Kakak Biologis Love Story

Kakak Biologis Love Story
Harus Menjelaskan


__ADS_3

Reza bingung dengan apa yang Morgan katakan, karena ia baginya apa yang Morgan katakan tidak seperti yang Morgan bayangkan.


Tak hanya Reza yang merasa resah, Adele pun merasakan hal yang sama dengan yang Reza rasakan. Hal itu membuat hatinya tak kuasa, karena sangat takut jika karena kejadian ini, membuatnya gagal menikah dengan Bisma.


“Gan, ini beneran bukan seperti yang lo bayangkan, kok! Ini semua karena sebagai tanda perpisahan aja gue sama Reza. Gue gak akan pernah ketemu lagi sama Reza, karena gue mau fokus ke Bisma. Ini semua gak seperti yang lo pikirin,” ujar Adele, berusaha untuk membela dirinya dan juga Reza di hadapan Morgan.


Morgan memandang datar ke arah mereka, “Gue gak peduli,” ujarnya ketus.


Adele resah, dan terus menghela napasnya dengan panjang. “Gan ... jangan gitu, dong! Tolong kasih tau Ara, supaya dia gak kasih tau hal ini ke Bisma. Gue gak mau hanya karena masalah ini, gue sampai gagal nikah dengan Bisma. Tolongin gue, Gan ....”


Morgan memandangnya dengan dingin, “Silakan minta tolong rumput yang bergoyang,” ujarnya, yang lalu segera pergi dari hadapan mereka.


Adele kesal melihat sikap Morgan, yang sejak dulu tidak pernah berubah. “Morgan!” pekiknya, tetapi Morgan tidak mengentikan langkahnya.


Morgan kembali ke mobilnya, untuk segera kembali ke rumah Ara. Ia harus menenangkan Ara, karena saat ini Ara pastinya sedang tidak keruan.


BRAK!


Morgan menutup pintu mobilnya, lalu dengan cepat mengemudikan mobilnya untuk sampai di rumah Ara.


Sepanjang jalan ia telusuri, Ara sudah tidak ada di sekitar jalanan. Hal itu membuat Morgan heran, karena langkah kaki Ara yang sangat cepat sampai tiba-tiba saja sudah menghilang dari sana.


“Cepat juga larinya,” gumam Morgan, yang tidak menyangka kalau Ara akan secepat ini lari dari sana.

__ADS_1


Morgan tiba di rumah Ara, dan memarkirkan mobilnya di depan pintu masuk rumah Ara. Ia tidak langsung turun, dan malah membuka handphone-nya untuk menghubungi seseorang.


Ya, orang itu adalah Bisma. Ia harus menghubungi Bisma, karena hanya dia yang memiliki wewenang untuk memberitahukan hal ini kepada Ara.


Beberapa saat menunggu, sambungan telepon pun terhubung. Morgan terdiam sejenak dan memastikan keadaan Bisma sedang baik-baik saja atau tidak.


“Bis, lagi di mana?” tanya Morgan.


“Lagi sama nyokap,” jawab Bisma dengan suara yang bindeng. “Ada apa, Gan?” tanyanya.


Morgan menghela napasnya dengan panjang, “Bisa bicara bentar?” tanyanya.


“Sebentar ya,” ujar Bisma.


Di sana, Bisma yang mendengar ucapan Morgan pun langsung keluar dari ruangan ibunya. Bisma menuju ke arah taman yang berada di rumah sakit jiwa, dan segera duduk di kursi taman tersebut.


“Bis, Ara ... udah tau kalau lo akan segera menikah dengan Adele,” ujar Morgan, sontak membuat Bisma mendelik kaget mendengarnya.


“Apa?” pekik Bisma. “Gimana bisa?” tanya Bisma, tak habis pikir dengan apa yang Morgan katakan.


Tangannya meremas rambutnya, saking bingungnya ia menghadapi Ara yang sudah tahu akan hal ini. Ia sengaja bermain cantik, dengan tidak memberitahu Ara mengenai hal ini. Ia rasa akan sulit memberitahukan pada Ara, karena dirinya yang masih menyukai Ara sampai detik ini.


“Jadi gini, gue ngajak Ara ke taman dekat rumah kalian. Gak nyangka, gue ngelihat Reza sama Adele yang lagi berpelukan dengan Reza yang nyium kening Adele,” ujar Morgan menjelaskan, membuat Bisma mendelik kaget mendengarnya.

__ADS_1


“Adele ... sama Reza ... mereka kenapa begitu?” gumam Bisma, tak percaya dengan apa yang mereka lakukan di belakangnya.


Bisma tak menyangka, kalau Adele ternyata masih menemui Reza di belakangnya. Namun saat ini, yang harus menjadi fokusnya adalah Ara, dan bukan Adele.


“Mereka bilang untuk perpisahan, mereka melakukan hal ini. Tapi gue gak mau tau urusan mereka, dan lebih memilih pergi dari sana,” jawab Morgan, Bisma pun menghela napasnya panjang berusaha untuk menguatkan hatinya.


‘Persetan dengan Adele! Gue harusnya mikirin perasaan Ara!’ batin Bisma, merasa sangat kesal karena hal ini.


“Terus gimana ceritanya Ara bisa tahu?” tanya Bisma, Morgan terdiam sejenak.


‘Dia bahkan gak marah seperti biasanya, saat dengar Adele dan Reza peluk dan cium begitu,’ batin Morgan, yang merasa sendu jadinya dengan kondisi Bisma yang seperti ini.


“Gue beneran gak bisa terima Adele diperlakuin seperti itu sama Reza, makanya gue ambil sikap buat ngehajar Reza. Gak nyangka, ternyata Ara ngelihat kejadian ini dan dengar ucapan gue yang bilang kalau Adele dan lo mau nikah,” papar Morgan menjelaskan, membuat Bisma mengusap kasar wajahnya karena merasa resah.


“Oh My God ....” Bisma merintih sakit, karena merasa tidak bisa menghadapi semua ini jika ia kembali bertemu dengan Ara. Ia tidak mampu menjelaskan, tentang hal ini kepada Ara nantinya.


“Bis, lo harus pulang sekarang juga. Lo bilang dan jelasin ke Ara, tentang masalah ini dan lo harus bisa bikin Ara gak sedih lagi. Itu tugas lo, gue sisanya,” ujar Morgan, Bisma mendelik kaget tak bisa menerimanya.


“Gak bisa gitu dong, Gan! Gue gak bisa ketemu lagi sama Ara, karena gue gak bisa ngelakuin ini! Gue udah berusaha untuk jauhin Ara beberapa hari ini, dan sama sekali gak ketemu sama dia. Sekarang tiba-tiba, lo nyuruh gue buat jelasin ini semua di hadapan Ara. Gue gak bisa, Gan!” tolak Bisma, Morgan merasa gemas mendengar ucapan penolakan Bisma padanya.


“Bis, lo harus bisa melupakan Ara. Lo harus fokus dengan tujuan lo untuk menikahi Adele. Gue akan bantu, tapi lo harus bilang dan jelasin dulu ke Ara tentang hal ini. Anggap aja ... ini tanda perpisahan lo sama dia untuk yang terakhir kalinya. Biar dia gak ngerasa sedih, dan gue juga bisa ngomong dan ngejelasin dengan enak ke dia,” ujar Morgan, dengan memaksakan kehendaknya kepada Bisma.


Biar bagaimanapun juga, Morgan hanya ingin urusan mereka selesai. Itu karena Ara yang selalu tidak bisa menerima keadaan, saat Bisma dekat dengan wanita lain. Hal itu terulang kembali, dan kali ini Morgan tidak bisa membujuk Ar dengan mudahnya. Ini adalah tentang pernikahan, dan bukan sekadar pacaran lagi bagi mereka.

__ADS_1


Bisma terdiam sejenak, dan menimbang hal yang harusnya ia lakukan. Karena dirinya yang waktu itu menyatakan perasaan kepada Ara, ia merasa mungkin Ara sedang memikirkan sesuatu yang membuat dirinya merasa sangat menginginkan hubungan itu.


‘Biar gimanapun juga, gue harus bisa jelasin ke Ara tentang perasaan gue ke dia saat ini. Jangan sampai perasaan ini berlanjut, karena gue yang sebentar lagi akan menikahi Adele,’ batin Bisma, merasa sangat sendu karena hal ini.


__ADS_2