Kakak Biologis Love Story

Kakak Biologis Love Story
Bertemu Adele 2


__ADS_3

Adele mengangguk-angguk kecil mendengarnya. ‘Pantesan, mereka gak jadi bully Ara lagi. Mereka juga gak jadi melakukan rencana yang udah disusun,’ batinnya, merasa bahwa rumor tentang Bisma dan Ara memanglah benar.


Adele memandang Bisma dengan dalam, “Lalu, bagaimana perasaan lo sama gue? Apa masih sama seperti dulu?” tanyanya, Bisma mendelik kaget mendengarnya.


Bisma menunduk sendu, mendengar pertanyaan Adele kali ini. Pasalnya, memang Bisma masih memiliki sedikit perasaannya terhadap Adele, karena memang 3 bulan lalu Bisma sempat dibuat menggila karena kehilangan Adele. Itu semua karena sudah terlalu dalam rasa cintanya terhadap Adele, yang ternyata Adele malah memilih Reza dibandingkan dirinya.


Itu adalah awal pertengkaran Bisma dan juga Reza. Reza tidak suka dengan Adele, ia hanya ingin melihat Bisma kesal dan hancur. Hal itu berlanjut sampai sekarang, dan itu semua terjadi karena Ara. Namun, Reza juga menyukai Ara, berbeda dengan perasaannya terhadap Adele.


Bisma menghela napasnya panjang, “Engga. Gak ada perasaan apa pun yang masih tersisa di antara kita,” jawabnya, sontak membuat Adele terkejut dan merasa sangat sendu mendengarnya.


Adele sampai menunduk, karena merasa sendu dengan jawaban yang Bisma katakan padanya. “Apa ... udah ada gadis yang lo suka, sampai lo udah gak ada perasaan apa pun lagi sama gue secepat itu?” tanyanya.


“Gak ada cewek yang gue suka,” jawab Bisma seadanya, tetapi jawaban itu tidak membuat Adele merasa puas mendengarnya.


“Apa karena ... lo suka sama Ara?” bidik Adele, sontak membuat Bisma terkejut dan berdebar mendengarnya.


Karena ucapan Adele yang sangat signifikan mengenai Ara, Bisma pun hanya bisa diam tanpa menjawab apa pun tentang Ara. Namun, dari sikap Bisma saja, Adele sudah bisa menebak kalau Bisma memang sudah sanga menyukai Ara.


Bukan hal yang tidak mungkin untuk Bisma bisa menyukai Ara, karena mereka sudah tinggal bersama selama beberapa waktu. Slogan ‘Cinta tumbuh karena terbiasa’ menjadi acuan pemikiran Adele, yang hanya bisa berspekulasi demikian terhadap Ara dan juga Bisma.


Bisma tak ingin menjawabnya, dan malah memilih untuk mengalihkan pembicaraannya dengan Adele.


“Kenapa lo balik lagi ke sini? Kenapa lo gak tinggal aja di Amerika?” tanya Bisma, membuat Adele teralihkan dengna topic yang sebenarnya ingin ia bahas dengan Bisma.

__ADS_1


“Gue ke sini, karena gue ingin bicara sesuatu sama lo,” ujar Adele, membuat Bisma menjadi rancu mendengarnya.


“Kenapa lo mau bicara sama gue, sampai rela terbang jauh-jauh dari Amerika ke sini? ‘Kan ada handphone atau semacamnya, lo gak harus ke sini buat ngomong omong kosong seperti rindu ini ke gue,” ujar Bisma dengan nada bicara yang sangat bingung, membuat Adele merasa sangat sendu mendengarnya.


“Ini bukan sekadar omong kosong, Bis! Gue bela-belain terbang dari Amerika ke sini, buat kasih tahu ke lo kalau gue sekarang hamil anak lo!” ujar Adele, sontak membuat Bisma mendelik kaget mendengarnya.


“Apa?” gumam Bisma, dengan mata yang mendelik dan juga mulut yang menganga kaget mendengarnya.


Bisma benar-benar tidak percaya, dengan apa yang terjadi dengan mereka saat ini. Walaupun Bisma memang pernah melakukan hal intim itu dengan Adele, ia masih merasa sangat bingung dengan keadaan yang ada.


Bisma menatap sinis ke arah Adele, “Gue gak percaya sama omongan bulshit lo itu! Gue gak percaya, kalau bayi itu adalah anak kandung gue!” bentak Bisma, yang membuat Adele merasa sangat sedih mendengarnya.


Beruntung di taman itu tidak ada orang sama sekali, sehingga Bisma bisa dengan leluasa mengungkapkan keresahan hatinya di hadapan Adele.


“Jangan begitu, Bis. Ini anak lo. Usianya sekarang udah sekitar 12 minggu,” ujar Adele, yang masih saja memaksa Bisma untuk mengakui bayi yang sedang dikandungnya.


Bisma mendelik kesal, “Bisa aja ‘kan lo berbuat begitu juga setelah putus sama gue? Lo bisa aja berbuat sama Reza, atau sama orang lain di Amerika,” bantah Bisma, yang tidak mau menerima kenyataan terberat itu.


“Gue beneran gak pernah ngelakuin itu sama Reza, atau sama orang lain di Amerika sana, Bisma ....” Adele sudah tidak kuasa, dan malah menangis di hadapan Bisma.


Bisma merasa kepalanya sangat sakit, dan ia meremas rambutnya karena merasakan sakit itu.


“Kalau yang lo kandung adalah bayi gue, kenapa lo malah ketemu sama Reza duluan? Kenapa lo gak ketemu sama gue duluan hah?” tanya sinis Bisma, Adele menatap sinis ke arah Bisma.

__ADS_1


“Karena gue masih cinta sama Reza!” jawab Adele dengan asal, dan dengan amarah yang sudah memuncak.


Pernyataan Adele membuat hati Bisma teriris. Ia mendelik di hadapan Adele, “Ya udah, kalau gitu minta dia aja buat tanggung jawab atas kehamilan lo!” bentak Bisma, Adele menggelengkan kepalanya sembari tetap menangis.


“Gak bisa, Bisma. Ini itu anak lo, dan gue gak mau minta tanggung jawab ke orang yang bukan ayahnya,” sanggah Adele, Bisma menghela napasnya dengan panjang.


“Kalau Reza gak mau tanggung jawab, gue juga gak mau tanggung jawab! Mau jadi apa gue nanti, kalau belum lulus sekolah aja gue udah harus nikahin lo?” tolak Bisma, tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan ini.


“Bis, gue mau kasih tahu sesuatu ke lo,” ujar Adele, lalu segera mengambil data-data yang sudah ia bawa di tasnya.


Adele menyodorkan berkas tersebut ke hadapan Bisma, membuat Bisma memandangnya dengan heran.


“Ini apa?” tanya Bisma heran.


“Ini ... hasil pemeriksaan pengambilan sampel Chorionic Villus anak yang ada di dalam kandungan gue. Gue bisa yakin ini adalah anak lo, karena gue juga periksa di sana,” ujar Adele, membuat Bisma mendelik saking tercengangnya ia dengan apa yang Adele katakan.


Bisma segera meraih dokumen itu, dan melihat isi dari berkas yang ia pegang. Beberapa saat membaca, benar saja ternyata Bisma mengetahui kalau hasil pemeriksaan DNA ini, merujuk ke arah dirinya yang sangat cocok menjadi ayah biologis dari anak yang Adele kandung.


Kaki Bisma lemas, tak percaya dengan kenyataan yang saat ini ia lihat.


“Gak mungkin, kapan lo ngambil sampel darah gue?” tanya Bisma.


“Saat lo tanding basket sama Reza. Gue sengaja minta tolong sama Reza, buat ngelakuin semua itu. Gue juga minta sampel darah lo ke dia, dan akhirnya dia kasih itu ke gue. Gue cek di rumah sakit terdekat, dan bukan di Amerika. Itu akan memakan waktu lama untuk pengiriman sampel darah lo,” papar Adele menjelaskan, sontak membuat Bisma mendelik kaget mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2