Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 44


__ADS_3

Layya mempercayai ucapan dan kata kata rayyan tapi kenyataannya...bukan karna itulah rayyan tidak datang menjenguk kedua anaknya terlihat dari cengkraman buku jarinya yang kuat pada pagar pembatas dek kapal menggepal erat.


"berapa tahun kamu sudah menikah dengan pria cupu itu? ". pertanyaan rayyan yang terdengar dingin dan acuh namun penuh rasa ke ingintahuan.


Layya yang terkejut dengan pertanyaan rayyan sontak menoleh menatap rayyan. ia mengerjap bingung.


'pria cupu?... '.


Layya menarik nafas tenang.


"ray?namanya rendra berhenti memanggilnya cupu".


Rayyan menoleh menatap layya dengan tajam dan dingin.


"tidak bisakah kamu menjawab saja?... ". kamu selalu membelanya layya? itulah yang selalu membuatku marah padamu. sambung rayyan dalam hati.


Layya memilih mendesah lelah.


'tidak bisakah pria ini kalau bicara menjauhkan dirinya dari emosi? dasar'.


Tunggu...tadi apa yang dia tanya?...


Layya menatap rayyan di dekatnya.


"aku...menikah dengan rendra?...sejak kapan? ". layya mengulang kalimat rayyan dengan wajahnya yang terlihat bingung.


Tanpa melihat layya rayyan hanya bergumam malas.


'ia pikir wanita ini selama ini masih single dan bahkan ia sempat berpikir bahwa rasa cintanya kepadaku belum luntur oleh waktu dan kebenciannya namun siapa sangka, suatu hal sangat mengejutkannya, perceraian...menjadi satu jalan untuk mereka bersama...aku...benar benar membencimu layya? '.


"ha ha ha". layya tertawa sendiri. lebih tepat menertawakan pertanyaan rayyan.


Rayyan sontak menatap layya dengan kedua alisnya yang menyatu.


"aku kira tidak ada yang lucu". tajam rayyam.


"kamu menyelidikiku ray?...ha ha ha tapi aku rasa kamu harus mengganti orang suruhanmu itu, berita yang dia bawa aku rasa tidak tepat".

__ADS_1


"apa maksudnya?! ". apa itu salah? tidak, alex tidak akan memberitahunya berita salah.


Di lain tempat dengan cahaya lampu remang terlihat seorang pria yang baru saja menyelesaikan panggilannya.


Ia tersenyum sinis.


"ray?...biarkan aku memberikanmu hadiah malam ini...dan setelahnya...ayo kita lihat, apa kamu masih bisa bertahan dengan egomu? ha ha ha ha haha ha...". pria tersebut tertawa gila sendiri.


Kembali ke layya dan rayyan.


"baiklah, lagian kamu papanya anak anak!...berita itu tidak benar, hanya manipulasi saja".


Rayyan yang tidak mengerti mengernyit alisnya.


Layya menarik nafas untuk melanjutkan ceritanya.


"kamu juga tahukan? kepergianku ke sana, aku masih istri kamu karna aku memintamu hari itu untuk menceraikanku setahun yang akan datang dan kamu...menyetujuinya".


Rayyan menatap ke depan melihat ombak laut yang di bawa angin dengan santai tanpa berefek pada kapal yang mereka tumpangi. ingatan rayyan kembali ke 4 tahun yang lalu di mana layya menghampirinya ke apartemennya dan meminta hal tersebut.


"kamu bilang...sangat lucu bercerai di umur pernikahan yang baru sebentar di tambah...pamanmu akan terkejut, aku kira saat itu...benar benar karna pamanmu tapi siapa yang tahu kenyataannya...waktu setahun...untuk waktu kelahiran yusuf dan maryam...". rayyan beralih menatap layya.


"aku hanya mau...".


"mereka tidak lahir tanpa ayah dan statusmu masih istriku meski kita tidak bersama dan keduanya...mempunyai ayah dan ibu". ucap rayyan tanpa melihat layya.


Layya menatap rayyan setelah menarik nafas dan entah kenapa dadanya terasa sedikit sesak, hatinya merasa kembali teriris dengan peryataan rayyan yang memang benar.


Layya mendengus sembari tersenyum tipis.


"itu benar! ". jawab layya sembari terkekeh.


Rayyan mengedikkan matanya menoleh menatap layya.


"sekalipun aku salah tapi...itu hal yang sangat kejam yang kamu lakukan layya?... seharusnya...kamu memberitahuku". dengan begitu...mungkin kita tidak akan jadi seperti ini...atau...tidak, mungkin akan lebih parah dari ini'.


"aku tidak tahu layya? lupakan ucapanku barusan".

__ADS_1


Layya mengeryit bingung dengan sikap rayyan. tadinya ia mau membantah tapi melihat tatapan mata rayyan yang kosong ke depan...sepertinya kak alex benar, sesuatu...terjadi pada pria ini...lalu apa?.


'apa benar itu ada hubungannya dengan ku?... lebih lebih...ke rendra?...itu tidak mungkin, ray tahu dari awal kalau aku sangat menyukai rendra dan bahkan dia tahu kalau rendra...cinta pertamaku...itupun...sebelum aku...jatuh cinta padanya dan menikah dengannya... apa...tidak...ray hanya menggunakannya untuk kembali bersama reina jadi...hal itu sama sekali tidak mungkin, jika pun iya...itu semua kebohongan rayyan untuk menjeratnya, aku...tidak akan pernah percaya lagi meski...hanya untuk anak mereka, aku hanya akan mengizinkan pria ini menemui anaknya tapi tidak untuk mengakui dirinya siapa kepada anak anak, tidak akan pernah! '.


Layya menarik nafas menatap ke gelombang laut yang ringan.


"di hari aku melahirkan yusuf dan maryam...selain mama ayrin dan ayrin di sana, juga ada rendra dan rendra mengakui dirinya pada dokter di sana bahwa dia suamiku yang bertanggung jawab untuk kami lalu setelahnya ya...begitulah, rendra yang sering datang kerumah sakit tidak, lebih tepat dia selalu di rumah sakit mendampingiku hingga anak anak mengenalnya dan tidak mau jauh dari rendra hingga mereka bergantung pada rendra layaknya seperti ayahnya sendiri dan sampai sekarang...mereka mengenal rendra sebagai daddy mereka dan menikah...karna hal tersebut banyak mengira betul rendra suaminya lagian di kartu indentitasnya juga ia berstatus menikah, mereka mengira itu benar dan karna pengaruhnya rendra di sana ia tidak bisa mengubah sembarang indentitasnya, yah begitulah...sampai sekarang, oh ya....aku berniat mau mengubahnya senin ini". lagian...sepertinya aku akan menetap di sini, mengingat yusuf dan maryam lebih suka di sini daripada di sana. sambung layya dalam hatinya.


"tunggu...jadi maksudmu...di kartu identitasmu menikah tapi itu bukan dengan pria cupu itu?".


Layya mengangguk membenarkan.


Rayyan menggeram marah dalam hati. 'alex?...lihat saja, aku akan membalasmu'.


Tiba tiba rayyan tersentak, matanya membulat saat dirinya teringat akan sesuatu. ia menoleh menatap layya dengan perasaannya campur aduk. harus senangkah atau...tidak! ia senang.


Rayyan mendengus tidak percaya sembari menyungging senyum samping penuh makna. 'apa yang akan wanita ini lakukan jika dia tahu? ....'.


"ada apa dengan mu? senyam senyum tidak jelas". sinis layya saat mendengar dengusan rayyan lalu melihat wajah rayyan yang tersenyum licik baginya.


Dengan cepat rayyan bersikap normal sembari kembali melihat ke depan. ia menggeleng kuat dengan ekpresi raut wajahnya yang meyakinkan dan tidak ada kecurigaan sama sekali untuk layya.


"tidak,...tidak ada apa apa".


Layya membalik badan menatap rayyan dengan kepalanya menyamping.


"senyum tadi mencurigakan ray? ...". layya menyipitkan matanya menatap rayyan mencari jawaban.


Rayyan berdehem.


"aku hanya teringat sesuatu!...mengenai perencana baru dalam proyek kerjaku...bukankah biasa terjadi hal begitu? tiba tiba saja, ahh...aku sudah hampir pusing tadi memikirkannya, siapa tahu...berbicara denganmu muncul itu ha ha ha, aku balik duluan ya?... ahhh...hati hati lho kamu sendiri di sini, tidak ada orang, bisa saja ada pria mabuk dan...menurutku kamu kembali juga".


Layya otomatis melihat ke sekelilingnya, yang hanya ada lampu dek kapal yang remang remang.


Tadi ia sama sekali tidak ingat akan hal itu, tidak? bahkan ia tidak memikirkan itu. lagian mana mungkin ada pria mabuk memang ini tempat apa?... tapi...mengingat ini pesta dan sebentar lagi acara dinner party bisa saja kan. berbagai manusia ada di kapal ini, tidak jadi kemungkinan hal itu bisa terjadi. merinding layya melangkah duluan mendahului rayyan masuk ke dalam kapal.


Rayyan terkekeh geli melihat hal tersebut.

__ADS_1


"aku pasti akan di hajarnya, jika dia tahu kebenarannya...hhhh...". rayyan mendesah lelah. berbalik kembali menatap ke laut.


__ADS_2