Kakak Biologis Love Story

Kakak Biologis Love Story
Tidak Pantas


__ADS_3

Morgan tak sengaja melihat Reza, yang sedang berpelukan dan mencium kening Adele. Hal itu membuat Morgan kesal, karena ia berpikir itu tidak seharusnya Reza lakukan padanya.


“Sialan Reza!” pekik Morgan, sontak membuat Reza dan Adele menoleh ke arahnya.


Dengan kesalnya, Morgan menarik Reza untuk menjauhi Adele yang sedang mengandung. Biar bagaimanapun juga, Morgan sangat waras untuk tidak melukai Adele, karena ia sedang mengandung anak dari Bisma. Yang ingin ia beri pelajaran, hanya Reza yang tidak tahu diri itu.


“Gan—”


Tanpa kata, Morgan menghajar Reza habis-habisan, hanya karena tidak rela calon istri sahabatnya diperlakukan seperti itu oleh Reza. Morgan sangat tidak bisa melihatnya, dan tidak rela Reza melakukan hal bodoh itu dengan Adele.


Morgan memukul wajah Reza berulang kali, walaupun Reza menutupi wajahnya dengan kedua lengannya yang sudah siap siaga. Ia tidak bisa membiarkannya, dan amarahnya terus memuncak ketika melihat adegan mesra Reza bersama dengan Adele tadi.


Seketika semua pengunjung berkumpul untuk melihat mereka. Bahkan ada beberapa dari mereka yang mengeluarkan kamera untuk merekam kejadian ini.


“Lo ngapain begitu sama Adele?” teriak Morgan dengan sinis, membuat Reza tak bisa berkata apa pun.


Adele yang melihat kejadian ini, merasa sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang Morgan lakukan.


“Morgan, udah cukup!” ujar Adele yang ingin melerai mereka yang sedang melakukan baku hantam.


Semarah apa pun Morgan, ia tidak berani menyakiti Adele. Ia lantas menarik kasar kerah baju Reza, untuk segera menjauhi keberadaan Adele.


“Sini lo sialan!” bentak Morgan, yang langsung menjatuhkan Reza di atas rerumputan taman.


Tak disangka, Morgan malah membawa Reza ke hadapan Ara yang sedang menunggunya di kursi taman paling belakang. Morgan kembali menghajar Reza, dengan kekuatannya yang masih penuh.


Melihat kejadian ini, Ara pun mendelik kaget dan tidak bisa melakukan apa pun karena untuk berdiri saja ia lemas sekali.


“Morgan ... Reza ....” Ara mendelik bingung, entah apa yang harus ia lakukan.

__ADS_1


Adele pun datang ke hadapan mereka, tetapi tidak berani untuk melerai lagi saking ganasnya Morgan yang menghajar Reza di hadapannya.


“Morgan, cukup!” teriak Adele, membuat Ara memandang ke arah gadis itu dengan bingung.


‘Siapa dia? Kenapa dia kenal Reza dan Morgan? Kenapa juga Morgan tiba-tiba ngehajar Reza?’ batin Ara, dengan penuh rasa bertanya-tanya.


“Sialan lo! Beraninya peluk cium Adele! Gue gak akan terima lo perlakuin hal itu ke Adele! Sadar Za, Adele itu calon istri Bisma! Udah cukup masa lalu kalian, sekarang ya sekarang!” bentak Morgan, sembari terus menghajar wajah Reza dengan kekuatan yang ia miliki.


DEG!


Mendengar ucapan Morgan yang seperti itu, Ara pun tak menyangka kejadiannya akan seperti ini. Ia mendelik tak percaya, bahkan sempat seperti orang linglung.


“A-apa maksudnya? Calon istri Bisma?” gumam Ara, tak percaya dengan apa yang Morgan katakan.


Tetesan air mata jatuh ke pipinya, membuat Ara merasa shock dan down karena mendengar hal itu. Tak disangka, apa yang Morgan katakan sudah membuat hatinya menjadi sesak.


‘Bisma ... katanya Bisma suka sama Ara? Kenapa malah jadiin cewek ini sebagai calon istri Bisma?’ batin Ara, tak percaya dengan apa yang terjadi.


Ara menghela napasnya dengan panjang, lalu bangkit di hadapan Morgan yang sedang menindih Reza, dan menghajarnya.


“Morgan ....” Ara memanggil dengan suara yang sudah gemetar.


Morgan mendelik, karena teringat dengan Ara yang memang datang ke sini bersama dengannya. Morgan menoleh ke arah Ara, sontak melepaskan tangannya yang mencengkeram erat kerah baju Reza.


“Ara ....” Morgan bangkit, dan berusaha untuk menyentuh Ara, tetapi Ara sama sekali tidak ingin disentuh kali ini.


Ara menepiskan tangannya dari Morgan, karena ia merasa sangat sedih dan terpukul mendengar ucapan Morgan yang seperti itu.


“Maksudnya apa, Gan? Dia ... calon istri Bisma? Kenapa bisa kenal sama Reza, dan kenapa Reza peluk cium dia?” tanya Ara tak percaya.

__ADS_1


Adele melihat dengan jelas wajah Ara, yang ternyata ia sadari adalah adik tiri dari Bisma. Hal itu membuatnya mendelik, takut jika Ara mengatakan kebenaran ini pada Bisma.


‘Jadi dia adik tiri Bisma? Kalau dia ngungkapin semua ini ke Bisma, gimana? Gue gak mau sampai batal nikah sama Bisma, hanya karena dia atau Morgan kasih tau masalah ini ke Bisma,’ batin Adele, yang kini wajahnya memucat saking ketakutannya dengan keadaan ini.


Morgan hanya diam, mendengar ucapan Ara yang seperti itu. Hal itu membuat Ara merasa sangat kesal.


‘Kenapa gue lupa kalau gue bareng sama Ara ke sini? Gue malah teralihkan sama Reza yang kurang ajar dengan Adele itu!’ batin Morgan, heran dan penasaran dengan hal ini.


“Jawab, Gan!” bentak Ara, Morgan sudah tidak lagi bisa mengatakan apa pun di hadapan Ara.


Ara menunduk sendu, karena sudah tidak mampu lagi memandang wajah wanita yang ada di hadapannya itu.


“Bagaimana maksudnya? Jangan-jangan maksud Bisma selama ini, untuk menjauhi Ara? Dia gak marah sama Ara, dia cuma gak mau deket Ara lagi karena mau nikah,” ujar Ara, lalu memandang ke arah Morgan dengan derai air mata yang membanjiri wajahnya. “Iya, bukan?” tanyanya sinis.


Morgan menghela napasnya panjang, karena tidak menyangka jika Ara bisa mengetahui semua kenyataan ini dengan cepat. Niat hati tidak ingin memberitahukan kepada Ara, tetapi Ara sudah terlanjur mengetahui hal ini.


“Ra ... kita bisa bicarain ini nanti,” ucap Morgan, Ara tak ingin menunggu lagi.


Ara yang merasa sakit hati, lalu segera pergi dari sana untuk meninggalkan Morgan dan yang lainnya. Morgan merasa sangat sendu, tetapi ia masih harus mengatakan sesuatu pada Reza dan juga Adele mengenai hal ini.


‘Biarlah dia menenangkan diri dulu. Lagipula taman ini gak terlalu jauh dari rumahnya, jadi dia bisa sampai rumah hanya dengan berjalan kaki,’ batin Morgan, yang berpikir demikian.


Pandangannya ia alihkan ke arah Adele dan Reza, yang kini sedang ketakutan karena masalah ini yang mungkin akan sampai ke telinga Bisma. Mereka terlihat begitu cemas, karena mungkin hal ini akan membuat Bisma sangat marah.


“Kalian tahu ‘kan, salah kalian apa?” tanya Morgan dengan dingin.


Reza menghela napasnya dengan panjang, “Gan, ini gak seperti yang lo pikirin!” bantahnya, Morgan menghela napasnya dengan panjang.


“Gue gak akan kasih tahu hal ini ke Bisma, tapi apa jadinya kalau Ara yang kasih tahu hal ini ke Bisma?” ancam Morgan, membuat mereka mendelik kaget mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2