Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 24


__ADS_3

Setelah meredakan kekesalannya ke rayyan layya melangkah keluar dari gedung imperial ke parkiran di mana mobilnya terparkir.


Sejenak layya menghentikan langkahnya saat melihat mobil rayyan yang bermerek Rolls Royce Ghost, dari ke jauhan yang berkisar 4 meter lebih tersebut.


Tiga kata ketika layya melihat mobil yang terkenal dengan harga yang cukup fantastis tersebut.


'bagaimana di dalamnya'.


Tidak mau larut dalam bayangannya akan mobil di depannya. layya menghidupkan mobilnya dengan menekan remot kunci di tangannya.


Cleck...


Layya membuka pintu mobilnya dan bersiap mau masuk ke dalam di bangku pengemudi karna layya membawa sendiri mobilnya tanpa repot harus pakai supir.


"ah...". suara layya yang tersentak terkejut karna sebuah tangan entah siapa menutup membanting pintu mobilnya dan di depan matanya sendiri.


Geram dan kesal layya membalik badan mau mengadili si yang punya tangan tersebut namun dia harus kembali terkejut karna orang itu adalah...orang yang baru beberapa menit yang lalu membuatnya kesal dan ia akan selalu kesal jika melihat pria ini.


"rayyan...?". ucap layya tidak percaya dengan alisnya yang menyatu.


"tunggu...apa yang kamu lakukan? kenapa...".


"kamu berencana ke sana dengan mobilmu sendiri? ". rayyan memotong ucapan layya.


Layya sontak saja mengangguk mantap.


"tentu saja".


"lalu untuk apa aku menyuruhmu menungguku?".


"...karna kamu mau ke sana juga jadi bisa barengan, ya...tidak masalah sih, lagian kejadiannya di perusahaanmu dan pria itu sedang bekerja denganku, jadi tidak apa...tanggung jawab saja". jawab layya sekenanya.


"barengan...dan menurutmu ini barengan? ".


Lagi lagi layya mengangguk mantap.


"tentu saja, kita bisa bertemu di sana".


"jika seperti itu bukankah seharusnya aku menyuruhmu menungguku di pintu lobby rumah sakit saja? ".


Layya terdiam dan terlihat berpikir keras. memang apa masalahnya?.


"ah...ray...?...". terkejut layya saat rayyan merampas kunci mobil dari tangannya.


Tit...


Rayyan kembali mengunci pintu mobil layya. membalik badan menatap layya.


"ikut denganku atau ancaman tadi masih berlaku". ujar rayyan sebelum melangkah pergi dari sana ke mobilnya.


Layya melihat ke mobilnya yang sudah di kunci kembali oleh rayyan lalu beralih melihat rayyan yang sudah memasuki mobilnya.


"apa pria itu sudah gila?...tidak, tunggu...mimpi apa aku semalam bisa berurusan dengannya dari tadi pagi bahkan sampai sekarang?! ". hahhh...

__ADS_1


Layya mendesah menyentak kakinya geram lalu melangkah dari sana.


Brakhhh...


Layya sengaja membanting keras pintu mobil rayyan setelah masuk ke dalamnya dan bodohnya kenapa ia masuk ke bangku belakang dan sekarang duduk di samping pria ini.


Layya memutar bola matanya frustrasi.


"jalan al? ". perintah rayyan ke aldi asistennya.


Mengerjap layya melihat aldi di bangku pengemudi.


"aku akan duduk di depan saja". ujar layya sekedar untuk sopan santun ke si pemilik mobil sembari mengangkat bokongnya dari kursi.


Rayyan menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengotak atik tombol laptopnya beralih menoleh melihat layya.


"aku tidak yakin? tapi siapa yang tahu, mungkin kamu akan muat".


Layya menoleh melihat ke kursi samping aldi. ada beberapa hal di sana terutama paket buah.


Layya kembali mendaratkan bokongnya ke tempat yang ia duduki tadi. merasa malu ia memilih melihat keluar jendela.


Rayyan tersenyum geli sebelum kembali melihat layar laptopnya.


Sedangkan aldi sesekali akan melihat rayyan dan layya dari spion di depannya.


'jangan bilang yang mau menumpang itu...desainer Zunaira tapi tadi tidak terlihat kalau desainer Zunaira mau menumpang, apa yang terjadi pada atasannya ini? '.


Layya melihat ke aldi saat rayyan bersuara lalu kembali melihat ke rayyan.


Lagi lagi layya mendesah.


"suara nafasmu menganggu konsentrasi ku desainer Zunaira ". ujar rayyan sembari bekerja.


"berapa kali pun aku berpikir, aku pasti sudah gila mau mendengar ucapanmu, menunggumu? dan bahkan sekarang dengan patuh ikut denganmu, hahh...aku pasti sudah gila".


Rayyan menyungging senyum di wajah tampannya.


"senang mendengarnya desainer Zunaira? ". jawab rayyan dengan sikap tenangnya.


Layya sontak menoleh melihat rayyan sedetik kemudian layya menggertakkan giginya.


"bersenang di saat orang lain menderita itu adalah keahlian mu".


"kamu jelas tahu kenapa aku harus senang jika kamu benar benar gila". ujar rayyan sembari tersenyum manis ke layya.


Layya mendengus tidak percaya. tentu saja supaya pria ini bisa mengambil anaknya tidak, supaya anaknya bisa bersama dia.


"kamu pria ******** dan brengsek yang pernah aku kenal".


Kedua mata aldi sontak saja melebar mendengar ucapan dari layya. diam diam lagi lagi aldi melirik rayyan dari spion lebih tepat aldi mau tahu raut wajah atasannya dan sangat membuat seorang aldi terkejut. atasannya sama sekali tidak marah tapi malah terkekeh.


"aku akui iya! so...aku akan menanggung semua biaya untuk kamu masuk ke rumah sakit tersebut, kamu hanya tinggal menghubungiku jika kamu benar benar sudah gila". jawab rayyan tanpa mengalihkan matanya dari layar di depannya.

__ADS_1


Layya memejamkan matanya sembari tangannya terkepal kuat dengan giginya bergemelatuk di dalam sana.


"kamu tahu ray? ingin sekali sekarang aku menjual mu ke pasar penjualan manusia jika ada lalu melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana tubuhmu di belah lalu aku akan meminta ke pada mereka untuk memberikan jantungmu untukku, hingga bisa ku remas sampai hancur". geram layya.


Rayyan terkekeh geli sedangkan aldi membulatkan matanya. pasar manusia? itu hal yang tidak ada di dunia ini. diam diam aldi terkekeh sendiri.


'ada apa dengan pasangan ini? '.


"terdengar sangat keji sekali layya? tapi...meminta jantungku pada mereka, apa sebegitu sulitnya untuk kamu bisa merelakanku? ".


"kamu dengar jelas tadi kalau aku akan meremasnya hingga hancur".


"lalu kamu akan menyimpan untuk kamu lihat lihat di saat kamu rindu padaku".


Layya tersenyum keji.


"aku akan memberinya ke anjing gila di jalanan...".


"setelahnya kamu akan mengejar ngejar anjing gila itu karna jantungku ada padanya".


"aku tidak segila itu". sinis layya lalu memperbaiki duduknya dan melihat keluar jendela.


"tidak? kamu akan menggila, kamu tahu kenapa?... ". rayyan menghentikan aktifitasnya beralih menatap layya dengan tajam.


Layyan menatap rayyan dengan alisnya yang menyatu.


"karna sebagian dari diriku ada pada mu sekarang, kamu tahu itu". lanjut rayyan lalu dia tersenyum keji sebelum kembali melanjutkan kerjanya.


Layya membulatkan matanya. maksud pria ini, anaknya yusuf dan maryam bukan?.


Ughhh...


"aku sangat berharap yusuf tidak akan menuruni sifatmu".


"oh sama! aku sangat berharap maryam tidak akan mirip denganmu".


Layya menyatukan alisnya membalik badan menghadap ke rayyan karna merasa tidak terima dengan ucapan pria di depannya.


"apa yang salah denganku? di bandingkan denganmu yang brengsek dan ********? ". layya melipat kedua tangannya menatap rayyan kesal sedangkan rayyan masih dengan sikap santainya sambil terus melanjutkan kerjanya.


"aku ingat waktu pertama kali melihatmu di mana kamu tersenyum senyum sendiri, cengengesan tidak jelas, wajah malu malu yang sangat memuakkan untuk di lihat sambil sesekali melihat ke arah pria berkaca mata entah siapa namanya dan sangat terlihat cupu! kamu...persis seperti cacing di tengah terik matahari, aku tidak bisa bayangkan bagaimana jika maryam begitu! aku sangat berharap tidak dan aku yakin kamu akan sangat setuju".


Kedua pipi layya sontak saja memerah saat rayyan mengungkit hal itu. mulut layya terbuka dan tertutup mau membantah tapi tidak tahu harus membantar apa.


'tapi yang jelas, saat itu...pria ini ada di sana? '. eughhh...kenapa semakin menjengkelkan sih.


📝📝📝📝📝


Hai teman teman...


Karna kondisi sekarang...


Semangat di rumah ya???

__ADS_1


__ADS_2