Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 47


__ADS_3

Berjas simple warna hitam dengan kaos putih di dalamnya di padu celana panjang berbahan kain. rayyan melangkah keluar dari kamarnya setelah terakhir mengatupkan dirinya di cermin. senyum miring menghiasi wajah tampannya seperti sedang meremehkan seseorang serta jambang tipis di sekitarnya yang mulai muncul seperti ia biarkan saja tanpa membuat dirinya terganggu.


Kleck..


Pintu kamar di belakangnya tertutup. rayyan melangkah pelan menuju ke ballroom di mana dinner party pertama di adakan karna nantinya akan ada di dek kapal atau di kolam renang. pesta melepaskan lajang. euhmmm...sedikit menarik.


Awalnya ia tidak mau menghadiri acara resepsi tersebut namun papinya memaksa karna orang tua dari pihak pria adalah klien bisnis papinya dari dulu dan juga kebetulan reina mendapat undangan karna si pengantin wanita adalah temannya jadi menurutnya sekalian namun siapa sangka sangat mengejutkannya ia mendapati layya juga ada di sini dan sendiri tanpa membawa pasangan dan yang paling membuat wajahnya senang sekarang adalah...kedua anaknya ada di rumah bersama mami, papinya. rupanya layya percaya sama maminya untuk anak mereka di rumah. dan ia dengar juga, layya akan ada di sini selama 3 hari. ia berencana akan membatalkan jadwalnya besok di sini dengan kliennya dan akan pulang ke sana besok pagi pagi sekali supaya bisa bersama dengan kedua anaknya sebelum layya kembali.


Wajah rayyan tidak berhenti tersenyum bahagia. apalagi saat mengingat beberapa menit yang lalu. ia melihat kedua wajah anaknya lewat video call yang maminya panggil. meski ia tahu, maminya sangat sengaja ingin menunjukkan kepadanya. agar dirinya cepat cepat memberikannya cucu.


Rayyan terkekeh geli di tengah langkahnya ke ballroom.


'tidak tahukah maminya?... kalau ternyata keduanya adalah cucunya sendiri?..khhhh'. lagi lagi rayyan terkekeh sendiri.


Ia ingin, ingin sekali mengatakan ke maminya kalau yusuf dan maryam adalah anaknya, cucu mami sendiri namun ia harus menghargai keputusan layya.


"huhhhh...". rayyan mendesah lelah dan tanpa ia sadari, kakinya sudah membawanya sampai ke ballroom tempat acara. perhatian rayyan yang pertama adalah melihat seorang pelayan pria yang sedang membawa beberapa minuman dan sedang membagi kannya kepada para tamu undangan. ia yakin di sana beralkohol semua.


Rayyan memutar kepalanya ke samping mencari seseorang. dan tentu saja orang itu adalah pasangannya saat ia kemari. reina. namun yang rayyan dapati sosok layya yang sedang berbincang dengan seorang ibu ibu dan ia sangat kenal ibu itu. yaitu ibu dari sipengantin pria.


Kerutan di dahi rayyan terlihat jelas saat pelayan pria menawari layya minum namun layya menolak sopan, beberapa detik kemudian layya menerima itu karna ibu di depannya yang mengambil. mungkin yang tidak beralkohol.


'aku rasa dia bisa menjaga diri...ahh...menjadi seorang wanita karier...bukankah hal hal seperti itu harus ada?... berhati hati dan menjaga diri, aku rasa dia tahu itu'.


Rayyan memayunkan bibirnya mengangguk ringan sembari meraih satu gelas air begitu seorang pelayan pria sampai di samping kanannya. tanpa melihat air apa itu rayyan langsung menegaknya. sontak hal itu membuat rayyan terbatuk batuk. rayyan memerhatikan gelas kosong di tangannya lalu beralih melihat ke si pelayan pria dengan tatapan tajamnya.


"air apa yang aku minum tadi? ". tanyanya dengan sedikit panik.

__ADS_1


"seperti yang anda lihat di sini?...semua air putih dan saya khusus membawakan air putih". pelayan pria tersebut menunjukkan nampannya yang berisi beberapa gelas lagi air putih.


Merasa tidak percaya. Rayyan meraih segelas lagi dengan panik sembari menatap pria muda pelayan di depannya. rayyan menegak sedikit air di gelas yang ia ambil tadi. sontak kerutan di dahinya muncul.


"bagaimana tuan?...air putih bukan? ". ujar si pria muda tersebut dengan senyum sopannya.


Rayyan menatap gelas yang masih berisi air di tangannya. tidak menunggu waktu rayyan menghabiskan semuanya dan benar saja. rasanya seperti air putih biasa lalu...


'apa yang aku minum tadi? apa mulutku yang lagi tidak enak? tidak! tadi aku merasakan bukan rasa air putih lalu... '.


Rayyan melihat ke sana ke mari saat mendapati pria muda yang berdiri di sampingnya dengan nampan berisi beberapa gelas air dan sekarang menghilang.


Tubuh rayyan membalik melihat ke belakang dirinya namun ia tidak menemukan pria muda pelayan tersebut.


"kemana dia? ". tanya rayyan ke dirinya sendiri.


Melihat segelas air yang di sodorkan pria di depan layya ke layya mata rayyan sontak membulat lebar.


Layya menerima tawaran air tersebut yang di dalamnnya terdapat potongan lemon segar. menatapnya sembari sedikit menggoyangkan gelas kecil di tangannya layya tersenyum ramah dan berterima kasih ke pria di depannya.


Tidak mengulurkan waktu. rayyan melangkah cepat ke sana dan begitu ia sampai di depan layya. pria yang rayyan kenali sudah lebih dulu menghilang dari sana dan hanya menyisakan layya, yang asik memerhatikan kecantikan air dalam gelas di tangannya.


"ahh...". ringis layya saat gelas di tangannya melayang, di ambil oleh satu tangan.


"ray...?...apa apaan kamu?...itu...".


"diamlah! ". ujar rayyan dingin.

__ADS_1


Layya mengerutkan alisnya.


'apa apaan dia?... dia marah lalu...untuk siapa? aku?...memang kenapa aku? '.


Rayyan memejamkan matanya saat merasakan kepalanya yang pusing tiba tiba. menggeleng keras menepis rasa pusing tersebut namun, bukannya hilang malah semakin bertambah.


'sial!...sudah ku duga air tadi, bukan air putih biasa'. rayyan dengan susah payah dan dengan masih kesadarannya rayyan menoleh melihat layya. air di dalam gelas layya ia tumpahkan kedalam nampan begitu seorang pelayan pria sampai di dekatnya. rayyan tidak peduli dengan komentar pelayan tersebut, yang terpenting air itu tidak di minum layya maupun orang lain jika jika ia tidak menumpahkannya. namun ia sadar akan satu hal sekarang. target orang tersebut adalah dirinya dan layya.


'******* kau alex!'. lagi lagi rayyan mengumpat marah, saat tubuhnya mulai beraksi aneh.


Rayyan menggeram di dalam hati.


"layya? lebih baik kamu kembali ke kamarmu sekarang juga, jika kamu tidak mau menjadi santapan pria malam ini". dengan susah payah rayyan mengelurkan kata kata tersebut di saat tubuhnya sudah mulai bereaksi aneh.


Layya sontak membulatkan matanya.


"ap...apa...".


"sial! ". umpat rayyan lalu melangkah pergi dari sana meninggalkan layya yang kebingungan sendiri dengan ucapan rayyan tadi.


'apa maksudnya...?'.


"hei...rayyan...? tunggu... ". layya berusaha mengejar langkah rayyan, yang berada di depan beberapa meter darinya.


Layya memerhatikan arah yang di tuju rayyan. yaitu barisan barisan kamar suite yang berada di lantai tersebut termasuk salah satu kamarnya di lantai yang sama juga.


Layya menoleh ke belakang saat dirinya di tepuk seseorang dan orang ini adalah sepasang pasangan yaitu wanita paruh baya dan suaminya, yang akan menjadi kliennya.

__ADS_1


__ADS_2