
Tanpa sepengetahuan siapapun Rachel
meninggalkan rumah sesuai perintah
mommy alin."Selamat tinggal."rasa sedih
tidak bisa Rachel tutupi lagi ketika menatap
rumah yang telah memberikan banyak
kepahitan dan kebahagiaan dalam hidupnya.
"Kau sudah siap."tanya Naira yang datang
menjemput Rachel.naira tidak tega
membiarkan Rachel datang sendirian
ketempat tinggalnya dan memilih untuk
menjemput Rachel langsung."Ayo".Naira
menarik koper Rachel masuk kedalam taksi.
Sepanjang jalan keduanya diam, Naira juga
tidak ingin mengganggu Rachel dengan
pertanyaan sementara hatinya masih
sedih.hingga sampai dirumah kontrakan
Naira menyuruh Rachel segera beristirahat
tapi Rachel beralasan belum mengantuk.
"Kalau begitu ceritakan padaku."menarik
Rachel duduk dikursi.Naira juga
ingin tau apa yang membuat sahabatnya itu
begitu sedih."Pasti mereka sudah bersatu
kembali."tebak Naira,sudah tau kisah cinta
Jimin dan jeslin.Sampai akhirnya Rachel
mengangguk lalu memeluk Naira dengan
tangisan."Jangan bilang kau sudah mencintai
tuan tampan itu".tebak Naira.
"Aku mencintai pria yang tidak mungkin bisa
kumiliki". ucap Rachel mengakui
perasaannya disela-sela Isak
tangisnya."sakit... sakit sekali rasanya nai".
Rachel memukul dadanya.rasanya sangat
bodoh karena telah membiarkan pria itu
masuk dan kini memenuhi hatinya.
"Aku sudah menduganya". Naira mengusap
punggung Rachel untuk menenangkannya.
siapa yang bisa menolak pesona Jimin
seandainya Naira berada diposisi Rachel bisa
dipastikan dia juga jatuh hati pada pria yang
dimaksud sahabatnya itu."sekarang
bagaimana?."tanya Naira lagi.
"Aku tidak tau tapi yang pasti sudah saatnya
aku kembali, perjanjian dengan mommy alin
sudah berakhir."jawab Rachel pelan sambil
__ADS_1
sesenggukan.
"Jadi semuanya sudah berakhir ?".tanya
Naira tak percaya sahabatnya akan kembali
secepat ini."Rachel maaf ini semua karna
aku."teringat perbuatannya dahulu yang
membuat Rachel memilih jalan yang salah.
"hmm.."Rachel mengangguk lalu menatap Naira dengan senyuman."Aku lelah,aku istirahat dulu"serunya tidak mau membahas lebih lagi masa lalunya yang membuat hatinya akan bertambah sakit.
"Ya sudah kau istirahat."Naira membawa
Rachel masuk kedalam kamarnya."sepertinya
ponselmu berbunyi, kenapa tidak diangkat?".
Naira heran melihat Rachel yang enggan
menjawab panggilan dari ponselnya.
"Biarkan saja". Rachel merebahkan tubuhnya
diatas kasur mengabaikan panggilan Jimin
yang sudah puluhan kali menghubunginya
bahkan pesan pria itu tidak dibaca sama
sekali.walau keinginan itu ada tapi Rachel
berusaha keras agar tidak mendengar suara
pria yang selalu bisa menggoyahkan
imannya.
*
*
Di sebuah kamar hotel di pulau Jeju Jimin
mengotak-atik ponsel ditangan.Sekian
banyak pesan yang sudah dikirimnya tak
satupun dibalas Rachel bahkan panggilan
yang sudah puluhan kali tidak sekalipun
diangkat.
"Awas kau."geramnya berbicara pada Poto
Rachel."Kenapa begitu marah sampai tidak
mau mengangkat telepon dariku!." Membelai
foto Rachel yang tertidur pulas. rasa marah
dan rindu bersatu dalam pikirannya saat ini.
Kini rasa marah itu berganti menjadi khawatir
karena Jimin barusan menghubungi ajumma
agar Rachel mengangkat ponselnya.jawaban
ajumma membuat Jimin terkejut.Hatinya
tidak tenang karena Rachel tidak ada dikamar
dan ajumma juga sudah mencarinya di seisi
rumah dan tidak menemukan Rachel.
"Natan cepat kemari".Jimin segera
memanggil Natan ke kamarnya.
"Ada apa tuan memanggil saya."tanya Natan
yang datang secepat kilat begitu Jimin
__ADS_1
memanggil.
"Kamu urus proyek ini, saya harus kembali ke
Seoul segera dan lacak dimana istri saya
sekarang?."Jimin sudah tidak sabar ingin
kembali ke Seoul secepatnya.
"Tapi tuan besok pagi pembukaan Kim hotel
dan ini sudah tertunda beberapa bulan yang
lalu". ucapan Natan mendapat pukulan
mendadak mendarat diwajahnya.
"Saya tidak perduli".Jimin menghunus Natan
dengan tatapan tajamnya.Baginya
menemukan Rachel dan membawanya
pulang itu lebih penting dari apapun.
"Maaf tuan". Natan menunduk dan
membiarkan darah segar mengalir disudut
bibirnya."Saya akan melacak keberadaan
nona muda."dengan segera Natan melakukan
tugasnya."Tuan,nona muda berada dirumah
sahabatnya."lapor Natan setelah mengetahui
dari penjaga yang ditugaskan untuk
mengawasi Rachel.
"Berikan hukuman pada semua pengawal
yang bertugas menjaga istriku".tegas Jimin
tidak terbantahkan. Begitulah Jimin jika
seseorang sudah bisa masuk kedalam
hatinya maka dia akan menjaganya dengan
sepenuh hati."Perintahkan para pengawal
berjaga,kalau sampai mereka gagal nyawa
mereka akan jadi taruhannya."ancaman Jimin
tidak main-main terlihat sorot mata Jimin
menatap Natan dengan tajam sampai
membuat tangan kanannya itu bergidik ngeri.
"Baik tuan".Natan membungkuk dan langsung
menghubungi para pengawal yang sudah
ditugaskan.sampai didalam kamarnya Natan
baru bisa bernafas dengan tenang."Apa yang
membuat nona muda keluar dari
rumah?".Natan bertanya-tanya dalam hatinya
rasanya tidak mungkin nona mudanya keluar
rumah tanpa alasan."Segera cari tau apa
yang terjadi dan laporkan pada saya
secepatnya". Natan menghubungi seseorang
orang untuk menyelidiki penyebab Rachel
pergi meninggalkan rumah.
__ADS_1