Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 38


__ADS_3

"gerard? bawa anak anak ke dalam kamar". perintah rendra ke pria satu lagi, yang di temui layya di restoran siang tadi. ternyata bukan hanya ada rendra tapi juga ada gerard beserta juga lala di sana babysitternya yusuf dan maryam.


Gerard yang melihat layya di bopong oleh pria yang dia lihat siang tadi sontak membalik badan dan menutupi kedua mata anak layya dengan kedua tangannya.


Gerard mengangguk mengerti.


Rendra melangkah ke pintu yang sudah tertutup setelah di buka lebar dan di banting tadi oleh rayyan.


"rayyan? apa yang kamu lakukan? turunkan aku? ". layya terus memukul punggung meminta untuk di turunkan namun rayyan sama sekali tidak peduli.


Raut wajahnya yang dingin dan kejam sangat kontras terlihat. ingatannya sontak saja kembali kemasa lalu. ke hal di mana sama sekali tidak mau ia ingat. ke hal yang membuatnya sangat sangat membenci dan marah ke layya namun ia tidak bisa mengatakannya atau...sekedar mencari kebenaran karna terlalu takut dengan kenyataan yang sebenarnya.


Menggertakkan gigi rayyan terus melangkah menuju ke lift. selama ini ia sudah melupakannya namun kehadiran layya kembali. kembali mengulang ingatan itu dan sekarang...ia kembali melihat pria itu. dimana ia bisa menahan dirinya untuk tidak marah?. dulu ia pergi begitu saja dengan perasaan benci dan campur aduk tanpa berniat mau mendekat meminta penjelasan pada layya.


"rayyan turunkan aku, aku bilang?! ". layya terus meronta yang terkadang membuat keseimbangan jalan rayyan tidak seimbang.


"layya ku mohon diamlah! ini demi kebaikan kita". jika tidak, kita akan kacau balau layya. sambung rayyan dalam hati.


"ray?...". dengan nafas ngos ngosan rendra menghentikan langkah rayyan.


"turunkan ira! dia bukan benda atau barang". dengan tenang rendra berbicara ke rayyan.


Rayyan melirik ke bahunya yang di cekram pria berkaca mata di sampingnya.


"lepaskan!". desis tajam rayyan ke rendra yang mencoba membantu layya.


Rendra menarik nafasnya.


"seperti kamu, aku juga butuh penjelasan dari ira, jadi mari kita dengarkan sama sama". rendra berkacak pinggang berbicara dengan tenang tanpa ada emosi atau semacam hal itu.


"Ahh...". ringis layya saat rayyan menurunkannya dengan kasar bahkan layya hampir saja terjatuh ke lantai jika saja rendra tidak memegangnya.


Tanpa layya dan rendra sadari. rayyan maju ke hadapan layya dan rendra lalu...


Bukhhh...

__ADS_1


Rayyan memukul wajah rendra hingga membuat rendra terpelanting ke belakang dan terduduk di lantai.


Layya yang terkejut membulatkan matanya melihat hal tersebut. matanya hanya fokus ke waja rendra yang kena tonjokkan rayyan sama sekali tidak melihat raut wajah rayyan yang sama sekali tidak bersahabat.


"rayyan? apa yang kamu lakukan? ". teriak layya menghentikan gerakan rayyan yang mau menghampiri rendra dan mau memukul rendra lagi.


"ren kamu baik baik saja?! ". layya menghampiri rendra di lantai yang sedang menyentuh sudut bibirnya dan terlihat sedikit mengeluarkan darah.


Layya membulatkan matanya melihat hal tersebut.


"kamu berdara...Ahh...".


Bhukkk...


Lagi lagi rayyan memukul rendra setelah menepis layya dari samping rendra hingga membuat layya terjatuh ke belakang.


Rendra yang melihat layya kesakitan sontak emosinya tersalut padahal tadi dia masih bersikap tenang.


"******** kamu ray? ". geram rendra bangkit berdiri dan..


Bhukkk...


"ugh...". ringis keduanya lalu...


Terjadilah perkelahian antara keduanya di sana bahkan tidak ada sama sekali yang mau mengalah.


Layya yang melihat hal tersebut bingung tidak tahu harus meredanya dari arah mana. salah salah dirinya yang akan kena tonjokkan kasar tersebut.


"apa yang kalian lakukan?!... hentikan aku bilang?! ". teriak layya frustasi namun keduanya masih tetap melanjutkan bahkan suara layya sama sekali tidak masuk ke dalam gendang telinga keduanya.


Layya menggertakkan giginya melihat kedua di lantai. rayyan yang berada di bawah cekalan rendra dengan kerah baju rayyan di cekal erat oleh rendra sedangkan satu tangannya, yang sudah terkepal kuat siap menghantam wajah rayyan. setelah tadi rayyan berada di atas menghajar rendra sekuat tenagannya, tidak mau memberi rayyan terus menerus menyerangnya rendra menendang perut rayyan hingga membuat rayyan terjungkal ke belakang.


'hahhh...benar benar'. batin layya frustrasi.


"AKU BILANG HENTIKAN! ". teriak layya nyaring dan sontak menghentikan rayyan dan rendra yang mau saling menghantam lagi.

__ADS_1


Keduanya menoleh menatap layya dengan wajahnya yang tentu jelas sudah babak belur.


Layya menarik nafasnya sebelum berbicara.


"aku hanya akan bilang sekali jadi...". di sela giginya yang bergemelatuk layya berbicara sembari melihat kedua pria di sana.


"dengar baik baik ya?...rayyan...lebih baik kamu cepat pergi dari sini ya? dan...kamu boleh melihat anakmu besok sesuai janji aku tidak akan melarang jadi...segera pulang sekarang...".


"layya kau...".


"dan...". layya melihat ke rendra. memotong ucapan rayyan yang sepertinya tidak terima.


"rendra? cepat lepaskan tanganmu di baju rayyan dan masuk ke dalam". ujar layya ke rendra dengan nada memerintah.


Rendra melihat rayyan dan sedetik kemudian dia melepaskan tangannya di kerah baju rayyan lalu bangkit berdiri dengan nafasnya yang seperti habis lomba lari.


"lain kali...mari bicara dengan baik baik! ". ucap rendra ke rayyan yang masih terduduk di lantai sebelum ia melangkah masuk ke dalam apartemen layya.


Ckleck...


Pintu tertutup dan tinggallah hanya rayyan dan layya berdua.


Rayyan menyentuh sudut bibirnya yang terluka dan mengeluarkan darah. melihat hal tersebut layya jadi merasa bersalah tapi...


"jika kita bicara baik baik tentu tidak akan begini bukan? dan kamu tidak akan terluka".


Dari bawah rayyan menatap layya dengan tajam dan tersirat kemarahan di dalam sana. ia bangkit berdiri memperbaiki bajunya menatap layya sebentar sebelum mendengus sinis.


"masuk dan obati kekasih sekaligus cinta pertama mu itu! maaf...aku sudah memukulnya dengan keras dan itu pantas untuk dia terima jika kamu sadar". ujar rayyan sebelum melangkah dari sana dan melewati tubuh layya menuju ke lift di depannya.


Layya yang tidak mengerti dengan ucapan rayyan sontak berbalik menatap rayyan dengan mulutnya yang terbuka mau berkomentar tidak terima.


'apa maksud ucapannya? kekasih?... cinta pertama....oh okay? aku akui itu benar tapi... '.


"hei kau...". ucapan layya terhenti akibat pintu lift yang tertutup begitu juga dengan tubuh rayyan yang menghilang dari sana.

__ADS_1


"dia aneh banget tahu enggak! ". layya menggerutu sendiri. layya tersentak sadar saat melihat tubuh rayyan tadi yang babak belur dan ingatannya teringat ke rendra. dengan cepat layya berbalik masuk ke dalam apartemennya.


__ADS_2