
Layya mengerjap begitu sadar dan melihat ke sekitarnya sebelum matanya melihat ke supir di balik kemudi.
"pak tolong hentikan mobilnya!". pinta layya lembut tanpa melihat rayyan.
Pak supir tersebut terlihat kebingungan. jika dia berhenti apa atasannya akan marah padanya? lalu...jika dia tetap maju. bukankah ia seperti tidak mendengar wanita di belakangnya ini? dan sepertinya, wanita ini sangat berharga untuk atasannya.
Menghela nafas. supir tersebut memutuskan bertanya ke rayyan.
"bagaimana pak? apa saya berhenti?!". tanyanya gugup+takut. melihat raut wajah atasannya yang mengeras.
"bukankah aku sudah menyelesaikan semua masalahmu...?! jangan mencoba untuk bermain denganku sir? ". geram rayyan marah. wajahnya terlihat mengelap saat matanya menatap tajam supir di depannya dari spion atas.
Seakan menekan kata untuk terus melaju tanpa mendengar ucapan wanita yang duduk di sampingnya.
Terdengar suara tawa yang cukup keras dari balik telpon genggam rayyan. sebelum menjawab ucapan rayyan.
"pilihanmu hanya ada 2 son?! dan ah...rekaman video kalian ada padaku, kamu tidak maukan? rekaman tersebut ada di tangan mamimu?! dan juga...semua bukti kalian...".
"******* kau pria tua bangka! apa maumu huh...?!". suara teriakan marah rayyan yang tiba tiba sentak membuat layya dan si supir di depannya terkejut.
__ADS_1
Kepala layya otomatis berputar menoleh menatap rayyan di saat tadi matanya melihat ke luar jendela mobil menanti sang supir menghentikan mobil sialan ini dan ia bisa segera keluar.
"aku sudah mengirim semua data yang kamu butuhkan son...? itu sudah sampai sekarang, selesaikan dengan bersih, aku cuma mau hasilnya...".
"bahkan itu saja anda tidak becus? ". geram rayyan, yang hanya fokus pada pembicaraannya tanpa peduli seseorang di sampingnya mau keluar dari mobil tersebut.
Pria di sebrang terkekeh geli sebelum kembali menjawab dengan nada jail.
"karna itu aku memiliki dirimu, yang bisa di andalkan son...? aku menantikan hasilnya".
Rayyan mengerang di dalam hati.
Rayyan melenguh keji. 2 minggu yang lalu saat dirinya sudah berencana bahkan sudah mengatur waktu seharian tidak, seminggu untuk bersama kedua anaknya. mengajak mereka bermain, belanja barang kesukaan mereka. memanjakan mereka. membeli mainan apapun itu. makan makan. semua sudah di atur tapi buyar begitu saja setelah pria tua bangka itu menghubunginya dan mengancamnya.
Pria itu tidak sengaja melihat layya di pusat perbelanjaan yang ada di kota ini dan menjadikan layya untuk mengancamnya. yang pria itu tahu. layya sudah tidak berada di negara ini lagi, semenjak mereka berakhir dan pria itu tahu. melihat layya yang sudah kembali ke sini. otomatis otaknya yang licik bekerja. menjadikan pernikahannya dengan layya sebagai ancaman untuk mengancamnya.
Pernikahannya dengan layya 4 tahun lalu tidak di ketahui oleh mami dan papinya. pria ini tahu karna dia dan istrinya adalah sebagai saksi pernikahannya atau bisa di sebut juga sebagai wali pengganti mami dan papinya saat itu. untuk meyakinkan atau untuk mendapatkan restu dari paman layya supaya bisa menikahi layya. saat itu ia meminta pria tua ini pamannya adik dari maminya untuk melamar layya ke paman layya dan meyakinkan paman layya. semua itu tidak gratis. ia harus mengorbankan sahamnya. pemberian dari kakeknya. papa dari papinya. yang ada pada perusahaan papinya salah satu dari perusahaan yang lain. jatuh ke tangan pamannya dan saat itu ia akui mami dan papinya sangat terkejut mengetahui hal tersebut. karna tiba tiba saja ia pulang ke rumah lalu meminta ke papinya untuk mengalihkan nama dari sahamnya ke nama pamannya. awalnya papi menolak dan meminta alasannya namun ia menjawab.
"25% saham tidak akan membuatku kemiskinan pi? dan saham itu untuk sayangku ke paman dan...dari dulu aku mau memberikan saham itu untuk paman bukan hanya sekarang, hanya waktu saja". tidak ada yang tidak tahu di keluarganya bahkan mami dan papinya tahu betapa ia sangat menyukai dan menyayangi pamannya tersebut. dari ia kecil berumur 3 tahun. paman lah yang paling dekat dengannya di bandingkan papinya, yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. mengantarnya sekolah. menjemput. mengajaknya jalan jalan ketika hari libur bahkan menghabiskan hari harinya hanya dengannya. ketika malam ia akan merengek ke maminya untuk tidur dengan pamannya. bahkan di umurnya 17 tahun. ia masih suka tidur dengan pamannya. bermain game atau bercanda ria. itu semua terjadi sebelum pamannya menikah dan sikap pamannya berubah total.
__ADS_1
Perkataan dan ucapannya membuat papinya menandatangani surat pengalihan tersebut karna saat itu ia memberinya untuk papinya untuk di jaga. ia juga tidak suka akan hal hal tersebut. beruntung baginya karna setelah beberapa tahun kemudian dan setelah ia terjun ke dunia bisnis bekerja di perusahaan papi. ia berhasil mendapatkan kembali sahamnya. saat itu pamannya menjual saham pemberiannya ke salah satu pengusahaan kaya di sini dengan harga 3x lipat dari harga sebenarnya. paman saat itu sangat membutuhkan uang entah apa, ia tidak mau tahu dan ia mendapatkan itu. dari pengusaha tersebut, yang juga menawarinya dan ternyata dia teman dari papinya. dia membeli lalu menjual lagi untuknya. dan sialnya. beberapa bulan kemudian paman tahu. ia berang dan marah namun tidak bisa berbuat apa apa. mengancamnya? dengan apa. saat itu dirinya sudah tidak dengan layya lagi dan ia sangat bersyukur saat itu. bukti pun tidak ada. ke kantor pengurusan nikah? untung saja saat itu ia meminta seseorang di sana yang sangat ia percayai untuk menutupi pernikahannya dengan layya dari siapapun termasuk layya sendiri. paman tahu kalau ia menikahi layya saat itu bukan secara siri tapi resmi. baik secara hukum maupun secara agama. layya istri sahnya. buku nikah atau apapun itu ada namun tersimpan rapi di suatu tempat yang hanya ia sendiri yang tahu. perpisahannya dengan layya dan juga hubungannya dengan reina menguatkan pemikiran paman kalau ia. benar benar tidak ada hubungan lagi dengan layya dan...tidak ada hal yang bisa mengancamnya lalu...kenapa sekarang bisa?. jawabannya hanya satu. dulu tidak ada layya di sini dan sekarang ada. layya bisa jadi bukti untuk semuanya.
Di banding itu semua. ketika paman tidak mengancamnya tapi mengatakan langsung ke mami atau papi tentang pernikahannya dengan layya dan di saat mami mengenal layya bahkan ia mendengar dari papi kalau layya adalah anak dari sahabatnya ketika sekolah dulu. ini benar benar gila. bukan kemarahan mami atau papinya yang paling ia takutkan akan tetapi...ketakutan dan kemarahan layya lah yang paling ia hindarkan. wanita itu tentu akan takut kalau kedua anaknya akan di ambil alih oleh mami dan papinya meski itu tidak akan terjadi.
Ia yakin. layya juga akan menyetujui keputusannya ini. menjadi budak pria tua bangka itu. kemarin menyelasaikan hutangnya, perusahaannya yang hampir bangkrut dan sekarang...
Rayyan menggeram.
"ini yang terakhir, jika anda tidak berhenti. aku sendiri yang akan menjatuhkan mu ke titik terendah, jangan memancing kemarahanku!". erang rayyan marah.
Terdengar kekehan geli dari seberang.
Rayyan menggertakkan giginya hingga bunyi bergemelatuk.
"ingat satu hal paman? aku bisa mengambil kembali apa yang sudah ku beri meski aku tidak menginginkannya! ". ancam rayyan keji sebelum mematikan panggilannya.
Rayyan bernafas naik turun karna kemarahan di dalam dirinya. satu hal yang sangat ia syukuri sampai sekarang. yaitu...paman belum melihat atau belum mengetahui kehadiran yusuf dan maryam.
Ia berharap sangat berharap. paman tidak akan pernah bertemu atau melihat kedua anaknya lebih lebih yusuf. karna ketika paman sudah melihat yusuf. saat itu juga ia tidak akan menjadi seperti dirinya yang sekarang. ia sangat yakin itu.
__ADS_1