Kata-kata Cinta

Kata-kata Cinta
Bab 73


__ADS_3

Cleck...


Layya membuka pintu dan segera dia mundur begitu di hadapannya ada seseorang, yang ternyata mau keluar. Rendra.


Rendra menatap layya dengan kedua alisnya yang menyatu. Ia kira layya sudah pergi bersama rayyan.


"aku butuh penjelasan! ". Layya menatap wajah rendra dari jarak mereka yang sangat dekat dan ia sedikit tersentak melihat wajah rendra yang kebiruan+mau bengkak dan sudut bibir terluka dan berdarah. Ia meringis.


"aku tahu! ". Jawab rendra lelah sebelum menarik pintu supaya tertutup.


"apa dia istri rayyan?! ". Suara seorang pria yang terdengar dari dalam ruangan di mana rayyan dan rendra beradu tonjok.


Layya berniat mau mengintip dari balik tubuh rendra namun terhalang karna segera rendra tutupi.


"diamlah kenan? Dan ingatkan aku untuk membalasmu". Decak kesal rendra. Rendra mengusap sudut bibirnya, yang masih mengeluarkan darah dan sedikit perih.


Terdengar suara tawa dari dalam, yang semakin membuat rendra tambah jengkel.


Brakh...


Rendra sengaja membanting pintu.


"kita bicara di ruangan sebelah". Ujar rendra sembari melangkah melewati layya.


Layya mengikuti langkah rendra tanpa keduanya peduli tatapan kebingungan ke lima manusia di ruangan tersebut.


Atasan mereka yang pagi pagi mengatakan akan ada 2 tamu pria. Satu berkaca mata dan satu lagi tidak. Lalu menyuruh mereka untuk diam dan tidak melakukan apapun di saat mendengar suara apapun yang terdengar dari dalam ruangannya sampai atasannya keluar dari dalam tersebut dan beginilah kejadiannya hari ini. Bukan dua pria tapi ada satu wanita.


"serius?! ". Tanya rendra dengan kernyitan keningnya tidak percaya. Mendongak menatap layya yang berdiri di hadapannya sedangkan rendra duduk di salah satu kursi single yang ada di ruangan pantry tersebut.


Layya mendesah sejenak sebelum menjawab.


"yah begitulah! Bukankah aku sudah memberitahu mu?! ". Layya melangkah ke kursi yang tidak jauh dari rendra.

__ADS_1


"yah aku pikir itu tidak benaran, tapi bagaimana bisa? Bukankah kita sama sama mendengar dari orang suruhanku kalau sudah selesai semua, tinggal ambil aktenya saja".


Layya terlihat lelah rendra mengungkit hal tersebut. Ia pun tidak berharap begini.


"Sudahlah! Sudah begini juga". Jawab layya lelah.


"Kamu tentu sangat terkejut! ".


Layya tersentak dan beralih menatap rendra. Terkejut? Apa yang akan rendra katakan jika ia bahkan sudah tidur bersama rayyan lagi meski ia tidak sadar, tapi dalam arti kata tetap saja. Mereka tidur bersama, lagi.


"sudah jangan bahas itu lagi, kamu jawab aku dulu! Kenapa rayyan memukulmu? ".


Nafas rendra mendadak berhenti. Ia menatap layya beberapa saat sebelum memutuskan tatpannya dan melihat lantai di bawahnya.


"Jika suamimu tidak mengatakannya maka aku juga tidak layya? ". Rendra menyapu sudut bibirnya dan ia sedikit meringis.


Layya hanya menatap itu tanpa berniat mau mengobati rendra.


"rendra?... Ini bukan kali pertama rayyan memukulmu, ini kedua kali! Jika yang pertama mungkin aku bisa terima dengan alasan panggilan tapi tidak dengan ini, ada apa sih dengan kalian? Apa segitunya aku tidak boleh tahu?! ". Layya terlihat frustasi.


"jika kamu sudah tahu maka kembalilah, aku yakin rayyan menunggumu di bawah". Ujar rendra sembari bangkit dari duduknya dan layya menatap itu dengan santai.


"sekalipun aku tidak begitu mengenal rayyan tapi aku tahu satu hal! Rayyan tidak akan pernah memukul seseorang jika seseorang tersebut tidak mengganggu hidupnya dan kak rendra? Melakukan itu". Ucapan tajam dan tatapan intimidasi layya membuat gerakan langkah rendra terhenti.


Takut takut rendra berbalik melihat layya.


"layya dengar! Ini masalah ku dengan rayyan jadi...Kamu tidak boleh tahu".


Layya bangkit berdiri. Melangkah mendekati rendra.


Sampai di depan rendra. Dengan jarak kira kira 1 meter. layya menatap rendra sedang kedua tangannya terlipat di dadanya.


"dan pertanyaannya...Apa yang kak rendra lakukan ke rayyan? Sehingga kak rendra seperti sekarang". Tatapan dingin layya serta panggilan layya ke rendra membuat hati rendra sedikit meringis. Ucapan layya lebih ke menunjukkan ke kondisi wajah rendra sekarang yang babak belur serta tubuhnya yang entah bagaimana di salam sana, yang layya lihat baju kemeja putih, yang rendra kenakan berantakan.

__ADS_1


Bagi rendra. Semenjak ke lahiran yusuf dan maryam. Semenjak hari itu layya tidak pernah memanggilnya kak lagi. Meski umurnya jauh lebih tua dari layya tetap saja sejak saat itu layya memanggilnya rendra dan bicara seperti biasa layaknya seorang teman.


Rendra menatap lantai. Sedang matanya melihat ke sana ke mari tidak tahu harus menjawab apa.


Layya menarik nafasnya, mencoba menenangkan emosinya yang hampir mau naik.


"jangan katakan padaku kalau ini semua karna aku". Karna rayyan mengatakan itu dan karna itu ia berada di negara ini sekarang.


Mendengar ucapan layya seketika rendra tersentak dengan manik matanya membulat.


Layya yang melihat reaksi rendra di depannya. Mencekram buku tangannya kuat sedang ia merapatkan giginya.


Ia mendengus dalam hati. Sialan. Mereka berdua sialan. Membuat kekacauan dan ia tidak tahu, di tambah ini menyangkut dengannya. Apa ada hal lain lagi yang lebih gila dari ini? Hal apa yang menyangkut dengannya sehingga membuat rayyan memukul rendra. Ini gila. Rayyan... Deminya?.


Layya lagi lagi menarik nafasnya. Sedang matanya menatap rendra.


"tentu saja aku tidak perlu tahu, jika itu benar urusan kalian tapi sepertinya tidak begitu".


"layya...".


"jangan mencoba untuk mengalihkan kak? Aku sudah hampir gila dengan rayyan dan aku harap kak rendra tidak begitu".


"maaf layya? Ketika rayyan mengatakannya maka aku baru akan mengatakanya". Aku belum sanggup menerima kemarahan di tambah kebencianmu layya. Maafkan aku.


"kak...?". Layya mencoba merengek.


Rendra menggeleng mantap ddisertai raut wajahnya yang lelah.


"kuncinya ada pada suamimu layya? ". Entah kenapa aku juga merasa bersalah padanya tidak! Sebenarnya aku memang salah padanya.


Suami mana yang tidak akan marah di tambah murka jika melihat istrinya berciuman dengan pria lain dan ketika dia tahu kebenarannya kalau ternyata istrinya tidak sadarkan diri dan saat itu dia sadar. Istrinya di cium panas pria lain dan pria itu...Cinta pertama istrinya.


Batin rendra mendesah.

__ADS_1


Jadi pantas saja rayyan memukulnya begitu melihatnya waktu itu dan langsung ke sini untuk menghajarnya begitu tahu kebenarannya.


Ia bertanya tanya sekarang. Apa benar rayyan tidak mencintai layya? Dan hanya menggunakan layya?....


__ADS_2