
"saya baik baik saja bu? hanya sedikit terkena tegagan listrik dan untung saat itu ada teman dengan cepat bisa mengatasinya". ujar seorang pria yang sedang setengah berbaring di ranjang. di sampingnya terlihat seorang wanita yang mendampinginya istrinya.
Ya. sekarang layya dan rayyan sedang berada di salah satu kamar yang ada di rumah sakit tersebut. dengan layya yang berdiri di samping kiri pasien dan rayyan sudah lebih dulu keluar setelah perbincangan perbincangan rumit. rayyan juga memberitahu kalau perusahaannya akan bertanggung jawab, setelahnya rayyan izin pamit dan dia mengatakan pada layya akan menunggunya di luar dan beginilah.
Di kamar tersebut. hanya mereka bertiga, dirinya, pasien dan istri si pasien sedangkan aldi langsung keluar setelah mengumumi semua biaya rumah sakit dan beberapa uang di berikan ke pasien setelahnya di permisi keluar.
"ya bu? terima kasih anda sudah repot repot mau mengunjungi suami saya dan juga untuk...fasilitas dan semua biaya sudah ibu tanggung, saya dan suami saya berterima kasih banget". awalnya mereka berada di bangsal umum namun beberapa menit yang lalu tiba tiba beberapa perawat masuk dan mengatakan kalau suaminya akan di pindahkan ke kamar rawat. meskipun bukan kamar VIP tapi untuk kami yang dari keluarga kurang mampu kamar ini sangat sangatlah mewah.
Layya melirik sekilas ke benahan yang di bawa masuk aldi dan di letakkan di sisi meja nakas samping ranjang.
"Jangan berterima kasih kami hanya menjenguk dan istirahatlah tidak perlu memaksa diri untuk melanjutkan kerja, pihak perusahaan memaklumi".
Pria pasien tersebut terlihat terkejut. apa ia akan di pecat.
"itu...".
Layya tersenyum geli.
"tenang saja, anda tidak akan di pecat hanya saja perusahaan memberikanmu waktu libur untuk istirahat dan gunakan waktu itu sebaik mungkin, kamu pekerja yang baik dan rajin. perusahaan tidak akan membuangmu".
Pasien pria dan istrinya terlihat sangat senang.
"terima kasih bu, sekali terima kasih". ujar si pria tersebut. layya hanya membalas dengan senyum tipis. ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12 lewat.
"euhmm...kalau begitu saya pamit dulu! dan semoga cepat membaik dan segera di beri izin pulang". dengan senyum tipisnya layya berbicara sopan.
"terima kasih bu dan maaf bu kami sudah menahan anda lama". ujar si istri pasien tersebut.
Layya tersenyum.
__ADS_1
"kalau begitu saya pamit dulu, assalamu'alaikum ". ujar layya.
"wa'alaikum salam bu? sekali lagi terima kasih bu? ". ujar keduanya sembari istrinya melangkah mau mengantar wanita yang dia anggap sebagai atasan suaminya.
"mari saya antar bu? ". ujarnya sopan. layya hanya membalas dengan senyum.
Sesampainya di luar setelah di bukakan pintu oleh istri pasien. layya melihat rayyan yang duduk di kursi tunggu di luar kamar sendiri.
Mata layya menjelajah mencari sosok asisten rayyan.
"sudah?! ". tanya rayyan ke layya sembari bangkit berdiri.
Layya mengangguk.
"sendiri? aldi mana?! ".
"kami pamit dulu dan semoga suami anda cepat membaik". ujar rayyan sopan ke wanita tersebut.
Wanita tersebut tersenyum ramah.
"ya pak? dan terima kasih sekali lagi pak...bu? sudah datang dan juga membantu kami".
"bukan masalah!". ujar rayyan lalu melihat layya sekilas sebelum melangkah dari sana.
"ayo?! ". ajaknya sembari melangkah dari sana.
Layya melirik wanita yang masih berdiri di sana lalu berpamit lagi dan mengejar langkah rayyan.
Ia masih menuntut jawaban dalam mobil tadi. enak saja pria itu asal lupa.
__ADS_1
Rayyan masuk pertama ke dalam lift di susul layya.
"ray?... ".
"aldi sedang mengurus sesuatu". potong rayyan dengan wajahnya yang datar.
Layya sontak membalik badan menatap rayyan.
"aku tidak menanyakan asistenmu".
Rayyan mengerjap menoleh menatap layya.
"bukankah tadi kamu menanyakannya? ".
Layya sontak menarik nafasnya.
"itu tadi tapi sekarang yang lebih penting jawabanmu untuk pertanyaanku di dalam mobil! jangan bilang kamu lupa".
Lagi lagi mata rayyan berkedip. ia mengalihkan matanya menatap ke depan saat pintu lift terbuka dan terlihat aldi yang melangkah ke arah mereka.
Rayyan menghentikan langkahnya setelah keluar beberapa meter dari lift.
"bagaimana?! ". tanyanya ke aldi.
"aku sudah mengurusnya dan pihak rumah sakit akan memprosesnya dengan cepat". jawab aldi dengan sesekali melihat ke wanita yang berada di belakang rayyan. layya.
"baiklah, bagaimana dengan pertemuan klien nanti? ". rayyan terus melangkah sembari berbicara dengan aldi sedangkan layya hanya bisa menatap itu dengan tidak percaya.
Pria itu tidak sengaja melupakan jawabannya bukan?. entah kenapa ini membuatnya kesal.
__ADS_1