JODOHKU ADIK KELAS

JODOHKU ADIK KELAS
KEPUTUSAN BERAT


__ADS_3

Malam harinya, ia makan malam dengan Wisnu. Dirinya di jemput oleh laki-laki itu di kostnya. Malam itu seperti hari yang istimewa bagi mereka berdua. Selama ini, Wisnu belum pernah mengajak Dana makan malam seperti ini. Dirinya memang sering makan bersama Wisnu. Tapi, itu hanya makan siang ataupun makan malam setelah mereka pulang dari kantor.


"Cantik," Kata Wisnu pada perempuan yang kini berdiri di depannya. Dana memakai dress berwarna biru tua dengan aksen kalung yang melingkar di lehernya. Ia mengenakan sepatu heels tak terlalu tinggi dan menenteng tas kecil yang hanya muat diisi handphone dan dompet kecil. Tampilannya yang polos justru membuatnya terlihat elegan.


Dana merasa bersyukur membeli baju yang ia kenakan tahun lalu. Ia membeli baju itu untuk acara makan malam dengan salah satu perusahaan saat pertama kali dirinya bekerja di kantornya sekarang. Setelah hampir 2 tahun baju itu tergantung di lemari, akhirnya wanita itu memakainya lagi.


Wanita itu berjalan masuk ke mobil Wisnu. Wisnu membukakan pintu mobil untuk Dana. Hal itu sontak membuat pipi perempuan yang ada di depannya bersemu merah.


Setibanya di tempat yang telah Wisnu pesan, Dana dan Wisnu duduk di sudut tempat itu. Wisnu ternyata telah memesan minuman kesukaan Dana. Ia juga telah memesan menu paling enak di tempat itu.


"Kali ini aku pesan makanan berbeda." Dana hanya tersenyum pada laki-laki itu. Dirinya benar-benar dihipnotis oleh sikap Wisnu padanya.


Mereka berdua lalu makan malam dan mengobrol beberapa hal. Pelayan di restaurant itu lalu memberikan makanan penutup untuk mereka berdua.


"Dan, aku mau bicara sesuatu denganmu."


Kak Wisnu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. Dana membelakakkan matanya melihat kotak merah yang diberikan Wisnu padanya.


"Apa ini?" tanya Dana pada laki-laki yang duduk di depannya.


"Aku beli ini 2 bulan yang lalu ketika kita pergi ke mall bersama." Dana mengerutkan dahi mendengar ucapan kak Wisnu. Ia membuka kotak merah itu. Di dalamnya terdapat kalung yang Dana lihat 2 bulan lalu. Dana tak menyangka akan mendapatkan kalung itu dari kak Wisnu. Dana tersenyum senang menerimanya.


"Sebenarnya aku ingin memberikan ini saat ulang tahunmu bulan depan. Tapi kuharap aku masih dapat memberikan ini padamu." Dana tak mengerti ucapan dari kak Wisnu.


"Ini mungkin hadiah terakhir yang bisa aku berikan untukmu Dan."


"Maksud kak Wisnu?" Dana masih tak mengerti ucapan kekasihnya itu.


"Aku ingin mengakhiri hubungan denganmu." Dana tampak kaget dan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Pikirannya masih mencerna karena hal itu sangat tak masuk ke logikanya. Ia bertanya-tanya mengapa kak Wisnu berkata hal seperti itu.


"Kenapa? aku salah apa kak?" Dana menatap Wisnu masih dengan tatapan bingung.


"Aku gak bisa bilang alasannya Dan." Senyuman wanita itu seketika berubah menjadi tatapan kecewa. Hal yang ia takutkan kembali terulang. Wisnu meninggalkannya tanpa alasan.


Hatinya yang telah terobati oleh kehadiran kak Wisnu lagi seketika hancur berkeping-keping. Sudah lama dirinya menyimpan hatinya hanya untuk Wisnu, ketika dirinya telah terbiasa dengan kesendirian, Wisnu datang menggoyahkan hatinya kembali. Membuka hati yang telah lama ia kunci. Namun sekarang, orang itu menghancurkannya sekali lagi. Orang yang sama yang telah menggoreskan luka pada perasaanya beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


"Kamu mempermainkan aku? Gak lucu kak!" Dana benar-benar merasa kecewa oleh perkataan Wisnu.


"Tidak Dan, Aku serius dengamu." Wisnu terlihat frustasi dan sedih akan keadaan yang sedang ia alami. Perempuan itu tersenyum getir melihat ke arah Wisnu. Dana pergi dari tempat itu. Wisnu lalu mengejar perempuan itu.


"Aku antar pulang." Wisnu mencegah perempuan itu pergi.


"Lepasin!"


"Dan?"


"Aku gak mau ketemu kamu lagi kak!" Dana menepis tangan kak Wisnu.


"Dana," Perempuan itu mulai menangis tersedu-sedu. Perempuan itu terus menjauh dari Wisnu.


"Kamu bohongi aku! kamu bilang kamu gak akan pernah pergi lagi. Kamu bilang kamu sayang sama aku? bohong kak! Breng*ek!" Dana masih berjalan menjauhi Wisnu. Perempuan itu mencari taxi yang lewat di pinggir jalan. Wisnu menyusul Dana untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi.


"Aku punya alasan sendiri Dana, dengerin aku dulu."


"Alasan apa?" Dana menatap kak Wisnu dengan kecewa."Kenapa diam?" Dana menahan rasa amarah dan kecewanya pada laki-laki didepannya. Hatinya seberti tercabik mendapati jika laki-laki itu mengajaknya ke tempat ini hanya ingin mengatakan kata pisah.


"Mama aku sakit Dan. Aku harus merawat mama." Wisnu masih mengejar Dana lagi.


"Itu tidak menjelaskan apapun kak, apa make sense kamu memutuskan hubungan ini karna mamamu sakit?"


"Dia ingin aku menikah dengan orang lain." Wisnu mulai menangis. "Maafkan aku Dan."


Seketika Dana menghentikan langkahnya. Ia berbalik menghadap Wisnu.


"Kenapa kamu gak bilang! Aku selalu cerita apapun masalah aku sama kamu kak, kenapa kamu gak bilang hal sepenting ini sama aku? Aku ini apa buat kamu?"


"Aku gak cinta sama perempuan itu. Dia sodara jauh mama Dan, Awalnya aku memang tak mau menikah dengan siapapun. Aku tak mau membebankan keluargaku pada orang lain. Kalau bukan karena mama, aku gak akan menikah Dan."


"Jadi untuk apa kita pacaran?" Dana semakin tak mengerti dengan ucapan kak Wisnu.


"Aku cinta sama kamu." Laki-laki itu memegang pundak perempuan yang ada di depannya. Hati Dana tambah sakit mendengar hal itu. Bagaimana mungkin laki-laki itu mengatakan hal yang menurutnya mustahil.

__ADS_1


"Aku gak paham sama jalan pikir kamu kak! Jadi ini alasan kamu gak mau ngenalin aku ke mama kamu?"


"Keluargaku rumit Dan, aku gak mau kamu menanggungnya juga." Laki-laki itu mencoba memberi pengertian pada Dana.


"Aku gak perduli serumit apapun keluarga kamu Nu! aku sama kamu, berarti aku siap menerima semua konsekuensinya. Karena aku sayang sama kamu. Apa kamu masih gak paham akan hal itu?" Dana menakan ucapannya. Mata Wisnu menatap sedih perempuan yang ada di depannya.


"Maafin aku Dan," Hanya kata itu yang terucap dari mulut Wisnu.


"Apa itu perempuan yang pernah aku lihat?" Wisnu menangguk menjawab pertanyaan Dana. Perempuan itu tak kuat menahan sedihnya. Ia terduduk di pinggir trotoar sambil manangis. Dirinya tak kuat lagi menatap laki-laki di depannya. Dana menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Wisnu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan perempuan itu.


"Maaf kalau aku melukaimu lagi."


"Gimana aku bisa memaafkan kamu kak?" Sekali lagi, Wisnu melukai perasaan Dana. Perempuan itu tak henti-hentinya menangis.


"Mungkin bener kata mama. Kamu memang gak benar-benar cinta sama aku." Dana memberanikan diri megatakan hal itu pada kak Wisnu.


"Aku cinta sama kamu."


"Kalau kamu cinta sama aku, kamu akan diskusiin ini sama aku bukan malah mutusin aku kayak gini kak. Selama ini aku selalu belain kamu di depan mama aku. Tapi kamu gimana? aku bela-belain dateng buat ketemu sama mama kamu, kamu bilang aku apa? Teman? Selama ini aku coba buat mengerti situasi kamu. Selama ini gak pernah sekalipun aku nuntut sama kamu. Aku selalu coba paham apa mau kamu kak. Aku nunggu kamu buat terbuka sama aku. Tapi ini yang kamu kasih ke aku? Aku ini kamu anggep apa?"


"Keluarga aku tak sebaik keluargamu Dan. Keluargaku bukan keluarga yang utuh."


"Hanya itu pembelaan kamu? Sekarang aku tanya sama kamu, apa ini alasan kamu pergi menghilang beberapa tahun lalu?" Wisnu hanya menunduk mendengar pertanyaan Dana.


"Kalau begitu, gak akan ada solusi untuk kita kak. Kamu selalu memutuskan semuanya sendiri."


"Dan,"


"Aku dapat jawaban atas semuanya kak." Dana mengelap air mata yang sedari tadi membanjiri pipinya.


"Kamu bilang kamu akan menikah untuk menuruti kemuan mama kamu? Lakukan kak, cari surga itu. Turuti kemauan mamamu. Aku juga akan mencari surgaku." Dana berdiri dan meninggalkan Wisnu yang masih tak berkutik. Dana menghadang taxi yang lewat. Hatinya teriris mendapati laki-laki itu harus pergi dari hidupnya sekali lagi. Tapi kali ini, bukan Wisnu yang meninggalkannya. Kali ini Dana yang melepaskan laki-laki itu.


Dana melepaskan cinta pertamanya. Cinta pertama yang membuatnya menutup hati rapat-rapat untuk laki-laki lain.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2