Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 59


__ADS_3

"ya baik bu?...akan saya sampaikan...".


Cklekc...


"pagi pak?! ". sapa rose sedikit menunduk.begitu melihat atasannya masuk dengan pintu terbuka lebar. di ikuti aldi di belakangnya.


Rose. sekretaris pribadi rayyan dari antara 3 sekretarisnya yang lain. ia menoleh ke pintu saat terbuka lebar dan atasannya masuk. CEO sekaligus anak dari pemilik perusahaan besar tersebut. rose bangkit berdiri dan menyapa rayyan.


"batalkan semua jadwalku hari ini termasuk rapat! ". seru rayyan ke rose dan aldi bersamaan.


"ya?! ". serentak aldi dan rose menjawab bingung.


Rayyan berbalik menatap tajam aldi.


Aldi menunduk menatap lantai. ia merinding melihat tatapan atasannya tersebut. ia lupa kalau CEO sangat tidak suka ucapannya di ulang 2 kali.


Aldi merapatkan giginya. menggeram dalam hati. merutuki kebodohannya.


"akan saya lakukan pak? ". mau tidak mau aldi menurut meski batinnya berteriak untuk mengatakan'tidak'.


2 minggu kemarin ia di buat kewalahan oleh atasannya ini tanpa ada hari libur dan istirahat. di tambah ia harus bergadang sekaligus lembur untuk menyelesaikan beberapa dokumen menggantikan atasannya. tidak termasuk dokumen penting karna semua itu sekarang ada di atas meja kerja CEO. ia sangat berharap seseorang membantunya bicara ke atasannya ini untuk memberinya libur sehari atau di naikkan gaji. itu sih harapnya. Ia pikir wajah atasannya akan sumrigah senang ketika kembali bekerja karna habis berlibur bersenang senang dengan kekasihnya. namun siapa sangka malah kebalikan darinya.


Menjadi asisten CEO dari perusahaan raksasa bukanlah hal yang mudah dan enak seperti yang orang orang pikir dan perbincangkan tapi malah sebaliknya. ketika CEO nya tidak di tempat atau mendadak tidak bisa hadir di saat rapat atau bertemu klien maka dirinya lah yang harus menggantikan itu semua.


Maksud dari atasannya untuk membatalkan semua jadwalnya adalah jadwal jadwal yang mengharuskan atasannya hadir bukan dirinya namun jika itu bisa ia kendalikan maka ia harus menangani hal tersebut. itulah tugas seorang asisten dari seorang CEO.


"...euhm...itu...pak...maaf, tadi bu Presdir menghubungi ke sini".


Rayyan kembali melangkah di ikuti aldi di bekakangnya, dengan satu tangannya terlihat beberapa berkas. ia berhenti saat rose bicara.


Bhuk..


"aw..". ringis aldi saat dirinya menabrak sesuatu dan sesuatu itu adalah punggung atasannya.


Aldi tersenyum bodoh menampakkan deretan gigi putihnya ketika rayyan menoleh ke belakang melihat dirinya. aldi lagi lagi merutuki dirinya. kemana pikirannya dan fokusnya hari ini. mungkin memang benar benar ia butuh istirahat. lihat saja. kedua lingkaran matanya saja sudah seperti panda dan seperti lagi ia yakin akan menjadi panda yang sudah menua.


Mengedipkan kedua matanya. rayyan beralih melihat ke rose.


"apa yang beliau katakan! ". tanya rayyan dingin dan datar.


Rayyan tahu ini akan terjadi. mami akan menghubunginya begitu mendengar ia sudah kembali karna semenjak kembali dari Singapura ia belum sama sekali pulang ke rumah. karna dari bandara ia langsung ke perusahaan dan malamnya ia beristirahat di penthouse.


Rayyan mendecak dalam hati ketika teringat maminya menitip sesuatu untuk ia belikan saat kembali dari sana.


'bahkan aku melupakan titipan mami'. batin rayyan.


"bu presdir meminta anda untuk segara menghubunginya balik". jawab rose sembari melihat rayyan.

__ADS_1


'entah kenapa. aura atasannya hari ini sangat berbeda. berbeda dari hari hari biasa. meski terlihat dengan kesan kejam dan dingin tapi di balik itu entah kenapa. CEO nya terlihat Fresh tidak, lebih Fresh. bahagia namun tertekan di saat bersamaan...'.


"baiklah, lanjutkan kerjamu dan matikan semua panggilan untukku". ujar rayyan sebelum kembali melangkah namun terhenti lagi saat dirinya teringat sesuatu.


Rose tersentak sadar dari lamunannya ketika mendengar suara rayyan. ia mengerjap. mengangguk mengerti sebelum menjawab.


"baik pak, saya mengerti! ". jawab rose. sekilas dia melihat aldi dan banyak pertanyaan yang mau ia tanyakan ke pria tersebut.


"satu lagi, nanti akan ada satu pria ke sini dan biarkan dia masuk ke ruanganku". ucap rayyan lagi ke aldi dan rose.


"baik pak! ". jawab keduanya bersamaan.


Rayyan mengangkat tangannya memutar knop pintu dan masuk di ikuti aldi di belakangnya. karna dia harus mengantar berkas di tangannya.


Rayyan melangkah ke kursi kerjanya sembari melepaskan jas dan ia sampirkan di gantungan yang ada di sana.


Aldi meletakkan berkas tadi ke meja. mundur satu langkah menunggu perintah selanjutnya.


"apa semua berjalan lancar?". rayyan menduduki bokongnya. meraih berkas yang aldi bawa tanpa melihatnya. rayyan menempatkannya ke berkas berkas lain yang menumpuk di sana. ia malah membuka laptopnya mengecek email dan data yang di kirimkan oleh orangnya. yang ia suruh menangani sementara perusahaan pamannya sedangkan dirinya menghandle dari sini. sebelum seseorang akan berangkat ke sana. awalnya ia berencana akan menangani sendiri namun seseorang menawari dirinya dan setelah berkompromi dengan paman dan setelah berdebat beberapa lama. akhirnya paman menyetujui. jadinya...orang tersebutlah yang akan ke sana. dan orang itu sebentar lagi akan ke sini.


Aldi melihat ke berkas yang CEOnya bawa ke samping. berkas itu...


"iya pak? semua lancar tidak ada kendala". mata aldi setia ke berkas. ia harus mengantar kembali berkas tersebut. apa CEOnya lupa? itu berkas penting.


"maaf pak? berkas itu perlu tanda tangan anda segera". dan yang lainnya juga. sambung aldi dalam hati.


Menarik nafas. tanpa melihat rayyan meraih berkas yang di bawa aldi. membukanya dan menandatangani satu persatu berkas tersebut sebelum meletakkan di sana begitu saja. rayyan kembali menatap layar di depannya. mengotak atik beberapa menu di sana.


Aldi merapikan berkas di hadapan rayyan lalu berpamit keluar yang di balas rayyan dengan gumaman.


Ckleck...


Aldi menutup pintu di belakangnya sembari melihat rose yang bangkit dari kursinya melangkah mendekat ke arahnya.


"serius?! ". tanyanya tidak percaya.


"apa Pak CEO pernah bercanda denganmu rose?! ". jawab aldi malas sebelum melangkah ke meja kerjanya yang ada di ruangan tersebut dan berhadapan dengan rose.


Rose merasa jawaban aldi tidak memuaskan untuknya.


"maksudku, si penggila kerja sepertinya, membatalkan semua jadwalnya hari ini lalu...apa yang pak CEO lakukan di dalam?! ".


Aldi mengernyitkan dahi menatap rose.


"melihat layar persegi empat ". jawab aldi bodoh.


Rose mendecak kesal ke aldi.

__ADS_1


"apa liburan dengan kekasihnya tidak berjalan lancar ya? ". tanyanya ke aldi. 'tapi itu tidak mungkin, auranya mengatakan sebaliknya'.batin rose.


"sudahlah, ayo mulai bekerja dan jika jika kamu lupa rose? di ruangan ini di pasang CCTV okay? ".


Mata rose melotot lebar sebelum beralih melihat ke cctv yang ada di sudut atap.


"kenapa kamu tidak mengatakannya dari tadi? ah...sial! ". umpat rose setelah berteriak marah ke aldi lalu dia melangkah keluar ruangan tersebut dengan lebar.


Aldi menggeleng lelah sembari melihat rose yang keluar dari ruangan dan tidak lupa wanita itu membanting pintu. ia tidak perlu bertanya kemana wanita itu mau pergi di jam kerja begini. sudah pasti ke ruang kontrol CCTV perusahaan.


Ia juga bertanya tanya sendiri.


'ini serius? atasan mereka. CEO imperial yang gila kerja. membatalkan semua jadwal hari ini?... termasuk klien yang dari rusia? dimana CEO mereka sangat ingin bertemu dan menjalin kerja sama.


Ckleck...


Aldi kembali menaikkan pandangannya saat suara pintu terbuka da tertutup kembali.


"hai?! ". sapa pria tersebut ke aldi begitu masuk.


Aldi bangkit berdiri dan bersalaman sopan.


"oh?! apa yang terjadi pada matamu? itu terlihat mengerikan". ujarnya lagi.


Aldi menyungging senyum tipis.


"anda orang yang di bilang pak CEO akan datang? ".


Sebentar pria itu melihat ke pintu ruangan rayyan. ia mengangguk.


" apa pria itu di dalam?! ".


Aldi mengangguk. ia mengenal pria ini. pria ini, yang tubuhnya lebih kurang sama seperti atasannya namun atasannya sedikit lebih tinggi lagi. teman sekaligus sahabat atasannya.


"oh baiklah, silakan kembali bekerja tidak perlu mengantarku tapi btw...apa pria itu yang membuat matamu begitu?! ". tanya sembari menunjuk ke pintu ruangan rayyan.


Aldi lagi lagi tersenyum. tidak mungkinkan baginya menjawab iya. ini teman sekaligus sahabat atasannya lho?.


"ayolah, jangan takut, aku tidak akan mengadu". pria tersebut merangkul bahu aldi.


"ini pekerjaan!". jawab aldi setelah memikirkan jawaban beberapa saat. dan inilah yang keluar.


Pria tersebut meringis menatap aldi.


"aku kasian padamu, aku yakin kamu tidak akan bisa menemui pacarmu dengan mata begitu...kamu harus banyak istirahat! aku ikut sedih untuk pacarmu". ujarnya panjang lebar lalu masuk ke ruangan rayyan meninggalkan aldi yang menggeram.


Ia ingin berteriak dan mengatakan pada pria itu. kalau ia tidak punya pacar dan ya, ia bangga akan itu. ia tidak malu.

__ADS_1


__ADS_2