Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Kembali bekerja ep47.


__ADS_3

Pagi ini Rachel dan Jimin berangkat dengan


mobil yang sama dengan alasan kalau supir


yang biasa mengantar Rachel sedang ada


urusan.sepajang perjalanan pula Rachel


tidak di bolehkan duduk disebelah pria itu


melainkan duduk di pangkuan jimin. dengan


segala aktivitas Jimin yang membuat Rachel


melayangkan pukulan ditangan Jimin.


"Sayang kakiku pegal duduk seperti


ini."keluhnya pada jimin.rasanya Rachel ingin


mencuci otak pria itu dengan deterjen


penghilang otak kotor.


"Kalau begitu tidur di pangkuanku saja". seru


Jimin dengan terus melancarkan ciuman di


punggung leher Rachel.


"Malu dilihat Natan dan pak'choi".protes


Rachel kembali.


"Mereka tidak akan lihat".memang benar


mobil super canggih itu tertutupi sebuah


kaca gelap antara kursi depan dengan kursi


tempat mereka duduk."Lagian kalau mereka


lihat juga tidak masalah."


"Ngak masalah?, otak kamu itu yang


masalah."geram Rachel dalam


hatinya."sayang."menutup mulutnya yang


tiba-tiba saja mengeluarkan suara laknat


karena sentuhan Jimin dilehernya.


Jimin tersenyum kemenangan karena


berhasil membuat wanitanya men*d*sah


menikmati sentuhannya."Tidak usah bekerja


bagaimana?."tawaran Jimin langsung ditolak


Rachel dengan gelengan kepala membuat


Jimin tertawa melihat penolakan Rachel


yang menggemaskan dimatanya.


Dengan cepat Rachel keluar dari mobil begitu


mobil berhenti didekat cafe.Rachel tidak


menghiraukan panggilan Jimin yang terus


menghubunginya melalui ponsel.


"Berani sekali dia mengabaikan ku."geram


Jimin melihat Rachel yang berlari masuk


kedalam cafe.rasanya Jimin ingin mengejar


tapi Jimin tidak ingin membuat Rachel


menjadi bulan-bulanan para pencari berita.


Kini dia hanya memandangi foto Rachel yang


sedang tertidur dengan mulut terbuka di


layar ponsel miliknya."yaaa..tidur saja


menggemaskan sekali!."Jimin mencium


ponselnya dengan wallpaper wajah rachel


yang diambilnya ketika mereka tinggal di


apartemen.


"Ya ampun tuan kendalikan diri anda."gerutu


Natan yang melihat Jimin senyum-senyum


sendiri memandangi ponsel.


Begitulah kelakuan Jimin sejak Rachel


mengisi hari-harinya.hal yang dulunya tidak


pernah dilakukan kini berbalik.seperti saat


memasuki perusahaan dimana Jimin


membalas sapaan dari karyawan dengan


senyuman tipis.berbeda dulu Jimin selalu


memasang wajah datarnya dan jangan


lupakan aura dingin dari sikapnya melewati


semua karyawan.


"Tuan pagi ini meeting dengan perusahan hilton.siang nanti pertemuan dan makan


siang di hotel red garden.'natan membacakan


jadwal Jimin hari ini.

__ADS_1


"Baik,periksa semua proposal dari. mereka,saya tidak ingin ada kesalahan."seru


Jimin.


"Baik tuan semuanya sudah beres."Natan


selalu melakukan tanpa menunggu Jimin


memerintahkannya.iti sebabnya Jimin


sangat mempercayai Natan,selain cekatan


Natan juga memiliki kecerdasan Setara Jimin.


Sementara Rachel kini tengah disidang yuri ,


Shane dan Naira karena menghilang selama


tiga hari tanpa kabar.


Lama mereka saling mengarahkan


pandangannya pada Rachel menunggu


penjelasan kenapa Rachel meninggalkan


pesta begitu saja.


"Apa kau akan tetap diam seperti ini?."geram


Yuri yang sejak tadi menunggu namun


Rachel tidak membuka suara.


"Kenapa asisten tuan Jimin yang mengambil


barang mu pada Naira!."Shane juga ikut


bersuara."Apa kau punya masalah dengan


tuan Jimin?."Shane khawatir kejadian tempo


hari saat Rachel tidak sengaja terjatuh


kepangkuan pria itu."Jangan diam saja, oppa


akan berusaha membantu menjelaskan pada


tuan Jimin."Shane memposisikan dirinya


sebagai Kakak yang baik seperti Yuri juga


sangat menyayangi Rachel dan Naira.


"Eonni, oppa saya tidak tahu harus memulai


dari mana?."Rachel menunduk rasanya tidak


ingin membagi rasa pahit dalam hidupnya


kini.


"Kalau kamu tidak mau cerita jangan memanggilku eonni lagi " kesal yuri.


"Oppa juga tidak akan menganggap mu


sebagai adik lagi."ancam shane ikut-ikutan.


panjang dan menghembuskan."Ini semua


berawal dari Naira."menghunus


pandangannya kepada Naira.


"Naira." seru Shane dan Yuri kompak . Naira


pias ketika semua mata kini tertuju padanya.


rachel dan Naira mengangguk bersamaan.


"Naira berhutang pada seorang rentenir


dengan jumlah yang cukup banyak dan


melarikan diri". Rachel menceritakan kembali


apa yang alaminya setelah Naira pergi tanpa


memberitahu dirinya.


"Jadi kau yang membuat masalah".Yuri


memukuli bahu Naira dengan penuh


kesal."Sahabat macam apa kau ini?!."Yuri


tidak berhenti memukul bahu dan kepala


naira.yuri sangat kesal dengan tindakan


Naira yang membuat Rachel yang


menanggung perbuatannya.


Shane juga tidak kalah geram tapi tidak


mungkin baginya memukul seorang wanita


terlebih Naira dan Rachel sudah seperti


adiknya.


"Eonni sakit".Naira mengusap bahu dan


kepalanya yang terasa panas akibat


hantaman tangan Yuri sedangkan Rachel


tersenyum puas melihat sahabatnya itu


babak belur.


"Kau pantas mendapatkannya."bentak


Yuri."Beruntung Rachel tidak membalas


perbuatan mu dan lihat dia bahkan masih


mau bersahabat dengan mu,kau tau seperti

__ADS_1


apa hidupnya tinggal bersama dengan pria


itu?."kembali memukuli Naira secara


membabi buta, beruntung Shane dengan


cepat menahan Yuri yang ingin kembali


melayangkan pukulan kerah Naira kalau tidak


bisa dipastikan wajah Naira akan babak


belur kembali.


"Sayang Naira sudah meminta maaf dan


Rachel juga sudah memaafkan."Shane


memeluk mencoba menenangkan istrinya.


"Oppa Shane benar eonni saya sudah


melupakannya."sahut Rachel supaya Yuri


tidak lagi menghajar Naira dengan


pukulannya.


"Itu semua sudah berlalu". Rachel meyakinkan Yuri kalau sekarang dia baik-baik


saja.


"Kamu memang adik eonni yang paling cantik


dan paling baik".Yuri memeluk Rachel.


"Eonni aku juga adikmu."protes Naira yang


mendapat tatapan mematikan dari Yuri."lalu


apa hubungan mu dengan asisten tuan


tampan itu?Apa kalian pacaran


diam-diam?."pertanyaan Naira membuat


Rachel dan Yuri melayangkan pukulan di


bahunya."yaaa..aku hanya bertanya."Naira


mengusap bahunya.


"Apa benar kalian ada hubungan?."Yuri juga


berpikiran yang sama seperti Naira.


"Baiklah". dengan nada berat ."tapi ini tidak


boleh ada orang lain tau kecuali kita


berempat."Rachel harus memastikan agar


rahasianya tidak terbongkar pada orang


lain."tuan Jimin adalah suami saya."


"What."


Ketiga Manusia yang dihadapannya kompak


tidak hanya bersuara tapi juga wajah


keterkejutan mereka yang sama persis.


"Sssssttttt....". Rachel meletakkan jari telunjuk


dibibirnya dan melirik sekitar mereka aman


dari sorotan karyawan yang lain.ketiganya


juga menirukan gaya Rachel dan saling


menatap satu sama lain.


Aksi ketiganya mengundang rasa lucu yang


membuat Rachel mengulum


senyumnya.ingin rasanya tertawa kuat tapi


dia berusaha agar tidak mengundang


perhatian yang lainnya.


"Jadi tuan Jimin yang sudah memperkaos


kamu?."Naira berbicara pelan dengan posisi


jari tangan tetap dibibirnya.


"Perkaos itu apa?."tanya Yuri polos.medengar


pertanyaan polos Yuri. Naira dan Rachel tidak


lagi bisa menahan tawanya,rachel dan Naira


menutup mulut.


"Perkosa eonni."simulut tanpa filter membuka


suara, siapa lagi kalau bukan Naira.


"Kau diperkosa tuan Jimin?trus bagaimana rasanya?."mendengar ucapan istrinya membuat Shane bertidak cepat dengan menutup mulut istrinya.


"Sayang itu bukan diperkosa".sahut


Shane."Sudah semestinya suami istri


melakukannya."jawab Shane memandang


sejuta arti kearah Yuri.


"Sayang jangan kotori pikiran mereka".ancam


Yuri melihat gelagat Shane seperti ingin


membocorkan sesuatu."jatah mu aku


kurangi."sontak Shane melambaikan

__ADS_1


tangannya takut pada ancaman Yuri.


__ADS_2