Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 25


__ADS_3

Layya menggeram kesal.


"tidakkah kamu tahu artinya sopan santun atau menghargai seorang wanita? dengan tidak mempermalukannya di depan orang lain? ".


Rayyan mengerjapkan matanya melirik melihat ke depan di mana aldi yang sedang menyetir.


"jika yang kamu sebutkan orang itu aldi maka anggap saja dia tidak ada di sini, artinya dia tahu cara menutup mata dan telinganya dan lagi...bukan di depannya tapi di belakangnya aldi duduk membelakangi kita, perbaiki ucapanmu".


Mulut layya seketika saja terbuka lebar tidak percaya sama sekali dengan kata yang keluar dari mulut rayyan. apa itu penting sekarang? antara depan dan belakang? haruskah dia perbaiki? dia benar benar pria yang sangat menjengkelkan.


"aku bertanya tanya kenapa reina sangat tahan denganmu".


"kamu tahu jawabannya desainer Zunaira?".


"hohhhh". layya mendengus sinis.


"ayo kita dengar apa alasannya? dan aku yakin tidak jauh dari kata tampan! ". lanjut layya jengkel dan kini dia sudah duduk di posisi semula menyamping dengan tangannya yang terlipat di dada.


Rayyan terkekeh keji lalu menutup laptopnya dengan sangat pelan dan memasukkan ke dalam tas jinjingnya yang berwarna hitam lalu beralih menatap layya dengan menopang dagunya.

__ADS_1


"kamu sangat mengenalku rupanya! itu salah satunya dan yang lain tentu saja aku masuk dalam deretan pria yang mau di jadikan suami oleh setiap wanita dan reina mendapatkanku bukankah itu keburuntungan baginya dan juga...kamu pernah baca majalah layya di sana tertulis kalau aku pria yang sangat romantis".


Mulut layya terbuka lebar dan beralih menatap rayyan sedangkan yang di tatap hanya senyum senyum penuh kepercayaan diri.


"itulah banyak orang yang tidak tahu dengan fakta dan apa jadinya jika mereka tahu? bagaimana kamu asli dan sebenarnya, ingin sekali aku ikut satu wawancara dan membuka semua sifat burukmu".


"dan setelahnya ayo kita katakan kalau kita pernah...".


"stop it". dengan cepat layya memotong ucapan rayyan lalu ia beralih melihat ke aldi dan setelahnya di ikuti rayyan.


"bisakah kamu tidak mengungkit hal itu?".


"diamlah, aku tidakmau mendengar suaramu lagi".


Rayyan terkekeh keji.


"dulu kamu tidak banyak bicara seperti ini layya? apa saat itu kamu sedang sangat jatuh cinta padaku? biasa itu terjadi pada seorang gadis yang sedang di landa kasmaran". rayyan tersenyum keji.


Layya memilih mengacuhkan ucapan rayyan melihat ke luar jendela.

__ADS_1


'dan juga, kenapa dari tadi mereka tidak sampai sampai? '. layya beralih melihat ke aldi yang sedang menyetir.


Mendesah lelah dan kembali melihat ke luar.


"kamu serius tidak mau bicara lagi? perjalanannya akan sangat lama dan kamu bisa bosan".


Layya memutar bola matanya malas. dan membalas kata denganmu lebih dari kata bosan.


"baiklah, coba jawab satu pertanyaanku, tidak banyak hanya satu!...". rayyan dengan menopang dagu melihat menatap layya dari samping. menunggu reaksi layya akan pertanyaannya.


Layya mengedipkan matanya tersentak dengan ucapan rayyan yang berbicara pelan dan lembut. sedetik kemudian ekpresi wajah layya kembali seperti sebelumnya menahan kesal ke rayyan dan kembali melihat ke luar.


"layya...? pernahkah...kamu terpikir kalau kamu menyesal telah mengenalku?".


Deg...


Ucapan rayyan sukses membuat jantung layya berdetak dan nafasnya terhenti sebentar dengan mata layya membulat. bukan karna jatuh cinta pada pria ini tapi melainkan karna pertanyaan rayyan.


Layya terdiam tidak menjawab rayyan sedangkan rayyan melihat menatap layya menunggu jawaban layya meski ia sudah tahu apa jawaban layya namun entah kenapa, ia mau mendengar dengan telingannya sendiri dan langsung keluar dari mulut layya.

__ADS_1


Keduanya yang diam seketika membuat suasana di dalam mobil menjadi hening. dengan aldi yang dari tadi hanya bisa menjadi pendengar. pendengar yang di landa rasa penasaran dan sekarang...semakin membuat seorang aldi tambah penasaran dengan hubungan asli atasannya dan desainer terkenal tersebut. tentu ada sesuatu.


__ADS_2