Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 85


__ADS_3

Terlihat kolam renang dari arah samping rumah.



Rayyan yang sedang berlari panik dengan raut wajahnya ketakutan. Di susul Reina yang sudah sampai di belakangnya.


Di sisi kolam renang terlihat 2 maid. Terlihat mondar mandir dengan kepanikan yang sangat kentara terlihat di wajah keduanya. Berharap seseorang datang dan membantu 2 anak kecil, yang menjadi tugas mereka dari 2 hari yang lalu untuk menjaga lalu bunda dari 2 anak tersebut. Membutuhkan bantuan.


Beberapa menit yang lalu.


Saat layya berhasil keluar dari kamar dan berjalan menuju kolam renang. Karna dirinya yang sangat kesenangan. Ia tidak sadar atau tidak tahu, yang Ternyata ia keluar salah pintu. Pintu yang ia buka menggunakan kunci yang ia dapatkan dari kantong rayyan bukanlah pintu yang di mana ia masuk di seret rayyan.


Ia tidak akan bertanya bagaimana pintu bisa terbuka dengan kunci yang sama. Karna kepalanya sendiri sudah bisa memutar jawabannya. Kedua pintu itu di buat untuk bisa di buka dengan kunci yang sama.


Dan kunci seperti ini, dari yang ia tahu. Harus di pesan khusus pada pembuatnya.


Kenapa ia tahu dan sadar. Itu adalah karna seseorang memanggil namanya dari belakang dengan embel sopan. Yang menyadarkan sekaligus mengejutkannya.


Seseorang itu adalah maid di rumah ini dan dirinya telah melihatnya beberapa kali ketika ada di rumah ini.


Umurnya mungkin sedikit lebih tua darinya. Ia memanggil nya serta bertanya kenapa keluar dari pintu kamar itu. Yang berarti dia melihatnya keluar dari sana. Belum juga ia habis gelagapan dengan pertanyaan tersebut maka ucapan lain sukses membuatnya terkejut+panik.


"tadi seperti nya saya mendengar suara tuan muda Di dalam kamar itu". Ucapnya sambil menunjuk ke pintu kamar di mana ia keluar tadi.


Dan sialnya. Wajah maid yang kebingungan itu semakin membuat nya gelagapan. Di tambah seperti jatuh hantaman batu yang sangat besar di atas kepala nya.


Rayyan membuka pintu itu sambil berteriak memanggil namanya dan kemudian dia terdiam saat melihat ia dan maid berdiri mematung sambil melihat ke arahnya.


Dan lebih sialnya. Penampilan rayyan yang acak acakan. Baju kemeja putih berantakan 3 kancing atas belum tertutup. Rambut bekas...Okay. Ia akui. Itu perbuatannya. Lalu, Tidak bisakah dia rapikan dulu atau sisir atau apapun itu. Dan apa apaan dengan celananya itu. Tidak bisakah dia keluar setelah mengancingkan celananya atau setelah merapikan letak celananya.


Bukan sambil membuka pintu, dengan penampilan acak acakan. Dan di situ juga dia sedang membetulkan celananya terus di tambah dengan memanggil namanya.


'rayyan ******** sialan kamu'. Geram layya.


Berpikir pria itu akan menjelaskan? Nol besar. Pria nyebelin itu, hanya kembali menutup pintu dengan membantingnya.

__ADS_1


Dan lebih sialnya lagi. Rayyan mengucapkan kata. Yang ingin segera ia patahkan lehernya.


"uh... Sayang? Maaf... Ternyata-ada orang-lain- di sini". Ucapnya dengan terbata bata. Berdiri di ambang pintu. Tersenyum jail. Dan menutup pintu dengan membanting nya.


Jangan berpikir pria ini tidak sengaja karna ia yakin 100%. Pria sialan itu sengaja.


Ia hanya bisa memejamkan matanya. Dari pada mengejar pria itu bagaimana pun caranya dan dari jalan manapun. Ia tidak peduli lagi. Baik bu Imelda atau pak Andryatama yang akan tahu semuanya. Karna yang penting adalah menemukan pria sialan itu dan setelahnya, akan ia cakar cakar wajah sialannya dan dengan senyum yang sangat menjengkelkan itu. Sampai ia puas.


Mengerang frustasi. Hanya itu yang bisa ia lakukan. Saat menyadari tatapan mata maid di depannya menantikan jawabannya+penjelasan.


Ia berpikir. Jika tidak menjelaskan entah apa pun ke maid ini. Ia yakin wanita ini akan mengadu atau mengatakan ke nyonya nya.


Mendecak kesal. Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk saat ini.


Dan ya. Ia sangat bersyukur di sana. Di kolam renang tidak ada pak Andryatama atau Bu Imelda. Sekilas ia sempat melihat sebelum di panggil dan menyadari jalan ini di mana.


Namun. Maid ini seperti bom waktu untuknya.


Saat mulutnya terbuka mau menjelaskan atau membungkam mulut maid ini atau mengancamnya atau apapun itu. Asal mulut maid ini tertutup dan tidak mengatakan. Apa yang dia lihat tadi ke orang lain. Lebih lebih ke nyonya dan tuannya. Namun. Panggilan dari belakang nya menyentak nya sekaligus menghentikan ucapannya.


Demi apa. Ia melupakan semuanya bahkan kejadian beberapa menit yang lalu. Semua hilang seketika. Bahkan tidak menyadari lagi masih ada maid tadi di sana.


Efek dari betapa ia sangat bahagia melihat kedua anaknya dan sangat merindukan kedua anaknya.


Suara dan ketawa mereka, yang bertanya dan bercerita entah apapun itu padanya. Menghiasi gendang telinga bahkan memenuhi otaknya. Bibirnya seketika tertarik membentuk senyum bahagia dan segera ia menurunkan tubuhnya memeluk keduanya tanpa peduli pakaian nya basah.


"bunda sini. Maryam buat rumah pasir, cantik banget!". Ujar maryam setelah melepaskan diri dari pelukan layya. Berlari duluan sambil mengayunkan tangannya, mengajak layya.


Layya tidak langsung mengikuti langkah putrinya melainkan melihat Yusuf putranya, yang sepertinya sangat lesu.


"ada apa sayang? ". Tanya nya sedikit cemas.


Yusuf menggeleng lemah sedangkan matanya masih menatap layya.


Kekhawatiran seketika saja menjalar ke tubuh layya. Ia memeriksa tubuh Yusuf dengan menempelkan punggung tangannya ke dahi Yusuf lalu ke pipi Yusuf berakhir di punggung Yusuf.

__ADS_1


"kamu tidak demam sayang. Apa perutmu tidak enak? Atau...Kamu lapar?!". Layya hampir saja berteriak di ujung kalimat.


Yusuf mengangguk malu malu, yang langsung membuat layya tertawa.


Layya mendesah sambil bangkit berdiri lalu meraih tangan Yusuf dan membawa bersamanya. Mengikuti langkah Maryam putrinya.


"kita sudahi Maryam dulu main airnya. Setelahnya kita pulang dan makan. Bagaimana?!". Tanya layya sambil berjalan ke kolam renang.


Yusuf mengangguk girang sambil meloncat loncat senang.


"oh ya? Yusuf mau makan apa?". Tanyanya lagi.


"pizza? Dengan baaaanyyyyak keju!".


"ha ha ha". Layya tertawa lebar dan bahagia melihat Yusuf yang merentangkan kedua tangannya. Memperlihatkan kata banyak sekaligus besar.


Sampai di hadapan Maryam yang sedang membetulkan rumah pasir nya. Layya berjongkok mensejajarkan tinggi mereka.


"kita pulang yuk. Abang sudah lapar nanti kita main air lagi. Abang mau pizza. Maryam apa?!". Rayu layya ke maryam. Karna dari dua anaknya, yang paling sulit di pisahkan dari air kalau sudah bermain apalagi jika melihat kolam renang. Adalah Maryam.


Binar kedua mata Maryam keluar saat mendengar kata pizza. Ia pun bersorak senang.


"kita makan di sana bagaimana? Jangan bawa pulang!". Usul Maryam setelah mencuci tangannya di pinggir kolam. Sedangkan mainannya ia biarkan begitu saja. Karna biasanya maid di rumah Imelda yang selalu membereskannya.


Maid yang melihat Maryam mau melepaskan rompi renang di bajunya. Ia dengan sigap ke Maryam dan melepaskan sedangkan Yusuf di lepaskan oleh layya.


Layya berterima kasih ke maid tersebut lalu setelahnya ia ikut membantu maid itu membereskan mainan kedua anaknya. Setelah menyuruh kedua anaknya menunggu nya ke samping. Sedikit jauh dari kolam renang.


Layya terus membereskan mainan Maryam dan Yusuf. Bola serta pasir mainan dan beberapa mainan lain hingga ia tidak melihat Maryam dan Yusuf yang sedang kejar kejaran memperebutkan satu mainan. Hingga sampai di pinggir kolam renang.


Byuuurrr...


Kaki Maryam terpeleset hingga jatuh ke kolam renang di susul Yusuf ikut jatuh. Saat itu, telinga Yusuf mendengar suara air. Yusuf berbalik mau melihat apa. Hingga membuat kakinya licin dan tubuhnya terhuyung ke ke belakangnya dan.


Byuuurrr.

__ADS_1


Layya yang melihat berteriak panik sambil berlari ke sana. Pikirannya buntu seketika saat melihat kedua anaknya mengayun ayunkan tangannya meminta bantuan. Tanpa pikir panjang layya melompat ke kolam renang.


__ADS_2