Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 110


__ADS_3

Bukannya marah atau tidak terima dengan ucapan layya.


Rayyan malah bersikap santai tidak peduli. Ia menggerucut bibirnya mencoba berpikir. Tanpa peduli layya yang terus melawan mencoba melepaskan diri.


"suami di atas kertas? Aku tidak tahu itu, juga... Tidak mau tahu tuh?!".


Layya menggeram kesal.


"lepaskan ini ray? Aku harus menemui klienku dan kau bisa membuat ku terlambat". Layya sedikit menaikkan nada suaranya.


Ya. Tadi ia keluar dari perusahaan karna ada kliennya yang meminta untuk bertemu. Karna ada beberapa desain bagian kantor nya yang harus di ubah.


Karna satu arah. Ia pikir bisa mampir ke sini sebentar. Untuk mengambil tas sekaligus juga kunci mobil dan mobilnya sekalian. Dan ya. Ia ke sini pakai taksi dan itu. Sudah mengeluarkan uangnya banyak untuk hari ini.


Satu lagi. Ia sangat bersyukur. Sekaligus sangat berterima kasih ke bu imelda. Karna mau melihat kedua anaknya dalam 2 hari ini. Ralat, 2 hari 1 malam. Itu semua adalah karna pria di hadapannya ini. So...Karna putranya juga bukan. Tapi aku tidak mungkin mengatakan itu.


So... aku harus bergadang malam ini. Menyelesaikan pekerjaan yang tertunda alias menumpuk. Entah bagaimana ceritanya bisa menumpuk dan menggunung begitu.


Jika ia tidak menyelesaikannya segera. Ia yakin besok nya dan besoknya lagi. Semua berkas itu akan menjadi gunung Everest.


"tidak jika kita bergerak sekarang!".


"huhhh...". Layya mendengus tepat di depan wajah rayyan.


"seperti aku mau saja!".


"karna itu aku meminta"


"lepas!". Dingin layya tenang tanpa meronta lagi. Karna dengan bodohnya ia baru sadar. Hal itu cuma percuma.


"Menurutmu?!"


Layya menarik nafas dalam. Sembari membalas tatapan lembut rayyan. Dengan tatapannya yang dingin dan tajam.


"melihat wajahmu saja aku sudah jijik ray? Apalagi dekat denganmu begini! Aku berusaha menahan diriku". Kata kata sarkas dan kejam layya. Tidak sedikit pun membuat rayyan mengubah posisi berdirinya, juga raut wajahnya.


Lama saling menatap. Layya menatap rayyan dengan geram. Sedang rayyan menatap layya, yang awalnya dengan lembut di sertai senyum jail di wajahnya. Beberapa detik kemudian. Raut wajah rayyan terlihat sedikit sedih.


"kamu tahu ray? Apa yang pertama kali muncul di ingatan ku. Begitu aku melihat wajahmu atau mendengar namamu..?". Layya menjeda ucapannya melihat meneliti ekspresi wajah rayyan yang bagi layya. Masih tenang.


Rayyan diam mendengarkan. Meski ia merasa. Kata kata layya selanjutnya, akan sangat menyakitinya.


"Ranjang!". Jawab layya singkat.

__ADS_1


Namun, memiliki arti yang sangat dalam bagi keduanya. Dan memiliki kesan yang sangat amat menyakitkan bagi seorang layya.


Mendengar 1 kata tersebut.


Rayyan masih dalam sikap tenangnya. Ia sudah menduga. Suatu waktu, layya akan mengungkit hal itu.


Namun, ia tidak menyangka. Baru sekarang.


Itu artinya... Ia sudah siap dari dulu. Sebelum. Pernah suatu waktu. Ia berpikir akan mencoba untuk melarikan diri atau... Bersikap bodoh dan tidak tahu malu. Akan tetapi, sampai kapan.


Hal yang harus di perjelas. Memang harus di perjelaskan. Meskipun, Penjelasannya tidak akan bisa di terima oleh layya. Meskipun, pembelaannya akan di anggap omong kosong bagi layya. Atau... Cuma kata bohongan. Tetapi...


"aku tidak akan membela diriku. Aku akui, aku salah! Aku juga tidak akan meminta maaf darimu". Karna itu terjadi karena kesalah pahamanku terhadapmu. Ketidakpercayaanku pada cintamu untukku. Sambung rayyan dalam hati.


Layya menyatukan kedua alisnya. Ia sempat berpikir. Ia sempat membayangkan. Bagaimana suatu waktu jika rayyan meminta maaf padanya. Jikalau suatu saat rayyan mengetahui bahwa mereka mempunyai anak bersama.


Apa yang akan aku lakukan saat itu? Memaafkannya.


Menamparnya.


Melarikan diri.


Mengumpat nya dengan kata kata kasar.


Atau, Mengacuhkannya.


Tapi apa ini.


Apa pria ini bilang.


Tidak akan meminta maaf. Aku tahu dia pria angkuh dengan kesombongan nya. Tapi aku sama sekali tidak pernah membayangkan. Dia seangkuh ini.


Apa?


Tidak akan meminta maaf.


Setelah menyakiti dan mempermainkan anak orang.


Lebih dari itu. Mempermainkan menipu perasaan orang.


Lengkap sudah. Kataku untuk membencinya. Meski dia, ayah dari kedua anakku. Lalu apa?.


Ya. Meskipun pria ini meminta maaf. Itu tidak akan berefek apapun padaku. Karna aku sudah terlanjur terluka. Paling tidak. Pria ini merasa bersalah. Dan bukan pria yang tidak tahu malu serta angkuh dan selalu menggangguku seperti ini. Ah satu kata lagi. Bersikap seenak jidatnya.

__ADS_1


"keangkuhanmu mengalahkan wajahmu sir?!". Sinis layya.


"tapi aku minta maaf....". Rayyan tidak peduli dan mendengar kan ucapan layya. Dia malah menyambung ucapannya sebelumnya. Dengan menatap wajah layya dengan lekat dan lembut di hadapan wajahnya.


Ketenangan rayyan. Entah mengapa. Layya merasakan aura di sekitarnya. Menjadi sejuk sekaligus hangat di saat bersamaan.


'ada apa ini? Perasaan hangat apa ini!'.


"aku minta maaf karna tidak mempercayai hatimu, Meragukan cintamu untukku dan salah paham padamu". *Itu semua, yang memicu semuanya layya. Seharusnya, Saat terakhir kita bersama. Aku tidak membiarkanmu pergi. Aku bisa bertanya semua padamu. Tapi nyatanya layya. Aku terlalu pengecut untuk mendengar jawaban darimu.


*Bagaimana jika semua yang aku pikirkan benar.


Bagaimana jika yang aku tebak benar.


Bagaimana jika yang aku lihat dengan kedua mataku, adalah perasaan yang sebenarnya ke pria itu.


Kamu lebih memilih dia daripada aku.


Kamu masih mencintai cinta pertama mu dan kamu akan memilih bersamanya daripada aku. Yang baru kamu kenal beberapa bulan.


Bagaimana jika itu jawaban mu. Sungguh layya, Jujur. Aku tidak bisa dan tidak sanggup mendengarnya. Mungkin jika saat itu. Benar benar aku bertanya dan semua itu benar.


Sungguh layya. Mungkin aku akan membunuhmu saat itu juga. Karna itu, aku memilih diam dan membiarkanmu pergi.


Terlalu menyakitkan layya. Untuk menerima kenyataan*.


Namun, sekarang. Setelah aku tahu semua. Aku merasa akulah pria yang paling bodoh dan kejam di dunia ini.


Karna itu.


"maafkan aku layya! Tidak mempercayai mu". Sambung rayyan menatap ke dalam manik mata layya.


Layya tersentak dan menit berikutnya. Ia mematung saat manik mata dirinya menatap dalam ke manik mata rayyan.


'ada apa ini? Kenapa aku seperti mau menangis? Sebenarnya siapa yang salah di sini? Dan kenapa pria ini meminta maaf karna hal lain? ... Tidak mempercayai ku? Dan bukan karena dia telah menyakiti, mengkhianati cinta dan mempermainkan perasaan ku?'.


' A-apa? Tidak percay... Tunggu...'. Layya membuang wajahnya ke samping saat suatu pikiran muncul di kepalanya.


Kemarin. Bukankah rayyan memukul rendra? Dan apa semua itu ada hubungannya dengan ini? .


Dan juga. Alex pernah menanyakan pertanyaan yang bodoh padanya.


Seakan pertanyaan alex. Menuduhnya yang melakukan kesalahan dan bukan rayyan.

__ADS_1


Ada apa ini. Apa yang sebenarnya terjadi.


Salah paham. Apa yang membuat rayyan salah paham.


__ADS_2