Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 74


__ADS_3

Layya keluar dari lift melangkah di lobby, yang terlihat sangat sunyi. Hanya terlihat beberapa manusia yang bisa di hitung jari di sekitaran layya. Sangat berbanding terbalik dari perusahaan rayyan dan perusahaan tempatnya bekerja, yang selalu di penuhi keramaian di lobby dengan berbagai jenis ke ke sibukan masing masing. Mungkin itulah bedanya perusahaan besar dan perusahaan kecil.


Langkah layya membawanya keluar dari lobby menuju ke parkiran. Sampai di parkiran langkah layya berhenti sejenak sedang matanya menatap ke salah satu mobil yang terparkir di depannya. Ia bukan melihat atau memerhatikan mobil hitam yang bermerek Mercedes tersebut melainkan menatap ke pria yang ada di balik setir yang juga sedang menatapnya.


Layya mendesah sebelum kembali melanjutkan langkahnya.


Cleck...


Layya membuka pintu dan menduduki bokongnya tepat bersebelahan dengan rayyan. Ia memilih duduk di sana karena yang pertama. Ia tidak mau mendengar suara pria di sampingnya karena ia masih marah di tambah kesal. Tentu pria ini akan protes"aku bukan supirku, duduk di depan dan bla bla bla.... Dan yang kedua. Ia sedang tidak mau bicara. Itu artinya ia tidak mau menjawab.


Jadinya. Ya seperti sekarang.


Klab...


Layya menutup pintu ketika dirinya sepenuhnya sudah ada di dalam mobil tersebut terlebih juga memastikan kalau bajunya ikut semua. Dikarenakan bajunya hari ini yang sangat kebesaran.


Layya yang diam tanpa bicara begitu juga yang terjadi pada rayyan.


Pria itu sepertinya juga enggan untuk bicara atau memulai pembicaraan hingga keduanya sampai di pendaratan pesawat jet pribadi dan rayyan ke sini menggunakan pesawat jet pribadi milik temannya karena tidak mungkin ia memakai pesawat jet pribadi milik papinya atau miliknya sendiri karena otomatis papi dan mami nya bisa mencari tahu kedekatannya dengan layya. Mungkin ia tidak akan masalah karena itu yang terbaik terlebih untuk kedua anaknya dan juga, akan semakin cepat akan semakin baik. Untuk mami dan papinya tahu. Meskipun ia harus menerima amukan kemarahan mami dan papinya ketika tahu kelakuannya dulu dan bagaimana memperlakukan layya+di tambah di sini layya adalah anak dari sahabat mami. Ia bahkan bisa membayangkan kemarahan mami nya dan kemurkaan papinya.


Di sini. Layya lah yang belum siap untuk menerima semua itu. Papi dan mami tahu, dan ia juga tidak mau melakukan hal itu tanpa persetujuan layya. Ia tidak akan mau.


Layya turun pertama di ikuti rayyan. Sekilas rayyan melihat layya sebelum melangkah ke salah satu dari 5 pria bersetelan hitam yang berdiri di bawah sedikit jauh dari tangga pesawat jet, menunggu ke datangan rayyan yang memakai pesawat jet pribadi milik atasannya. Pria berkaca mata berkulit hitam dan badan tegap melangkah menghampiri rayyan.

__ADS_1


Keduanya berbincang bincang dan sesekali keduanya akan tertawa lalu menoleh melihat kebelakang di mana layya masih berdiri di samping mobil yang di naiki tadi.


Layya bersikap acuh tak acuh. Bagi layya. Meskipun rayyan sekarang sedang membicarakannya dengan pria berkulit hitam itu, terlihat dari sesekali mereka melihat ke arahnya. Ia tidak akan peduli.


Karna yang nyata dan terjadi sekarang adalah ia merasa sangat sangat senang karna sebentar lagi ia bisa melihat dan bersama dengan kedua anaknya lagi. Lupakan pria itu dan jangan pikirkan apa yang dilihat dan terjadi hari ini dan juga kemarin.


Layya melafalkan kalimat itu sejak mobil yang ia tumpangi masuk ke gerbang di mana terlihat berbagai merek pesawat jet mewah terparkir indah dan berjejer. Dan saat itu hatinya berkata"ia akan pulang segera". Tanpa sadar ia menghela nafas lega.


Mata layya melihat ke sekelilingnya dan ke seputaran hamparan luas tersebut. Pesawat jet mewah yang berjejer megah dengan nama yang berbeda lalu jejeran jet pribadi yang lebih kecil dari pesawat pesawat mewah yang berjejer itu lalu hellycopter. Ada yang biasa dan ada yang dari merek mahal dan megah.


Layya menarik nafas. Ia tidak bisa untuk tidak mengangumi pemandangan di hadapannya saat ini. Ini terlalu wah untuk ia lewatkan. Melihat ke sana kemari hingga pandangan nya jatuh ke rayyan lagi dan pria berkulit hitam itu.


"apa mereka belum selesai bicara?... dan sampai kapan? hah...".


"aku mau cepat melihat kedua anakku... Aku merindukan mereka". Keluh layya sebelum kembali melihat ke arah lain dan tatapan jatuh ke satu mobil SUV dan satu pasangan turun dari sana.


Jelas layya tidak mengenali mereka tapi satu hal yang layya tebak mereka mau menaiki salah satu pesawat jet yang berjejer mewah di sana dan benar tebakan layya. Beberapa orang bersetelan jas hitam menghampiri dan memberi jalan untuk pasangan tersebut dan di anak tangga atas terlihat 2 pramugari cantik menunggu di sana dengan senyum ramah mereka.


Tatapan layya jatuh ke genggaman erat yang di lakukan pria itu untuk pasangannya. Layya diam diam tersenyum dalam hati. Apa yang ia harapkan? Ada pangeran yang seperti itu? Kaya punya pesawat jet pribadi? Mengajaknya keliling dunia bersama lalu akan selalu menggenggam erat tangannya, kemanapun tanpa mau melepaskan.


Mungkin iya. Jika dalam mimpi. Itupun ia tidak yakin.


Layya tersentak tersadar dari lamunannya saat seorang pria bersetelan hitam yang sudah berada di samping nya entah sejak kapan dan menyuruh layya untuk masuk ke dalam salah satu pesawat jet mewah yang berjejer di sana.

__ADS_1


Tatapan mata layya beralih melihat ke arah yang ditunjuk pria tersebut yaitu ke salah satu jet yang bertuliskan logo Alv Air. Dan sialnya rayyan sudah menaiki anak tangga pesawat tersebut.


Entah kenapa ia merasa kesal. Pria itu yang membawanya kemari lalu dia pergi duluan begitu saja tanpa mempedulikannya lagi. Dimana rasa tanggung jawab pria itu? Setelah membawa anak orang ke negeri yang bahkan belum pernah ia kunjungi. Tanpa persetujuan nya lalu tanpa bekal apapun pada dirinya. Ia merasa seperti di buang. Apa apaan sih dia?.


Marah? Sama siapa? Aku? Apa itu masuk akal.


Bukankah seharusnya dia yang menghampirinya lalu mengatakan apapun itu termasuk tentang pesawat dan juga penerbang mereka, yang di percepat tapi ia malah mendapatkan informasi itu dari pria yang bahkan tidak ia kenali ini dan itu atas perintah rayyan untuk menyampaikan padanya. Bukankah dia pria yang sangat kurang ajar dan tidak bertanggung jawab?.


Menghentak kakinya karena geram saat menaiki tangga pesawat jet pribadi tersebut dan setelahnya ia sampai di anak tangga atas lalu masuk ke dalam pesawat yang di tuntun oleh pramugari cantik yang ada di depan pintu.


Begitu masuk ke dalam. Layya tidak bisa tidak membuka mulut nya lebar serta melebarkan matanya saat melihat kemewahan fasilitas pesawat tersebut di depan matanya.


'ini benar ada di dalam pesawat atau... Sebuah hotel mewah yang di sulap menjadi pesawat?'. Layya membatin.


Layya melangkah mendekat dengan tatapan matanya yang masih melebar mengagumi kemewahan di depan matanya. Kursi demi kursi pesawat layya lewati dan tidak lupa ia mengagumi nya hingga jatuh ke kursi besar namun single. Segera layya mendesah malas dan tidak berniat untuk ke sana.


Rayyan menyilangkan kakinya. Duduk di kursi besar single tersebut sedang kedua matanya terpejam.


Layya memilih berbalik tidak mau menikmati lagi keindahan+kemewahan pesawat tersebut karna mood tersebut sudah hilang begitu saja begitu melihat pria bernama rayyan.


Sudah pernahkah ia katakan? Kalau pria itu bisa mengubah mood nya dalam sekejap.


Layya memilih duduk di kursi yang jauh dari rayyan sekitar 4 meter dan saling membelakangi.

__ADS_1


__ADS_2