JODOHKU ADIK KELAS

JODOHKU ADIK KELAS
JANJI DULU


__ADS_3

Flashback!


"Berapa lama sih kak nanti pendidikannya?" tanya Dana masih dengan raut muka yang sedih.


"3 Bulan Dan, setelah itu baru penempatan." Kak Wisnu mengelus kepala Dana. Mereka sedang menunggu kereta di stasiun. Dana terus menunduk sedih. Hatinya benar-benar tak rela melepaskan laki-laki di depannya itu pergi.


"Nanti, kalau aku sampai sana aku kabarin." Perempuan itu menatap lekat kakak kelasnya itu. Ia menghela nafas berat mendengar suara kereta yang telah datang. Pemberitahuan tentang kedatangan kereta dari stasiun membuat mereka berdua tak berbicara lagi.


"Aku harus masuk sekarang. Kamu pulangnya hati-hati ya?" kata kak Wisnu tersenyum. Dana hanya menagngguk mendengar ucapannya. Ia melihat kak Wisnu berjalan menuju pintu masuk.


"Kak?" kata Dana sedikit berteriak. Laki-laki itu menoleh kearah sumber suara.


"Aku bakal nyusul kakak kerja di Jakarta nanti, Aku janji!" kak Wisnu hanya tersenyum mendengar itu. Ia melambaikan tangan dan berjalan menuju pintu masuk. Tak lama, ia sudah menghilang di balik pintu stasiun.


Hari itu adalah terakhir kalinya ia bertemu dengan laki-laki itu. Dana tak pernah menemuinya lagi bahkan sampai ia lulus kuliah.


Flashback off!


......................


Dana bangun dengan semangat. Hari ini ia bahkan tak lupa untuk memasak sarapan. Biasanya, ia memilih untuk membeli makan pagi di kantin kantor ataupun memesannya secara online.


Dana memasak nasi goreng di dapur kost. Tak lupa ia membungkuskan nasi goreng itu untuk kak Lita teman kantornya.


Dana kembali ke kamarnya setelah selesai. Ia bersiap untuk berangkat ke kantor. Dilihatnya pesan dari seseorang yang tak ia kenal. Nomor baru yang tak ia simpan.


089678699088


Pagi, jangan lupa sarapan Dan,...


Wisnu √√


Dana sangat kaget melihat pesan itu. Sejak kapan kak Wisnu punya nomor telefonnya itu iapun tak tahu.


^^^Dana Pagi kak, kak Wisnu jangan lupa sarapan juga ya kak √√^^^


Dana berangakat ke kantor setelah itu. Sesampainya di kantor ia melihat HP nya kembali.


kak Wisnu Nanti makan siang dimana?√√


^^^Dana Belum tau kak, kenapa memangnya?√√^^^

__ADS_1


kak Wisnu. Makan di Latuna lagi yok? ada Ayam taliwang enak disana.√√


^^^Dana Boleh,√√^^^


kak Wisnu Oke, aku jemput nanti siang.√√


Dana tersenyum melihat pesan dari kak Wisnu. Ia meneruskan pekerjaannya itu. Baru kali ini setelah 1 tahun ia bekerja di tempat ini ada seseorang yang mengajaknya makan siang keluar. Dana biasanya hanya makan di kantin dengan kak Lita, atau ia akan keluar kantor untuk mencari nasi rames bersama dengan Kak Rindang.


"Dan, makan siang dimana hari ini?" tanya kak Lita padanya.


"Aku mau keluar kak," Dana masih sibuk mencari dompetnya di dalam tas.


"Tumben?" tanyanya mengerutkan dahi. Dana hanya tersenyum mendengar pertanyaan kak Lita.


"Duluan, bye!" katanya sedikit terburu-buru.


Dia melihat mobil Kak Wisnu yang sudah terparkir di basement kantor. Ia menghampirinya dan mengetok kaca mobilnya.


Kak Wisnu yang sedang bermain HP pun membuka pintu mobil itu.


"Lama ya, maaf ya?" kata Dana pada kak Wisnu.


Dana belum pernah ke tempat itu sebenarnya. Tempatnya memang sedikit jauh, namun ia hanya menurut mengikuti kak Wisnu. Dalam perjalanan, mereka banyak berbincang tentang masa lalu. Mereka sesekali tertawa mengingat kenangan yang ada.


Sesampainya di tempat itu, Mereka memesan menu yang sama. Ayam taliwang yang direkomendasikan kak Wisnu.


"Dan, aku mau tanya sesuatu boleh?" kata kak Wisnu membuka pembicaraan.


"Kenapa?"


"Kamu kerja di Jakarta emang kemauan kamu sendiri?" tanyanya mulai serius. Dana mengerutkan dahi tak mengerti dengan ucapan kakak kelasnya itu.


"Maksudnya? ya kemauan sendiri sih. Dulu om aku nyuruh magang di kantorku yang sekarang. Terus diangkat jadi pegawai tetap di sana. Yaudah, mau pindah juga malas nyari yang lain." Dana menejelaskan dengan santai.


"Owlh begitu."


"Nepatin janji sama seseorang juga sebenarnya." Perkataan Dana tersebut membuat Wisnu menetapnya kaget. Ia tak menyangka Dana menangkap maksud dari pertanyaannya. Ia juga tak menyangka Dana mengingat hal itu. Hal yang dijanjikannya beberapa tahun yang lalu.


"Kok diem? kenapa?" tanya Dana tersenyum.


"Boleh aku tanya lagi?" tanya kak Wisnu pada perempuan itu lagi.

__ADS_1


"Boleh, mau tanya 100 pertanyaan juga aku jawab." Dana mengaduk minuman yang dibawakan oleh waitters untuknya.


"Apa orang yang kamu tunggu aku?" pertanyaan kak Wisnu sedikit mengagetkan bagi Dana. Ia bingung apakah saat ini ia harus jujur pada laki-laki itu atau tidak. Jantungnya mulai berdetak tak beraturan. Wajahnya bersemu merah karena merasa malu.


"Kalau jawabannya iya bagaimana?" kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulutnya. Dana masih menunduk tak mau melihat ekspresi kak Wisnu. Ia tak mau menelan kekecewaan lagi.


"Syukurlah..." Jawaban kak Wisnu membuat Dana refleks menatapnya. Ia terlihat sangat kaget mendengar jawaban itu.


Kak Wisnu tersenyum melihat Dana yang masih terpaku menatapnya.


Tak lama, makanan yang mereka pesanpun datang. Mereka mengobrol tentang hal lain untuk menghilangkan rasa canggung diantara keduanya.


Setelah makan, Wisnu mengantar perempuan itu menuju kantornya.


"Lain kali, aku yang traktir." Kata Dana yang masih sibuk membereskan barang-barangnya. Ia tersenyum melihat Kak Wisnu. Kak Wisnu menagngguk tanda setuju.


"Kabarin kalau sudah di kantor." kata Dana dari luar mobil. Kak Wisnu lalu berpamitan dan pergi meninggalkan perempuan itu.


Dana segera masuk ke dalam kantornya. Ia sadar jika dirinya sudah pergi melewati batas waktu istirahat.


"Dari mana?" tanya kak Lita pada rekan kerjanya itu.


"Makan siang." Jawab Dana dengan tersenyum.


"Sama laki-laki yang waktu itu bawa rendang?" kak Lita tampak bersemangat mendengar ucapan Dana.


"Bukan kak, ih kak Lita ini. Memang dikira gak ada yang lain?" Kata Dana cemberut.


"Baru? siapa?" tanyanya penasaran.


"Ada deh..." Dana mengengir mengatakan itu pada kak Lita. Ia lalu melanjutkan pekerjaannya.


Hari itu sangat menyenangkan untuknya. Ia dan Kak Wisnu sudah semakin dekat. Kak Wisnu sering juga menelfonnya ketika malam.


Beberapa kali Wisnu mengajaknya makan siang. Sering kali kak Wisnu ingin menjemput perempuan itu agar berangkat ke kantor dengannya. Tapi Dana selalu menolak. Ia tak enak hati mengiyakan ajakan kak Wisnu karena ia tau jika kantor mereka berlawanan arah. Pastilah kak Wisnu akan terlambat jika ia menjemput Dana.


Hari ini, kak Wisnu dan Dana menonton film di bioskop. Dana sengaja memilih film action yang baru saja tayang di bioskop. Wisnu hanya mengikuti kemauan perempuan itu. Ia cukup senang bisa menonton bersama adik kelas yang sekarang duduk di sebalahnya.


Beberapa kali Wisnu memperhatikan Dana yang terlihat sangat ekspresif ketika menonton film. Ia bahkan lebih fokus memperhatikan perempuan itu dibanding film yang mereka tonton. Menurutnya, hal itu lebih menyenangkan untuknya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2