Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 28


__ADS_3

Rayyan melangkah lebar menuju pintu lobby dengan aldi yang setia mengikuti di sampingnya dengan tangan kanannya menggenggam satu tab.


Dari jarak sekitar 3 meter dari rayyan dan aldi terlihat seorang ibu dengan seorang pria yang terlihat dewasa namun berpenampilan kumuh dan satu bayi dalam gendongan sang ibu tersebut bangkit dari kursi tunggu rumah sakit yang ada di lobby tersebut melangkah dengan cepat ke arah rayyan dan aldi.


Langkah rayyan dan aldi sontak saja terhenti dengan kehadiran dua manusia di depannya ralat tiga, di tambah seorang bayi yang masih mungil.


Mata rayyan tidak melihat ke arah ibu dan bapak tersebut tapi menatap lurus dan tajam ke arah bayi dalam gendongan si ibu yang sedang tertidur pulas.


"itu tuan...maaf kami yang tidak sopan menghentikan langkah anda tapi...kami mau berterima kasih karna sudah membantu kami, saya benar benar berterima kasih, berkat anda kami bisa membawa anak kami pulang dan kami bisa bersama dengan anak kami, benar benar terima kasih dan...kami tidak bisa membalas apa apa tapi...kami akan mendoakan semoga kebaikan anda di balas oleh allah dengan berlipat ganda, terima kasih tuan". ujar pria yang terlihat sudah sedikit tua tersebut. istrinya di samping mengangguk membenarkan ucapan suaminya.


"ya tuan, terima kasih banyak telah menolong kami". benarkan perempuan yang menggendong bayi tersebut.


Rayyan mengalihkan matanya menatap ke pria dan wanita di depannya.


"euhm...pak? saya akan mengurus ini, anda silakan duluan ke mobil! ". ujar aldi ke rayyan. yang ia tahu bosnya sangat tidak suka jika langkahnya di cegat atau hal hal merepotkan seperti sekarang.


"tidak perlu berterima kasih dan terima kasih untuk doanya lalu...". mata rayyan kembali menatap ke bayi dalam gendongan wanita di depannya.


Aldi sontak terkejut dengan sikap atasannya yang mau meladeni karna biasa akan langsung menyuruhnya untuk mengurus dan akan pergi dengan wajah kesal.


Layya yang melihat langkah rayyan dan aldi berhenti lalu kehadiran satu ibu dan bapak di depan rayyan. layya sontak menghentikan langkahnya melihat kejadian di depan matanya. lama melihat layya memutuskan melangkah mendekat.


"boleh aku memegang-bayimu-sebentar? ". tanya rayyan dengan berucap kaku sedangkan matanya menatap tajam ke bayi tersebut.


Ucapan rayyan sontak saja membuat aldi terkejut apalagi untuk sepasang suami istri tersebut.


Keduanya sepasang suami istri tersebut saling melihat dengan wajah bingung sebelum kembali melihat pria tampan dan berwibawa juga sedikit tinggi dari mereka.


Mereka tersenyum lalu mengangguk.


"tentu saja tuan? ketika dia besar nanti, dia harus berterima kasih kepada anda, kami akan mengingat kebaikan anda ini tuan?! ". ujar si wanita.


"tidak perlu sampai begitu...". ucap rayyan sembari tangan kanannya yang terangkat menyentuh pipi bayi mungil yang tertidur tersebut.


Diam diam dalam hati rayyan tersenyum bahagia. padahal yang ia pegang anak orang, yang sama sekali tidak ada hubungan keluarga apalagi darah tapi. entah kenapa perasaannya sangat bahagia. apa...karna ia membayangkan kedua anaknya ketika bayi?.


Tepat di saat rayyan mengelus lembut pipi bayi di depannya layya tiba di sana. layya berdiri di samping aldi. mulutnya tidak bisa tidak melongo melihat sikap rayyan apalagi aldi yang lebih lebih sangat terkejut. karna sudah beberapa tahun bekerja dengan atasannya tidak pernah sekalipun atasannya menunjukkan rasa sukanya kepada anak kecil apalagi untuk bayi. melihat saja enggak mau. ia ingat saat atasannya menghadiri acara ulang tahun anak temannya. atasannya sama sekali tidak tertarik untuk melihat anak anak temannya, yang saat itu anak yang berusia 3 tahun sampai ada yang bayi.

__ADS_1


Aldi menggeleng geleng kepalanya. benar benar hari yang penuh kejutan baginya.


Aldi menoleh melihat ke samping saat mendengar seseorang mendengus geli dan itu adalah desainer Zunaira. ia baru sadar dengan kehadiran desainer Zunaira di sampingnya.


"terima kasih, saya permisi". rayyan menarik tangannya memasukkan ke dalam kantong celananya. ia melangkah melewati pria dan wanita tersebut tanpa menunggu jawaban namun langkahnya hanya satu langkah sebelum kembali berhenti saat melihat layya sudah ada di depannya.


Layya menaikkan satu alisnya melihat rayyan dan raut wajahnya seakan bertanya. ada apa?.


"oh...ini istri anda? kami doain semoga istri anda cepat cepat hamil segera". ujar si wanita lalu tersenyum sumrigah.


Rayyan dan layya sontak melihat wanita tersebut dengan mata membulat.


"oh jangan salah paham, aku bukan istrinya dan...dia sudah memiliki tunangan, anda...tidak mengenali dia". tunjuk layya ke rayyan. karna semua penduduk di negeri ini sangat mengenal pria ini. apalagi tunangannya yang seorang super model.


Wanita dan pria tersebut melihat ke rayyan dengan bingung.


"euhm...maaf bu? informasi yang saya dapat, mereka baru pindah ke mari". potong aldi sembari tersenyum ramah.


"oh...begitukah? yah...".


Layya melihat punggung rayyan sebelum ia tersenyum ke wanita di depannya lalu mengejar langkah rayyan. layya tidak mempermasalahkan ucapan rayyan karna memang mungkin pria itu memang sangat sangat ingin seorang anak.


"seharusnya kamu segera menikahi reina, dengan begitu kamu juga akan segera mendapatkan bayi seperti ibu tadi, aku kasih saran". ucap layya begitu tiba di samping rayyan yang melangkah lebar. dan layya akui ia kewalahan mengimbangi langkah pria ini.


Rayyan melirik layya sekilas sebelum kembali menatap ke depan.


"aku tidak butuh saranmu!". jawab rayyan dingin.


Layya mengedikkan bahunya acuh tidak peduli.


"melihatmu memegang bayi tadi entah kenapa aku iba". ujar layya santai.


Rayyan menghentikan langkahnya membalik badan menatap layya yang juga berhenti saat menyadari rayyan berhenti. tatapan mata rayyan terlihat tajam dan dingin.


"jika jika kamu lupa layya...? aku sudah memiliki dua anak, dua sekaligus dan tentu kamu tahu anakku dengan siapa bukan?! ".


Kedua mata layya sontak saja melebar sedangkan rayyan tersenyum kemenangan sembari melangkah meninggalkan layya yang di serang kekesalan.

__ADS_1


Layya menggepal kuat tangannya dengan matanya terpejam giginya bergemelatuk di dalam sana.


"ray kau...". geram layya menatap punggung rayyan yang sudah jauh.


"pak ray membantu pasangan tadi menembus anaknya di rumah sakit ini". suara aldi yang tiba tiba muncul serta berdiri di samping layya.


Layya menoleh menatap aldi. menembus?.


"apa maksudnya?! ".


Aldi menoleh melihat layya lalu tersenyum tipis.


"ya bu? pasangan tadi tidak sanggup membayar biaya rumah sakit jadi pihak rumah sakit menahan anaknya sebelum biaya tersebut lunas dan pak ray melunasi semua biayanya".


Kedua alis layya menyatu. tunggu...


"bukankah... wanita tadi, yang berteriak teriak di depan rumah sakit saat kita masuk tadi?!".


Aldi mengangguk membenarkan.


Layya kembali menatap lurus ke depan. dia bilang bukan urusannya tadi lalu...kenapa dia lakukan itu?.


Layya mengerjap sedetik kemudian ia sadar akan sesuatu. tunggu...


Dengan cepat layya memutar kepalanya menatap aldi.


"kenapa kamu memberitahu ini padaku? ". tanya layya ke aldi.


"itu... ". aldi mengerjap. ia juga enggak tahu kenapa.


"pak aldi? anda tidak berpikir kami memiliki hubungan bukan? ".


Aldi terlihat gelabakan.


"itu...bu...".


"jika iya maka buang jauh jauh pikiranmu itu karna tidak akan pernah mungkin, mengerti? ". ancam layya lalu ia melangkah pergi dari sana dengan cepat meninggalkan aldi yang melongo bingung.

__ADS_1


__ADS_2