
Di saat rayyan sedang menghajar rendra membabi buta, dan rendra yang baru mau menonjok wajah rayyan yang berada di atasnya untuk melepaskan diri, di saat itulah layya masuk.
Menggeram marah. Itulah hal pertama yang rayyan lakukan karna ia belum habis melampiaskan kemarahannya dan layya sudah masuk.
Seharusnya ia tadi bilang sebelum 30 menit jangan masuk dan sekarang ia menyesal hanya mengatakan 10 menit.
Rayyan benci di ancam di saat dia tidak bisa berkutik dan melawan, apalagi jika menyangkut layya di tambah sekarang kedua anaknya.
Rayyan mengerti maksud rendra. Pria ini juga ketakutan jika ia mengatakan ke layya apa yang rendra lakukan pada layya ketika dia tidak sadar. Yang layya pikir layya berciuman dengan suaminya malam itu tapi ternyata pria itu adalah rendra. Jika layya melakukan itu karna dia ada di alam bawah sadarnya akibat minum air yang sudah di isi obat perangsang tapi tidak dengan rendra. Pria ini melakukannya dengan sengaja. Apa maksudnya? Bukankah sudah jelas. Pria ini mau layya untuk dirinya apalagi setelah mengetahui perasaan layya beberapa waktu sebelumnya dan kenapa ia tahu. Itu karna layya sendiri yang bilang padanya. Lupakan itu.
Lalu di saat ia mengatakan kalau rendra si cinta pertamanya ini yang berciuman dengan dirinya malam itu dengan panas bergairah itu. Tentu ia sangat yakin detik itu juga layya akan marah dan membenci rendra. Terlebih dari itu ia lah yang paling akan di benci layya jika layya tahu ia salah paham padanya dan bahkan mengira layya tidur dengan rendra lalu jika di saat itu atau lebih lebih ke kejadian malam itu di mana layya melihatnya bersama reina lalu jika di saat itu layya bilang kalau dia hamil. Hal pertama yang akan ia lakukan adalah tertawa. Karna ia tidak akan percaya kalau itu anaknya dan ia akan tertawa lebih keras lagi karna istrinya berhasil hamil dengan pria lain dan bukan dirinya sebagai suami. Bukan tertawa apa tapi lebih ke tertawa karna miris ke hidupnya. Untuk pertama kalinya ia percaya ke wanita lain selain dari reina dan wanita itu membuatnya seperti pria bodoh. Atau di saat dimana layya mengirimnya pesan untuk pulang karna katanya dia punya kejutan dan ia yakin kejutan itu adalah layya hamil. Dan jika saja malam itu ia tidak menemui reina tapi memilih ke apartemen tempat tinggal ia dan layya tinggalin. Mungkin bisa saja ia akan memukul dan lebih parah ia bisa membunuh layya karna kemarahannya.
Laki laki mana yang tidak akan marah jika istrinya mengatakan dirinya hamil di saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang layya lakukan malam itu dan setelahnya ke esokan pagi, bagaimana keduanya akrab dengan senyum seakan ia tidak ada antara mereka.
Mungkin tidak menemui layya malam itu dan pergi menemui reina adalah pilihan yang tepat. jika tidak mereka sekarang bukan lagi suami istri karna otomatis ia akan menceraikan layya saat itu juga atau kondisi layya yang tidak ada yang tahu bagaimana. Mengingat mendengar nama layya saja saat itu amarahnya sudah naik ke level 100 apalagi jika melihat wajah layya tentu akan langsung meledak.
Berpikir kalau yusuf dan maryam bukan anaknya bukankah layya akan membencinya? Pertama karna berpikir sekeji itu untuknya dan kedua karna ia tidak percaya padanya dan ketiga karna tidak mengakui anaknya.
Bhak...
Rayyan memukul setir mobil sedang dirinya mengerang marah.
'kenapa...Ini seperti ujung pedang ada di lehernya? '.
Flash back off...
Reyyan menatap gedung di depannya di mana layya masih ada di dalam sana.
__ADS_1
Tadi sebelum ia beranjak duluan keluar dari gedung yang hanya berlantai 7 tersebut, meninggalkam layya, yang lagi lagi lebih memilih pria itu dari dirinya.
Sampai sekarang ia bertanya tanya. Apa cinta yang layya katakan untuknya itu sebagai pelarian semata.
Rayyan mengingat kejadian terakhir ia tadi dengan layya.
Flash back...
Beberapa menit yang lalu.
Layya yang masih memeluk rayyan sedang air mata keduanya masih membasahi kedua pipi mereka.
Rayyan yang menangis tanpa suara menahan isakannya sedang layya yang terisak.
Jika di tanya kenapa layya menangis. Layya sendiri tidak tahu jawabannya apa. Yang ia tahu. Ia hanya mau menangis dan ia ingin menangis. Hatinya sakit dan dadanya terasa sesak. Itulah yang ia tahu.
Apa karna ini menyangkut rendra atau apa karna rayyan yang sudah memukul rendra kedua kali dan tanpa ada alasan yang jelas? Ia tidak tahu. Yang ia tahu sekarang, ia harus tahu ada apa dengan mereka. Dan ia sangat yakin ia tidak akan mendapatkan jawaban itu dari rayyan.
"pergilah". Ujar layya di tengah isakannya. Setelah melepaskan pelukannya pada rayyan dan mundur selangkah sedang dirinya menunduk menatap lantai.
"kau akan tetap ke sana?! ".
Layya menjawab dengan anggukan, yang membuat rayyan memejamkan matanya sesaat.
"tidak bisakah kali ini kamu melihatku layya? ".
Layya yang tidak mengerti dengan ucapan rayyan, yang menurutnya tidak ada dalam permasalahn mereka sekarang.
__ADS_1
"maaf! ". Itulah kata yang keluar setelah beberapa detik layya diam.
"kamu mengkhawatirkan luka di tubuhnya? Tapi kamu tidak melihatku di depanmu layya".
"...".
"aku juga terluka layya? Aku tidak butuh obat apapun itu untuk kamu oleskan, yang aku butuh kamu ikut aku sekarang keluar dari sini, karna itu aku membawamu ke sini".
Layya sontak mendongak menatap rayyan sedang air mata keduanya telah mengering.
"kamu membawaku kemari untuk membuat ku bingung dan menerka nerka dengan apa yang barusan kamu lakukan, untuk apa kamu melakukan ini? Kamu mau memperlihatkan ke rendra kalau aku masih istri mu? Begitu ray? Itukah tujuanmu membawaku kemari? ". Layya menaikkan nada suaranya.
"..."
"kenapa diam? Apa aku benar? ".
"..."
"kamu brengsek ray....?! ". desis layya tajam.
"dan ya? Aku sama sekali tidak berniat mau mengobati lukamu atau apapun itu. Dan ya? Dari pada mengkhawatirkan mu aku lebih mengkhawatirkan rendra. Jika jika kamu lupa ray? Saat aku masuk tadi kamu ada di atas rendra itu artinya rendra lebih terluka parah dari pada kamu dan sekarang pergilah, jangan mencegahku dengan ucapanmu yang tidak masuk akal itu". Layya membalik badan melangkah pergi dari hadapan rayyan dengan kemarahannya.
Apa apaan pria itu. Tidakkah ucapannya itu sudah layaknya seorang suami atau pria yang sedang cemburu ke pacar dan istrinya? Dan mereka tidak ada di antara keduanya.
Jika dulu mungkin ia akan percaya dengan bodoh tapi tidak sekarang, setelah apa yang ia ketahui. Di permainkan+di peralat.
"rayyan brengsek".
__ADS_1