
Baru saja layya mendesah rileks begitu air hangat menyentuh keseluruhan kulitnya. Sehingga membuat tubuhnya, yang tadinya lelah sekaligus lemas menjadi rileks kembali.
Namun, ia kembali di kejutkan oleh ulah atau perbuatan rayyan, yang menurut nya sangat sangat rayyan sengajai. Padahal baru saja ia mendapat kan kekuatannya kembali. Dan sekarang, harus ia gunakan yang pertama adalah mengadu mulut dengan rayyan.
Mata layya seperti mau melompat keluar melihat pemandangan di depannya.
Melihat saja tanpa bicara, apa ia bisa? Di saat apa yang rayyan lakukan di depannya.
Lalu, berbicara memprotes. Ckck, Kekuatan nya baru saja kembali.
Pria ini sangat sangat bisa membuat emosinya meledak. Semenit yang lalu dia memanjakannya dengan sifat yang seperti penuh kasih sayang itu. Namun sekarang, ia menjatuhkan perasaan leganya menjadi kekesalan yang tiada Tara.
"apa yang kau lakukan?!". Tanyanya santai dan masih dengan mata menatap rayyan di hadapannya.
Rayyan sejenak menghentikan aktivitas nya. Menoleh menatap layya lalu kembali ke aktivitas nya. Melepaskan celananya yang sudah basah semua setelah tadi habis melepaskan baju kemeja yang sudah menempel di badannya akibat basah.
"seperti yang kamu lihat layya? Apa perlu aku jawab lagi?!". Jawab rayyan santai.
Kekesalan layya seketika saja menghentak tubuhnya, membuat andrenalin di dalam darahnya untuk memperingati nya kalau pria di depannya saat ini adalah pria yang sama. Pria yang ia kenali beberapa hari ini. Pria yang sangat sangat pintar dalam mengaduk aduk emosinya.
"orang buta juga tahu apa yang sedang kamu lakukan Ray? Tapi tentu kamu sadar di sini ada aku!".
"lalu kenapa? Ada yang salah dengan itu?!". Rayyan menoleh menatap layya setelah tubuhnya hanya meninggalkan sehelai boxer.
Dan semakin membuat layya tidak habis pikir adalah. Rayyan yang berdiri dengan santai sembari berkacak pinggang menatapnya.
Huhhh.
Mau tidak mau layya terpaksa mendesah lelah. Sambil melihat ke bawah di mana air sudah hampir memenuhi bathtub.
"sudahlah! Lakukan saja apa maumu". Ujar layya lemah tanpa melihat rayyan.
'aku juga tidak akan melihat ke sana, kearahmu'.
Hal itu membuat rayyan tidak terima sehingga ia mendekat ke layya dan berdiri di hadapan layya dengan jarak sekitar 2 meter lebih sambil merentangkan kedua tangannya.
"apa ada yang salah? Tentu tidak ada kan layya. Kamu istr...".
"istri...". Layya memotong ucapan rayyan dan menoleh menatap rayyan. Namun, ia di kejutkan dengan rayyan yang entah sejak kapan sudah ada di hadapannya dengan hanya menggunakan. ugh..
Layya cepat cepat membuang mukanya ke arah lain. Sedetik kemudian ia menggertakkan giginya. Kesukaannya dari dulu adalah. Melihat tubuh tubuh para pria yang terbentuk indah, seperti rayyan sekarang. Ia tidak akan munafik dengan mengatakan ia tidak suka dengan bentuk tubuh yang berkotak kotak begitu. Akan tetapi, kenapa harus pada pria ini? Dan itu membuatnya terganggu dengan sangat.
Dulu ia sering melihat bentuk bentuk tubuh yang indah dan bagus bagus seperti itu, saat menjadi asistennya kak rendra. Saat kak Rendra menjadi model. Dan saat itu kak Rendra lebih dulu menjadi supermodel lalu setelahnya baru rayyan, yang terkenal dengan ketampanan nya dan memiliki image yang cool dan juga, sombong. Tiada ramah ramah nya. Sangat berbeda dari kak Rendra yang memliki image hangat sehingga ramah ke siapapun. Lupakan itu.
"sebentar lagi kamu sadar aku akan menjadi mantan! Dan apa yang kamu lakukan sekarang tidak pantas".
Rayyan mendelik tidak suka dengan ucapan layya.
"maksudmu aku harus tetap dengan baju basah begini keluar dari kamar? Lalu setelahnya melihat apa yang di khawatirkan seseorang yaitu kedua anaknya yang ada di lantai atas dengan hanya menggunakan pakaian basah tanpa mengganti dan perlu bagiku juga untuk mandi agar tidak masuk angin sehingga membuatku sakit dan tidak bisa ke perusahaan besok. Begitu maksudmu... Layya?". Jawab rayyan dengan satu tarikan nafas dan tanpa titik koma.
Layya terkesiap dengan rentetan ucapan rayyan. Ia menjadi gelagapan sendiri. Sehingga berakhir dengan layya yang menggigit bibirnya sendiri.
__ADS_1
'bukan begitu maksudnya. Pria ini tentu tahu apa maksudnya. Bukankah dia bisa menggunakan kamar mandi lain di kamar lain'.
"ah!?". Suara ringisan layya ketika sebuah tangan memegang dagunya dan memaksanya mendongak ke atas. Hingga manik matanya bertemu dengan manik mata rayyan. Yang entah sejak kapan rayyan sudah berada di sampingnya.
"4 tahun lalu...Bukankah aku pernah mengatakan nya padamu layya? Jangan pernah menggigit bibir mu di hadapan pria, siapapun itu...Termasuk suamimu ini". Tatapan mata rayyan yang gelap saat melihat ke bibir layya, yang sedikit terbuka akibat ulahnya.
Kedua bulu mata layya yang panjang dan lentik mengerjap kebingungan. Mencoba mengingat hal yang rayyan ucapkan.
'kapan itu...?'.
"karna di saat kamu melakukan itu layya?... Kami pria akan sangat ingin melahap habis bibirmu ini hingga membengkak! Kamu mengerti sekarang?!". Tekan rayyan keji dengan nada ancaman.
'apa wanita ini sering melakukan ini selama 4 tahun ini? Dan entah kenapa ia jadi sangat bersyukur, karna sampai sekarang dia masih baik baik saja'
Layya seketika saja menyingkirkan tangan rayyan dari dagunya. Menaikkan pandangannya, balas menatap rayyan tajam.
"jika itu kamu maka iya. Jangan sama kan semua pria seperti mu!". Balas layya yang tidak kalah tajam dari rayyan.
Rayyan terkekeh geli.
"itu artinya yang kamu lakukan tadi sengaja memancingku, begitu?!".
Layya menjatuhkan rahangnya.
'darimananya ia sengaja? Itu terjadi begitu saja, pria ini terlalu percaya diri'.
Layya mendesah.
Rayyan mendengus.
"jika pria itu pria cupu itu. Maka kamu akan sangat tertarik melakukan itu. Bukankah itu yang ingin kamu katakan...?!".
Layya memejamkan matanya. Sedetik kemudian ia membuka matanya. Menoleh menatap rayyan. Berusaha keras menahan kekesalannya.
Layya memaksa untuk menyungging senyum tipis, seperti sekarang.
"kenapa Rendra di bawa bawa ke sini?!".
"kamu selalu membelanya!".
"aku tidak membelanya".
"apa bagimu terdengar begitu? Dan bagiku tidak begitu". Rayyan membantah keras.
"aku bingung! Bagaimana jalan pikiranmu sih? ".
"di sini kamu sedang bersama denganku dan kamu malah memikirkan pria lain! Aku menyebut namanya. Kamu tidak suka mendengarnya dan kamu membelanya!".
Layya mengernyit, menoleh menatap rayyan yang berdiri tegak di sampingnya.
"sebenarnya apa yang terjadi padamu sih? ...Apa kamu tidak terima aku memprotes. Karna kamu melepaskan baju di sini...? Kan aku sudah bilang, terserah kamu?!".
__ADS_1
"jika nama pria cupu itu di sebut. Kamu selalu mau mengakhiri pembicaraan dengan mengalihkan ke hal lain layya. Masalah dengan aku melepaskan baju? Apa masalahnya? Kamu istriku. Jadi sah sah saja aku melepaskan baju di depanmu sekalipun aku telanjang di sini, bukankah begitu? ...".
Layya mendesah.
"yang tiba tiba membicarakan Rendra, kamu tadi Ray? dan aku tidak mengalihkan pembicaraan. Hanya saja aku bingung dengan sikapmu sekarang tahu nggak!?".
Rayyan mendengus tidak terima.
"tidak membicarakan...? Tentu saja. Tapi begitu namanya di sebut. Kamu sudah seperti cacing terbakar sinar matahari".
Layya menyatu kan alisnya.
"cacing?!". Layya nyaris saja berteriak ketika mengucapkan satu kata itu.
Ia benar benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
Rayyan bukannya menjawab layya. Malah dia membuang muka ke samping setelah membuang nafas sinis ke layya. Di sertai kedua tangan rayyan yang terlipat di depan dada.
Layya semakin tidak mengerti dengan sikap rayyan.
'apa apaan dia? '.
Layya melihat memerhatikan rayyan.
'bukankah rayyan sekarang terlihat, sudah seperti anak kecil yang lagi ngambek...?!'.
Pandangan layya turun ke bahu rayyan lalu ke dada rayyan. Seketika itu juga jantung layya menjadi tidak baik baik saja sedang matanya menjadi terbuka lebar.
Layya diam diam menelan ludah nya. Saat pandangan matanya turun hingga ke pusat rayyan. Hingga..
Layya cepat cepat membuang muka saat keinginan di dalam dirinya untuk terus menelusuri tubuh rayyan dengan tatapannya.
'tidak layya! Kuasai dirimu. Dia rayyan, ingat. Rayyan. Z si model menyebalkan!'.
Layya menarik nafas tajam. Sedetik kemudian ia tersentak saat menyadari sesuatu. Dengan cepat kepala layya berputar menoleh melihat ke samping ke rayyan yang masih berdiri di sampingnya.
'seperti anak kecil, yang sedang meminta untuk di bujuk'.
Namun, bukan itu yang membuat layya tersentak dan buru buru melihat rayyan melainkan. Layya menyadari satu hal.
Layya memberanikan diri untuk melihat rayyan dari bawah hingga ke atas dan sampai di wajah rayyan.
"pfftt...". Layya menutup mulutnya dengan tangan kiri. Menahan tawa.
"tidak ada yang lucu layya?!". Protes rayyan tidak suka.
"kamu terlihat Seperti pengulat pengulat itu Ray? Yang badannya gemuk dan hanya memakai celana dalam saja... pffttt... ha...ha...ha...". Layya tergelak tawa sedang matanya melihat ke arah lain.
Rayyan sontak menurunkan pandangannya menatap dirinya sendiri dari bawah hingga sampai ke perutnya. Lalu dengan cepat kembali menatap layya. Yang masih tergelak tawa.
Rayyan menggertakkan kedua barisan giginya sebelum ia menggeram. Tidak suka melihat layya mengatawainya.
__ADS_1
"kamu sangat menyebalkan layya!". Umpat rayyan sambil berlalu dari samping layya dan masuk ke ruang kaca di kamar mandi tersebut. Menghidupkan shower dengan kasar. Berdiri dibawahnya, membiarkan dirinya basah. Dengan mulutnya masih dengan merutuki layya.