Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep52.


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan siapapun Rachel


meninggalkan rumah sesuai perintah


mommy alin."Selamat tinggal."rasa sedih


tidak bisa Rachel tutupi lagi ketika menatap


rumah yang telah memberikan banyak


kepahitan dan kebahagiaan dalam hidupnya.


"Kau sudah siap."tanya Naira yang datang


menjemput Rachel.naira tidak tega


membiarkan Rachel datang sendirian


ketempat tinggalnya dan memilih untuk


menjemput Rachel langsung."Ayo".Naira


menarik koper Rachel masuk kedalam taksi.


Sepanjang jalan keduanya diam, Naira juga


tidak ingin mengganggu Rachel dengan


pertanyaan sementara hatinya masih


sedih.hingga sampai dirumah kontrakan


Naira menyuruh Rachel segera beristirahat


tapi Rachel beralasan belum mengantuk.


"Kalau begitu ceritakan padaku."menarik


Rachel duduk dikursi.Naira juga


ingin tau apa yang membuat sahabatnya itu


begitu sedih."Pasti mereka sudah bersatu


kembali."tebak Naira,sudah tau kisah cinta


Jimin dan jeslin.Sampai akhirnya Rachel


mengangguk lalu memeluk Naira dengan


tangisan."Jangan bilang kau sudah mencintai


tuan tampan itu".tebak Naira.


"Aku mencintai pria yang tidak mungkin bisa


kumiliki". ucap Rachel mengakui


perasaannya disela-sela Isak


tangisnya."sakit... sakit sekali rasanya nai".


Rachel memukul dadanya.rasanya sangat


bodoh karena telah membiarkan pria itu


masuk dan kini memenuhi hatinya.


"Aku sudah menduganya". Naira mengusap


punggung Rachel untuk menenangkannya.


siapa yang bisa menolak pesona Jimin


seandainya Naira berada diposisi Rachel bisa


dipastikan dia juga jatuh hati pada pria yang


dimaksud sahabatnya itu."sekarang


bagaimana?."tanya Naira lagi.


"Aku tidak tau tapi yang pasti sudah saatnya


aku kembali, perjanjian dengan mommy alin


sudah berakhir."jawab Rachel pelan sambil

__ADS_1


sesenggukan.


"Jadi semuanya sudah berakhir ?".tanya


Naira tak percaya sahabatnya akan kembali


secepat ini."Rachel maaf ini semua karna


aku."teringat perbuatannya dahulu yang


membuat Rachel memilih jalan yang salah.


"hmm.."Rachel mengangguk lalu menatap Naira dengan senyuman."Aku lelah,aku istirahat dulu"serunya tidak mau membahas lebih lagi masa lalunya yang membuat hatinya akan bertambah sakit.


"Ya sudah kau istirahat."Naira membawa


Rachel masuk kedalam kamarnya."sepertinya


ponselmu berbunyi, kenapa tidak diangkat?".


Naira heran melihat Rachel yang enggan


menjawab panggilan dari ponselnya.


"Biarkan saja". Rachel merebahkan tubuhnya


diatas kasur mengabaikan panggilan Jimin


yang sudah puluhan kali menghubunginya


bahkan pesan pria itu tidak dibaca sama


sekali.walau keinginan itu ada tapi Rachel


berusaha keras agar tidak mendengar suara


pria yang selalu bisa menggoyahkan


imannya.


*


*


Di sebuah kamar hotel di pulau Jeju Jimin


mengotak-atik ponsel ditangan.Sekian


banyak pesan yang sudah dikirimnya tak


satupun dibalas Rachel bahkan panggilan


yang sudah puluhan kali tidak sekalipun


diangkat.


"Awas kau."geramnya berbicara pada Poto


Rachel."Kenapa begitu marah sampai tidak


mau mengangkat telepon dariku!." Membelai


foto Rachel yang tertidur pulas. rasa marah


dan rindu bersatu dalam pikirannya saat ini.


Kini rasa marah itu berganti menjadi khawatir


karena Jimin barusan menghubungi ajumma


agar Rachel mengangkat ponselnya.jawaban


ajumma membuat Jimin terkejut.Hatinya


tidak tenang karena Rachel tidak ada dikamar


dan ajumma juga sudah mencarinya di seisi


rumah dan tidak menemukan Rachel.


"Natan cepat kemari".Jimin segera


memanggil Natan ke kamarnya.


"Ada apa tuan memanggil saya."tanya Natan


yang datang secepat kilat begitu Jimin

__ADS_1


memanggil.


"Kamu urus proyek ini, saya harus kembali ke


Seoul segera dan lacak dimana istri saya


sekarang?."Jimin sudah tidak sabar ingin


kembali ke Seoul secepatnya.


"Tapi tuan besok pagi pembukaan Kim hotel


dan ini sudah tertunda beberapa bulan yang


lalu". ucapan Natan mendapat pukulan


mendadak mendarat diwajahnya.


"Saya tidak perduli".Jimin menghunus Natan


dengan tatapan tajamnya.Baginya


menemukan Rachel dan membawanya


pulang itu lebih penting dari apapun.


"Maaf tuan". Natan menunduk dan


membiarkan darah segar mengalir disudut


bibirnya."Saya akan melacak keberadaan


nona muda."dengan segera Natan melakukan


tugasnya."Tuan,nona muda berada dirumah


sahabatnya."lapor Natan setelah mengetahui


dari penjaga yang ditugaskan untuk


mengawasi Rachel.


"Berikan hukuman pada semua pengawal


yang bertugas menjaga istriku".tegas Jimin


tidak terbantahkan. Begitulah Jimin jika


seseorang sudah bisa masuk kedalam


hatinya maka dia akan menjaganya dengan


sepenuh hati."Perintahkan para pengawal


berjaga,kalau sampai mereka gagal nyawa


mereka akan jadi taruhannya."ancaman Jimin


tidak main-main terlihat sorot mata Jimin


menatap Natan dengan tajam sampai


membuat tangan kanannya itu bergidik ngeri.


"Baik tuan".Natan membungkuk dan langsung


menghubungi para pengawal yang sudah


ditugaskan.sampai didalam kamarnya Natan


baru bisa bernafas dengan tenang."Apa yang


membuat nona muda keluar dari


rumah?".Natan bertanya-tanya dalam hatinya


rasanya tidak mungkin nona mudanya keluar


rumah tanpa alasan."Segera cari tau apa


yang terjadi dan laporkan pada saya


secepatnya". Natan menghubungi seseorang


orang untuk menyelidiki penyebab Rachel


pergi meninggalkan rumah.

__ADS_1


__ADS_2