
Reza menghela napasnya dengan panjang, “Sudahlah, Om. Saya gak masalah kok,” ujarnya, yang tanpa sadar sudah membuatnya menang dalam kondisi seperti ini.
Ya, memang itu tujuan Reza mengatakan hal tersebut di hadapan ayah dari Bisma. Ia percaya, dengan mengatakan hal seperti itu di hadapan ayahnya, membuatnya dibela oleh Ayah dari Bisma.
Ayahnya memandang tak enak ke hadapan Reza. “Maaf ya, Reza. Om jadi gak enak dengan situasi ini,” ujarnya, Reza pun menyeringai di hadapannya.
“Gak apa-apa, Om. Reza gak masalah,” ujarnya.
Melihat Reza yang memainkan perannya dengan sangat baik di hadapan ayahnya, Bisma merasa sangat kesal. Namun, rasa kesalnya tidak bisa dilampiaskan saat ini, karena ayahnya pasti akan memarahinya karena sudah bersikap tidak baik di hadapan orang lain.
“Gimana keadaan Ara, Om?” tanya Reza, yang penasaran dengan keadaan Ara saat ini.
Morgan dan Bisma memandang sinis ke arah Reza, karena mereka tidak bisa membiarkan Reza melakukan apa pun untuk mendapatkan hati ayahnya Bisma.
“Ara masih belum sadar. Mungkin karena pengaruh obat, bikin dia jadi ngantuk terus,” jawab ayahnya, Reza hanya mengangguk kecil mendengarnya.
Morgan memandang sinis ke arah Reza. ‘Ya, seperti biasanya. Reza pasti mau cari muka di hadapan ayahnya Bisma,’ batinnya yang sudah mengetahui sifat dan sikap Reza itu.
“Kalau diizinkan, saya mau menginap di sini malam ini, Om. Saya mau jaga Ara, sampai Ara sadar,” ujar Reza, meminta izin di hadapan mereka.
Morgan dan Bisma mendelik tak percaya mendengarnya. “Gak boleh!” bentak mereka bersamaan, membuat ayahnya bingung mendengarnya.
“Lho, kenapa gak boleh? Reza baik, mau menemani Ara sampai di sadar. Kita harus siaga, dan harus bergantian jaga Ara,” ujar ayahnya, yang membuat Morgan dan Bisma tidak rela mendengarnya.
__ADS_1
Reza hanya bisa menyunggingkan sedikit senyumannya, membuat Morgan dan Bisma seakan seperti orang yang sedang kebakaran jenggot.
“Bisma bisa kok jaga Ara sendirian. Gak perlu ada dia juga Bisma bisa!” ujar Bisma, Morgan memandang ayahnya dengan tegas.
“Saya juga bisa menjaga Ara sendirian, Om. Saya akan gentian jaga dengan Bisma. Jadi, Om tenang aja. Om jangan terlalu mikirin yang macam-macam,” ujar Morgan, Bisma pun memandangnya dengan sinis.
“Gak, gue juga bisa jaga Ara sendirian. Mending kalian pulang aja, deh!” ujar Bisma, yang tak habis pikir dengan keadaan.
Karena Morgan yang tidak terima Bisma mengatakan hal itu, ia memandang sinis ke arah Bisma tetapi tidak mau mengatakan apa pun.
‘Sial, kenapa Bisma malah nyuruh gue pulang, sih?’ batin Morgan, heran dengan apa yang Bisma lakukan padanya.
“Baiklah, intinya jangan sampai tidak ada yang menjaga Ara. Kita bagi tugas, ya! Papa baru dapat proyek baru, dan akan mulai per hari ini. Semoga saja lolos, dan bisa mengajak kalian jalan-jalan menghabiskan waktu bersama,” ujar ayahnya Bisma, membuat Morgan dan Bisma tertarik mendengarnya.
“Wah ... kita mau ke mana, Pah?” tanya Bisma, yang penasaran dengan niat ayahnya itu.
“Siap!” Mereka mengatakannya serentak.
“Ya sudah, kalian jaga di sini ya. Om mau pulang dan persiapan untuk projek ini,” ujarnya, mereka pun mengangguk kecil mendengarnya.
“Hati-hati,” ujar Bisma, membuat ayahnya tersenyum dan mengangguk kecil melihatnya.
Ayahnya pun pergi dari sana, meninggalkan mereka.
__ADS_1
Mereka jadi saling melemparkan pandangan dengan sinis, karena sudah tidak ada lagi orang yang akan melarangnya karena pertengkaran mereka. Bisma merasa sangat senang, karena ternyata ayahnya akan pergi secepat ini di hadapan mereka.
Bisma memandang sinis ke arah Reza, “Mau apa lo ke sini, hah?” tanya sinisnya, Reza tersenyum mendengarnya.
“Bisma ... Bisma. Masih aja permasalahin ini dan itu. Stop sikap kanak-kanak begitu, Bis. Yang udah lalu, biarlah berlalu. Jangan sampai hubungan kita sebagai teman, jadi renggang karena hal ini,” ujar Reza, Bisma tidak sudi menganggap dirinya teman.
“Cih ... gue gak sudi kalau lo mikirnya kita temenan. Gue gak mau jadi temen lo!” bentak Bisma, Morgan hanya bisa memandangi mereka saja dari samping Bisma.
Reza menyeringai, membuat mereka merasa sangat kesal melihatnya.
“Walaupun Ara masih pacaran sama Morgan, tapi gue pasti akan berusaha untuk merebut Ara dari dia. Gue gak akan biarin kalian jadi sama Ara! Gue juga suka sama Ara, dan gak akan rela ngelakuin hal itu sama kalian!” bentak Reza, yang tidak ingin membagi kasihnya pada Ara, dengan orang lain.
Morgan marah mendengarnya, “Gue gak akan biarin lo dapetin Ara! Gue akan berusaha kuat untuk menahan Ara pergi dari hidup gue. Itu semua gak akan bisa lo lakukan, karena gue gak akan pernah ngelepasin Ara buat lo!” ujarnya, Bisma merasa tersinggung mendengarnya.
“Kenapa lo terlalu naif? Gue juga gak akan tinggal diam! Gue gak akan biarin kalian menang! Gue yang akan dapetin Ara, dan akan kasih tahu ke kalian, kalau nanti gue sampai berhasil dapetin Ara!” ujar Bisma, yang merasa akan memenangkan pertarungan ini dengan mereka.
Morgan menyunggingkan senyumannya, “Lihat aja nanti. Gue gak akan biarin itu semua terjadi!” ujarnya, yang tidak bisa membiarkan hal itu terjadi pada mereka.
Reza menghela napasnya dengan panjang, “Bisma ... Bisma. Lo sama Ara ‘kan adik kakak, gak akan bisa kalian pacaran, apalagi sampai menikah. Jangan harap deh! Jangan sia-siain hal yang berharga. Waktu lo akan terbuang percuma, hanya karena hal seperti ini. Biarin gue sama Morgan ngelanjutin rasa ini, dan lihat siapa yang bakalan dapetin cintanya Ara,” ujarnya, Bisma mendadak naik pitam mendengarnya.
“Apa lo bilang?” tanya Bisma dengan sinis, dengan mata yang melotot kaget.
Reza hanya bisa memandangnya dengan dengan elegan, tak bisa mengatakan apa pun lagi. Sementara itu, Morgan juga hanya bisa diam, karena tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka.
__ADS_1
Bisma menunjuk ke arah Reza dengan kasar, “Eh, gue akan tunjukin, kalau gue sama Ara itu bisa bersama! Gue gak mau pisah dari Ara, karena dari awal gue emang udah ngincer Ara!” ujarnya, Reza hanya bisa menyunggingkan senyumannya.
“Dari awal kapan? Lo dan Ara baru aja ketemu, sedangkan gue ... udah dari saat kami kecil. Ara gak akan lupa temen kecilnya, dan gak akan pernah ngelupain orang yang udah bela dia saat dia di-bully. So, lo gak usah buang-buang waktu, deh! Nyerah aja sama keadaan, karena lo gak akan pernah bisa bareng sama Ara,” ujar Reza dengan sangat percaya diri.