JODOHKU ADIK KELAS

JODOHKU ADIK KELAS
KUNJUNGAN MAMA


__ADS_3

Hari itu adalah hari libur untuk Dana. Minggu pagi ia benar-benar ingin menanyakan hal yang semalaman membuatnya gundah. Ia ingin menanyakan terkait status hubungannya dengan kak Wisnu. Dana ingin semuanya jelas agar hatinya lebih tenang.


Dana sengaja mengajak kak Wisnu untuk mencari sarapan pagi. Tak lama, kak Wisnu datang menjemput Dana. Pagi itu hujan turun cukup lebat. Mereka memutuskan untuk memesan makanan secara online dan memakannya di ruang tengah kost Dana. Hari itu kost memang sangat sepi mengingat hari libur biasanya anak kost sering pergi keluar atau pulang ke rumah mereka.


"Makanan datang," kata Dana sambil membawa beberapa bungkus plastik makanan. Kak Wisnu tampak tersenyum melihatnya. Mereka makan dengan sangat lahap mengingat sebelumnya cukup lama keudanya menunda makan karena berencana menunggu hujan reda. Walaupun mereka sebenarnya tak akan kehujanan karena memakai mobil, tapi Dana malas keluar karena jalan pasti akan macet jika banjir.


"Kak aku mau tanya sesuatu boleh?" Dana mencoba memberanikan diri membuka pembicaraan.


"Tanya apa?"


"Kita sebenarnya apa sih? maksudnya pacaran, temen atau kak Wisnu cuma nganggep aku adek?" Dana menatap mata kak Wisnu lekat. Ia benar-benar sudah siap dengan apapun jawaban dari laki-laki itu.


"Kamu maunya gimana? kalau aku ajak pacaran, memangnya kamu mau?" pertanyaan Kak Wisnu membuat Dana tak tau harus berkata apa. Ia ragu untuk menjawab. Tak mungkin ia langsung megiyakan jika kak Wisnu bertanya seperti itu.


"Ya, aku kan perempuan kak, kalau misalnya kak Wisnu mau serius ya ayo, kalau mau berteman ya gak papa. Maksud aku tanya sama kak Wisnu seperti itu, biar jelas aja."


Sebelum kak Wisnu menjawab, mereka mendengar suara dari luar. Dana penasaran dan menengok ke arah luar. Dilihatnya mama dan tante Hesti di sana. Dana sangat panik karena melihat keduanya datang tak memberi kabar.


"Ma, kok dateng tiba-tiba? gak ngabarin?" tanya Dana pada mamanya. Ia mencoba menutupi raut wajah kagetnya dan mencium tangan mamanya itu disusul Tante Hesti.


"Ya namanya juga kejutan. Awan yang punya ide tadi." Kata tante Hesti pada Dana. Dana melihat Awan tersenyum licik sambil berjalan ke arah mereka.


"Masuk ma, Dana lagi ada temen." Dana mencoba tenang menghadapi situasi.


"Tante," kak Wisnu bersalaman dengan mama dan tante Hesti dengan ramah. Ia sedikit terkejut melihat Awan. Dana tau dari raut wajahnya, kak Wisnu pasti bertanya-tanya mengapa Awan ada di sini.

__ADS_1


"Dana beli KF* tadi, mama sama tante Hesti sudah sarapan? kalau belum, Dana siapkan nasinya sebenatar." perempuan itu lalu dengann cekatan menyiapkan hidangan untuk sarapan. Tak lupa ia memesan beberapa lauk lagi untuk berjaga-jaga jika tante Hesti dak menyukai menu yang ia sediakan.


"Teman kantor Dana?" tanya mama pada kak Wisnu.


"Teman SMA tante, saya satu kelas dengan Sad dulu." Kak Wisnu mencoba ramah pada mereka.


"Kalian, pacaran?" tanya tante Hesti spontan. Dana hanya menunduk berharap jika kak Wisnu tak berkata macam-macam saat itu.


Tanpa diduga dan di sangka-sangka kak Wisnu menggenggam tangan Dana. Jantung perempuan itu yang sedari tadi sudah berdetak kencang sekarang sudah pecah karena tingkah kak Wisnu.


"Iya tante." Dana dengan kaget menengok ke arah laki-laki itu. Awan yang dari tadi hanya diam tiba-tiba tersenyum licik mendengar hal itu. Tante Hesti terlihat bingung dan sedikit kecewa mendengar kata-kata kak Wisnu.


Mama juga sama. Ia tak kalah kaget mendengar perkataan kak Wisnu.


"Oh..." kata tante Hesti. Setelah percakapan tadi, seketika suasana hening. Dana mengambil makanan yang telah dipesannya. Ia lalu menyajikannya di atas meja. Setelah sarapan itu, Awan dan Tante Hesti pamit untuk pergi. Kak Wisnu juga pamit untuk pulang tak lama dari saat mereka pergi.


Plak! mama memukul punggung Dana dengan keras.


"Kamu ini apa-apaan? kenapa gak bilang sama mama kalau sudah punya pacar? mama jadi gak enak kan sama tante Hesti kalau begini." Kata mama marah pada Dana.


"Ma, aku sama Kak Wisnu baru saja dekat. Aku juga tak tau kalau kak Wisnu akan berbicara seperti itu. Lagian mama kenapa datang gak bilang- bilang sih?"


"Kenapa kamu bawa laki-laki masuk ke kost? mau ditaruh dimana muka mama nduk! berapa kali dia masuk ke sini? laki-laki gak bener! beraninya dia masuk ke kost perempuan."


"Mama apaan sih? aku ketemu kak Wisnu di ruang tengah ma, bukan di kamar. Dia baru sekali juga datang ke sini. Kalau gak karena hujan, kami pasti sudah sarapan di luar. Lagian, ini pasti kerjaan Awan. Asal mama tau, Awan sudah punya pacar. Laki-laki yang kata mama baik itu, sudah punya pacar ma! jadi jangan pernah mama jelek-jelekin kak Wisnu kaya gitu."

__ADS_1


Dana yang marah pun pergi ke luar kamarnya.


"Mau kemana kamu!"


Dana tak menjawab kata-kata mamanya. Ia lalu menghubungi kak Wisnu. Telfonnya sama sekali tak diangkat. Dana berjalan keluar gerbang. Dilihatnya mobil kak Wisnu masih terparkir di sana.


Kak Wisnu cukup kaget melihat Dana yang basah kuyup karena hujan. Ia berlari keluar dan memayunginya. Kak Wisnu menarik Dana untuk masuk ke mobilnya.


"Kenapa mama gak percaya sama aku? Aku kesal kak," Dana hanya menangis. Wisnu memeluk perempuan itu tanpa berbicara sepatah katapun padanya. Dirinya benar- benar dibuat bingung atas apa yang terjadi.


Wisnu memang tak langsung pergi dari tempat itu. Pikirannya masih berkutat memikirkan siapa sebenarnya laki-laki yang datang tadi. Ia tau jika itu adalah adik kelasnya dulu. Meskipun Wisnu tak begitu mengenal laki-laki itu. Ia terus memikirkan apa hubungan Dana dengan laki-laki itu. Sedikit banyak ia paham akan situasinya setelah melihat ekspresi mama dari adik tingkatnya itu.


"Dia Awan, aku dijodohkan dengannya 2 tahun lalu. Tapi aku selalu menolaknya." Perkataan Dana benar-benar membuatnya sedikit marah. Ia marah karena Dana tak menceritakan masalah ini padanya. Ia juga marah karena Dana menghadapi semua ini karenanya. Karena ia meninggalkannya tanpa memberikan kabar apapun pada perempuan itu.


"Kenapa kamu gak bilang Dan?"


"Karena kamu gak ngasih kepastian sama aku kak, aku bahkan gak tau hubungan kita sebenarnya bagaimana. Gimana aku bisa cerita hal ini sama kamu?"


"Maaf,"


"Sudahlah, tapi asal kamu tau, aku gak pernah suka sama dia. Orang yang aku tunggu selama ini cuma kamu. Lagian Awan juga sudah punya pacar, jadi gak ada alasan apapun untuk menjodohkan aku dengannya lagi." Kata Dana mengusap air matanya. Ia benar-benar merasa kacau saat itu. Ia kecewa mama menuduhnya macam-macam. Ia juga kecewa dengan sikap mama yang lebih membela Awan daripada dirinya yang merupakan anaknya sendiri.


Hari itu adalah hari yang sangat kacau. Hanya 1 hal baik yang ia ambil. Hari itu, ia telah memastikan perasaan kak Wisnu padanya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2