat penolakan Rachel
yang menggemaskan dimatanya.
Dengan cepat Rachel keluar dari mobil begitu
mobil berhenti didekat cafe.Rachel tidak
menghiraukan panggilan Jimin yang terus
menghubunginya melalui ponsel.
"Berani sekali dia mengabaikan ku."geram
Jimin melihat Rachel yang berlari masuk
kedalam cafe.rasanya Jimin ingin mengejar
tapi Jimin tidak ingin membuat Rachel
menjadi bulan-bulanan para pencari berita.
Kini dia hanya memandangi foto Rachel yang
sedang tertidur dengan mulut terbuka di
layar ponsel miliknya."yaaa..tidur saja
menggemaskan sekali!."Jimin mencium
ponselnya dengan wallpaper wajah rachel
yang diambilnya ketika mereka tinggal di
apartemen.
"Ya ampun tuan kendalikan diri anda."gerutu
Natan yang melihat Jimin senyum-senyum
sendiri memandangi ponsel.
Begitulah kelakuan Jimin sejak Rachel
mengisi hari-harinya.hal yang dulunya tidak
pernah dilakukan kini berbalik.seperti saat
memasuki perusahaan dimana Jimin
membalas sapaan dari karyawan dengan
senyuman tipis.berbeda dulu Jimin selalu
memasang wajah datarnya dan jangan
lupakan aura dingin dari sikapnya melewati
semua karyawan.
"Tuan pagi ini meeting dengan perusahan hilton.siang nanti pertemuan dan makan
siang di hotel red garden.'natan membacakan
jadwal Jimin hari ini.
__ADS_1
"Baik,periksa semua proposal dari. mereka,saya tidak ingin ada kesalahan."seru
Jimin.
"Baik tuan semuanya sudah beres."Natan
selalu melakukan tanpa menunggu Jimin
memerintahkannya.iti sebabnya Jimin
sangat mempercayai Natan,selain cekatan
Natan juga memiliki kecerdasan Setara Jimin.
Sementara Rachel kini tengah disidang yuri ,
Shane dan Naira karena menghilang selama
tiga hari tanpa kabar.
Lama mereka saling mengarahkan
pandangannya pada Rachel menunggu
penjelasan kenapa Rachel meninggalkan
pesta begitu saja.
"Apa kau akan tetap diam seperti ini?."geram
Yuri yang sejak tadi menunggu namun
Rachel tidak membuka suara.
"Kenapa asisten tuan Jimin yang mengambil
barang mu pada Naira!."Shane juga ikut
bersuara."Apa kau punya masalah dengan
tuan Jimin?."Shane khawatir kejadian tempo
hari saat Rachel tidak sengaja terjatuh
kepangkuan pria itu."Jangan diam saja, oppa
akan berusaha membantu menjelaskan pada
tuan Jimin."Shane memposisikan dirinya
sebagai Kakak yang baik seperti Yuri juga
sangat menyayangi Rachel dan Naira.
"Eonni, oppa saya tidak tahu harus memulai
dari mana?."Rachel menunduk rasanya tidak
ingin membagi rasa pahit dalam hidupnya
kini.
"Kalau kamu tidak mau cerita jangan memanggilku eonni lagi " kesal yuri.
"Oppa juga tidak akan menganggap mu
sebagai adik lagi."ancam shane ikut-ikutan.
panjang dan menghembuskan."Ini semua
berawal dari Naira."menghunus
pandangannya kepada Naira.
"Naira." seru Shane dan Yuri kompak . Naira
pias ketika semua mata kini tertuju padanya.
rachel dan Naira mengangguk bersamaan.
"Naira berhutang pada seorang rentenir
dengan jumlah yang cukup banyak dan
melarikan diri". Rachel menceritakan kembali
apa yang alaminya setelah Naira pergi tanpa
memberitahu dirinya.
"Jadi kau yang membuat masalah".Yuri
memukuli bahu Naira dengan penuh
kesal."Sahabat macam apa kau ini?!."Yuri
tidak berhenti memukul bahu dan kepala
naira.yuri sangat kesal dengan tindakan
Naira yang membuat Rachel yang
menanggung perbuatannya.
Shane juga tidak kalah geram tapi tidak
mungkin baginya memukul seorang wanita
terlebih Naira dan Rachel sudah seperti
adiknya.
"Eonni sakit".Naira mengusap bahu dan
kepalanya yang terasa panas akibat
hantaman tangan Yuri sedangkan Rachel
tersenyum puas melihat sahabatnya itu
babak belur.
"Kau pantas mendapatkannya."bentak
Yuri."Beruntung Rachel tidak membalas
perbuatan mu dan lihat dia bahkan masih
mau bersahabat dengan mu,kau tau seperti
__ADS_1
apa hidupnya tinggal bersama dengan pria
itu?."kembali memukuli Naira secara
membabi buta, beruntung Shane dengan
cepat menahan Yuri yang ingin kembali
melayangkan pukulan kerah Naira kalau tidak
bisa dipastikan wajah Naira akan babak
belur kembali.
"Sayang Naira sudah meminta maaf dan
Rachel juga sudah memaafkan."Shane
memeluk mencoba menenangkan istrinya.
"Oppa Shane benar eonni saya sudah
melupakannya."sahut Rachel supaya Yuri
tidak lagi menghajar Naira dengan
pukulannya.
"Itu semua sudah berlalu". Rachel meyakinkan Yuri kalau sekarang dia baik-baik
saja.
"Kamu memang adik eonni yang paling cantik
dan paling baik".Yuri memeluk Rachel.
"Eonni aku juga adikmu."protes Naira yang
mendapat tatapan mematikan dari Yuri."lalu
apa hubungan mu dengan asisten tuan
tampan itu?Apa kalian pacaran
diam-diam?."pertanyaan Naira membuat
Rachel dan Yuri melayangkan pukulan di
bahunya."yaaa..aku hanya bertanya."Naira
mengusap bahunya.
"Apa benar kalian ada hubungan?."Yuri juga
berpikiran yang sama seperti Naira.
"Baiklah". dengan nada berat ."tapi ini tidak
boleh ada orang lain tau kecuali kita
berempat."Rachel harus memastikan agar
rahasianya tidak terbongkar pada orang
lain."tuan Jimin adalah suami saya."
"What."
Ketiga Manusia yang dihadapannya kompak
tidak hanya bersuara tapi juga wajah
keterkejutan mereka yang sama persis.
"Sssssttttt....". Rachel meletakkan jari telunjuk
dibibirnya dan melirik sekitar mereka aman
dari sorotan karyawan yang lain.ketiganya
juga menirukan gaya Rachel dan saling
menatap satu sama lain.
Aksi ketiganya mengundang rasa lucu yang
membuat Rachel mengulum
senyumnya.ingin rasanya tertawa kuat tapi
dia berusaha agar tidak mengundang
perhatian yang lainnya.
"Jadi tuan Jimin yang sudah memperkaos
kamu?."Naira berbicara pelan dengan posisi
jari tangan tetap dibibirnya.
"Perkaos itu apa?."tanya Yuri polos.medengar
pertanyaan polos Yuri. Naira dan Rachel tidak
lagi bisa menahan tawanya,rachel dan Naira
menutup mulut.
"Perkosa eonni."simulut tanpa filter membuka
suara, siapa lagi kalau bukan Naira.
"Kau diperkosa tuan Jimin?trus bagaimana rasanya?."mendengar ucapan istrinya membuat Shane bertidak cepat dengan menutup mulut istrinya.
"Sayang itu bukan diperkosa".sahut
Shane."Sudah semestinya suami istri
melakukannya."jawab Shane memandang
sejuta arti kearah Yuri.
"Sayang jangan kotori pikiran mereka".ancam
Yuri melihat gelagat Shane seperti ingin
membocorkan sesuatu."jatah mu aku
kurangi."sontak Shane melambaikan
__ADS_1
tangannya takut pada ancaman Yuri.