Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 14


__ADS_3

"apa maksud mami kedua anak yang tad...".



Imelda dengan senyumnya memeluk pundak layya.



"iya ray? kedua anak yang kamu lihat tadi, yusuf dan maryam, anak dari layya dan juga koki untuk mami hari ini yakan sayang?! ". imelda menoleh menatap layya meminta persetujuan.



Layya yang pikirannya sedang dalam ke adaan kacau balau tentu saja ia kebingungan. mau jawab jujur rayyan pria ini tentu akan bertanya panjang di tambah, ibu imelda bilang yusuf sangat mirip rayyan ketika kecil. jika ia berbohong tentu saja itu tidak mungkin. yusuf dan maryam adalah anaknya kebanggaannya buah hatinya jantungnya hidupnya pokoknya semuanya deh, tidak mungkin ia berbohong hanya untuk menyembunyikan pada pria ini. koki? untuk malam ini aku rasa iya.



Layya mengangguk sambil memaksa senyum.



"hanya untuk ibu saja". jawab layya canggung dan ia bisa merasakan tatapan tajam penuh pertanyaan seseorang padanya. lagian...dari ia memasuki gerbang rumah ini memang dari awal tidak ada yang perlu ia sembunyikan. firasatnya aneh dan tidak nyaman dari tadi ternyata ini jawabannya.



Tunggu...kenapa di sini aku yang ketakutan? . aku tidak bersalah di sini dan juga tidak dalam kasus membawa lari anak pria ini dan juga...yang ibu imelda ketahui aku memiliki suami itu artinya...yusuf dan maryam anaknya dengan suami yang aku sendiri tidak tahu siapa tapi itu bisa aku pakai untuk berbohong ke pria ini bukan? ah bodohnya aku...tunggu mirip? arghhh...bisa gila aku.



"jadi maksud mami...kedua anak itu adalah anak dari wanita ini? dan...koki yang memasak semua masakan di atas meja? ".



Imelda mengangguk mantap.



"ah kamu sudah melihat, kamu lapar? ". imelda masih bertanya dengan santai tanpa menyadari tingkah laku aneh layya dan rayyan putranya.



Melihat tatapan rayyan yang tidak beralih dari layya dengan segala pertanyaan di dalam otaknya sedangkan layya memilih melihat ke samping.



"tunggu...ray?... kenapa kamu melihat layya begitu? ah...kamu tidak tertarik padanya kan? ".



Rayyan sontak saja melihat maminya. baru saja ia mau membuka mulut namun imelda sudah duluan membungkam mulut rayyan dan semakin menambah pertanyaan dalam otak rayyan.



"bukankah sudah mami peringatkan tadi? kamu tidak bisa tertarik pada layya, layya sudah punya suami dan mereka sudah punya 2 anak, jangan mengacaukan rumah tangga orang, lebih baik kamu cepat menikah dan berikan mami secepatnya seorang cucu". kalimat terakhir imelda sukses membuat layya terkejut dan tersadar.

__ADS_1



Layya berpikir selama ini bahkan selama dia berada di new york pria ini sudah menikah dengan reina. ia bahkan pernah menebak mereka sudah mempunyai beberapa anak bahkan sampai sekarang ia berpikir begitu. lalu...mengingat putra ibu imelda yang ibu imelda ceritakan belum menikah dan tidak mau menikah, belum mempunyai cucu itu artinya...pria ini belum menikah dengan reina? dan anak...tentu saja tidak ada. lalu...apa yang terjadi pada pernikahan keduanya dulu?. jawabannya satu. mereka bercerai? lalu kenapa? dan juga...sekarang...bertunangan?.



Layya menatap rayyan dengan pandangan bodoh dan rayyan bisa membaca itu. apa yang di lakukan pria itu selama ini?... mengingatnya saja membuat ku geram sendiri.



"mami tahu itu tidak mungkin". jawab rayyan tanpa mengalihkan matanya dari menatap layya. ia butuh jawaban akan satu hal sekarang.



Imelda mengangguk angguk mengerti.



"ya, lalu...kenapa kamu melihat layya begitu? kamu mengenalnya? tidak...jika di lihat...sikap kalian sangat aneh, kalian sudah saling kenal? ".



Ucapan imelda seketika saja membuat mata layya membulat terkejut.



"tidak!". jawab cepat layya tanpa berpikir panjang atau menimang.




"apa maksudnya ya dan...tidak? ".



Layya menarik nafas. menatap rayyan geram dengan maksud 'apa maksud ucapanmu tadi?.



Rayyan masih dengan sikap santainya melihat ke maminya.



"wanita ini seorang desainer kontruksi yang sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan kita mi?...desainer Layya Zunaira, dia biasa di sapa desainer Zunaira atau...bu Zunaira... benar begitu Bu Zunaira? ". senyum kemenangan rayyan jelas terpatri indah di wajah tampan pria itu dan bagi layya yang melihat itu, ingin sekali ia menghantam wajah pria itu dengan sendal yang dia pakai sendiri sekarang.



Layya menggeram kesal. kenapa ia tidak ingat akan hal itu?. baiklah layya? bertemu dengannya bukan hal baik untukmu.



Rayyan melangkah santai ke dapur melewati layya.

__ADS_1



Layya tersentak kaget saat imelda menepuk pundaknya. terjadi perbincangan panjang lebar di sana menyangkut pekerjaan layya.



Imelda benar benar terkejut kalau layya seorang desainer dan sekarang sedang menjalin kerja sama dengan putranya. itu artinya...ia akan sering melihat kedua anak layya bukan? membayangkan saja sudah membuatnya senang dan bahagia.



"ah...berapa tahun, kontraknya? ".



"6 bulan". jawab layya cepat.



Raut wajah imelda terlihat sedih. 6 bulan? itu waktu yang sedikit.



"ray?... tidak bisakah di perpanjang kontraknya? ".



"perpanjang? mi? dia bukan artis atau model".



Imelda mengangguk angguk mengerti.



"oh ya? bukankah kamu tadi mau melihat kedua anakmu? pergilah, lili akan mengantar mu".



Layya mengangguk mengerti lalu melangkah pergi dari sana dan yang tidak di ketahui layya adalah. imelda mendekat ke putranya, merayu putranya untuk bisa bekerja sama lebih lama dengan layya paling tidak setahun dua tahun. namun tentu saja itu hal yang tidak akan di lakukan rayyan. kemarin saja dia sudah mau membatalkan kontrak.



Mata rayyan menatap tajam ke depan saat teringat kedua anak yang dia lihat di kolam renang sore tadi dan mengejutkannya keduanya anak layya. bocah laki laki itu....sangat mirip dengannya ketika ia kecil. apa yang sebenarnya terjadi?.






__ADS_1



__ADS_2