
Bisma bergegas untuk bertemu dengan Adele, tentu saja setelah menitip Ara dengan Ujang. Ia merasa tidak enak, jika harus meninggalkan Ara seperti ini, tetapi ia harus segera bertemu dengan Adele.
Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, Bisma pun sampai di taman dekat rumahnya. Ia sampai tidak sempat mandi, karena sudah terlalu tergesa-gesa untuk menemui Adele.
Bisma pun menuruni mobilnya, dan melihat Adele yang sudah menunggunya di sana. Hal itu membuat hatinya tidak tenang, dan merasa gelisah, entah apa yang harus ia lakukan saat pertama kali bertemu dengan Adele.
Bisma menghela napasnya panjang, “Kenapa malah jadi resah begini?” gumamnya, yang sebenarnya tidak siap bertemu dengan Adele.
Karena tidak ingin membuat Adele menunggu lebih lama, Bisma pun akhirnya keluar dari mobilnya. Ia memandang ke arah Adele yang mengenakan maxy dress berwarna kuning, lengkap dengan japit rambut dengan warna senada.
Adele terlihat sangat cantik saat ini, ketika ia bertemu dengan Adele lagi.
‘Dia sudah terlihat sangat cantik, hanya dalam waktu 3 bulan tidak bertemu,’ batin Bisma, heran dengan perubahan yang terjadi pada Adele.
Dilangkahkan kakinya ke arah Adele, yang saat ini sedang menunggu kedatangannya di taman. Pandangan Adele tertuju pada Bisma, saat Bisma sudah berada di hadapannya.
“Bisma, how are you?” tanya Adele, dengan logat bahasa Inggris aksen Amerika, yang ia kuasai selama berada 3 bulan di sana.
Bisma memandangnya dengan datar, “Gue baik-baik aja, sangat baik malah,” jawabnya ketus, membuat Adele tersenyum mendengarnya.
“Syukurlah kalau lo baik. Gue kira ... lo bakalan gak baik tanpa adanya gue di sisi lo,” gumam Adele, dengan pandangannya yang sudah lebih dulu ia tundukkan ke arah rerumputan taman.
__ADS_1
Bisma menghela napasnya dengan panjang, “Gue gak punya banyak waktu. Kalau gak penting-penting banget, jangan hubungin gue dan minta ketemu sama gue,” ujarnya ketus, Adele pun memandangnya dengan sinis.
“Bisma, bisa sopan sedikit gak sama cewek?” tanya Adele, membuat Bisma semakin memandangnya dengan sinis.
“Gue bisa sopan, sama orang yang baik sama gue. Kalau untuk lo, kenapa gue harus sopan segala? Lo udah nyakitin gue, dan malah milih Reza,” ujar Bisma ketus, membuat Adele menghela napasnya dengan panjang.
“Sudahlah, gue gak mau bahas masa lalu,” ujar Adele, Bisma pun menghela napasnya juga.
Bisma duduk di samping Adele, dan memandang ke arah hadapannya. “Ada apa lo minta ketemu sama gue?” tanyanya dingin.
“Gue cuma rindu,” jawab Adele yang tidak masuk nalar Bisma.
Bisma memandang sinis ke arah Adele, “Apa lo bilang? Rindu? Memangnya lo Milea?” tanyanya sinis, membuat Adele merasa sedikit kesal mendengarnya.
Bisma menghela napasnya dengan panjang, “Masih gak habis pikir gue. Kenapa lo tiba-tiba ngilang ke Amerika, terus lo tiba-tiba balik lagi dan bilang rindu ke gue? Kenapa saat di Amerika malah lo blok semua sosmed gue? Kenapa kalau rindu, lo gak coba hubungin gue duluan?” tanya Bisma, kesal dengan apa yang terjadi di antara mereka.
Adele mulai resah, karena semua yang Bisma katakan memanglah benar adanya. Ia memblokir semua akses yang berhubungan dengan Bisma. Bahkan ia meminta teman-temannya, agar tidak memberikan informasi apa pun mengenai dirinya.
“Gue hilaf, Bisma. Gue ngelakuin itu semua, karena gue udah malu sama lo. Gue udah ngejar lo, dan saat gue udah dapetin lo, gue malah nerima cinta Reza. Gak nyangka, Reza malah mutusin gue, setelah gue udah putusin lo. Gue udah terlalu malu sama lo, dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke Amerika. Gue juga blokir semua sosmed lo, karena gue malu sama semua yang udah terjadi di antara kita,” ujar Adele menjelaskan, membuat Bisma menyunggingkan senyumannya di hadapan Adele.
“Huh, setelah apa yang udah lo lakuin ke gue, lo cuma bilang hilaf? Enak bener hidup lo!” gumam Bisma ketus, Adele pun merasa sangat sendu mendengarnya.
__ADS_1
“Maafin gue, Bis. Sekarang gue udah sadar, dan gue gak mau kejadiannya sama seperti dulu. Gue mau kita sama-sama lagi kayak dulu,” ujar Adele, Bisma memandangnya dengan tatapan yang menyeleneh.
“Hah mau sama-sama lagi bareng gue? Lo aja kemarin ketemu sama Reza, ngapain juga lo ngajak gue balikan? Ajak aja si Reza balikan, kenapa harus gue?” ketus Bisma lagi, Adele semakin tidak keruan saja saat ini.
“Gue hanya ingin berjumpa kawan lama, gak lebih. Gue emang suka sama Reza, tapi gue sadar diri kalau Reza gak suka sama gue, dan cuma anggap gue sebagai sampah aja,” ujar Adele seperti sedang merengek di hadapan Bisma.
Bisma menyunggingkan senyumnya sembari mengalihkan pandangannya dari Adele. “Huh, memang benar lo itu sampah,” gumamnya, sontak membuat Adele merasa kesal mendengarnya.
Walaupun Adele merasa kesal, ia tidak bisa mengatakan apa pun di hadapan Bisma. Itu semua karena ia merasa sangat sedih, karena Bisma sudah bersikap kasar terhadapnya, berbeda dari saat pertama kali mereka menjalin hubungan bersama.
“Oh ya, gue denger ... lo punya adik tiri?” tanya Adele, membuat Bisma menoleh ke arah Adele dengan segera.
“Ya, gue punya adik tiri. Namanya Ara. Dia tinggal di desa, dan baru-baru ini bokap gue narik dia untuk tinggal bareng sama gue,” ujar Bisma yang menjelaskan tentang Ara.
Entah mengapa, hal-hal yang menyangkut tentang Ara, Bisma selalu tidak tahan untuk mengatakannya pada orang yang bertanya. Hal itu karena Bisma yang tidak bisa berhenti memikirkan tentang Ara, yang terus memenuhi kepalanya saat ini.
“Kenapa dia tinggal sama lo?” tanya Adele.
“Karena dia gak mungkin ikut bokap gue. Bokap gue juga gak mungkin kasih dia rumah sendiri, karena dia masih baru tinggal di kota. Masih perlu banyak bimbingan dan gue harus bisa bimbing dia,” jawab Bisma, membuat Adele mengangguk kecil mendengarnya.
“Lalu, bagaimana hubungan lo sama Gladis? Gue denger dari cerita Gladis, kalian makin hari makin dekat. Sudah sampai tahap mana kalian menjalin hubungan?” tanya Adele dengan datar, Bisma menghela napasnya dengan panjang.
__ADS_1
“Gue gak pacaran sama Gladis, cuma dekat aja. Awalnya gue deketin dia karena gue mau cari informasi tentang lo, yang udah menghilang ditelan bumi. Tapi lama-lama, Gladis malah nyosor gue terus, dan merasa sangat memiliki gue. Dia ngelabrak semua gadis yang deket sama gue, terutama Ara yang memang tinggal bareng sama gue. Tapi dia gak ngelabrak Ara sih, cuma si Fla yang ngelabrak dan terus jahatin Ara di kelas. Awalnya gue gak mau kasih tahu tentang hubungan gue sama Ara, karena gue gak mau mereka tau soal ini. Ternyata, semua itu bikin dia dalam masalah. Karena penampilannya yang kampungan, Ara jadi diledek terus, terutama sama Fla. Gue jadi kasih tahu semuanya ke Gladis, dan bilang jangan sampai Fla nyentuh Ara lagi,” papar Bisma, menjelaskan panjang lebar mengenai hal ini.