Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 26


__ADS_3

Mobil yang keduanya tumpangi terus melaju membelah jalanan kota Australia tersebut dengan suasana hening masih di dalam mobil.


Layya yang sudah mengetahui kalau mantan suaminya tersebut sudah mengetahui akan jawabannya menoleh melihat rayyan sekilas sebelum kembali melihat ke luar jendela mobil.


"jawaban apa yang mau kamu dengar ray?! ".


Rayyan menghela nafas panjang memperbaiki duduknya melihat ke depan.


"tentu saja semua orang tidak mau mendengar jawaban yang tidak mengenakkan, apa aku benar?! ". rayyan menoleh melihat layya.


Layya mendengus tersenyum geli. entah kenapa itulah reaksi tubuhnya begitu mendengar ucapan rayyan.


"kamu sudah tahu jawabannya ray? sudah sangat sangat tahu". ujar layya tanpa melihat rayyan karna matanya melihat ke luar mobil.


Rayyan menyungging senyum tipis.


"aku tahu tapi aku ingin mendengar langsung darimu".


Layya menoleh melihat rayyan yang rayyan juga sedang menatapnya. mau tidak mau layya tersenyum geli.


"baiklah, aku akui pesona mu pak andryatama? jika saja aku tidak pernah tertipu olehmu mungkin sekarang aku sudah jatuh".


Rayyan terkekeh geli namun sedetik kemudian ia berwajah datar dan tatapan matanya terlihat kosong namun tajam.

__ADS_1


"jika kamu balik bertanya padaku, maka jawabanku...". rayyan menghentikan ucapannya menoleh menatap layya.


Layya yang tadi sedang melihat rayyan kini memperlihatkan raut wajahnya yang serius mendengar ucapan rayyan selanjutnya.


Penasaran dengan jawaban ray? entahlah, selama ini. ia tidak pernah terpikirkan akan hal itu tapi jelas satu hal yang ia tahu dari dulu rayyan...tidak pernah suka mempunyai anak darinya lalu...sekarang apa jawabannya? ketika dia sudah melihat kedua anaknya yusuf dan maryam. bahkan sudah besar.


"tidak pernah! ". jawaban sontak rayyan membuat mata layya membulat terkejut.


'apa maksudnya? tunggu...pria ini, tidak sedang mengetesnya bukan? dia...sangat pintar dalam membuat orang kesal'. layya dengan cepat memutar kepalanya melihat keluar jendela tidak mau terbawa akan ucapan rayyan, yang ia yakin pria ini sedang mau menjaihilinya.


"dari dulu...tidak! dari pertama bertemu denganmu...sampai...". rayyan lagi lagi menghentikan ucapannya, mengingat kembali saat saat keduanya dekat meski semua itu hanya palsu siasatnya tapi kedekatan mereka alami hanya saja ia tidak mencintai layya.


'sampai...?'. layya menanti ucapan rayyan selanjutnya.


"hentikan! aku tahu apa yang mau kamu katakan jadi...hentikan! ". layya membungkam mulut rayyan yang mau bersuara lagi.


"tentu saja kamu tidak akan pernah menyesal karna aku? kamu dan reina...". layya menghentikan ucapannya menyadari bahwa bukan hanya dirinya dan rayyan di dalam mobil tersebut tapi ada aldi asisten rayyan.


"tidak perlu aku lanjutkan bukan? kamu tahu kelanjutannya".


Tatapan mata layya yang menatap rayyan dingin sedangkan tatapan mata rayyan yang terlihat lemah.


"aku tidak akan membantah, itu benar! tapi yang perlu kamu tahu aku...tidak pernah menyesal mengenalmu bukan karna yusuf atau maryam dan juga...satu hal yang aku sesali...". rayyan menoleh melihat ke luar jendela.

__ADS_1


Mata layya berkedip menatap rayyan.


Beberapa menit sudah berlalu dan kesabaran layya dalam menanti kelanjutan ucapan rayyan sudah di ambang batas kesabarannya.


Apa yang dia sesali? yusuf dan maryam lahir dari rahimku? bukan dari reina? atau...dia punya anak denganku? bukan dengan reina? arghhhh...ini membuatku gila. tapi itu bagus. jika rayyan menyesali kehadiran yusuf dan maryam? maka tidak ada alasan bagi pria ini untuk mengambil yusuf dan maryam dari tanganku meski...suatu saat mami dan papi rayyan tahu. ah...aku harus merekam ucapan pria ini dan nanti...bisa jadi senjata untukku.


"apa yang kamu sesali?! ". layya bertanya sembari perlahan menoleh melihat rayyan yang sepertinya sangat fokus melihat ke luar mobil.


"kita sudah sampai, ayo turun". ujar rayyan sembari membuka pintu mobil.


Layya segera memutar kepalanya melihat ke luar. mereka sudah sampai? kenapa aku tidak menyadarinya?.


Layya membuka pintu mau turun namun terhenti saat melihat kegaduhan yang ada tepat di depan pintu lobby rumah sakit.


"ada apa?! ". tanya layya ke aldi setelah turun dari mobil dan menutup pintu.


Layya beralih melihat rayyan. jadi tadi pria ini sangat serius karna melihat itu?.


Layya mendekat dan berdiri di samping rayyan.


"ada apa sih? ". tanya layya ke rayyan dan juga ke aldi.


"itu bukan urusan kita! ayo masuk". ujar rayyan lalu melangkah duluan ke dalam rumah sakit meninggalkan layya yang masih melihat ke kegaduhan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2