Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 108


__ADS_3

"a-apa?!". Terkejut reina sekaligus tidak percaya dengan ucapan rayyan.


Karna yang selama ini ia lihat. Dari perlakuan rayyan ke layya. Dari sikap rayyan ke layya. Pria ini, seperti tidak akan pernah mau pisah dari layya. Dengan sikapnya yang terkadang, seperti seorang pria posesif pada kekasihnya.


Terkadang membuat nya bingung. Apa benar rayyan mendekati layya karnanya. Atau semua itu benar tulus.


Atau...


"ray apa kau sudah gila?!". Desis reina marah dan geram.


Dia wanita pertama yang menjadi sahabatku setelah umur ku yang sekarang. Ia yang suka penyendiri dan tidak suka bergaul. Maka layya lah duluan, yang mendekat padanya. Berbicara dengan segala ocehannya. Serta tertawa dengan segala candaanya. Ayrin yang dengan sikap dinginnya tapi selalu perhatian kepada kami. Layaknya seorang kakak, yang menjaga adik mereka lalu apa yang pria ini katakan.


Ia sempat berpikir. Mungkin suatu saat. Hal seperti ini akan terjadi. Namun, ia tidak menyangka ini benar benar terjadi. Karna yang ia pikir selama ini. Hanyalah rasa ketakutannya saja. Atau rasa percaya dirinya semata.


Tahukah pria ini? Karna dia, Ia telah kehilangan satu sahabatnya sekaligus partner nya dalam hidup. Ayrin.


Beberapa waktu lalu...Ayrin yang sudah mengetahui hubungannya dengan rayyan. Dan siapa rayyan untuknya dulu maupun sekarang.


Memutuskan jalinan persahabatan mereka dan memintanya untuk menjauhi layya.


Jika di suruh pilih. Ia akan lebih dengan senang hati menjauh dari rayyan daripada dua sosok mereka yang membuat dunianya selama ini bukanlah dunia yang seperti ia pijaki selama ini.


Ia tahu arti dari warnanya dunia. Melalui layya dan ayrin.


Tapi...Di sisi lain. Ia tidak mau. Layya yang merupakan gadis yang sangat polos dan sangat baik. Di permainan oleh pria ini karena dirinya. Ia tidak bisa.


Beberapa kali ia meminta rayyan menjauhi layya dan meninggalkan layya. Tapi pria ini...Malah melangkah semakin jauh. Yaitu sekarang menjadi suami layya.


"kalian sudah menikah ray?!". Reina menekan kata demi kata dalam kalimatnya.


Ia benar benar geram sekaligus marah dengan pria ini.


Rayyan mendengus dan tersenyum keji.


'itu penyesalan yang ingin ku kubur dalam dihidup ku'.


"itu tidak berarti apa apa!". Jawab rayyan spontan tanpa perlu berpikir.


Reina sontak saja membulatkan matanya terkejut.


"aku tidak mengira kau sebr*ngs* ini ray?!". Berang reina tidak terima.

__ADS_1


Ia mencintai layya, ia menyayangi layya, sangat. Tapi, bukan rasa cinta dan sayang seperti satu pasangan kekasih. Melainkan rasa cinta dan sayang. Suatu sahabat.


Ia akan melindungi sahabatnya. Dari apapun itu.


Ledak tawa bodoh rayyan sontak saja terdengar di koridor rumah sakit tersebut.


"inilah cara satu satunya kau bisa menghentikan ku, reina!". Hentikan aku reina. Untuk aku tidak bertindak bodoh. Untuk aku tidak...Membunuh mereka.


Sebentar reina tertahan nafasnya dengan ucapan rayyan.


'tahukah pria ini kenapa mereka berpisah..? Dan kenapa ia melarikan diri dan masuk ke dalam dunia modeling ini?'.


"kamu sangat tahu ray! hubungan kita tidak akan berhasil... Dan kenapa aku berada di sini sekarang".


Reina melotot marah ke rayyan. Sedang rayyan bersikap sebaliknya. Tenang dengan tatapan manik matanya yang terlihat acuh.


"itu artinya kamu menolak penawaranku bukan?!". Tajam rayyan.


"kamu bodoh sekaligus juga gila ray? Berapa kali kita mencoba? Hubungan kita selalu akan menjadi seperti ini. Aku mau bebas ray? Aku tidak mau hidup dengan rasa beban ray? Aku tidak mau membuat mama ku menangis lagi. Kamu sendiri tahu ray? Mami dan papi mu tidak menyukaiku! Mereka tidak menyetujui hubungan kita. Begitu juga dengan sebaliknya. Papa ku! Kamu tahu ray? Dia yang paling menentang hubungan kita. Dia yang tidak menyukaimu. Kamu sudah mencoba. Lalu kamu dengar kan apa yang di katakan papaku! Dan bagaimana aku di jadikan tahanan rumah untuk tidak bertemu dengan mu lagi".


Nafas rayyan naik turun menatap reina di depannya.


Ia ingat, bahkan sangat ingat tapi...


Reina tertunduk terdiam. Itu benar. Ia sadar itu kejam. Kejam bagi seorang rayyan yang selama ini telah memperjuangkan hubungan mereka bahkan tidak kenal kata menyerah. Tapi...Ini bukan dunia hayalan. Bukan dunia percintaan yang manis, yang di ceritakan di dalam novel novel roman. Ini dunia nyata. Di mana real kekejaman dan kenyataan yang harus di hadapi. Dan ia... mau lepas dari itu.


*Mau lepas dari ancaman papa. Mau lepas dari rasa beban menjadi anak dari istri kedua, yang tidak sah. Ia tidak mau membuat mamanya menangis lagi dan di permalukan oleh mereka. Ia mau berhenti. Dan melarikan diri, adalah jalan satu satunya baginya. Meski ia harus menerima kenyataan. Menikah dengan di jodohkan suatu saat nanti. Menikah sebagai barang pertukaran bisnis papa.


Aku... hanyalah alat pelengkap penambah kekayaan mereka*.


Reina tertunduk sedih. Sedang air matanya jatuh bercucur.


Orang lain mengenalnya sebagai anak dari konglomerat terkaya dan terkenal di negara Singapore tersebut. Reina yang mereka lihat di iklan tv atau di majalah majalah fashion adalah sosok reina yang bahagia tanpa kekurangan apapun.


Lahir dari keluarga kaya raya. Papanya orang berkuasa di sana. Dan ia adalah anak perempuan yang ketiga dari anak perempuan lain yang sangat di sayangi oleh papa.


Namun, kenyataan ia bukanlah gadis seperti itu. Ia bagaikan se ekor burung cantik yang di kurung. Dengan selalu di hias untuk bisa di gunakan nanti.


'itulah aku, Reina Charlotte Jemes lim'.


Konglomerat asal Singapore, berkelahiran Australia dan berdarah campuran cina dan ingris. Alexandre jemes lim.

__ADS_1


'itulah papaku'.


Yang suaranya. Tidak ada bantahan. Kejam, dingin dan sadis. Bahkan tidak kenal anaknya sendiri.


Rela menjual anaknya untuk penambahan kekayaannya.


'dan apa yang pria ini katakan?'.


'kembali?'.


'lalu untuk apa ia melarikan diri darinya? Dan untuk apa ia melakukan penawaran yang membuat masa depannya suram dengan papanya dulu. Jika bukan mau terbebas dari semua beban'.


Beberapa waktu lalu. Ia meresa seperti seekor burung yang baru di lepaskan dari kurungan nya dan di kasih hak untuk bebas. Lalu sekarang apa?.


'ia kembali lagi kedalam kurungan itu?...'.


'tidak ray...Maaf kan aku. Pilihan ku tetap sama seperti dulu. Menjauh darimu untuk kebebasan ku'.


"maaf...".


"hentikan!". Suara dingin rayyan menghentikan ucapan reina. Seakan akan tahu apa yang akan reina ucapkan.


"Sebaiknya kau menunggu di luar dulu sebelum masuk. Takutnya kau bisa jadi pengganggu!". Rayyan berbalik melenggang pergi dari hadapan reina setelah mengatakan kalimat, yang tentu saja membuat reina kebingungan.


Reina yang tadi berdiri berhadapan dengan rayyan dengan membelakangi pintu kamar di mana layya di dalam sana.


Menoleh melihat ke pintu kamar rawat layya, Dengan ekspresi wajah reina yang kebingungan. Setelahnya Ia kembali memutar kepala melihat rayyan, yang kini tidak ada lagi di sana.


Mengedipkan matanya menarik nafas. Reina kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda.


Sampai di hadapan pintu kamar rawat layya. Reina seketika berhenti di sertai dengan gerakan tangannya juga, yang mau memutar gagang pintu untuk masuk.


Dari celah kaca pintu kamar rawat layya. Reina bisa melihat ke dalam dan dengan siapa layya di dalam.


Lagi lagi reina menoleh melihat di mana rayyan menghilang tadi.


'apa ini yang ray maksud... Mengganggu?'.


Reina kembali melihat ke dalam dari celah kaca pintu.


Di mana layya yang dengan bahagianya tertawa bersama pria yang ia tahu namanya rendra. Entah apa yang mereka bicarakan atau entah apa yang pria itu katakan hingga layya tertawa lepas begitu. Sedang pria itu, Rendra menyuapi layya buah yang sudah di potong potong kecil.

__ADS_1


'apa yang sebenarnya terjadi?'.


Lagi lagi reina melihat ke arah di mana rayyan menghilang. Dengan berbagai pikiran yang ia cerna.


__ADS_2