JODOHKU ADIK KELAS

JODOHKU ADIK KELAS
TEMU KELUARGA


__ADS_3

SUKSES CINTA


^^^DANA Assalamualaikum guys. Apakah minggu ini kalian pulang? √√^^^


FINA Waalaikumsalam. Iya nih, kumpul sabi sih. √√


PUTRI Uy... Gas! aku pulang Besok sih, masih di Semarang. Kupul gas lah! √√


^^^DANA Guys, aku mau ngundang kalian ke rumahku besok jam 10. Bismillah, aku mau lamaran besok. InsyaAllah juga Minggu ini langsung akad dulu. Kalau misal kalian bisa datang, datang ya? maaf aku baru ngasih kalian kabar soal ini. Doakan semoga acara lancar ya? √√^^^


PUTRI Hah? bercanda!√√


Putri memulai panggilan video group.


"Halo?" Dana mengangkat panggilan video dari Putri.


"Dana! gak lucu ya!" Putri meninggikan nada suaranya.


"Lucu apanya, aku gak ngelawak Putri," Dana masih mencoba menjawab sahabatnya itu dengan halus.


"Heh! apaan ini kok tiba-tiba nikah? Mana kak Wisnu?" Fina yang baru saja bergabung dengan panggilan video itu tanpa basa basi bertanya pada Dana.


Dana yang mendengar ucapan Fina lalu refleks menatap Awan yang masih menyetir di sampingnya. Ia sangat kaget karena Fina mengira dirinya akan menikah dengan Wisnu.


Dana lalu mencari headset yang ada di tas nya. Ia seakan tak ingin jika Awan mendengar percakapan mereka.


"Wait, aku cari headset." Dana tampak sedikit panik mengobrak-abrik tasnya. Dana lalu memakai headset itu. Awan masih diam menatap ke arah depan. Ia sebenarnya tau jika perempuan itu sedang salah tingkah karena perkataan temannya tadi.

__ADS_1


"Bukan sama itu Fin!" Dana sedikit berbisik bicara pada sahabatnya itu.


"Terus sama siapa?" Fina tampak keheranan karena ternyata dugaannya salah.


"Yang pernah aku ceritain dulu selain dia." Dana tampak gagap menjelaskan hal tersebut pada Fina.


"Apaan sih Dan, siapa?" Putri tampak sebal karena Dana seperti setengah-setengah menceritakan kepada mereka.


Mobil Awan kini berhenti di depan rumah Dana dan memarkirkan mobilnya. Laki-laki itu lalu mengambil handphone yang ada di tangan Dana.


"Halo kak, besok jangan lupa datang ya ke acara kami. Kami tunggu kedatangannya." Awan tersenyum menatap layar handphone Dana. Perempuan yang duduk di sebelahnya pun menutup mulutnya dengab kedua tangannya karena kaget. Hal tersebut juga dirasakan oleh Fina dan Putri. Keduanya tampak shock melihat seseorang yang menyapa mereka ternyata bukanlah kak Wisnu tapi laki-laki yang hanya mereka kenal dari cerita Dana 2 tahun yang lalu. Mereka berdua memang pernah melihat dan tahu tentang Awan, tapi mereka tak pernah mengenalnya secara langsung.


Awan lalu mengembalikan handphone itu ke Dana. Perempuan itu lalu menutup tefon itu dengan panik.


"Awan, kenapa kamu seperti itu sih? Mereka pasti kaget Wan!" Dana tampak kesal karena perilaku Awan yang menurutnya sedikit menyebalkan.


"Gak gitu juga..."


Tok, tok! Dari kaca mobil, ketiga adik Dana datang hendak membantu membawa barang belanjaannya. Tentu tak hanya Niko yang membantu, tapi juga kedua anak Tante Ari yang telah sampai ke rumah Dana.


Dana dan Awan lalu keluar dari mobil. Mereka lalu mengangkat barang belanjaan mereka ke dalam.


"Wih, calon pengantin memasuki ruangan." Tante yang melihat Dana dan Awan datang langsung menggoda ponakannya itu. Mama dan adik perempuan Dana pun tertawa mendengar gurauan dari tante Ari.


"Ih tante, apaan sih!" Dana masih mengangkat kantong keresek yang ada di tangannya.


"Kamu mau married mba?" Anak perempuan tante bertanya pada Dana dengan senyuman jahilnya.

__ADS_1


"Mending kamu bantuin bawa ini." Dana memberikan kantong plastik itu pada adiknya. Ia lalu kembali ke mobil Awan untuk mengambil belanjaan yang lain.


Setelah selesai, seluruh keluarga Dana menyiapkan makanan dan menatanya di dalam piring dan toples.


Keluarga itu lalu mengobrol dan bercanda tentang banyak hal. Tante dan mama juga memberi petuah pada Dana tentang pernikahan. Awan mengobrol dengan papa dan suami tante Ari. Disana juga ada adik Dana yang menyimak obrolan ketiga orabg dewasa itu. Terkadang Niko dan kedua adik sepupu Dana itu menimpali pembicaraan mereka.


22.30 WIB


Setelah cukup larut, Awan memilih untuk berpamitan dengan keluarga Dana.


"Aku pulang dulu ya?" Awan menyalami calon istrinya itu. Dana tersenyum dan mengangguk ke arah Awan. Ia mencium tangan Awan.


"Aduh, dunia milik berdua yang lain numpang. Gaib kita." Tante Ari menggoda keponakannya lagi. Beberapa keluarga Dana yang melihat otu pun tertawa.


"Ih tante, udah dong." Dana salah tingkah akibat ledekan dari tantenya itu. Awan tersenyum melihat Dana yang tampak malu.


"Hati-hati ya?" Dana mengantar Awan ke depan teras rumahnya. Ia lalu masuk ke dalam setelah melihat mobil Awan menghilang di ujung jalan.


***


Esok harinya, Om Iyan dan keluarganya serta kakek dan nenek Dana pun datang. Rumah itu tampak sangat ramai dipenuhi keluarga besar Dana. Karpet sudah dibentangkan mengisi ruang tamu, garasi, ruang tengah dan ruang makan Dana. Perempuan itu lalu membantu tante dan Mama menyiapkan makanan di atas meja. Mereka memang tak memasak makanan itu. Mama memesannya dari tempat lain sehingga mereka hanya tinggal menatanya di atas meja. Pukul 9, keluarga besar Dana dari papa pun datang. Rumah tampak lebih sesak dari sebelumnya. Adik Dana sampai mengungsi dj kamar karena hampir tak ada tempat untuk mereka. Putri dan Fina pun datang tepat waktu. Mereka langsung memeluk Dana dan mengucapkan selamat pada perempuan itu. Hari itu, Dana merasa sangat senang karena seluruh orang yang ia sayangi dapat berkumpul di rumahnya.


Setelah waktu menunjukkan pukul 10.30, keluarga besar Awanpun datang. Tampak 4 mobil berjejer di depan rumah Dana memenuhi jalan di depan. Mama sampai meminta izin pada pak RT untuk memakai lapangan yang tak jauh dari rumahnya untuk tempat parkir.


Seluruh keluarga dari kedua belah pihak sudah duduk di karpet yang telah disediakan pemilik rumah. Kakek Dana tampak membuka acara itu dengan kata sambutan. Setelah itu dilanjutkan dengan Awan yang mengutarakan niatnya untuk melamar Dana. Lamaran itupun diterima oleh keluarga Dana dengan baik. Mama lalu menangis haru ketika Dana menjawab lamaran dari Awan. Beberapa keluarga yang lainpun tampak khidmat mengikuti acara. Sahabat-sahabat Dana pun tau jika Dana telah menenukan orang yang tepat mengingat sikap Awan yang terlihat sangat menyayangi Dana.


Acara dilanjutkan dengan tukar cincin dan diikuti acara makan-makan. Awan kini tak lagi duduk berjauhan dengan Dsna. Ia kini duduk di sebelah perempuan itu. Dana menerima berbagai macam ucapan dari saudara mereka. Acara selanjutnya adalah pengumuman soal akad nikah yang akan dilaksanakan besok pagi pukul 10.00 Wib di pesantren Darul A'la yang ada di dekat rumah Awan. Keluarga sepakat melakukan itu untuk meminimalisir membeludaknya tamu yang hadir. Dana dan Awan memang mengundang benerapa lagi tamu yang akan mrnghadiri acara akad nikah mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2