
Brakh...
Layya membanting keras pintu mobil rayyan bukan karna kesal ke aldi atau rayyan tapi lebih ke kesal ke dirinya sendiri yang mau saja ikut bareng dan sekarang ia harus numpang lagi untuk mengambil mobilnya yang ada di parkiran perusahaan rayyan dan belum lagi ia akan terlambat untuk mak...
"ada tempat rekomendasi untuk makan siang? kita akan ke sana". rayyan menyentak layya dari pikirannya.
Ah...itu yang sedang aku pikirkan. makan siang, karna setelahnya aku harus segera kembali ke perusahaanku karna ada beberapa hal yang harus aku kerjakan segera tunggu...
Layya dengan cepat memutar kepalanya menatap rayyan.
"maksudmu kita makan siang bersama?! ".
Tap...
Rayyan menutup laptopnya menoleh menatap layya.
"kebetulan kita bersama jadi apa salahnya? sekalian bareng, tenang saja...aku yang bayar! ". ujar rayyan santai.
"tidak itu...ah, aku sanggup membayar makan siang anda juga pak tapi pak andryatama aku harus segera kembali ke perusahaanku jadi tolong antar aku ke mobilku saja, anda tahu di mana".
Rayyan yang cuek malah melihat jam tangannya sendiri.
"ke tempat biasa aldi". ujar rayyan ke aldi yang sedang menyetir mengacuhkan ucapan layya.
Layya menoleh melihat aldi lalu kembali melihat rayyan. sepertinya ada yang tidak beres.
"maaf...?... ".
"waktuku tidak banyak layya? jam 2 aku ada rapat dengan klien dan mengantarmu ke perusahaan akan membuang waktuku di jalan dan jika kita segera mampir dan makan siang, akan menghemat waktu, bukankah kamu setuju?! ".
Mulut layya terbuka tertutup tidak tahu harus berkata apa lagi karna yang rayyan katakan benar.
'baiklah, hanya makan siang'. layya membatin.
Beberapa menit setelahnya. mobil yang mereka tumpangi membelok ke salah satu restoran yang super mewah di kota tersebut yang terletak di pinggir jalan dengan ramainya pengunjung, apalagi jam makan siang.
Layya yang pertama keluar dari mobil lalu di susul aldi dengan segera membukakan pintu mobil ke rayyan atasannya.
Suara dari handphone rayyan yang berbunyi menghentikan langkah rayyan yang mau masuk ke dalam restauran di depannya dan sedetik kemudian rayyan menutup panggilannya. terlihat dari raut wajahnya ceria dan sikapnya yang terburu buru.
"aldi sini kunci mobilnya, kalian makanlah tidak perlu menungguku! aku mendadak ada urusan penting". rayyan menyodorkan tangannya meminta kunci mobil pada aldi dan aldi segera memberikannya. ia tidak perlu bertanya lagi ke atasannya apa urusan penting itu. karna semua jadwal atasannya ada padanya dan jika atasannya buru buru begitu maka hanya ada satu hal...kekasihnya kembali.
"tunggu! ". layya menghentikan langkah rayyan.
Rayyan membalik melihat layya.
"oh maaf, aku pikir lain kali aku akan mentraktirmu, maaf aku harus segera pergi". rayyan segera masuk ke dalam mobil tanpa mendengar apa yang mau layya katakan.
"tapi... ". ucapan layya terhenti saat melihat mobil rayyan yang melaju di depan matanya.
Mau tidak mau layya hanya bisa menghela nafas.
"bukankah ini gila?! ". layya berbalik melihat aldi.
Aldi hanya menunduk sembari tersenyum tipis.
Layya kembali melihat ke arah mobil rayyan yang menghilang.
__ADS_1
'apa ini? aku harus naik taksi...?'. jerit layya dalam hati.
'tidak bisakah pria itu semenit saja tidak membuatku kesal?! '. eurghhhh...
"euhmm...bagaimana kalau kita masuk ke dalam? ". aldi berujar takut takut.
Layya sontak membalik melihat aldi lalu melihat ke dalam restauran.
"pertama? aku tidak pernah makan di sini dan aku tidak tahu apa makanan di sini sesuai seleraku dan yang kedua? aku harus segera balik? jadi...pak aldi aku balik duluan, permisi". ujar layya lalu melangkah menghilang dari sana.
💜💜💜💜💜
"hai sayang? ". manja reina begitu melihat rayyan dan segera memeluknya erat.
Rayyan membalas pelukan reina.
"maaf membuat mu menunggu lama". ujar rayyan bersalah.
Reina menangkup wajah rayyan menatapnya dengan penuh cinta dan rindu.
Cup...
Reina tersenyum tipis setelah mengecup singkap bibit rayyan dan rayyan ikut tersenyum bahagia.
"tidak apa? yang penting rinduku selama ini terbayar meski tidak akan puas, aku mencintaimu".
Cup...
"aku lebih!". ujar rayyan setelah mengecup balik bibir reina.
Ya. rayyan terburu buru pergi karna mendapat panggilan dan itu sangat mengejutkan baginya. reina yang tiba tiba kembali dan tanpa memberitahunya terlebih dahulu. ini kejutan yang luar biasa untuknya dan ia, sangat sangat bahagia.
Jika di ingat ingat sudah lama mereka tidak bertemu. itu juga karna ia yang sibuk dan reina yang terbang ke sana sini untuk pemotretan.
Reina tersenyum tipis namun bahagia mengikuti langkah rayyan. semua barang dan kopernya sudah di bawa duluan oleh manager dan asistennya ke apartemennya jadi sekarang ia hanya perlu menghabiskan waktu sebanyak banyaknya dengan rayyan kekasih hatinya, mengingat beberapa hari lagi ia harus terbang lagi ke london lalu setelahnya new york selama 2 minggu di sana untuk pemotretan. huhhhh...
Rayyan sama sekali tidak melepaskan tangan reina meskipun sekarang dia sedang menyetir.
Reina yang merasakan kehangatan itu sontak saja merasa sangat bahagia.
"sangat merindukanku? ". reina memiringkan kepalanya menatap rayyan dengan senyuman jail di wajahnya.
Rayyan terlihat mendesah.
"jangan tanyakan lagi reina? kamu pergi dengan tiba tiba dan aku tidak bisa sekalipun menyusulmu karna pekerjaan yang menghambat". kesal rayyan.
Reina terkekeh. ia mengangkat tangan rayyan dan mengecupnya dengan penuh sayang dan cinta.
"maafkan aku...aku salah! memang mendadak sekali tapi...saat itu mereka sangat membutuhkan seorang model dan model terdahulu tiba tiba terlibat scandal dan mereka tidak bisa memakainya".
"aku tahu dan aku selalu mengerti kamu cinta? tapi tidak bisa aku sembunyikan kalau aku merindukanmu...sangat".
Lagi lagi reina terkekeh geli.
Reina bergeser merapat ke rayyan lalu memeluk lengan rayyan.
"cinta kamu". ujar reina sayang.
__ADS_1
Mendengar kalimat reina sontak saja rayyan menghentikan mobilnya ke pinggir jalan lalu dengan cepat gerakan tangannya terangkat mengangkat dagu reina.
Cup...
Rayyan mengecup singkat lalu keduanya saling melihat sebelum saling ******* penuh cinta dan rindu.
Brakhhh...
Layya membanting keras tasnya ke meja kerjanya, mengingat dirinya masih kesal dengan rayyan.
"taksi?! ". tanya seorang wanita yang tidak lain teman sekaligus sekretarisnya. Yang mengikuti layya sejak layya turun dari taksi lalu ke lift dan masuk ke ruang kerja layya.
"jangan bahas itu dan jangan tanyakan apapun, aku benar benar bodoh hari ini". kesal layya.
Wanita tersebut mengedikkan bahunya.
"okay? baiklah! ". ujarnya masih dengan wajah bingungnya.
"oh...ini...". wanita tersebut menyerahkan satu berkas ke layya.
Layya melihat berkas tersebut lalu melihat ke temannya.
"apa ini? ". raihnya.
"beberapa hal yang perlu kamu kerjakan, begitulah kata pak GM dan...perlu tanda tangan kamu".
Layya melihatnya dengan seksama setelah membuka berkas di depannya.
"proyek Diamond dan...imperial...". layya mengantungkan kalimatnya terlihat berpikir keras.
"baiklah katakan pada pak GM, aku akan menanganinya dan jangan lupa juga bilang akan aku pertimbangkan dulu". ujar layya setelah menutup berkas di depannya.
Wanita tersebut tersenyum tipis.
"kalau begitu aku keluar dulu, jika butuh sesuatu segera panggil aku".
"kebetulan aku sedang butuh bantuanmu". layya menghentikan gerakan temannya yang mau berbalik.
"apa itu?! ". tanyanya dengan kedua alis menyatu.
"temani aku makan siang di kantin tapi...sebelum itu, kamu luangkan? tidak ada hal yang mendesak untuk di kerjakan segera".
Wanita tersebut melihat jam tangannya.
"setengah jam lagi aku ada rapat dengan timku".
Brakhh...
"okay, setengah jam lebih dari cukup untuk waktu makan siangku". ujar layya setelah bangkit berdiri dari kursinya dengan kedua tangannya memukul meja.
Layya yang melangkah duluan ke pintu ruangan kerjanya.
"kamu belum makan siang? sudah jam segini?! ". tanya temannya tidak percaya.
"sudah aku katakan jangan tanya apapun". layya melewati sederet karyawan perusahaan tersebut yang berada di luar ruangan kerjanya. dengan masing masing fokus pada pekerjaan mereka.
Keduanya melangkah ke lift dengan membicarakan hal hal yang menyangkut masalah pekerjaan.
__ADS_1