
18+
Permisi....
Harap bijak dalam membaca.
Anak kecil di larang mendekat.
💜💜💜💜💜
"aah...". ringis layya saat tubuhnya membentur dinding di belakangnya akibat ulah rayyan di depannya.
Dengan kedua manik mata marah rayyan menatap layya di sertai mencekal kedua tangan layya untuk tidak bergerilya ria di tubuhnya.
Merapatkan wajahnya dengan wajah layya hingga hidung yang panjang dan mancung keduanya bersentuhan.
"dengarkan aku baik baik layya?...yang kamu kecup bibirnya saat itu dan yang...berciuman panas dan menggairahkan malam itu denganmu...bukan aku tapi pria...?...". rayyan menggeram di sertai gertakkan giginya. ia marah juga benci ke seseorang di tambah ia benci, kedirinya sendiri karna itu. jika saja orang itu ada di hadapannya sekarang, sungguh...ia akan menghajarnya hingga dia lupa di mana dia lahir.
"aku tahu?...bukankah aku bilang itu mimpi?... jadi tidak mungkin nyata, ahh...kamu membuatku malu...bermimpi yang erotis, bagaimana bisa aku semesum itu...?hhhh...aku rasa aku sangat merindukanmu....". layya menunduk mendesah, menggeleng dengan tubuhnya yang terlihat lemas.
Layya bernafas lemas dengan semburat merah di kedua pipinya menatap rayyan sembari dirinya meronta untuk lepas.
"ray lepas? sakit? ". ringis layya saat pergelangan tangannya di perkuat cekalan oleh rayyan dan rayyan melakukan itu tanpa sadar karna terbawa amarah dan bencinya ke seseorang.
Secara tiba tiba rayyan melepaskannya.
"maafkan aku". ujar rayyan bersalah sembari mengusap pergelangan tangan layya yang memerah akibat ulahnya.
"apa sangat sakit?! ". tanyanya lagi khawatir sekilas melihat layya sebelum kembali melihat pergelangan layya yang memerah.
Layya tersenyum tipis dengan perhatian rayyan lalu menjulurkan tangannya menyentuh wajah rayyan, mendekatkan bibirnya kewajahnya rayyan dan...
Cup...
Layya mengecup pipi rayyan lalu ia terkekeh geli setelah menjauhkan dirinya dari rayyan.
Rayyan lagi lagi hanya bisa membulatkan matanya dengan tindakan tiba tiba layya sekaligus sangat mengejutkan baginya. menoleh melihat layya yang sedang senyum senyum malu layaknya anak kecil.
Menggeram. rayyan merapatkan tubuhnya ke layya hingga tidak ada jarak sedikit pun antara keduanya. rayyan yang hanya menggunakan lilitan handuk putih kecil sedangkan layya yang setengah telanjang.
"dengar layya?... aku tidak peduli jika besok kamu akan menyalahkanku...hhh?....atau memukulku atau menghajarku...yang lebih parah...hhh...aku...membutuhkanmu sekarang, aku harap kamu juga setuju". rayyan berujar tepat di depan bibir layya dengan nafasnya yang naik turun.
Layya bukannya menjawab ucapan rayyan tapi malah bergerak gelisah di karenakan tubuhnya yang semakin panas dan juga sakit entah karna apa, hingga membua dirinya tidak bisa menahan dirinya lagi untuk sesuatu namun dirinya tidak tahu, apa sesuatu itu.
'aku butuh sesuatu dan entah kenapa...bersentuhan kulit dengan ray di depannya membuat tubuhnya enak dan nyaman...'.
"ray...? please...? peluk aku... aku butuh itu". lirih layya di sela nafasnya yang lemas.
Rayyan tersenyum jail.
"kamu butuh lebih dari itu layya? begitu juga aku...". rayyan langsung meraup lapar bibir layya lalu melepaskannya lagi menatap layya.
Kedua tangannya yang kokoh menepis semua rambut yang menghalangi wajah layya hingga membuat seorang rayyan bebas menikmati wajah layya, yang sedang bergerak gelisah.
Rayyan lagi lagi tersenyum jail. apalagi mengetahui kondisi tubuh layya, yang sangat membutuhkan dirinya sekarang.
"aku tidak tahu layya?...apa setelah ini aku bisa melepaskanmu atau tidak...". rayyan menjeda kalimatnya menatap dan memerhatikan layya. ia lagi lagi tersenyum.
__ADS_1
"baiklah...mari kita lihat itu nanti...istriku...". rayyan terkekeh dan kembali melanjutkan ciumannya tadi. mengerang itulah hal pertama yang keluar dari mulut rayyan begitu mendapat respon dari layya, yaitu membalas setiap ******* dan belitan lidahnya.
Semakin memperdalam lumatannya pada bibir layya bahkan tidak memberikan waktu untuk layya mengambil nafas. tubuh rayyan merapat semakin menghimpit layya tidak membiarkan layya untuk menjaub atau menghindarinya.
"ahhh....". desah layya saat rayyan menurunkan ciumannya bahkan menggigit dan meraup rakus leher putih dan jenjang layya lalu kembali rayyan menaikkan ciumannya ******* bibir layya, yang baginya seperti nakotin tersebut. akan membuat dirinya lagi, lagi, dan lagi.
"hhh...aku mau hhh...kamu sekarang hhh... layya...". desah rayyan setelah layya berada dalam gendongannya.
Layya melingkarkan kedua kakinya ke pinggang rayyan menempatkan kedua tangannya di pundak rayyan hingga semenit kemudian tubuhnya melayang. rayyan membawa layya semakin masuk ke dalam kamar hingga keduanya sampai di sofa kamar suite tersebut. rayyan mendudukkan bokong layya di sandaran sofa dan kembali ******* bibir layya.
"...kau tidak mendengarku...?".
Kembali ke sekarang.
Flashback off...
Layya berdecak kesal. entah keberapa kali ia sudah memanggil rayyan dan...dari tadi...ia bicara sendiri?. dan lihat pria ini? hanya mematung...melihatnya dan juga...apa maksud senyumnya itu?.
"RAYYAN?! ". teriak layya kesal.
"oh?! ". sahutan rayyan yang terkejut dengan panggilan teriakan layya. rayyan mengerjapkan matanya beberapa memulihkan kesadarannya.
'tunggu...tadi aku...memikirkannya ulang?...ckck...'. rayyan mengumpat kesal dalam hati. di tambah juniornya yang kembali meminta.
'oh boy?... tenanglah,...kamu tidak bisa lagi... '.
Rayyan terdiam saat melihat layya apalagi kulit layya terlebih bagian punggung layya yang terekspos di depannya. oh ayolah, ia hanya pria dewasa yang hasratnya menggebu gebu dan nafsunya yang tidak terpenuhi selama 4 tahun.
"ray?... kamu mendengarku tidak sih?! ". bete layya yang lagi lagi tidak mendapatkan respon dari rayyan.
Mata rayyan menjelejahi kulit layya, yang bisa ia lihat karna lain tertutup kain.
'sangat indah! '. ujarnya bangga dalam hati.
Phak...
"AW...Arghh...sakit layya?! ". ringis rayyan saat pahanya dari balik selimut mendapatkan tendangan kasar dan kuat oleh layya.
Layya mendengus kesal.
"sakit? oh syukurlah, jaga mata mu tuan dan juga...dari tadi aku bicara...apa kamu mendengarkan? ". layya berteriak kesal.
Rayyan mengerjapkan matanya.
"memang kamu bicara apa?! ". dengan polosnya tanpa merasa bersalah rayyan bertanya.
Layya lagi lagi hanya bisa mendecak kesal.
'pria ini benar benar...jika saja aku menggunakan pakaian...sungguh aku akan menghajarnya'.
"ckck...aku bilang lebih baik kamu turun sekarang dan masuk ke dalam kamar mandi". layya berbicara di sela gertakkan giginya karna geram ke rayyan.
Rayyan mengedipkan matanya melihat ke bawah ranjang di sampingnya lalu beralih hingga matanya berhenti di pintu kamar mandi.
"ah...kamu mau melihat tubuhku lagi?... yang tanpa sehelai benangpun in...".
"diamlah ray? aku menyuruhmu masuk ke kamar mandi karna aku tidak bisa mempercayaimu".
__ADS_1
"jadi maksudmu...kamu bisa di percaya...untuk tidak melihat tubuhk...".
"ck ck...aku tidak tertarik! ". layya memejamkan matanya kesal dan geram ke rayyan.
Rayyan membuka mulutnya tidak percaya. tidak tertarik? di saat para wanita di luar sana akan mengantri jika saja ia membuka pendaftaran untuk hanya melihat tubuhnya. apa lagi karyawan wanita di perusahaannya. ah...bahkan para fansnya...dulu.
"kata kata mu sangat melukai tubuhku yang bagus layya? ".
Layya menggeram menatap melotot ke rayyan.
"memang aku peduli?!...CEPAT KAMU TURUN SEKARANG RAY?! ". layya berteriak marah.
Rayyan meringis akan hal itu. namun bukannya turun tapi malah memerhatikan penampilan layya, yang tertutup sebagian selimut dan dengan cekalan kuat tangannya di selimut.
"lebih baik kamu saja yang masuk ke kamar mandi...juga dengan selimut". komentar rayyan sembari merapikan selimut bagiannya untuk layya namun dengan cepat di tahan layya agar gerakan tangan rayyan berhenti.
"apa kamu berniat mau memperlihatkan tubuhmu padaku?... maaf aku tidak tertarik tuan dan juga...jika saja aku bisa melakukan itu... sungguh sudah aku lakukan dari tadi". karna jika selimut aku yang bawa otomatis tubuh pria ini akan terlihat semua...dengar? semua. tentu aku akan melihat bukan?. meski aku tidak tertarik. di tambah...sambil dirinya melilitkan selimut ketubuhnya otomatis pria ini akan melihat setiap gerakannya. pria ini tidak bisa di percaya. dan...bukan hal mudah, selimut setebal ini bisa dengan mudah terlilit, bagaimana jika payah lalu...terjatuh. arghh...aku tidak bisa membayangkan tatapan mata jail rayyan.
"lebih baik kamu turun dan aku akan menunduk, janji tidak akan melihat, kamu bisa mempercayai ku".
"dan kamu tidak bisa mempercayaiku? itu sangat klise layya...?".
Layya memejamkan matanya menahan emosinya dan bersikap sabar. terlebih jika dengan pria di sampingnya ini.
"dengar ray...? kita bukan pasangan kekasih yang sedang bertengkar tapi sepasang manusia yang terjebak dan ini solusi terbaik di antara yang terbaik jadi...kamu duluan masuk ke kamar mandi, setelahnya...aku bisa mengurus sendiri asal kamu tidak curang! ".
Rayyan terkekeh keji.
"bahkan sampai akhir, kamu tidak mempercayaiku layya? lalu...mau menutupi dari siapa?...biar aku katakan ini padamu layya? jika jika kamu lupa...".
Sret...
Brukh...
"ah...". suara terkejut layya dengan serangan rayyan yang tiba tiba.
Layya yang kini berada di bawah tubuh rayyan dengan kedua manik matanya membulat menatap rayyan.
"ray...? apa yang kamu lakukan?... minggir...?". layya berujar takut takut sekaligus gugup. apalagi saat melihat senyum keji rayyan.
Rayyan menjulurkan tangannya merapikan helaian rambut layya yang menutupi sebagian wajah layya.
Layya sontak menjauhkan wajahnya dari rayyan dengan melihat ke samping.
Rayyan bukannya marah atau kesal tapi malah terkekeh keji.
Mendekatkan bibirnya ke telinga layya dan...
"bagaimana tadi malam aku menikmati setiap inci dari tubuhmu layya...?..lalu...apa yang mau...kamu tutupi lagi? dari pria...yang sudah kamu beri kenikmatan semalam? ". ujar rayyan yang nyaris seperti bisikan namun terdengar jelas di telinga layya.
💜💜💜💜💜
Saya penulis?
Kalian pembaca!.
Salah dan dosa.
__ADS_1
Ditanggung sendiri ya???
Aku bukan pembawa kunci syurga. he he he