Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 43


__ADS_3

Pesisir laut singapure...


Itulah keberadaan saat ini...


Beberapa kapal besar dan kecil mengapung di sana, yang di sebut kapal pesiar serta kapal kecil di sebut superyacth. semakin memperindah birunya laut tersebut.


Salah satunya, terlihat satu kapal pesiar yang super besar dan mewah tersebut, yang berada di tengah tengah birunya laut dengan ketenangan air yang tenang dan seimbang. terlihat berbagai aksesoris di dalamnya dan yang paling mendomisili adalah kilauan kilatan berlian penghias ruangan yang super mewah dan besar tersebut dengan rangkaian bunga yang indah dan cantik serta super cake yang cukup besar nan bertingkat. khusus di peruntukkan untuk satu pasangan hari ini yang sedang berbahagia yaitu pengantin baru.


Tak...tak...tak...


Ketukan sepasang sepatu yang berwarna navi memasuki ballroom besar melewati dua daun pintu besar yang terbuka lebar dengan dua penjaga yang super ketat.


Layya Zunaira, yang mendapatkan undangan karna mewakili di rektur perusahaan tempatnya bekerja yang tidak bisa hadir ke pernikahan+resepsi dari satu pasangan konglomerat di negara tersebut.


Layya menyerahkan undangan ke penjaga untuk di cek lalu ia semakin melangkah masuk ke dalam. berbaur dan berbincang dengan setiap manusia yang terkadang sama sekali tidak di kenali layya namun mereka mengenali dirinya. senyum ramah dan palsu sontak saja akan keluar dari mimik wajah layya dan menyembunyikan raut wajahnya yang bosan dan tidak suka berlama lama di sana namun ia terpaksa harus berada di sana.


Mata layya mengedip dan dirinya sedikit tersentak saat menoleh ke kirinya, yang ternyata ada satu pasangan yang sangat sangat ia kenali.


'rayyan, reina?... mereka mendapatkan undangan di sini juga?...ahh...'.


'bodoh, bagaimana aku bisa lupa? rayyan seorang pengusaha dan tentu ini hal yang wajar'. mengalihkan mata layya memilih melihat ke arah lain. cukup banyak artis artis ternama bahkan model model berada di sini dari berbagai negara bahkan ada artis hollywood.


Layya melangkah ke depan meraih satu gelas air putih dan menyeruputnya perlahan setelahnya ia bermain dengan gelas tersebut yang bentuknya sangat indah. seseorang dari belakang menyapanya yang membuat layya berbalik dan membalas sapaan dengan senyum ramah di wajahnya.


"pria di sana...lihat?... ". suara seorang wanita dari belakang layya, yang sedang berbicara dengan beberapa temannya.


"a...itu?...tadi aku lihat dia masuk dengan pasangannya, aku dengar sih tunangannya...juga seorang model".


Layya maunya tidak mau mendengar perbincangan di belakangnya namun ia tidak bisa menghindar karna posisi berdirinya sekarang, termasuk aman. apalagi dari tatapan tatapan para pria gatal. begitulah menurutnya.


Mata layya melihat rayyan dan reina yang sedang berbincang dengan jarak mereka lebih dari 5 meter. layya mengerti siapa pria yang di maksud para gadis tersebut. rayyan.


See?.


Ketampanannya membius semua mata para wanita di ballroom tersebut, di tambah dengan paduan jas mahal di kulitnya seakan menekankan kata kalau dia seorang pengusaha sukses. memang benar adanya.


Mata layya beralih melihat ke dua pasangan pengantin baru yang baru saja memasuki ballroom acara.


'aku rasa reina harus memiliki kesabaran penuh dengan tatapan lapar para wanita kepada prianya atau...ini sudah biasa baginya yang seorang model'.


Dengan secangkir air lemon di tangannya layya memerhatikan ke depan, dimana pasangan pengantin yang saling bertatapan.


Pukul 8 malam tepat.


Dengan baju santai kasual panjang dan tidak lupa pashmina menutupi kepalanya layya berdiri di dek kapal sembari keduanya tangannya memegang pagar pembatas kapal. layya menatap menikmati pemandangan laut di depannya dan ia akui. ia tidak akan berani melihat ke bawah.

__ADS_1


Helaan nafas keluar dari mulutnya setelah beberapa lama matanya melihat ke depan. tadi, setelah pengantin baru masuk dan telah selesai berbagai acara. layya sedikit berbincang ringan dengan orang tua dari pengantin pria, selain dari dirinya yang mewakili pak di rektur perusahaannya juga masalah pekerjaaan. setelahnya layya pamit ke orang tua pengantin pria untuk ke kamar karna tubuhnya benar benar lelah. apalagi untuk menghadiri acara dinner party nanti malam yang akan di adakan jam 10 malam tepat lalu setelahnya pagi pagi besok ia harus kembali ke hotel untuk melihat tempat yang harus ia kerjakan, yang kebetulan tempatnya di hotel yang sama tempat ia menginap.


Dari kejauhan dengan jarak 7 meter lebih dari tempat layya berdiri terlihat rayyan yang sedang melangkah pelan seorang diri sembari melihat lihat ke laut dengan kedua tangannya berada di kantong celananya. rayyan juga sudah berganti baju dengan baju santai. celana jeans biru navi di padu kaos hitam yang sedikit longgar di tubuhnya.


Jika di lihat ke seluruhnya. di dek kapal tersebut hanya ada mereka berdua mungkin beratus manusia yang lain di kapal tersebut sedang berada di kamar mereka untuk istirahat atau sedang mempersiapkan diri untuk acara selanjutnya atau sibuk dengan aktifitas mereka masing masing.


Langkah rayyan sontak berhenti saat matanya melihat layya. berdiri beberapa saat di sana sembari kedua manik matanya yang tajam menatap layya, yang sedang sangat menikmati suasana laut tersebut.


Rayyan melangkah mendekat ke layya dengan perlahan dan berdiri di sebelah layya dengan jarak keduanya 1 meter.


Merasa dengan kehadiran seseorang di sampingnya sontak membuat layya menoleh ke samping kanannya.


Raut wajah terkejut sontak saja ada di wajah layya.


'rayyan? '. layya beralih melihat ke samping rayyan, yang ternyata tidak ada siapa siapa lalu ia melihat ke belakang dirinya berhenti setelah layya melihat ke seluruh dek kapal tersebut.


layya mencari keberadaan reina.


'dia sendiri? '.


"reina di mana? ".


"ternyata kamu melihat kami juga? ". tapi tidak menyapa?. sambung rayyan dalam hati.


Rayyan berbicara tanpa melihat layya.


"guna mata untuk melihat dan mataku tidak sengaja melihat kalian saat melihat lihat".


Rayyan memilih diam tidak merespon.


Mata layya tersentak saat ia teringat sesuatu.


"oh ya? bukankah kamu bilang akan melihat anakmu? tapi 2 minggu in...".


"aku sibuk". potong rayyan sebelum layya melesaikan ucapannya dan membuat layya terdiam, tidak tahu harus bicara apa lagi.


"oh...". mata layya mengedip ngedip dan kembali melihat ke depan.


Rayyan menyungging senyum samping menoleh menatap layya.


"apa kamu menungguku?! ".


Ucapan rayyan sontak saja membuat mata layya melebar membulat.


'bodoh atau apa pria ini? '.

__ADS_1


"tentu saja bukan?..kamu bilang akan datang ketika malam setelah pulang kerja dan tentu aku menunggu jika tidak...siapa yang akan membukakan pintu untukmu?...bodoh! ".


Rayyan mengedip ngedipkan matanya beberapa kali setelah ucapan layya berakhir.


"selama...2 minggu ini?... kamu...tetap menunggu?! ". tanya rayyan terbata bata sembari menatap layya.


Layya menghela nafas malas.


"apa aku sebodoh itu...? ". layya kembali melihat ke depan setelah tadi sekilas melihat rayyan.


Kedua alis rayyan menyatu tidak mengerti dengan ucapan wanita di depannya.


'tadi dia bilang menungguku lalu sekarang apa maksudnya? '.


"2 malam sebelum aku tahu kamu keluar negeri! seharusnya kamu bisa memberitahuku kalau kamu tidak jadi datang dan aku tidak membuat yusuf dan maryan tidur kemaleman". kesal layya. ahh, ia benar benar kesal jika di ingatkan kembali.


Rayyan mendesah lelah entah karna apa.


"aku kira kamu benar benar bodoh! aku tidak memiliki no mu bagaimana cara menghubungi? dan perjalananku juga mendadak, tiba tiba".


Layya menoleh kembali menatap rayyan.


'mendadak? tiba tiba? ...'.


"berlibur maksudmu? ".


"terdengar seperti wanita yang sedang kesal karna cemburu". rayyan menoleh menatap layya.


"siapa? aku? ".


"hanya kita berdua di sini".


"ha ha ha". layya tertawa bodoh.


"kamu bercanda ray? lebih tepat 2 malam ku terbuang sia sia dan dengan bodohnya aku mau saja menunggu".


Rayyan terdiam.


"sebenarnya...malam itu... sebelum berangkat, aku mau datang tapi...".


Layya melihat rayyan menantikan ucapan pria itu selanjutnya.


"aku tidak mau jadi pengganggu untuk yusuf dan maryam yang sedang asik bermain dengan pria cupu itu, seperti...malam itu, jadinya...aku tidak datang".


Layya terdiam.

__ADS_1


'jadi...karna dia pikir ada rendra?...tidak mau mengganggu yusuf, maryam? '. Diam diam layya tersenyum dalam hati. ia merasa senang paling tidak, pria ini memikirkan kedua anaknya.


__ADS_2