Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 30


__ADS_3

"aku tidak melihat mobilmu di tempat parkir layya?! ".


Tak...


Itu adalah suara ayrin sahabat layya yang ke apartemen layya karna layya meminta ayrin pagi pagi ke tempatnya.


Terdengar layya mendesah lelah. jika mengingat mobilnya tentu saja ia akan mengingat kebodohannya dan terlebih ke rayyan sialan itu.


"sebab itu aku memintamu ke sini pagi ini ayrin?! ".


Ayrin menyatukan alisnya sembari mendekat ke layya di mana layya sekarang berada di dapurnya dan sedang membuat sarapan untuk dua anaknya, yang sekarang masih dengan bobok manis mereka. mengingat jam pun masih pukul 7 kurang lebih.


"terjadi masalah pada mobilmu?! ". ayrin mencicipi makanan yang ada di hadapan layya, yang tidak lain salad buah.


"lebih tepat ada di suatu tempat dan tolong antar aku ke sana, sahabatku...". layya menepuk pundak ayrin sebelum melangkah ke kamarnya.


Ayrin mengedikkan bahunya acuh.


"aku harap kamu sudah mandi layya?! ". teriak ayrin dari arah meja makan.


"hanya beberapa menit! ". balas layya berteriak sebelum masuk ke dalam kamarnya untuk beres beres mengenakan baju kerjanya.


Sedangkan ayrin terlihat sudah siap buat menjalankan aktifitasnya hari ini. dengan baju kemeja biru langit di padu celana jeans dan tas samping yang tidak akan pernah lupa bagi kaum wanita yang berada di dunia kerja.


💜💜💜💜💜


Ruangan yang bernuasa lebih ke hitam dengan cahaya matahari menembus jendela kaca tersebut. terlihat satu meja yang berukuran persegi panjang dengan di baliknya seorang pria yang sedang sangat fokus pada lembaran lembaran kertas putih di depannya. membuka lembar demi lembar dan melihatnya dengan teliti.


Tok...tok...


"masuk". intruksinya pada si pengetuk pintu.


Ckleck...


Aldi muncul di baliknya dengan beberapa berkas berada dalam pelukannya.


"ini semua pak?". ujar aldi setelah berdiri di depan pemilik perusahaan tersebut.


Rayyan melihat ke berkas yang baru saja di bawa aldi lalu matanya beralih melihat ke aldi.


"bagaimana dengan ruang rapat? ". tanya yang kembali melihat ke kertas putih dengan coretan pena di bawahnya.


"seperti perintah anda, jam 9 dan sedang di atur rose".


Rayyan mengangguk singkat.


"bawa ini ke manager keuangan dan suruh dia untuk memeriksa lagi". ucap rayyan dingin.


"oh ya? bagaimana dengan perbaikan listrik? ". rayyan menghentikan gerakan tangannya yang menyodorkan berkas.


"semua sudah di perbaiki pak dan juga... tekhnisi mereka sudah mulai bekerja pagi ini, mereka sedang bekerja! ". jawab aldi panjang lebar.


Rayyan mengangguk mengerti.


"baiklah, bawa ini dan siapkan keperluan rapat dan juga...coba cek pekerjaan tekhnisi mereka, supaya tidak ada kesalahan, suruh salah satu dari tim perbaikan untuk menjaga di sana, kamu mengertikan?! ".

__ADS_1


"ya pak, saya mengerti, permisi pak! ". pamit aldi setelah meraih berkas yang di sodorkan rayyan lalu membalik badan melangkah keluar.


Di luar ruangan lebih tepat di ruangan sekretaris, yang di sana juga ada rose yang sedang memilah milah beberapa dokumen yang penting untuk rapat pagi ini.


"ada apa dengan raut wajahmu? ".


"pak dian membuat masalah lagi dan rapat pagi ini akan lama sepertinya".


Rose sontak menghentikan gerakan tangannya. menatap aldi setelah melihat ke pintu ruangan rayyan.


"berarti aku harus menyiapkan 2 kali lipat air mineral". ujar rose sebelum mendesah lelah.


Aldi mengedikkan bahunya lelah lalu melangkah keluar dari ruangan rose. pikiran aldi kembali ke rumah sakit di mana atasannya ikut menjenguk korban.


Di parkiran gedung imperial. terlihat layya keluar dari mobil berwarna merah milik dari ayrin.


"terima kasih teman? sudah mengantarku". ucap layya setelah menutup pintu mobil dan berdiri di pintu depan dengan ayrin membuka kaca mobilnya.


"maksudmu suatu tempat itu ini? ". tanya ayrin sembari melihat ketinggian gedung di depannya.


Layya tersenyum tipis. ia tidak mencerikan kejadian yang dialami kemarin pada ayrin dan tidak akan pernah. ia yakin temannya ini akan berteriak murka jika ia menceritakannya.


"tekhnisi baru akan bekerja hari ini dan aku dengar mereka sudah tiba, aku harus meninjau sebentar setelahnya baru aku akan ke perusahaan".


"akan sangat aneh jika satu gedung yang sama, kalian tidak akan bertemu".


Layya tersenyum tipis.


"itulah yang terjadi, percayalah?". yakin layya ke sahabatnya agar tidak khawatir padanya.


"jaga dirimu, aku pergi".


Layya mengangguk sembari mundur selangkah.


Setelah melihat mobil ayrin sudah keluar dari parkiran imperial layya melangkah masuk ke dalam gedung di depannya.


Ting...


Pintu lift terbuka. layya keluar dari sana melangkah ke ruangan yang sedang ia kerjakan.


Cklekc...


"oh? ".


"oh? ". ujar layya dan aldi bersamaan.


Layya menutup pintu di belakangnya.


"anda sedang meninjau pak aldi?! ". tanya layya sopan.


Aldi mengangguk sembari tersenyum samar dan memerhatikan para tekhnisi yang sedang bekerja.


"seperti yang anda lihat bu? bu Zunaira aku rasa juga sama".


Layya meletakkan sampingnya ke meja panjang di depannya. matanya memerhatikan lampu di atasnya yang belum terpasang.

__ADS_1


"ya tentu saja, hanya sebentar". layya melangkah ke salah satu sudut ruangan di sana untuk mengecek hasil dekorasi yang sudah sepenuhnya siap.


Aldi ikut melihat lihat juga hingga dia sampai di belakang layya berdiri.


Mata aldi mengerjap saat melihat gerakan tubuh layya melewatinya lalu memerintah salah satu pekerja di sana untuk mengangkat tangga sudut ruangan yang dari tadi layya perhatikan.


"ke sini pak? ya, sedikit lagi ke sini...baik terima kasih pak? ". ucap layya lalu dia kembali mendongak ke atas. aldi yang berada tepat di belakang layya ikut melihat.


"apa ada yang kurang beres? ". tanya aldi ke layya, yang sedang menaiki tangga di depannya.


"aku rasa...ya...". jawab layya setelah yakin kalau dekorasinya sedikit cacat.


"parah?! ". aldi terlihat cemas. kontrak kerja bisa di katakan 2 minggu lagi akan habis dan jika parah tentu desainer yang ia sukai ini akan mendapat masalah dari atasannya dan ia yakin pak ray tidak akan menerima itu.


Layya menunduk melihat aldi yang berada di bawah.


"tidak hanya sedikit, tidak ada yang perlu anda khawatirkan, tenang saja pak? aku akan menyerahkan ke pak aldi setelah 100% siap".


Aldi terkekeh geli.


"gajiku bisa berkurang juga bu? jika itu terjadi". canda aldi.


Layya ikut terkekeh.


Setelah memerhatikan dengan seksama, apa saja yang perlu di perbaiki selain sedikit dekorasi yang terjadi kesalahan. layya melangkah turun untuk menghubungi para pekerja dekorasi yang kata mereka semua sudah siap namun sedikit terjadi kesalahan.


"ah.. ". ringis layya saat merasa guncangan pada tangga, yang berdirinya tidak seimbang.


"aku akan memegangnya... turunlah". ujar aldi setelah memegang tangga dengan erat, sedangkan kepalanya mendongak melihat layya.


"oh..terima kasih...maaf merepotkan and...ah...Arghhhh...". jerit layya panik saat pijakan kakinya di tangga terpeleset hingga membuat tangga otomatis goyang dan jika saja layya tidak melepaskan pegangannya pada tangga ia dan pak aldi bisa bisa akan tertimpa tangga. mau tidak mau layya melepaskan dan mencoba untuk melompat saja meski di luar akal sehat karna ia dari anak tangga ke 5.


"BU ZUNAIRA?...AWAS...". suara teriakan aldi yang panik saat melihat tubuh layya melayang di atas kepalanya. aldi mengambil posisi untuk meraih tubuh layya agar tidak membentur lantai. sedangkan yang lain di sana ikut berteriak panik dan dengan sigap berlari ke sana.


"AWAS BU?! ". ujar mereka yang berjumlah 2 orang yang berlari langsung memegangi tangga sedangkan yang lain berjumlah 2 lagi tidak tahu harus lakuin apa hanya berdiri panik dan melihat kejadian setelahnya.


Aldi yang menahan tubuh layya agar tidak jatuh ke lantai dengan posisi mereka layaknya seperti habis melalukan dansa pasangan yang saling mencintai.


Layya yang dari tadi menutup matanya dan juga menunggu suara keras tubuhnya yang membentur lantai namun...


Layya mengedipkan matanya.


'kok...tidak ada suara apapun?... dan juga...kenapa tubuhku seperti...'. perlahan layya mencoba membuka matanya dan pandangan yang pertama ia lihat adalah wajah panik dan mata aldi yang terbuka lebar.


'pak aldi?...tunggu... '. otak layya dengan cepat mencerna posisi dirinya sekarang dengan pak aldi.


Seketika itu juga kedua mata layya melebar.


Ckleck...


Seseorang membuka pintu ruangan tersebut dan semua yang ada di dalam sana sontak melihat ke arah pintu tidak terkecuali layya maupun aldi.


Mata layya kembali melebar melihat siapa yang membuka pintu dan berdiri mematung di sana dengan kedua manik matanya melihat ia dan pak aldi.


Rayyan Zeki Andryatama.

__ADS_1


Kedua alis rayyan menyatu sempurna melihat pemandangan di depannya.


__ADS_2